Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Bukti Rekaman


__ADS_3

"Hai, itu dia di sana!"


Drap drap drap!


Langkah kaki terdengar ada beberapa orang. Mungkin sekitar lima orang. Sama seperti yang diinformasikan oleh sistem tadi.


'Aku harus segera pergi, sebelum tahu apa maksud dari semua ini.'


Dengan gerakan cepat, Gavino melesat pergi dengan membawa ke dua temannya yang tadi tergeletak.


Mungkin jika ada orang yang menyaksikan kejadian ini, tidak akan ada yang percaya. Sat Gavino dengan mudahnya membawa ke dua orang yang tadi tergeletak.


Entah apa yang terjadi pada Daniel dan Reo. Karena keduanya seakan-akan tak merasakan apa-apa, dengan keadaan dirinya sendiri.


Gavino masih bisa mendengar decak kesal dan amarah orang-orang, yang sekarang ini ada di tempat yang tadi. Di mana Daniel dan Reo dia temukan dalam keadaan pingsan.


Sambil terus mendengar ocehan lima orang di sana, Gavino berusaha untuk menyadarkan kedua temannya itu.


Tapi pada saat Gavino memeriksa keadaan Daniel dan Reo, ternyata itu bukan hanya sekedar pingsan biasa. Tapi karena sebuah totokan pada salah satu syaraf tertentu, yang membuat seseorang bisa kehilangan kesadarannya.


"Ternyata mereka ada yang ahli dalam bidang ini," gumam Gavino paham.


Duk duk!


Duk duk!


Daniel tampak membuka mata dan mengerjap-ngerjapkan, agar bisa menyesuaikan keadaan sekitarnya.


Duk duk!


Duk duk!


Sekarang, ganti Reo yang tersadar dari pingsannya. Kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempatnya berbaring.


"Hah! kenapa Aku ada di sini?" tanya Reo bingung.


Daniel juga melihat dengan mata yang tidak percaya, jika sekarang dia ada tempat yang berbeda, dari tempat terakhir kalinya dia masih dalam keadaan sadar tadi.


"Gavino!"


Keduanya bersamaan menyebut nama Gavino, saat tahu jika temannya sendiri yang ada bersama dengannya.


"Minum dulu!"


Gavino menyerahkan botol minum masing-masing, yang dia ambil dari tas ransel milik mereka berdua.


Dengan beberapa pertanyaan yang ada di dalam hati dan pikiran mereka berdua, tapi keduanya juga tidak menolak. Di saat Gavino meminta pada mereka berdua untuk minum terlebih dahulu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Daniel, begitu dia selesai meneguk air minumnya.


Reo juga mengangguk mengiyakan, karena dia juga punya pertanyaan yang sama seperti Daniel juga.

__ADS_1


"Seharusnya Aku yang bertanya. Apa yang terjadi pada kalian berdua?"


Daniel dan Reo saling pandang, saat mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Gavino pada mereka berdua.


Setelah beberapa saat kemudian, Daniel akhirnya menceritakan tentang kejadian yang dia ingat, saat keluar dari kelasnya. Karena pada waktu itu, dia ingin bersama dengan Reo pergi ke taman kampus. Untuk menikmati bekal makanan yang mereka bawa.


Jadi, waktu itu ada seseorang yang meminta tolong pada mereka berdua, untuk menunjukkan arah menuju ke gedung teater.


Kata orang tersebut, dia adalah mahasiswa utusan dari kampus lain, yang ditugaskan untuk datang ke salah satu acara diskusi di gedung tersebut.


Akhirnya Daniel dan Reo dengan senang hati mengantar orang tersebut. Tapi pada saat tiba di depan gedung, ada seseorang yang menepuk pundaknya. Begitu juga yang dialami oleh Reo. Setelah itu mereka juga tidak tahu lagi, apa yang terjadi selanjutnya.


Gavino mengangguk-anggukkan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh Daniel. Yang dibenarkan oleh Reo juga.


"Kalian di totok pada bagian syaraf leher dan punggung. Yang membuat kalian berdua tidak sadarkan diri."


Penjelasan yang diberikan oleh Gavino, membuat Daniel dan Reo terbelalak kaget.


"Berarti ilmu totok itu emang ada?"


"Ilmu totok itu apa?"


Totok adalah ilmu bela diri perguruan silat shaolin di China. Saat itu, para murid shaolin mempelajari totok sebagai satu di antara sejumlah teknik mematikan lawan dengan menekan dan menghalangi peredaran darah.


Tapi sekarang, perkembangan ilmu bela diri totok dikembangkan untuk terapi pijat syarat. Seperti akupuntur, untuk merelaksasi otot-otot dan peredaran darah.


Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Gavino, kedua temannya itu hanya mengangguk saja. Karena pada dasarnya mereka berdua memang tidak tahu apa-apa tentang ilmu yang diterangkan tadi.


Bag bug bag bug saja!


"Lalu, bagaimana Kamu bisa menemukan kami berdua?"


Sekarang Reo bertanya awal cerita, bagaimana cara Gavino bisa menemukan mereka berdua dan menyadarkannya juga.


"Kita lihat saja nanti. Sekarang, kita keluar dari sini dulu. Sepertinya mereka semua sudah pergi," ajak Gavino pada Daniel dan Reo.


Dengan raut wajah yang masih penuh tanda tanya, mereka berdua menurut saja apa yang dikatakan oleh Gavino. Karena mereka berdua merasa yakin jika, Gavino tidak mungkin mencelakai mereka.


*****


^^^Drap drap drap!^^^


^^^Srekkk!^^^


^^^"Hai, di mana mereka berdua!"^^^


^^^"Di mana juga cecunguk Gavino yang sok jagoan itu?"^^^


^^^"Tadi mereka berdua ada di sini kan! Dua teman bocah tengik itu!" ^^^


^^^"Ahhh! Tidak mungkin kedua bocah yang bodoh itu bisa lepas dari totokan yang aku buat. Lalu ke mana mereka?"^^^

__ADS_1


^^^"Tadi, Kamu sudah memberikan pesan yang benar pada si Gavino curut itu kan?" ^^^


^^^"Iyalah. Aku sudah memberikan batas waktu juga. Bukankah kita juga mengawasi setiap pergerakannya tadi?"^^^


^^^"Tapi kenapa dia tidak sampai di sini? bahkan, kedua temannya juga tidak ada."^^^


^^^"Apa mungkin..."^^^


..."Jangan ngaco Kamu! tidak mungkin dia bisa melakukan pergerakan yang melebihi angin. Karena kita tadi juga tahu, berapa lama waktu yang kita berikan padanya." ...


^^^"Ayo berpencar mencari mereka!"^^^


^^^Srak!^^^


^^^Krek!^^^


^^^Brakkk!^^^


^^^"Tidak ada di mana pun."^^^


^^^"Tidak mungkin mereka bisa pergi secepat itu. Apa lagi kedua temannya juga dalam keadaan pingsan!"^^^


^^^Mereka berlima, kembali melakukan apa saja. Untuk bisa menemukan ketiga orang target yang tadi sudah mereka incar dan giring ke tempat yang seharusnya. ^^^


^^^Tapi semua juga tetap tidak menemukan apa-apa di tempat tersebut.^^^


^^^"Nihil!"^^^


^^^"Ya sudah, ayo kita cepat pergi dari sini!"^^^


^^^Drap drap drap!^^^


*****


Itu tadi adalah rekaman handphone milik Gavino, yang dia serahkan kepada badan khusus yang ada di kampus. Untuk menanggi beberapa kejadian atau masalah yang terjadi di kampus ini.


Semacam polisi kampus.


"Kamu tahu siapa mereka?" tanya orang yang sekarang ini ada di hadapannya Gavino, Daniel dan Reo.


Mereka bertiga, datang ke ruangan polisi kampus. Untuk melaporkan semua perbuatan orang-orang yang tadi melakukan apa-apa pada Daniel dan Reo.


Gavino juga menunjukkan pesan-pesan yang dia terima, sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi dan memenuhi permintaan mereka yang ada di dalam pesan tersebut.


Tapi karena Gavino merasa tidak tenang dengan keadaan kedua temannya, akhirnya dia menyembunyikan handphone miliknya. Untuk bisa merekam semua kejadian yang terjadi di belakang gedung teater tadi.


Sayangnya, dalam rekaman video tersebut, tidak ada tangkapan kamera yang menunjukkan, siapa mereka berlima.


"Laporan ini Saya terima. Dan akan segera kami tindaklanjuti. Jika kalian tahu, siapapun yang terlibat. Segera hubungi pihak kami."


"Siap Sir!"

__ADS_1


__ADS_2