Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Kecelakaan Itu


__ADS_3

Kesibukan di ruang IGD, sama seperti biasanya. Dengan beberapa perawat dan dokter yang menangani banyak pasien. Karena kecelakaan yang baru saja terjadi pada Robert ini, tidak hanya satu atau dua mobil saja. Tapi beberapa karena ini termasuk kecelakaan beruntun. Sama seperti kejadian yang dialami oleh papa dan mamanya Gavino.


"Apa ada pasien dengan nama Robert masuk ke ruang IGD?" tanya Gavino pada petugas loby rumah sakit.


"Tidak ada Tuan. Tapi jika untuk pasien baru, yang baru saja datang karena kecelakaan itu. Belum terdata dan belum masuk ke pendataan rumah sakit. Karena identitas mereka belum diketahui semuanya."


Pihak resepsionis rumah sakit, memberikan penjelasan dan alasan kepada Gavino. Yang tampak terburu-buru dan mencari nama seorang pasien.


Akhirnya Gavino mengangukkan kepalanya, kemudian pamit untuk menuju ke ruang IGD. Dia ingin mencari Robert di sana.


Tapi sayangnya, ruang IGD tertutup rapat.


Gavino akhirnya menunggu di ruang tunggu, yang ada di depan IGD. Bersama dengan orang-orang, yang kemungkinan besar adalah pihak keluarga dari para pasien-pasien yang ada di IGD juga. Sama seperti dirinya sendiri, yang saat ini menjadi kerabat dari Robert.


Setelah beberapa saat kemudian, pintu IGD terbuka. Kemudian dua orang perawat membawa ranjang pasien, untuk dibawa ke ruang rawat inap.


Semua orang berjalan cepat mendekati pasien tersebut, tapi jika bukan kerabatnya, mereka langsung kembali ke ruang tunggu lagi. Jika ada yang merasa jika itu adalah kerabatnya, mereka akan mengikuti ke mana perawat tadi membawa pasiennya.


Gavino juga melakukan hal yang sama untuk mencari keberadaan Robert. Dan setelah 3 kali perawat membawa pasien menuju ke ruang rawat inap, akhirnya giliran Robert yang di bawa keluar.


Dan Gavino langsung mengarahkan perawat tersebut menuju ke ruangan VVIP.


"Apa dia kerabat anda Tuan?" tanya perawat tersebut, dengan memperhatikan Gavino.


"Iya. Aku keponakannya dan di adalah pamanku," jawab Gavino, memberikan penjelasan tentang hubungan antara dirinya dengan pasien.


"Baiklah. Setelah ini, tolong ke bagian administrasi umum menyelesaikan segala sesuatunya!" pinta perawat tadi, memberitahu Gavino mengurus administrasi yang diperlukan untuk perawatan Robert.


"Baiklah. Aku akan ke bagian administrasi untuk mengurusnya. Tolong perhatikan dia sebelum Aku kembali!"


Gavino tidak perlu ikut menuju ke ruang rawat inap terlebih dahulu, karena itu dia menyerahkannya pada perawat. Dia akan pergi ke bagian administrasi, untuk mengurusi biaya dan yang lainnya.


Tidak menunggu jawaban dari perawat tersebut, Gavino langsung berjalan terbesar menuju ke keuangan administrasi yang berada di bagian samping resepsionis.


Dia membayarnya secara cash menggunakan kartu, dan segera kembali ke ruangannya Robert, setelah urusannya selesai.


"Semoga Kamu tidak mengalami luka yang cukup parah Robert," harap Gavino, yang tidak menginginkan tadi sesuatu pada Robert.


Dia akan sangat kehilangan sosok Robert sebagai seorang paman, seandainya Robert pergi meninggalkannya.


Berbeda dengan George, saat pergi. Dan akhirnya ketahuan telah mengkhianatinya, Gavino tidak merasakan kehilangan apapun, meskipun ada rasa kecewa di dalam hatinya. Karena dia sangat menyayangkan sikap George waktu itu.


Akhirnya, Gavino sampai di ruangan rawat inap Robert, yang ada di lantai 5 rumah sakit, dengan kamar VVIP.


Dia ingin memberikan kenyamanan bagi Robert yang sedang terluka karena kecelakaan tadi.

__ADS_1


Gavino melihat banyak luka yang ada di tubuh Robert, yang sudah mendapatkan penanganan dari pihak medis di IGD. Dan sekarang, Robert dalam keadaan tertidur, karena pengaruh dari obat yang disuntikkan bersama dengan cairan infusnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan kecelakaan itu? Aku seperti mendapatkan firasat yang tidak baik, dan ini seperti sebuah kecelakaan yang sudah diatur." Gavino bergumam seorang diri, merasakan sesuatu yang tidak beres dengan kecelakaan yang dialami oleh Robert.


"Aku harus mencari tahu dari sistem. Tidak apa, meskipun Aku harus kehilangan banyak hadiah ataupun umurku sendiri. Karena Aku juga tidak mau kehilangan orang-orang yang Aku sayangi, dan deket denganku saat ini."


Akhirnya Gavino mencari tahu dari sistem, apa yang sebenarnya terjadi pada Robert. Di saat kecelakaan itu menimpanya.


( Ding )


( Selamat sore Good Father )


'Selamat sore juga. Aku ingin mencari informasi, terkait kecelakaan yang baru saja dialami oleh Robert tadi. Apa Kamu bisa memberikan informasi itu padaku?'


( Ting )


( Tentu saja Good Father )


( Pencarian informasi terkait kecelakaan Robert akan segera dilakukan )


( Ting )


1%


10%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


Layar sistem memberikan gambaran atau informasi tentang kecelakaan yang tadi terjadi pada Robert.


Dari gambaran tersebut, Gavino bisa melihat bahwa, di situ ada beberapa mobil yang memang seperti sengaja melakukan kecelakaan, setelah mendekati mobil yang dikendarai oleh Robert.


"Apa ini kesengajaan? Tapi kenapa mereka melakukan kecelakaan bunuh diri?"


Gavino memberikan tanggapan terkait kecelakaan bunuh diri ini karena, mobil-mobil yang mendekati mobilnya Robert, juga ikut mengalami kecelakaan tersebut bahkan lebih parah lagi keadaannya.


Menurut berita dari rumah sakit tadi, ada beberapa orang yang meninggal di tempat. Dan meninggal pada saat perjalanan menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


Dari pihak kepolisian, mereka mengidentifikasi bahwa, orang-orang tersebut adalah orang-orang yang mengendarai mobil yang sudah remuk dan itu karena rem mereka blong. Dan the ada identitas yang dimiliki oleh pengendara mobil tersebut.


Tapi beberapa waktu tadi, baru saja ada berita dari rumah sakit jiwa, yang mengatakan bahwa, ada tiga pasien mereka yang kabur dari rumah sakit, dengan mengendarai mobil yang ada di area parkir rumah sakit jiwa.


Hal ini tentu saja membuat teka-teki tersendiri, apakah orang-orang yang sedang mengalami gangguan kejiwaan itu telah di sugesti untuk kabur dan mengendarai mobil kemudian melewati jalan yang dilewati Robert. Sehingga jelaskan itu terjadi.


Dan untuk mobilnya, yang katanya rem blong, hanyalah sebuah alibi, agar orang-orang yang tidak sehat itu, tidak mendapatkan tuntutan dari pihak korban.


Tapi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena Gavino sendiri memiliki pemikiran lain terkait dengan sambungan demi sambungan peristiwa, yang sepertinya kebetulan. Namun menurut Gavino sendiri, ini adalah sebuah rencana besar. Yang sudah direncanakan serapi mungkin.


Akhirnya Gavino menghubungi anak buahnya, untuk mencari tahu dan menyelidiki. Apa yang sebenarnya terjadi di rumah sakit jiwa, dan orang-orang yang dilaporkan sebagai pasien di rumah sakit tersebut.


Tut tut tut!


..."Selamat sore Tuan Muda!" ...


..."Lakukan penyelidikan tentang kecelakaan yang alami oleh Robert. Dan juga rumah sakit jiwa, yang ada di dalam berita kecelakaan tersebut. Kamu cepat cari ya! Aku ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dibalik semua alibi tersebut."...


..."Baik Tuan Muda!" ...


Klik!


Gavino mengakhiri telponnya, dengan anak buahnya. Yang dia berikan tugas untuk menyelidiki kecelakaan Robert, dengan orang-orang yang terlibat di dalamnya.


"Aku harus mencari tahu kebenaran dari semua ini. Apakah benar mereka hanya kebetulan kabur dan melewati jalan tersebut, atau memang ini ada kaitannya dengan komplotan orang-orang Cardi."


"Eghhh... aduhhh..."


"Robert, apa Kamu merasakan sakit? di mana?" tanya Gavino panik, pada saat melihat Robert terbangun dengan mengaduh.


"Ga, Gavin. Ka_kamu di sini?" tanya Robert yang masih lemah, sehingga terbata-bata.


Dia berusaha untuk bangun, tapi segera dicegah oleh Gavino. "Berbaringlah Robert. Biar luka-lukanya tidak membuka lagi."


Robert akhirnya kembali merebahkan tubuhnya, menuruti perkataan Gavino. Sebab, dia juga merasakan sakit dan ngilu dari semua anggota tubuhnya.


"Ma_maaf Gavin. Ak_ku tidak berhati-hati."


"Tenanglah, Aku makan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu dengan kecelakaan ini."


Gavino menenangkan Robert, supaya tidak memikirkan hal lain. Karena dia sudah melakukan apa-apa yang bisa dilakukan.


Dia tidak percaya begitu saja, dengan laporan yang diberikan oleh pihak kepolisian. Setelah melakukan penyelidikan dan olah TKP, di tempat kecelakaan itu terjadi.


Kasus ini sama seperti yang dulu pernah dialami oleh Giordano dan Mirele, pada saat mereka baru saja mau pergi ke kios. Dan itu karena sabotase, yang dilakukan oleh anak buahnya Verdi.

__ADS_1


Dan sekarang, hal itu terjadi lagi pada Robert. Di saat dia baru saja keluar dari kios, untuk pulang ke rumah.


__ADS_2