
King Goldblack memutuskan untuk pergi bersama dengan anaknya yang masih kecil, untuk pindah ke kota Monte Isola.
Ayah dan anak itu, hidup bersama dalam kesederhanaan. Jauh berbeda dengan kehidupan mereka pada saat berada di kota Roma. Bahkan, kabar burung yang didengar oleh kelompoknya, king Goldblack hidup sebagai seorang kuli bangunan. Yang bekerja secara kasar.
Awalnya, masih ada para pengikutnya yang datang untuk memintanya kembali menjadi pemimpin. Dan menggulingkan kekuasaan pemimpin baru yang mengantikan kedudukannya di kelompok mafia mereka.
Tapi king Goldblack menolak.
Dia tidak mau kembali ke dunia mafia.
"Aku tidak mau kembali. Itu adalah pesan terakhir dari istriku. Tapi jika suatu hari nanti, ada cucu keturunanku yang bisa menemukan pembunuh neneknya, dalang dari kematiannya yang lebih cepat dari pada penyakit yang dia derita. Aku merestuinya. Meskipun Aku sudah tiada di dunia ini."
Begitulah perkataan yang pernah diucapkan oleh king Goldblack, atau William Henry pada orang yang menemuinya di kota Monte Isola ini.
*****
George menghela nafas panjang, saat selesai menceritakan kisah king Goldblack. Yang diperkirakan adalah kakek dari anak muda yang saat ini ada didepannya.
"Apa Kamu pernah menemui William Henry yang Kamu ceritakan? Maksudku, setelah dia tidak lagi menjadi seorang king Goldblack."
Senyuman tipis terbit di bibir George. Dia pun menatap jauh ke luar rumah. Entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini. Tapi Gavino dengan sabar, tetap menunggu dirinya untuk kembali bicara.
"Hum..."
"Aku... Aku sedang bertugas ke luar negeri pada saat itu. Aku sengaja tidak diperbolehkan untuk punya kesempatan bertemu dengan king Goldblack. Aku baru saja kembali beberapa bulan yang lalu dari Norwegia."
Gavino menyipitkan matanya, mendengar jawaban yang diberikan oleh George padanya.
"Lalu, apa yang Kamu kerjakan di Norwegia?" tanya Gavino dengan keinginannya untuk mengorek keterangan yang lebih jelas lagi.
"Di Norwegia, Aku memimpin pasukan mafia yang ada di sana. Karena berhubungan dengan bisnis di negara ini juga." George akhirnya memberikan penjelasan, tentang beberapa bisnis yang mereka jalani selama ini. Dan itu bukan hanya untuk satu dua negara. Bahkan di seluruh dunia.
"Maksudnya, setiap negara ada pemimpin yang berpusat di sini, di Italia ini?"
__ADS_1
Anggukan kepala Goerge, membuat Gavino mata dan mulut Gavino terbuka lebar.
Dia tidak percaya dengan jawaban yang diberikan oleh George. Karena ini sudah sangat membahayakan bagi umat manusia di dunia ini.
Semua usaha mereka, para pemimpin mafia, bukanlah usaha biasa. Tapi dengan segala sesuatu yang melanggar hukum. Menyebabkan kehancuran suatu saat nanti. Dengan segala aktivitas yang mereka lakukan selama ini.
Dari beberapa usaha mereka, para king mafia, usahanya itu adalah produksi obat-obatan terlarang. Pembuatan senjata dan amunisi yang canggih, dengan berbagai macam ekperimen para ahli yang mereka rekrut.
Tentunya, uang yang di dapat juga tidak main-main. Para ahli memiliki kehidupan yang mewah dari hasil pekerjaan mereka. Dan itu tidak bisa mereka dapatkan, jika hanya bekerja di perusahaan biasa atau yang ada di bawah naungan pemerintahan suatu negara.
"Lalu, kenapa Kamu kembali dan melarikan diri dari pemimpin mu yang sekarang?"
"Heh, pertanyaan demi pertanyaan yang Kamu ajukan ini, sudah seperti agen FBI saja!" ejek George jengah.
Dia risih, karena sedari tadi, Gavino terus bertanya kepada dirinya. Tentang apa saja yang dia lakukan bersama kelompok mafianya.
"Kamu saja diam sedari Aku tanya. Siapa Kamu? Apa hubungan mu dengan William Henry? Atau bisa jadi, Kamu juga salah satu orang yang ditugaskan untuk mencari dan menangkap ku. Iya kan?"
"Ck! Jika Aku adalah orang yang sama seperti yang Kamu sebutkan tadi, kenapa Kamu masih baik-baik saja sampai saat ini?"
Tapi Gavino tetap tidak memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh George, terkait dengan identitas dirinya yang sebenarnya.
Dia tidak mau, jika keberadaan dirinya yang saat ini sendiri, di manfaatkan oleh orang-orang yang ingin memberontak terhadap pemimpin mafia yang sekarang. Karena bisa jadi, perlawanan dan pelarian George ini karena ingin kedudukan menjadi pemimpin no 1 di Italia. Yang menjadi pusatnya para pemimpin mafia dunia.
*****
Malam ini, Gavino tidur di kamar yang dulu ditempati oleh orang tuanya. Sedangkan George, tidur di kamar bekas miliknya.
Gavino mengintip dari dinding papan yang berlubang ke kamarnya sendiri. Dia melihat George sedang membuka-buka lemari dan laci yang ada di kamarnya.
Dengan gerakan cepat tapi tanpa menimbulkan suara, George mencari sesuatu yang bisa dia temukan. Agar tahu, siapa sebenarnya Gavino ini. Karena dia tidak berhasil membuat Gavino bicara, dengan menjawab pertanyaan yang dia ajukan.
"Shittt! Tidak ada satupun petunjuk tentang king Goldblack di kamar ini. Yang ada hanya foto udang di luar tadi. Lalu, apa hubungannya dengan anak muda itu? Di masa sekarang king Goldblack?"
__ADS_1
"Apa benar, makam yang dikunjungi anak muda itu makamnya king Goldblack. William Henry sendiri? Tapi kenapa tidak pernah ada berita tentang kematiannya? Atau ini hanya jebakan saja untukku?"
Gavino menajamkan pendengaran dan penglihatan matanya, sehingga bisa mendengar George yang samar.
Tapi penglihatan matanya, bisa memberikan penjelasan dari gerak bibir George saat bergumam.
Semuanya masih berlangsung tanpa ada kecurigaan dari George, hingga terdengar suara deru mesin mobil di luar rumah.
Kriettt...
Suara pintu kamar terbuka, dari dua kamar sekaligus. Karena Gavino dan George sama-sama membuka pintu kamar, untuk melihat keadaan di luar rumah.
"Ada apa?" tanya George pada Gavino, saat mereka saling pandang di depan pintu kamar.
"Aku baru mau melihatnya," jawab Gavino, dengan berjalan mengendap-endap menuju ke arah pintu keluar rumah.
"Hati-hati!"
George memperingatkan Gavino, agar berhati-hati dengan segala kemungkinan yang terjadi di luar rumah.
Dari lubang pintu yang memang sudah tua, Gavino bisa melihat keadaan di luar yang sedang ramai. Karena adanya dua buah mobil, dengan beberapa penumpang yang baru saja keluar dari dalam.
Mereka semua berjumlah lima orang. Dan semuanya juga mengenakan pakaian serba hitam.
George mundur selangkah, dari tempatnya berada. Ternyata dia ada di belang Gavino. Ikut mengintip keadaan di luar sana.
"Jangan di buka!" perintahnya pada Gavino.
"Apa maksudmu?" tanya Gavino balik, dengan berbisik. Agar tidak terdengar sampai ke luar rumah.
"Mereka semua adalah orang-orang suruhan yang akan menangkap ku. Bisa jadi, kamu juga ikut di tangkap, jika mereka tahu Kamu ada hubungannya dengan king Goldblack."
Mata Gavino menyipit. Dia justru waspada terhadap George, yang sedari awal memang sudah mencurigakan. Yang akhirnya membuat Gavino memberikan pertanyaan pada George.
__ADS_1
"Apa ini jebakan yang sudah Kamu rencanakan untukku?"