Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Bukan Satu-satunya


__ADS_3

Setelah benar-benar dilakukan penyergapan bersama, antara anak buahnya Gavino dengan anak buahnya sang Kapten, ditemukan sebuah laboratorium uji coba untuk obat-obatan terlarang yang dibuat dalam bentuk terbaru.


Jadi, obat-obatan itu bukan hanya berbentuk butir ataupun serbuk. Tapi sudah dimodifikasi sedemikian rupa, hingga menyerupai makanan ringan. Jadi kandungan makanan ringan tersebut adalah obat-obatan terlarang, yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan.


Sebuah pemikiran dan rencana yang mengedepankan pemasaran dari makanan ringan, yang tidak hanya pada anak-anak. Tapi pada semua kalangan, baik muda, tua, maupun anak-anak. Sehingga jika sampai rencana mereka berhasil, dan hasil uji coba tersebut diproduksi dalam jumlah yang besar, keuntungan yang mereka peroleh, juga semakin banyak.


Dan bisa jadi, rencana mereka ini, akan memasarkan produk makanan ringan tersebut, ke seluruh Eropa. Bahkan dunia, dan bukan hanya ada di kota Roma ayu Italia saja.


Semua ekstraksi dari obat-obatan tersebut, sudah dikemas sedemikian rupa, sehingga tidak bisa dikenali sebagai obat terlarang.


Apalagi, kemasannya sudah berupa penyedap rasa, dan juga bahan-bahan utama sebagai produk makanan. Jadi, seandainya saja produk tersebut dipasarkan secara langsung, tanpa harus di olah menjadi produk makanan ringan, tetap laku dipasaran. Karena orang awam, tidak akan pernah mengetahui bahwa, itu adalah obat-obatan terlarang dalam kemasan yang lain. Ya g tidak pernah mereka sangka-sangka sebelumnya.


Sayangnya, pihak pengelola dengan pemilik saham dari markas ini adalah orang yang berbeda. Sedangkan yang ditemukan di sini adalah pengelolaannya saja. Dan pemilik saham, atau yang punya modal tidak ditemukan.


Pengelola dari markas ini, adalah para penguji atau para peneliti yang ada di laboratorium.


Sedang pengamanan di markas atau laboratorium uji ini, adalah orang-orang suruhan dari pemilik modal.


Tapi mereka atau para pengaman juga tidak tahu, siapa sebenarnya pemilik modal yang asli. Karena mereka hanyalah orang-orang suruhan, yang datang memberikan pekerjaan kepada mereka.


Jadi mereka hanyalah orang-orang sewaan, bukan orang-orang asli dari para pemilik saham.


"Apa ini hanya sebagian kecil dari markas uji coba? bisa saja kan, ada tempat yang di besar daripada tempat ini."


Gavino mencoba untuk mengembangkan pemikirannya tentang penemuan markas ini. Sebab dia berpikir bahwa, mereka yang bekerja di sini, bukan satu-satunya markas, yang digunakan untuk uji coba obat-obatan tersebut.


"Jadi menurutmu, masih ada markas utamanya?" tanya sang Kapten, yang mencoba menebak pemikiran yang dikemukakan oleh Gavino tadi.


"Iya benar."


Sang Kapten menganggukkan kepalanya, paham dengan apa yang dimaksud oleh Gavino barusan.

__ADS_1


"Tapi kira tangkap saja yang ini dulu. Kita bisa interogasi lebih banyak lagi nanti di kantor saat penyidikan."


Gavin memberikan wewenang penuh kepada sang Kapten, pihak berwajib, untuk mengurus segala sesuatu tentang penangkapan para penghuni markas ini. Begitu juga dengan evakuasi ataupun penyelidikan lanjutan, dari penemuan mereka kali ini.


"Lalu, apakah semua ini ada kaitannya dengan Verdi? Dan bagaimana dengan Verdi yang ada di lapas?"


Sekarang, Gavino mengganti topik pembicaraan, dengan bertanya pada sang Kapten, tentang misi yang sedari awal dilakukan. Yaitu melakukan penyelidikan tentang Verdi.


"Verdi yang ada di lapas, memang Verdi yang asli. Dan yang kemarin kita temukan dalam rekaman cctv, hanya seseorang yang di make-up mirip dengan Verdi."


Mendengar penjelasan yang diberikan oleh sang Kapten, Gavino memiringkan kepalanya. Karena dia pernah menyangka bahwa keberhasilan sebuah make-up,atau make over, bisa sama persis seperti itu.


"Apa ini bisa dikategorikan sebagai uji coba juga? untuk bisa memberikan peran pengganti kepada gembong-gembong berdasi, atau penjahat kelas kakap lainnya?"


Sang Kapten mengetuk-ngetuk keningnya sendiri. Karena dia berpikir bahwa, pemikiran Gavino itu ada benarnya juga. Sebab, dia justru tidak pernah berpikir sampai ke arah sana.


"Ini harus diselidiki lebih lanjut lagi."


Akhirnya sang Kapten hanya bisa memberikan tanggapan yang bisa dia katakan. Karena dia juga harus membicarakan tentang hal ini pada atasannya di kantor.


Setelah markas ini dikuasai oleh pasukan khusus yang dibawa sang Kapten, Gavino memisahkan diri untuk pergi bersama dengan anak buahnya.


Dia juga membawa beberapa anak buahnya yang terluka parah bersama dengan Lorenzo juga untuk pergi ke rumah sakit. Guna dapatkan perawatan medis.


Di rumah sakit.


Lorenzo yang dirawat, dijenguk oleh Magdalena dan Gress. Yang tadi diantar oleh supir yang ada di rumah Magdalena.


"Kok bisa sih Kamu berantem lagi Sayang. Bagaimana ceritanya?" tanya Magdalena yang tidak tahu, jika kekasihnya itu, bersama dengan Gavino pergi untuk melakukan penyelidikan.


Tapi kepada para gadisnya, baik Gavino maupun Lorenzo, hanya pamit jika ada pekerjaan yang penting. Dan mereka dihadang para begal di tengah jalan.

__ADS_1


"Kamu bagaimana Sayang?"


Sekarang giliran Gress, yang bertanya pada Gavino. Karena ada beberapa memar dan luka kecil, yang terlihat di tubuh kekasihnya itu.


"Aku baik-baik saja Sayang. Ini hanya luka biasa. Nanti juga sembuh kok," tetang Gavino, yang menolak tawaran Gress untuk mengobati beberapa lukanya.


"Tapi ini bisa infeksi kalau dibiarkan. Jadi harus diobati juga," ujar Gress memberikan pengertian kepada Gavino.


Dia tidak mau jika, Gavino mengabaikan lukanya. Meskipun saat ini tidak terasa sakit.


Akhirnya Gavino mengalah. Dia pasrah saja, di saat Gress menariknya ke bagian IGD, untuk dapatkan perawatan luka-lukanya.


"Terima kasih Sayang. Sudah mengkhawatirkan keadaanku."


Ucapan terima kasih dari Gavino, ditanggapi dengan senyuman tipis oleh Gress. Karena dia tidak mau jika Gavino banyak bicara, di saat sedang mendapatkan perawatan medis.


"Bagaimana, masih ada yang dirasakan sakit?" tanya Gress dengan wajahnya yang tampak sedang khawatir.


Tapi Gavino dengan cepat menggelengkan kepala. Dia tidak mau jika, gadisnya itu merasa khawatir dengan keadaannya, padahal sebenarnya, dia merasa tidak kenapa-kenapa.


"Ya sudah kalau semuanya tidak ada yang dirasakan sakit. Kita kembali ke tempat Lorenzo lagi."


Setelah selesai memeriksa bagian tubuh Gavino, dan tidak menemukan luka yang membuatnya khawatir, Gress kembali mengajak kekasihnya itu untuk pergi ke ruangan rawat inap Lorenzo.


"Maaf ya Sayang. Aku sudah membuatmu khawatir hari ini."


Gavino meminta maaf kepada Gress, sebelum mereka sampai di ruangannya Lorenzo. Karena dia merasa bersalah telah membuat gadisnya itu merasa sangat khawatir.


"Iya Sayang. Tapi lain kali jangan lagi ya! Aku tidak tahu harus bagaimana lagi jika tanpa adanya Kamu."


Gress memeluk Gavino, dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Dua benar-benar merasa takut, jika terjadi sesuatu pada kekasihnya itu. Apalagi, dia juga melihat bagaimana keadaan Lorenzo yang kesakitan pada bagaian perutnya.


Dan luka Lorenzo, bukan hanya ada di bagian perut. Tapi ada juga di beberapa bagian tubuh yang lainnya juga.


__ADS_2