Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Masih Sebatas Rencana


__ADS_3

Keesokan paginya, Gavino benar-benar datang ke rumah sakit, dengan tujuan untuk meminta pendapat pada Gress maupun Bianca. Terkait soal hunian, yang menurut mereka nyaman untuk ditempati.


Padahal Gavino sendiri tidak akan memberitahu pada mereka berdua, jika hunian itu ada di Amerika. Sebab dia juga belum membicarakan tentang rencana kepindahan mereka berdua, ke negara Paman Sam sana.


Dan dia juga tidak tahu, bagaimana pendapat mereka berdua. Apakah mereka akan setuju dengan rencananya atau tidak.


Tapi Gavino tetap berharap, jika mereka berdua tetap setuju. Dengan semua rencana yang sudah dia miliki, meskipun dia juga tidak tahu. Kapan waktu yang tepat untuk pergi ke sana bersama-sama.


"Apa kalian berdua sudah merasa lebih baik?" Gavino bertanya kepada dua gadisnya itu, begitu dia memasuki ruang rawat inap.


"Seperti yang Kamu lihat Gavin," sahut Gress, dengan tersenyum manis.


"Aku sudah merasa lebih baik Vin," jawab Bianca, dengan melihat ke arah Gress. Yang udah terlebih dahulu menyahuti pertanyaan dari Gavino.


Tapi Gavino menanggapinya bersamaan, sebab dia harus pintar-pintar membaca situasi. Meskipun keduanya tampak akur dan baik-baik saja. Sehingga tidak tampak aura persaingan, hanya demi untuk mendapatkan perhatian darinya.


"Baguslah kalau begitu. Emhhh... Aku ada kejutan, tapi ini harus kalian nilai. Tapi sesuai dengan hati kalian sendiri. Jadi tidak boleh terpaku pada salah satu dari kalian."


Gress dan Bianca saling pandang, kemudian sama-sama menganggukkan kepalanya, mengiyakan permintaan dari Gavino.


Mereka berdua, juga merasa penasaran. Dengan apa yang dingin ditanyakan oleh Gavino pada mereka berdua, dan kenapa harus menilainya juga.


Sekarang Gavino membawa keduanya, untuk mendekat ke tempatnya duduk.


Untungnya, keadaan mereka berdua saat ini memang sudah lebih baik. Dan tidak harus berbaring di tempat tidur dalam jangka waktu yang lama. Sehingga sudah bisa berjalan ataupun duduk serta berpindah tempat.


Setelah keduanya sama-sama duduk, masing-masing berada di sisi samping Gavino. Jadi Gavino diapit oleh keduanya.


"Aku mau bertanya pada kalian berdua. Dari kedua gambar mansion ini, mana yang Kalian berdua sukai?"


Mansion atau Mension adalah sebuah rumah yang memiliki ukuran bangunan di atas 500 meter persegi dan memiliki fasilitas mewah.

__ADS_1


Gress dan Bianca kembali saling pandang, dengan tatapan mata penuh tanda tanya. Dengan apa yang saat ini ditunjukkan oleh Gavino pada mereka berdua.


"Maksudnya apa ini Vin?"


Akhirnya Bianca mencoba untuk memberanikan diri, dengan bertanya kepada Gavino. Terkait dua gambar mansion yang harus dinilainya. Sebab, baru beberapa waktu kemarin, dia dibelikan apartemen oleh Gavino. Tapi belum juga ditempatinya, sebab keburu terjadi kejadian yang kemarin itu.


Gress juga tampak mengangguk, karena memiliki pertanyaannya sama seperti yang ditanyakan oleh Bianca.


Tentu saja dia juga dana bingungnya, dengan apa yang saat ini diminta oleh Gavino. Yaitu dengan meminta pada mereka berdua untuk memberikan penilaian terhadap dua bangunan mansion.


"Tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya ingin kalian memberikan sebuah penilaian. Kira-kira, seandainya kalian diberikan pilihan untuk menempati salah satu dari dua bangunan mension ini, kalian mau pilih yang mana?" tanya Gavino sekali lagi, dengan memberikan penjelasan pada keduanya.


Gress dan Bianca, sama-sama terdiam. Mereka berdua, tidak bisa langsung memberikan jawaban. Karena harus meneliti dari dua mension tersebut, sebelum memberikan penilaian tentang keistimewaan pada kedua mension tersebut.


Setelah meneliti dan melihat sebentar, Gress sudah bisa memberikan penilaian bahwa dia memilih bangunan kedua. Yang menurutnya lebih simpel, tapi memiliki fasilitas yang sangat lengkap dan menurutnya itu sangat istimewa.


Karena Gress diberikan kesempatan untuk memberikan penilaian untuk pertama kali, Bianca dengan sabar menunggunya selesai.


Dan setelah Gress benar-benar sudah selesai memberikan penilaiannya, Bianca baru memulai bicara. Untuk memberikan penilaian menurutnya sendiri.


Gress mengangguk setuju, dengan apa yang dikatakan oleh Bianca. Yang ternyata lebih detail, dalam memberikan sebuah penilaian.


Mungkin ini karena basic dari pendidikan bianca yang seorang desainer, tentu saja dia memiliki sebuah penilaian yang sangat teliti, untuk sebuah desain. Meskipun ini adalah desain bangunan, dan bukan sebuah dress atau gaun.


"Detail setiap ornamen pada bangunan mension pertama, memiliki artistik yang sangat unik. Jadi dia terlihat seperti sebuah bangunan kuno, yang ada pada jaman dulu. Ini nilai plus dari sebuah mension, yang tentu saja tidak sama seperti hunian yang lain pada umumnya. Yang sudah pasti diperhatikan oleh arsiteknya juga."


Plok plok plok!


Gress bertepuk tangan, untuk memberikan apresiasi pada penilaian yang dilakukan oleh Bianca. Untuk bangunan mension pertama.


"Aku sangat setuju dengan penilaian kamu Bianca. Mungkin karena aku adalah orang yang sederhana dari awal, game tidak begitu mengetahui tebal sebuah desain. Tentu aku menentukan pilihan yang simpel saja. Tapi Aku sangat setuju dan salut padamu, karena bisa memberikan penilaian yang sangat bagus. Aku ikut denganmu!"

__ADS_1


Sekarang, Gavino yang justru kebingungan sendiri. Karena tidak bisa menentukan keputusannya, apakah harus membeli keduanya. Atau hanya bangunan mension pertama. Karena pada akhirnya, kedua gadisnya itu sama-sama menyukai satu dari dua bangunan mension yang dia tunjukkan.


"Apa kalian berdua benar-benar menyukai yang pertama?" tanya Gavino, mencoba untuk mengetahui keyakinan dari keduanya.


Sayangnya, Gress dan juga Bianca sama-sama mengangguk dengan pasti. Atas pertanyaan yang diajukan oleh Gavino barusan.


"Hhh... baiklah. Aku akan mencarikan mension itu untuk kalian berdua."


Mendengar perkataan dan keputusan yang baru saja diambil oleh Gavino, membuat Gress dan juga Bianca saling pandang. Karena mereka berdua memang tidak tahu, rencana apa yang sudah dibuat oleh kekasihnya itu.


"Maksudnya, Kamu mau membeli mension baru?" tanya Bianca menebak.


"Ya Gavin, Kamu mau beli?" Gress juga mengajukan pertanyaan yang sama.


"Apa kalian berdua pikir, Aku hanya memamerkan pada kalian berdua?" tanya Gavino balik, pada Gress dan juga Bianca.


"Tapi, buat apa lagi?" tanya Gress cepat.


Mension yang ditempati Gress, bersama dengan papanya juga sangat besar. Dan dia juga tidak ingin pindah dari sana. Karena dia ingin menemani sang papa, di hari tuanya.


Begitu juga dengan Bianca sendiri.


Meskipun dia terbiasa hidup mewah bersama dengan mamanya, tapi dia juga bisa hidup sederhana, sebagaimana orang-orang biasa pada umumnya.


Gavino hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dan praduga mereka berdua. Karena dia memang belum ingin memberitahukan rencananya, untuk pindah ke negara Amerika sana.


"Kalian akan tahu sendiri secepatnya. Tapi untuk sementara waktu ini, biarkanlah Aku yang mengurusnya sendiri."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Gavino, Gress dan Bianca mengerutkan keningnya heran dan juga bingung. Karena sekarang ini, Gavino lebih sering membuat sebuah teka-teki, dibandingkan dengan memberikan sebuah penjelasan yang mereka butuhkan.


"Tidak usah memandangku seperti itu? nanti juga kalian tahu sendiri. Karena semuanya sudah ada yang atur kok," terang Gavino dengan tersenyum penuh misteri.

__ADS_1


"Heh, kami udah capek-capek memberikan penilaian, tapi kami justru tidak mendapatkan penjelasan apapun. Apa ini adil?" Bianca menuntut sebuah penjelasan, yang secepatnya.


Begitu juga dengan Gress, yang juga segera menganggukkan kepalanya cepat. Setelah Bianca selesai memprotes Gavino.


__ADS_2