Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Mencari Peta Lokasi


__ADS_3

Persiapan untuk pergi ke Perancis, sudah sepenuhnya selesai. Tinggal menunggu waktu saja, untuk keberangkatan mereka. Karena waktu liburan Gavino, juga masih tiga hari lagi.


Gavino berangkat bersama George saja. Sedangkan Robert dan yang lainnya, di minta untuk tetap berada di Roma. Mengurus segala sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan.


Terutama mengurus warabala milik Giordano dan Mirele, yang merupakan sumber utama penghasilan mereka semua. Untuk tetap bisa bertahan hidup di kota besar yang keras ini.


"Urusan yang kemarin baru saja selesai. Jangan sampai terulang lagi ya!" pesan George pada Robert.


George terpaksa melakukan sedikit kekerasan, untuk membuat perhitungan dengan pihak yang merugikan usaha mereka. Agar kedepannya nanti tidak mereka ulangi.


"Siap George! Aku akan lebih berhati-hati dalam melakukan apa-apa, terutama untuk kerjasama yang belum Aku ketahui seluk-beluknya."


"Kamu juga hati-hati menjaga Bos Muda di sana ya!" ganti Robert yang memberikan pesan dan nasehat pada George.


"Pasti!" sahut George dengan cepat.


Sekarang, mereka berdua akan melakukan metting bersama dengan para karyawan mereka. Agar bisa membagi tugas yang harus dilakukan masing-masing dari mereka. Supaya bisa lebih fokus, karena sudah mendapatkan bagian masing-masing.


"Metting kali ini, Aku akan memberikan informasi tentang pekerjaan-pekerjaan yang berbeda untuk kalian semua. Sesuai dengan keahlian kalian juga."


"Kepemimpinan tetap ada pada Saya, tapi untuk sementara waktu, akan dilimpahkan kepada Robert. Karena dia adalah asisten Saya, yang pastinya tahu lebih banyak dari pekerjaan ini."


George memimpin metting, sebelum keberangkatannya ke Paris bersama dengan Gavino tiga hari ke depan.


Setelah selesai metting bersama semua karyawan, dia langsung mengadakan rapat secara tertutup dengan Robert dan Henry. Sebab Henry lebih sering dia mintai tolong, jika Robert sedang tidak ada bersama dengannya.


"Jadi, Aku sengaja pergi dengan Gavino saja ini. Bukannya Aku tidak mau melibatkan kalian semua dalam misi ini. Tapi Aku berpikir, lebih sedikit orang yang ikut dari Italia secara langsung. Akan mengurangi resiko kecurigaan dari pihak king Black."


Mendengar penjelasan yang diberikan oleh George, Robert yang sebelumnya sudah tahu alasannya. Hanya mengangguk saja.


Berbeda dengan Henry. Dia tampak lebih cemas dan was-was, karena takut jika terjadi sesuatu pada kedua orang yang dia hormati itu di negara orang.


"Jika terjadi sesuatu pada kalian berdua bagaimana?" tanya Henry cemas.


"Aku sudah menghubungi beberapa orang-orang ku, yang dulu menjadi anak buah ku, untuk ikut bergabung denganku di sana. Jadi, Kamu tidak usah khawatir."


Ternyata, George sudah menghubungi beberapa orang rekannya. Yang masih setia dengan dirinya, untuk ikut bergabung bersama. Dalam rencana yang sudah dia lakukan bersama dengan Gavino.


Dia juga menjelaskan siapa Gavino, pada orang-orang yang akan ikut bersama dengannya di sana.


Jadi, orang-orang yang dulunya respek terhadap king Goldblack, tetap akan mengikuti dirinya dan mendukung rencananya untuk membalaskan dendam pada king Black.


George juga memilah-milah, siapa yang bisa dia hubungi untuk diajak kerjasama, atau tidak. Karena tidak semua orang, mengenal siapa itu king Goldblack. Karena banyak juga anak buahnya, yang begitu masuk ke dalam anggota mafianya, pimpinannya adalah king Black yang sekarang ini.


Jadi George harus tetap berhati-hati, karena semuanya tetap memiliki resiko yang tinggi.


*****

__ADS_1


Malam harinya, di saat Gavino pulang. George belum ada di rumah.


"Jika George sudah pulang, suruh dia datang ke kamarku!" pinta Gavino pada kepala maid yang menyambut kedatangannya tadi.


"Baik Tuan Muda."


Setelahnya, Gavino langsung berjalan menuju ke arah kamarnya sendiri. Dia ingin beristirahat sejenak, sebelum memberikan beberapa arahan kepada George nantinya.


Satu jam kemudian.


Tok tok tok!


"Gavin!"


Pintu kamar Gavino diketuk George yang baru saja datang.


Clek!


"Masuk George!" ajak Gavino, setelah pintu kamarnya dibuka.


George pun ikut masuk ke dalam kamar, kemudian duduk di sofa yang ada di dalam kamar tersebut.


Gavino yang menutup pintu, berjalan di belakang George. Kemudian menyusul duduk di sofa yang sama seperti yang diduduki George juga. Karena sofa tersebut adalah sofa yang berukuran panjang.


Gavino mengambil kertas yang ada di atas meja. Ternyata itu adalah sketsa denah lokasi yang akan dia datangi bersama dengan George di kota Paris.


"Dari mana Kamu dapat denah peta gedung ini Gavin?" tanya George bingung.


Dia bahkan belum sempat meminta seseorang untuk melakukan penyelidikan tentang hotel tersebut. Tapi pada kenyataannya, Gavino justru sudah mendapatkan informasi yang lebih detail.


"Tidak perlu Kamu tahu. Yang pasti, Kamu harus tahu letak-letak dan posisi yang seharusnya diisi orang-orang mu."


Gavino sengaja tidak memberitahukan kepada George, dari mana dia mendapatkan denah peta lokasi gedung hotel tersebut. Karena tidak akan ada yang percaya. Jika Gavino memberitahu, termasuk George.


"Baiklah. Aku akan pelajari, dan memberikan instruksi kepada orang-orang ku."


Akhirnya mereka berdua berdiskusi tentang rencana mereka berdua, secara singkat. Dan setelah itu, Gavino mengajak George untuk makan malam bersama.


"Ya sudah. Ayok kita makan. Yang lain juga panggil, biar sekalian ikut makan juga."


George pun menganggukkan kepalanya, mengiyakan ajakan Gavino.


Tak lama kemudian, Gavino dan yang lainnya sudah berada di meja makan. Siap untuk menikmati makanan yang sudah disediakan oleh maid di rumah ini.


*****


Malam kemarin, Gavino mendapatkan peta lokasi gedung hotel, yang akan mereka datangi. Termasuk juga king Black yang akan datang ke sana.

__ADS_1


Peta itu dia dapatkan dari sistem mafia yang dia miliki. Karena misi informasi tentang king Black dan kota Paris.


Ternyata, orang-orang yang bekerja di hotel tersebut juga banyak yang menjadi anak buahnya king Black. Karena sebagian dari saham hotel tersebut adalah milik dari king Black. Sang pengusaha sukses, yang lebih dikenal dengan nama Thomas Bryan.


( Ting )


( Selamat malam Good Father )


'Aku ingin misi perjalanan ke kota Paris. Menuju ke hotel yang akan dikunjungi oleh Thomas Bryan.'


( Ting )


( Pencarian lokasi dilakukan )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Dan seterusnya, hingga selesai menjadi 100% , sehingga pencarian sempurna.


( Ting )


Di layar transparan sistem yang ada di depan mata Gavino, tampak sebuah bangunan hotel yang megah dan mewah.


Hotel tersebut ada 44 lantai, dengan atap nya yang digunakan khusus untuk tempat pendaratan helikopter pemilik hotel. Yang merupakan orang Italia. Yaitu Thomas Bryan.


'Apa ada kamar khusus untuk Thomas Bryan do hotel tersebut?'


( Ting )


( Tentu saja ada Good Father )


'Apa ada peta dan denah yang bisa menjelaskan secara rinci, bagaimana tata letak bangunan hotel tersebut?'


( Ting )


(Sistem akan menghubungkan dengan sistem keamanan dari hotel. Karena keamanan di hotel tersebut juga canggih. Jadi perlu peretasan terlebih dahulu Good Father )


'Lakukan. Aku membutuhkannya.'

__ADS_1


( Ting )


__ADS_2