Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Tidak Bisa Dielakkan


__ADS_3

Di jalan menuju ke markas, di mana sudah ada Gavino dan juga Lorenzo yang ditangkap, ada banyak sekali orang-orang yang datang menuju ke arah sana. Karena mereka mengikuti tangkapan radar yang mengarah ke tempat tersebut.


Radar itu di keluarkan oleh alat khusus, yang ada di sepeda motor Gavino.


Alat tersebut, hanya ada di kendaraan miliknya Gavino saja, dengan alat yang dia berikan pada orang-orang yang dia percaya juga. Karena mengantisipasi jika terjadi sesuatu pada dirinya, seperti saat ini.


"Radar ini benar menuju ke arah bangunan ini. Tapi, ini bangunan apa?" tanya mereka, ketidak tiba di tempat yang di tuju.


"Itu sepeda motor Ketua!"


Mereka melihat ke arah sebuah sepeda motor yang terparkir secara sembunyi, tapi tetap bisa mereka kenali. Karena mereka memang tidak asing lagi dengan sepeda motor milik Gavino. Yang merupakan Ketua kelompok mereka saat ini.


"Lalu di mana Ketua?" tanya salah satu dari mereka, dengan melihat ke sekeliling.


"Pasti Ketua ada di dalam, atau sedang dalam keadaan bahaya. Karena tidak mungkin dia memberikan perintah kepada kita, jika dia baik-baik saja."


"Ayo cepat cari Ketua!"


Akhirnya mereka semua bergerak mencari cara, agar bisa masuk ke dalam sana.


Tapi ternyata, tidak sama seperti tempat-tempat markas pada umumnya. Karena mereka juga tahu, jika tempat yang diperkirakan sebagai pusat uji coba, banyak jebakan yang ada di dalamnya.


Jadi mereka semua harus tetap berhati-hati, supaya tidak salah dalam melangkah, yang justru membuat langkah mereka itu menginjak sesuatu, yang bisa mencelakakan mereka sendiri.


Blugh!


Dan benar saja, salah satu dari mereka, menginjak tanah yang terdapat ranjau di dalamnya. Sehingga meledak dan tubuh orang tersebut hancur.


"Hati-hati! Di sini banyak jebakan. Tetap waspada dan teliti. Lihat dan dengar apapun bisa jadi senjata yang tidak pernah kita ketahui," terang salah satu dari mereka memberikan instruksi.


Satu dari mereka telah terbunuh tanpa sebab. Jadi, mereka menambah kewaspadaan terhadap sekitarnya.


Slinggg....


Duarrr!


Slinggg....


Duarrr!


Tembakan otomatis dari pemantau membuat mereka terkejut, sehingga mereka panik dan berlari dengan cepat menuju ke arah bangunan utama dari markas besar ini.


Di sana, ternyata sudah ada beberapa orang yang mengamankan tempat ini. Mereka menggunakan pakaian militer yang sama seperti milik negara, hanya berbeda pada warna pakaiannya saja.


"Serang!"


Dorrr!


Slinggg...


Boom...


Trang!


Crack!


Baku tembak dan adu jotos tidak bisa hindari. Bahkan ada yang tanpa sengaja menginjak ranjau yang berbahan dasar bom, sehingga meledak tanpa bisa di cegah.


Kekacauan di luar bangunan, juga terdengar sampai di tempat Gavino berada. Karena suara tembakan dan bom yang sempat meledak.


Tentu saja, kejadian itu membuat orang-orang yang mengepungnya kaget.


"Kurang ajar! Hiaattt..."


Ketua keamanan geram dan langsung menyerbu Gavino dan juga Lorenzo, dengan diikuti oleh pergerakan anak buahnya yang ikut menyerang.


Akhirnya perkelahian tak seimbang terjadi, karena dua orang melawan tujuh orang. Dengan Gavino yang menghadapi empat orang, sedang Lorenzo tiga orang.

__ADS_1


Bughhh!


Slash!


Dugh!


"Ciattt!"


"Auwwwhhhh..."


"Arghhh..."


Gavino menendang tepat pada ulu hati dua orang yang ada di depannya, kemudian memutar tubuhnya untuk kembali melayangkan satu kaki.


Dan nyatanya, gerakan itu tepat mengenai dada orang yang ada dibelakangnya. Hingga terpental ke belakang dengan beberapa langkah mundur.


Lorenzo juga cukup bisa mengimbangi pergerakan tiga lawan mainnya.


Pertarungan mereka, benar-benar menguras tenaga. Karena tanpa mengunakan senjata apapun. Hanya tangan kosong, yang mengandalkan sisa tenaga mereka.


Bughhh!


"Auwwwhhhh!"


Lorenzo terkena pukulan tepat pada perutnya sehingga dia terhuyung sambil membungkuk menahan sakit pada bagian perutnya.


Dengan cepat dan tanpa di ketahui oleh siapapun, Gavino mengaktifkan sistem untuk melihat pergerakan lawan dan kekuatan yang mereka miliki. Sehingga dia bisa lebih waspada dan berhati-hati.


( Ting )


( Selamat sore Good Father )


'Lakukan deteksi pada lawan.'


( Ting )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Hingga selesai menjadi 100%.


( Ting )


Kekuatan lawan A : 85%


Kelemahan : bagian inti senjatanya


Kekuatan lawan B : 90%


Kelemahan : bagian inti senjatanya


Kekuatan lawan C : 80%


Kelemahan : bagian inti senjatanya


Kekuatan lawan D : 65%


Kelemahan : bagian inti senjatanya

__ADS_1


Kekuatan lawan E : 70%


Kelemahan : bagian inti senjatanya


Kekuatan lawan F : 50%


Kelemahan : bagian inti senjatanya


Kekuatan lawan G : 30%


Kelemahan : bagian dada


( Ting )


( kekuatan lawan dan kelemahannya )


'Itu yang terakhir kenapa berbeda sendiri?'


( Ting )


( Lawan gagal jantung, cangkok jantung )


'Oh... jadi begitu.'


( Ting )


( Selamat bertarung Good Father )


( Ting )


Sekarang, Gavino tahu kekuatan masing-masing lawan yang dia hadapi.


Dia juga tahu, dimana letak kelemahan mereka. Jadi, setiap laki-laki normal, bisa pastikan bahwa senjata mereka bagian inti tubuh pasti adalah kelemahan mereka tapi satu lawan yang tidak terdeteksi dan jujung dedenya adalah kelemahannya karena ternyata dia pernah gagal jantung dan jantung yang dia gunakan adalah hasil cangkok kan.


Itulah sebabnya, kelemahan utamanya ada pada dada. Bukan senjata pada inti tubuhnya. Sama seperti yang lainnya.


Akhirnya, tak lama kemudian semua lawannya jatuh tak sadarkan diri. Berbeda dengan ketuanya, yang masih memiliki kekuatan 90% tadi.


Ketua tersebut masih bisa berdiri untuk melawan Gavino. Sedangkan Lorenzo, terduduk sambil memegangi bagian perutnya yang terasa sakit.


*****


Di luar, perkelahian antara anak buahnya Gavino dengan orang-orang yang mengamankan markas, telah berubah menjadi sebuah pertempuran yang tidak seimbang juga.


Karena orang-orang yang ada di markas, menggunakan senjata lengkap, bahkan ada banyak bom yang tertanam di tanah tanpa di ketahui oleh orang luar, atau anak buahnya Gavino.


Untungnya, ada sang Kapten yang datang tepat waktu, bersama keluarga anak buahnya yang dilengkapi dengan senjata api juga.


Akhirnya, pertempuran jadi seimbang. Karena anak buahnya sang Kapten, juga banyak.


Tapi sepertinya lawan tidak kehabisan akal.


Banyak ranjau yang akhirnya diledakkan, untuk tameng dan senjata akhir mereka. Untuk bisa mengalahkan orang-orang yang datang tanpa mereka tahu apa tujuannya.


Namun saat terjadi ledakan untuk yang kesekian kalinya, orang-orang yang ada di markas justru semakin banyak yang keluar.


Mereka justru banyak yang mengunakan pakaian jas putih, khas orang-orang laboratorium.


"Apa mereka adalah orang-orang yang sedang melakukan uji coba?" pikir Gavino, melihat ke arah sang Kapten.


Sekarang, Gavino sudah keluar dari ruangan, dengan memapah Lorenzo yang kesakitan pada perutnya. Dan secara kebetulan, dia bertemu dengan sang Kapten yang sudah datang beberapa menit yang lalu.


"Bagaimana Gavin?"


Sepertinya ada laboratorium yang menjadi inti dari markas ini. Tapi Aku belum tahu, di mana letaknya."


Gavino mengatakan apa yang memang belum dia ketahui.

__ADS_1


__ADS_2