Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Berita Tak Terduga


__ADS_3

Semalam, Gavino menghubungi Gress terlebih dahulu, setelah dia memutuskan hubungan telpon dengan Lorenzo.


..."Halo Sayang, sudah mau tidur?"...


..."Belum. Ini baru selesai beres-beres. Soalnya tadi makan dulu. Kamu sendiri sudah mau tidur ya?"...


..."Sayang. Besok Kamu tidak usah kerja ya, Aku mau ngajak Kamu pergi."...


..."Lho kok dadakan Sayang? Aku tidak bisa minta ijin pada paman George atau paman Robert. Sedangkan waktu kerja tinggal tiga hari lho!" ...


..."Tenang dulu Sayang. Tiga hari ini, kita manfaatkan untuk yang mengisi acara liburan semester kita yang terbengkalai karena kesibukan masing-masing. Jadi kita tidak bisa pergi jalan-jalan selama liburan ini. Selain Aku ada kerjaan kemarin di Paris, Kamu juga kerja. Kita jadi tidak punya waktu untuk bersenang-senang." ...


..."Sayang, tapi aku..."...


..."Aku tidak menerima penolakan! Pokoknya, besok Aku akan menjemputmu, dan Kamu harus sudah siap ya!" ...


..."Tapi urusan di kios bagaimana Sayang? Aku tidak pergi begitu saja tanpa ada tanggung jawab Sayang." ...


..."Serahkan padaku. Aku akan meminta ijin pada paman Robert, bahwa Kamu sudah tidak bekerja mulai besok." ...


..."Apa? sudah tidak bisa bekerja lagi mulai besok? maksudnya bagaimana?" ...


..."Pokoknya, selama tiga hari liburan ini, Kamu akan terus bersamaku. Untuk gajimu, nanti akan ditransfer oleh Paman Robert. Pokoknya semua akan baik-baik saja." ...


..."Sayang, Kamu jangan seenaknya begitu. Di tempat kerja itu ada aturannya."...


..."Memangnya siapa yang bikin aturan?" ...


..."Yang punya kios dan warabala. Memangnya siapa lagi? paman Robert dan juga paman George cuma menjalankan aturan dari pemiliknya. Jadi jangan membuat kesulitan untuk mereka berdua." ...


..."Jika Kamu tidak menurut apa yang Aku inginkan, Aku akan meminta mereka untuk mengeluarkan mu dengan cara tidak hormat. Dengan begitu, Kamu justru tidak mendapatkan apa-apa. Tapi jika Kamu menuruti apa yang Aku katakan, Aku jamin, gajimu akan lima kali lipat dari yang seharusnya." ...


..."Hai! bagaimana bisa seperti itu?" ...


..."Sudah, pokoknya Kamu cukup menurut saja. Itu akan lebih baik daripada Kamu terus bertanya bukan?" ...


..."Terserah kamulah!" ...

__ADS_1


..."Sekarang tidurlah. Aku juga mau tidur. Besok bersiap-siap Aku jemput ya!" ...


..."Ok Sayang."...


Klik!


Gavino menghela nafas panjang, karena dia harus berusaha untuk bisa jujur pada Gress, tentang keadaan kehidupannya yang sebenarnya. Agar Gress tahu dari dirinya sendiri, dan bukan dari orang lain.


Dia tidak mau jika, gadisnya itu tahu dari orang lain. Dan akhirnya merasa tersinggung serta marah. Karena merasa dibohongi olehnya, sama seperti yang dia rasakan pada George.


Bahkan, dia belum bertemu dengan George, untuk membicarakan rencananya. Karena ternyata, George mengambil langkah sendiri tanpa memberitahu Gavino terlebih dahulu.


"Mungkin George tidak percaya padaku, karena pada akhirnya aku bisa menaklukkan Thomas Bryan. Dia tidak ingin apa yang dilakukannya itu Aku ketahui."


"Atau dia takut jika, Aku akan melakukan hal sama terhadap dirinya, sama seperti Aku menaklukkan kakaknya?"


"Ternyata misteri dari George itu juga sama membingungkan, dan tidak semudah yang Aku bayangkan. Sama halnya seperti sebuah labirin, yang ternyata masih terhubung antara George dengan Thomas Bryan."


"Semoga saja, identitas dan masa lalu dari Robert tidaklah serumit George."


Gavino terus berbicara dengan dirinya sendiri, dari apa yang kemarin-kemarin terjadi.


Tapi teman-teman Robert masih bekerja sebagaimana yang seharusnya, yang dulu disepakati. Bahkan, mereka masih menempati paviliun yang ada di di samping rumah utama ini. Sebagai tempat tinggal.


Di rumah utama ini, hanya ditempati Gavino dan juga Robert, bersama dengan kepala maid dan beberapa maid. Sedangkan penjaga dan yang lainnya, yang bekerja di tempat ini, ada paviliun sebelah, yang banyak kamarnya. Karena berlantai empat. Tidak sama seperti rumah utama yang hanya berlantai dua saja.


*****


Sekitar jam sepuluh jurang lima menit, Lorenzo datang menjemput Gavino.


Tapi dia beralasan bahwa mobilnya ini terlalu kecil untuk mereka berempat, apalagi baru saja masuk bengkel kemarin. Sehingga meminta Gavino untuk membawa mobilnya saja. Yang lebih besar.


"Mobilku ini terlalu sempit buat kita berempat Gavino, bagaimana kalau pakai mobilmu yang besar itu. Kan lebih enak jadinya," terang Lorenzo beralasan.


"Kenapa memang?" tanya Gavino masih bingung.


"Kita nanti berempat, karena selain menjemput Magdalena, kita menjemput gadismu juga bukan?"

__ADS_1


"Iya. Lalu kenapa?" tanya Gavino lagi.


"Hemmm... Mobilku ini kemarin baru saja masuk bengkel, sewaktu baru pulang dari luar kota. Dan Kamu tahu sendiri kan, mobil ini mobil darimu. Tentu saja sudah lebih tua daripada mobil-mobil mu itu!"


"Hahaha... bilang saja Kamu ingin naik mobil baru ku itu! Hahaha..." Gavino tertawa terbahak-bahak, mendengar alasan yang dibuat oleh Lorenzo.


"Apa kita butuh supir juga?" tanya Gavino memberikan pilihan kepada Lorenzo.


"Jika ingin kebebasan sih, sebaiknya pakai supir. Apalagi mobilmu itu kan ada sekat antara depan dan belakang, jadi kita tetap bisa bebas. Hahaha..."


"Hahaha... dasar! Tapi itu ide yang bagus juga. Jadi kita tidak capek dan bisa berkonsentrasi dengan apa yang kita lakukan bukan? Tanpa harus memikirkan setir mobil," terang Gavino lagi, yang di angguki oleh Lorenzo juga.


Akhirnya mereka berdua menemukan solusi untuk kegiatan mereka hari ini.


"Oh ya Gavin. Kamu sudah dengar, jika Verdi sudah keluar dari tahanan?" tanya Lorenzo, di saat mereka sudah ada di perjalanan.


"Bukannya dia masih sekitar dua tahun lagi baru keluar?" Gavino justru balik bertanya, karena memang itulah yang dia dengar dulu.


"Aku tidak tahu. Tapi kemarin, Aku baru mendengar bahwa Verdi berada di sebuah pusat perbelanjaan."


"Mungkin ijin keluar karena ada keperluan penting. Apa ada pengawalan polisi di belakangnya?" tanya Gavino ingin tahu lebih.


"Tidak ada. Dia sendiri bersama seorang laki-laki yang sebaya dengannya. yang kemungkinan itu adalah temannya juga."


"Apakah dia mendapatkan potongan hukuman? tapi sepertinya itu tidak mungkin. Karena kasusnya cukup berat untuk anak usia dengannya juga."


Gavino berpikir sejenak, tapi dia memang tidak tahu apa-apa.


"Aku kurang tahu juga, tapi sepertinya berita ini harus Kamu waspadai. Siapa tahu, dia masih menginginkan untuk mengincar mu sebagai target. Setidaknya, dia pasti masih merasa penasaran bukan, bagaimana caranya untuk mengalahkan mu?"


Gavino mengangguk mengiyakan, apa yang dikatakan oleh Lorenzo. Karena kebanyakan lawan, akan tetap merasa penasaran dengan targetnya, yang dulu belum dia kalahkan.


"Ok. Terima kasih atas informasinya Lorenzo. Kamu juga berhati-hatilah. Beritahu juga yang lainnya, untuk berhati-hati. Aku takut jika Verdi menggunakan cara lain untuk mengancamku."


"Maksudnya bagaimana?" tanya Lorenzo mengerutkan keningnya bingung.


"Ya... siapa tahu, Verdi mengancam Aku dari teman-teman, yang merupakan orang-orang terdekat Aku juga."

__ADS_1


Sekarang Lorenzo paham dengan apa yang dikatakan oleh Gavino padanya.


"Justru yang aku khawatirkan adalah gadismu itu. Siapa tahu, Verdi menggunakan dan memanfaatkan Gress, untuk menekan mu. Jadi berhati-hatilah dan jagalah Gress dengan sebaik mungkin."


__ADS_2