Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
2


__ADS_3

Dante baru saja tiba di rumah, di saat Gavino pamit untuk pulang pada Bianca.


"Lho. Gavin, Kamu ada di sini?" tanya Dante kaget. Dia tidak menyangka jika, Gavino ada di rumahnya.


"Iya. Aku hanya mau cek para pengawal bayangan, yang bertugas di rumah Kamu ini."


Dante menganggukkan kepalanya, mendengar jawaban yang diberikan oleh Gavino. Cowok yang disukai oleh sepupunya.


Dia memang sudah tahu jika Gavino menempatkan beberapa orang-orangnya, untuk menjadi pengawal bayangan di rumahnya ini, demi keselamatan Bianca.


Tapi melihat kepedulian Gavino pada sepupunya itu, Dante jadi berpikir bahwa, temannya itu sebenarnya masih memiliki perasaan khusus kepada Bianca. Sama seperti dulu.


Namum, Dante juga berpikir bahwa, apa yang terjadi pada temannya itu, akan mempersulit Gavino sendiri, untuk memilih salah satu dari kedua gadis yang saat ini dekat dengannya.


Sebab pada kenyataannya, Gavino sudah memiliki gadis lain di dalam kehidupannya, selain Bianca.


Tapi Dante juga tidak menampik, jika dia merasa senang. Karena bisa melihat rona bahagia di wajah Bianca, saat ada Gavino yang datang ke rumah, untuk memperhatikannya.


"Lalu bagaimana?" tanya Dante ingin kejelasan lebih lanjut.


"Bagaimana..."


"Gress!" sahut Dante cepat.


Dia tidak mau berbasa-basi, terkait dengan keadaan Bianca dan Gavino, yang menurutnya akan sedikit rumit dengan adanya Gress.


Sekarang, Gavino tersadar dari keadaan yang ada, dengan maksud pertanyaan yang diajukan oleh Dante.


Tapi dia tidak memberikan jawaban apa-apa, karena nyatanya, Gavino hanya tersenyum saja. Kemudian pamit untuk pulang, sebab dia masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan lagi di luar sana.


"Aku pulang dulu. Masih ada pekerjaan yang harus Aku lakukan."


Dante hanya bisa menghela nafas panjang, karena tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari Gavino.


"Semoga Kamu bisa memberikan pilihan untuk kebahagiaan kedua gadis tersebut Gavino. Tapi jika tidak, Kamu harus bisa membuat mereka tetap merasa nyaman dan bahagia bersamamu," gumam Dante seorang diri, setelah Gavino menghilang dari pandangannya.


Di saat Gavino ada di perjalanan pulang, tiba-tiba saja dia memiliki ide. Kemudian dia berhenti terlebih dahulu, untuk menghubungi Gress terlebih dahulu.


Tut tut tut!


Tut tut tut!


..."Hai Sayang! Kamu di mana?"...


..."Aku ada di jalan. Apakah Kamu sudah di rumah saat ini?"...


..."Iya, Aku sudah ada di rumah. Bagaimana?'...

__ADS_1


..."Apa Kamu bisa meminta tolong pada supir? minta dia untuk mengantarmu ke tempat yang akan Aku sebutkan nanti."...


..."Supir tidak akan menolak permintaan Tuan Mudanya bukan?"...


..."Hahaha... Sayang, Kamu harus tahu, tidak semua permintaan Tuan Muda harus dilaksanakan. Karena bisa saja permintaan tersebut adalah permintaan yang tidak menguntungkan, justru merugikan mereka sendiri lho!"...


..."Apa maksudmu dengan tidak menguntungkan?"...


..."Ya... misalnya saja, Aku meminta pada mereka untuk bunuh diri, atau masuk ke dalam jurang. Apakah mungkin, mereka mau patuh dengan perintahku? tentu saja tidak mau bukan?"...


..."Ah sudahlah. Sebenarnya, apa yang ingin Kamu minta kali ini?"...


..."Tidak ada Sayang. Aku hanya ingin mengajakmu pergi. Apakah Kamu keberatan?"...


..."Hemmm... tentu saja tidak. Kamu tidak mungkin mau menghabisi nyawaku atau supir Kamu kan! Aku akan coba mencari supir dulu ya."...


Sambungan telpon masih terhubung, saat Gress mencari keberadaan supir, untuk mengantarkan dirinya bertemu dengan Gavino di suatu tempat. Yang sudah ditentukan oleh kekasihnya itu.


Dan tak lama kemudian, Gress sudah memberikan kabar kepada Gavino jika, supir sudah siap untuk mengantarkan dirinya.


..."Hai Sayang! Aku akan segera datang."...


..."Apakah supir sudah siap?"...


..."Iya siap."...


Klik!


Sambungan telpon tertutup, dan Gavino langsung meluncur ke tempat yang sudah dia beritahukan, dimana dia akan bertemu dengan Gress kali ini.


*****


Di rumah George.


Dia sudah mengumpulkan orang-orang dengan menggunakan handphone barunya. Dia juga meretas cctv yang ada di rumahnya, untuk mengalihkan perhatian king Black.


Sebenarnya, dia ada pada pantauan king Black dan anak buahnya ,melalui banyaknya cctv yang ada di rumahnya.


Sebab, George adalah orang yang sudah lama berkecimpung di dunia mafia. Bahkan dia pernah menjadi ketua di Norwegia juga. Sehingga dia sudah memiliki banyak pengalaman yang hampir sama dengan kakaknya, yaitu king Black.


Sekarang, dia sudah memberikan informasi tentang gadis yang dekat dengan Gavino untuk bisa dijadikan alat mengalahkan pemuda tersebut.


Sebenarnya, George bukanlah seseorang yang pengecut. Sehingga bisa memanfaatkan kelemahan seorang gadis demi mendapatkan apa yang dia inginkan.


Tapi jiwa mafia yang dia miliki harus bisa melakukan apa saja, demi berhasilnya rencana yang dia inginkan.


"Tunggu saja Gavin. Aku akan membalaskan semua dendam ku padamu. Karena tanpamu, sebenarnya Aku masih bisa menaklukkan king Black!" George tersenyum miring, selesai bergumam seorang diri.

__ADS_1


"Kamu akan tahu, siapa sebenarnya Aku. Meskipun sebenarnya Aku tidak ingin melakukannya padamu, tapi ternyata Kamu jauh lebih berhasil menaklukkan king Black, tanpa bantuanku. Dengan mengunakan rencana yang sudah Aku buat."


"Kamu justru punya rencana sendiri, dan itu lebih berhasil dibandingkan dengan rencana yang sudah Aku persiapkan sebelumnya."


Ternyata, George merasa cemburu atau merasa tersaingi, karena keberhasilan Gavino, dalam menaklukkan king Black tanpa harus banyak mengeluarkan tenaga.


Dia berpikir bahwa, Gavino memiliki sebuah ilmu untuk membuat seseorang takluk kepadanya. Misalnya semacam sihir atau kemungkinan besar adalah hipnotis.


Gavino sendiri merupakan sebuah misteri tersendiri bagi George. Dan tidak sama seperti Robert, yang orangnya mudah ditebak.


"Kamu mirip sekali dengan kakekmu, William Henry. Yang memiliki gelar king Goldblack. Sayangnya, kamu tidak pernah mengenal sosok dari kakekmu sendiri.


King Goldblack adalah seorang ketua mafia yang sangat kejam. Tapi pada akhirnya dia takluk pada wanita yang dicintainya, dengan perbedaan usia yang sangat jauh.


"Apa Kamu bisa sehebat kakekmu itu, king Goldblack?"


"Aku berharap Kamu tidak sama seperti dia. Karena jika iya, Aku akan menjadikanmu lawan utama, baik di dunia mafia maupun dunia usaha. Karena Aku juga tahu, jika Kamu sedang mengembangkan sayap, melakukan berbagai macam cara untuk melakukan usaha-usaha yang menguntungkan."


"Jujur, Aku salut denganmu Gavino, sebab di usia semuda itu, Kamu sudah bisa berhasil dalam bidang yang tidak biasa."


George terus bergumam seorang diri, atas keberhasilannya Gavino, yang tidak pernah diketahui bagaimana cara yang sebenarnya dilakukan oleh pemuda tersebut.


*****


Di lain tempat.


Seseorang sedang bertemu dengan sosok misterius, yang seharusnya bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di laboratorium ilegal tersebut.


Tempat yang sudah hancur, bahkan Bos nya sendiri sudah tewas di tangan anak buahnya king Black beberapa hari yang lalu.


"Bagaimana, apakah semuanya tidak ada yang tahu?" tanya orang tersebut, dengan sosok yang menemui dirinya.


"Tidak. Tidak ada yang tahu dengan semua rekayasa kita. Bahkan, orang yang mereka tangkap dan akhirnya tewas itu, mereka juga tidak menyadarinya ."


Ternyata Bos pemilik laboratorium yang sebenarnya itu masih ada, sedangkan yang kemarin sudah disingkirkan oleh king Black dan anak buahnya itu adalah orang biasa. Yang sudah di make over dengan di setting sedemikian rupa, hingga menyerupai Bos Besar tersebut.


Ternyata dunia make over para mafia, terutama pada wajah-wajah mereka yang punya kedudukan tinggi, sudah sangat meraja lela, sehingga tidak bisa dikenali dengan mudahnya.


Sama seperti halnya Verdi, yang ada di tahanan. Sedangkan yang ada di luar tahanan itu adalah make over percobaan pertama.


Dan nyatanya itu cukup berhasil mengecoh Gavino serta temannya Lorenzo.


Bahkan ujicoba pertama itu mereka lanjutkan dengan uji coba Bos pemilik laboratorium yang, dipecah menjadi dua orang. Jadi, pemilik wajah yang sama bukan hanya dari orang, tapi dua orang.


Sayangnya, usaha mereka diketahui oleh Gavino, dan untuk orang make over yang pertama, sudah tewas kemarin, sebelum terungkap kebenarannya. Sehingga Bos yang aslinya, masih bisa bebas melakukan apa saja termasuk bertemu dengan seseorang yang terbiasa menegakkan hukum negara. Dengan mengunakan wajah orang lain.


Mereka berdua sedang menikmati sore di sebuah villa di pinggir kota. Dengan hidangan yang sangat mewah, ditemani oleh beberapa wanita cantik yang melayani mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2