Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Keadaan Dante Dengan Lorenzo


__ADS_3

Kenyataannya Bianca tidak bisa tidur dengan cepat, karena perasaannya yang tidak menentu malam ini sungguh berbeda dengan kemarin malam.


"Aku gak bisa tidur-tidur kalau kayak gini terus. Apa sebaiknya Aku pergi mencari mereka sendiri? È da pazzi stare zitti," gumam Bianca dengan gemas.


"Ini gila jika didiamkan saja!"


Bianca semakin geram, geregetan, gemas dan kesal sendiri, tapi juga kecewa dengan semua ketidakpastian yang. Dia ingin nekat untuk keluar rumah mencari keberadaan Gavino atau sepupunya, yang pergi bersama dengan Lorenzo. Tapi kenyataannya dia juga takut seandainya kepergiannya justru menambah rasa khawatir dan juga kerepotan bagi mereka-mereka, Gavino dan yang lainnya, kata jadi sesuatu bagaimana.


"Please telpon atau kasih pesan! biar Aku tahu di mana kalian sekarang," pinta Bianca berharap.


Tangannya terkepal, di satukan dan digerakkan tanpa tahu apa yang harus dilakukan, sebab rasa cemas ini benar-benar menguasai hatinya.


Untungnya setelah hampir satu jam lamanya mengalami perasaan yang tidak menentu seperti ini, ponsel milik Bianca berdering. Ada panggilan telepon yang masuk, yang tentunya membuat Bianca terkejut, tapi juga merasa sangat senang, meskipun sebenarnya dia belum tahu, siapa yang menghubunginya sekarang ini.


"Di chi è questo numero di telefono? Perché non è nella lista dei libri?"


"No telpon siapa ini, kenapa tidak ada di dalam daftar buku telpon?" tanya Bianca pada sendirinya sendiri.


Tapi no tersebut terus menelponnya dan tidak mau berhenti, membuat Bianca was-was, tapi juga merasa penasaran dengan sosok penelpon.


Tut tut tut!


Tut tut tut!


Akhirnya Bianca yang merasa penasaran, mencoba untuk menerima panggilan telpon tersebut, meskipun Bianca sendiri masih was-was, seandainya yang menelponnya ini adalah orang lain atau anak buahnya king Black yang ingin menjebaknya.


Pada dering ketiga kalinya, Bianca menekan tombol hijau untuk menerima panggilan telpon tersebut.


..."Hal...halo, siapa ya ini?" ...


..."Apa Kamu sudah tidur Bi?" ...


..."Vin, ini Kamu Vin? Maaf, Aku takut jika itu orang lain yang ingin meneror. Aku jadi takut menerima panggilan telpon." ...


..."Apa ada yang meneror mu?" ...

__ADS_1


..."Ada. Perasaan cemas ini yang selalu memikirkan apa dan bagaimana keadaan Kamu. Oh ya, Dante dan Lorenzo apa ketemu dengan Kamu juga?" ...


..."Hehehe... terima kasih ya sudah mengkhawatirkan diriku. Aku baik-baik saja, dan... Dante bersama Lorenzo ada bersamaku juga kok ini." ...


..."Yang benar, mana mereka? kenapa ponsel mereka tidak bisa dihubungi, dan mereka juga tidak memberikan kabar tentang hal ini?" ...


..."Sabar Sayang. Jangan marah-marah dulu pada mereka. Ini bukan kesalahan mereka 100 permainan kok." ...


..."Maksudnya? Oh ya, Kamu ada di mana ini Vin? Aku akan datang menyusul sama teman-teman Robert. Dia juga merasa khawatir di rumah, tapi tidak bisa kemana-mana sebab menunggu kabar dari kalian juga lho!" ...


..."Baiklah, Kamu siap-siap saja biar Aku yang hubungi Paman, nanti Paman yang akan menjemputmu di rumah." ...


..."Benar ya? Aku tidak mau ini hanyalah omong kosong saja! Non voglio che sia solo una stronzata!" ...


..."Sì tesoro, va bene. Cosa non ho fatto per te? Tenang saja Sayang, apa sih yang gak Aku lakukan untukmu?" ...


..."Ya-ya, cepatlah Kamu hubungi Paman!" ...


..."Apa Kamu tidak merindukanku? kenapa Kamu justru memintaku untuk menghubungi Paman dengan cepat?" ...


..."Please Sayang! Aku sangat merindukanmu. Maka dari itu, Aku minta mu untuk menghubungi paman Robert, supaya dia segera datang menjemput ku, sehingga kita bisa cepat bertemu bukan?" ...


..."Hai, hahaha... Kamu membuatku ingin menerkamu sekarang juga! Sudah-sudah sana! Jika kamu tidak segera menghubungi paman untuk menjemput ku, maka Aku akan pergi sekarang juga sendirian!" ...


..."Oke-oke Sayang, jangan ngambek-ngambek! Aku pasrah apapun yang ingin Kamu lakukan, begitu kita bertemu nanti." ...


..."Vin!" ...


..."Hahaha... iya-iya! Love you Darling!" ...


..."Love you to, Ti amo tanto anche io!" ...


Klik!


Bianca tersenyum lega, setelah selesai menerima panggilan telpon dari Gavino. Dia merasa sangat senang, karena ternyata kekasihnya itu baik-baik saja, masih bisa menghubunginya.

__ADS_1


Sekarang dia bersiap-siap untuk pergi menemui Gavino, meskipun harus menunggu kedatangan paman Robert yang akan datang menjemputnya tak lama lagi.


*****


Di rumah sakit.


"Terima kasih sus. Grazie Sus, sostituirò sicuramente il credito che uso per contattare la mia ragazza." Gavino mengucapkan terima kasih kepada salah satu perawat, yang sudah mau meminjamkan ponselnya untuk menghubungi Bianca.


"Uh, non c'è bisogno signore. Non è molto in realtà, l'importante è che il rapporto tra voi due vada bene!"


"Eh tidak perlu repot-repot Tuan. Ini tidak seberapa banyak. Yang penting hubungan antara kalian berdua baik-baik saja, dan tidak ada kesalahpahaman lagi."


Perawat tersebut mengangguk dengan sopan, meminta kepada Gavino supaya tidak usah sungkan dengan keadaan ini.


Gavino memang sedang berada di rumah sakit, karena membawa kedua temannya, Dante dan Lorenzo, yang tadi dia bawa dalam keadaan terluka parah.


Sekarang keduanya sama-sama berada di ruangan IGD, untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.


Dante dan Lorenzo sebenarnya dalam keadaan kritis, karena selain mendapatkan siksaan, mereka berdua juga tidak mau konsumsi makanan dan minuman selama 2 hari berturut-turut. Hal ini tentu saja membuat tubuhnya dalam kondisi yang tidak normal, sehingga memperburuk keadaan.


Sebenarnya Gavino ingin langsung pergi mencari keberadaan king Black, untuk meminta pertanggungjawaban atas kejadian atau keadaan yang dialami oleh kedua temannya itu. Tapi dokter yang menangani keduanya justru meminta supaya Gavino tetap berada di rumah sakit ini terlebih dahulu. Bukan karena takut tidak dibayarkan semua biaya pengobatan, tapi untuk menunggu kondisi keduanya menjadi lebih baik terlebih dahulu. Karena tidak ada pihak keluarga satupun yang menunggui.


Dokter dan tim medis lainnya merasa tidak nyaman, seandainya terjadi sesuatu pada kedua pasien yang baru saja di bawa Gavino. Meskipun Gavino mengatakan bahwa mereka adalah dua sahabatnya.


Tapi karena ini dilakukan untuk kepentingan Dante dan juga Lorenzo, akhirnya Gavino menurut. Dia tidak jadi pergi ke rumah king Black terlebih dahulu, sebelum Dante bersama Lorenzo benar-benar dinyatakan baik-baik saja, dan tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan akan terjadi.


Akhirnya Gavino setuju untuk tetap berada di rumah sakit, kemudian meminjam ponsel pada salah satu perawat untuk menghubungi Bianca, sebagai sepupu dari Dante, dan menghubungi Robert juga, memberikan kabar bahwa dia sudah baik-baik saja.


Dalam hati Gavino, dia berjanji untuk membuat perhitungan kepada papanya Gress. Dia tidak akan memberikan ampun, seperti yang dulu pernah dilakukannya pada sosok king Black, yang dulunya juga sudah membunuh kakeknya, Willian Henry.


"Tuan! bisakah Anda ke ruangan dokter sekarang?"


Gavino terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh seorang perawat, yang datang secara tiba-tiba tempat dia sadari.


"Ke ruangan dokter, ada apa?" tanya Gavino cemas.

__ADS_1


"Nanti dokter yang akan menjelaskannya sendiri Tuan," terang gambar tersebut dengan menggangguk-anggukkan kepalanya sopan.


"Hhh... baiklah. Di mana ruangan dokter yang dimaksud?" Gavino kembali bertanya, supaya dia bisa cepat sampai di ruangan dokter, membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan keadaan kedua temannya, Dante dan Lorenzo, yang sampai saat ini masih ditangani dengan intensif di ruang IGD.


__ADS_2