Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Keadaan Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Sudah cukup lama, Gavino tidak mendengar laporan tentang George. Yang berbeda dari hari ke hari.


Laporan yang masuk ke ponsel ataupun email-nya, hanya menyatakan bahwa, George dalam keadaan baik-baik saja di dalam rumahnya, tanpa melakukan apapun yang mencurigakan.


Tapi laporan tersebut, justru membuat Gavino merasa ada yang tidak beres. Dia berpikir bahwa, ada sesuatu yang terjadi pada George, yang tidak diketahui oleh siapapun. Termasuk orang-orangnya yang ditugaskan untuk memantau kegiatan George di rumah.


Oleh sebab itu, Gavino ingin mencari tahu sendiri, apa yang sebenarnya terjadi pada mantan pamannya itu.


( Ting )


( Selamat malam Good Father )


'Aku ingin tahu, apa yang dilakukan oleh George saat ini.'


( Ting )


( Pencarian informasi George dilakukan )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


Pencarian informasi tentang George kali ini, membutuhkan waktu yang cukup lama, dibandingkan informasi-informasi tentang George yang sebelumnya.


( Ting )


( Informasi didapatkan )


Di layar sistem, terlihat sebuah gambar yang memberikan kejelasan tentang kegiatan yang dilakukan oleh George saat ini.


Gavino melihat, bagaimana George yang sedang berbaring di sebuah sofa besar. Di temani oleh dua wanita dengan botol-botol bekas minuman anggur.


Ada juga beberapa piring yang berisikan daging steak, yang tidak dihabiskan.


Mungkin, George dan kedua wanita nya itu, sudah kekenyangan, atau tidak sabar untuk segera bermain-main. Sehingga tidak menyelesaikan acara makan mereka.


Gavino geleng-geleng kepala, melihat apa yang dilakukan oleh George di rumah.


"Dia memang ahli dalam bermain di ranjang. Kedua wanita tersebut, sampai kewalahan melayaninya."

__ADS_1


Melihat bagaimana keadaan George yang sudah selesai bermain dengan dua wanita sekaligus, membuat gavino ikut merasa panas dingin.


Dia jadi punya pikiran yang aneh-aneh, untuk bisa meniru pamannya itu.


Tapi dia segera mengelengkan kepalanya, mengingat bagaimana hubungan dua gadis yang sedang dekat dengannya saat ini.


Dia tidak mungkin bisa menyatukan bianca bersama dengan Gress, dalam keadaan yang sama seperti yang dilihatnya. Di mana George yang terlihat sangat puas, setelah bergumul dengan dua wanita sekaligus


Akhirnya, Gavino menonaktifkan layar sistem, kemudian keluar dari kamarnya sendiri, menuju ke kamarnya Gress.


Dia ingin melampiaskan keinginannya bersama dengan Gress, meskipun dalam situasi dan kondisi yang berbeda dengan George sekarang.


"Tidak apa hanya dengan Gress. Besok Aku bisa datang ke rumah Dante, untuk minta tolong pada Bianca. Agar bisa bermain yang sama juga. Jika bisa, Aku akan merayu keduanya secara terpisah, agar bisa melakukan bersama-sama juga, sama seperti yang dilakukan oleh George tadi."


Dengan cepat, Gavino masuk ke dalam kamar gadisnya, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Karena dia sudah memiliki akses masuk, tanpa harus dibukakan dari dalam oleh Gress sendiri.


"Sayang..."


Gavino tidak lagi meneruskan kalimatnya, untuk meminta ijin, disaat melihat keadaan Gress yang sudah tertidur pulas dengan keadaan memeluk guling.


Dengan cepat, Gavino menyingkirkan guling tersebut. Kemudian menggantikan dirinya sendiri pada posisi guling, supaya dia bisa bebas melakukan apa saja terhadap gadisnya ini. Sebab, dia ingin memberikan kejutan pada Gress.


Dan tentu saja, apa yang dilakukan oleh Gavino ini membuat Gress sangat terkejut. Tapi dia juga tidak bisa menolak keinginan kekasihnya ini, sehingga dia juga mengikuti dan mengimbangi permainan yang dilakukan oleh Gavino.


*****


"Kok gak dibangunkan pagi-pagi Sayang?" protes Gavino, karena dia terlambat bangun pagi dibandingkan dengan gadisnya itu.


"Salah sendiri, tadi dibangunkan gak mau bangun-bangun!" Gress justru menjawab pertanyaan kekasihnya itu, dengan bibir mengerucut.


Dia kesal, karena disalahkan dengan keterlambatan Gavino yang bangun kesiangan.


"Hehehe..."


Tapi Gavino justru terkekeh kecil, mendengar ocehan gadisnya yang sedang kesal dengan perkataannya yang tadi.


Gavino cepat bangun dan berdiri, kemudian mengecup bibir gadisnya itu sekilas.


Cup!


Setelahnya, Gavino berlari keluar dari kamar. Sebelum Gress memberikan cubitan atau pukulan pada pundaknya.


"Ihsss..."


Gress mendesis kesal, karena sikap kekasihnya yang menyebalkan pagi ini.


"Udah semalam datang ke kamar mendadak tanpa pemberitahuan, ehhh... pagi-pagi ganti menyalahkan Aku!" gerutu Gress dengan mengelengkan kepalanya beberapa kali.


Tapi tak lama kemudian, Gress kembali menggelengkan kepalanya beberapa kali, sambil tersenyum sendiri. Dia saat mengingat kembali, apa yang sudah dilakukannya bersama Gavino semalam.

__ADS_1


Dengan menghela nafas panjang, Gress kembali melanjutkan aktifitasnya, untuk menyiapkan segala peralatan dan keperluannya, yang akan dibawa ke kampus.


*****


Siang hari di kios Giordano dan Mirele.


Robert yang sedang melakukan metting bersama beberapa karyawan kios, sangat terkejut dengan kedatangan orang-orang tak dikenal. Sambil menodongkan senjata api yang mereka pegang.


"Angkat tangan semuanya!"


Tentu saja mereka semua merasa ketakutan. Begitu juga dengan Robert, yang tidak memiliki senjata api sendiri untuk berjaga-jaga. Atau demi kepentingan keamanan pribadi.


Dia juga tidak mungkin menghubungi Gavino maupun yang lainnya, karena ponselnya sedang ada di atas meja.


Jika dia nekad untuk mengambil ponsel tersebut, maka bisa dipastikan nyawanya akan melayang.


"Mau apa Kalian?" tanya Robert, yang berusaha untuk bisa tetap tenang.


Karyawan yang lain, sudah gemetaran saking takutnya. Bahkan ada dua karyawan cewek yang sudah menangis.


"Tuan Robert. Huhuhu... bagaimana ini nasib kita?" karyawan cewek tersebut, bertanya kepada Robert sambil menangis.


Tapi Robert tidak bisa menjawab, karena sedang bertanya kepada para penyusup, yang tiba-tiba muncul di kantornya ini.


"Hehhh! Kami tidak perlu banyak bicara. Jadi, cepat serahkan surat-surat berharga di kantor ini!" bentak salah satu dari mereka.


Mereka semua, menggunakan topeng dengan gambar tengkorak. Sehingga wajah mereka tidak bisa dikenali.


Ada salah satu dari karyawan, ada yang ingin menekan tombol bahaya. Untuk memanggil bantuan. Tapi sayangnya, apa yang ingin dilakukannya itu diketahui oleh salah satu penyusup, sehingga memberikan peringatan keras.


"Diam, atau nyawa kalian melayang!"


Mendengar ancaman tersebut, semua orang kembali dalam perasaan takut. Bahkan, tidak ada yang berani membuat pergerakan. Karena bisa membuat mereka curiga.


Tapi Robert tidak hilang akal.


Dia ingat, jika kursi yang dia duduki saat ini, ada tombol khusus, yang sama gunanya dengan sinyal yang ada pada semua kendaraan Gavino. Sehingga mudah untuk dilacak.


Akhirnya dengan sangat hati-hati dan melihat terus ke arah lain, tangan Robert meraba ke bawah kursi yang dia duduki saat ini.


Tangannya Robert, segera menemukan tombol tersebut. Yang memang tidak diketahui, jika tidak dilihat secara teliti dengan meraba-raba.


Dengan demikian, Robert bisa mengirimkan sinyal berbahaya, yang bisa dilihat oleh Gavino.


Dia berharap agar Tuan Muda nya itu, segera mengerti maksud dari sinyal yang dia kirimkan barusan. Sehingga mengirimkan bantuan, untuk keamanan kios nya ini.


'Gavin, cepat sadari sinyal tadi. Dan kirimkan orang-orang khusus untuk keamanan kami yang ada di kios Giordano ini."


Robert berkata dalam hati dengan penuh harap. Supaya semua karyawannya selamat.

__ADS_1


__ADS_2