
(Ting )
( Tampilkan brangkas sistem ditemukan )
# Tampilan on
# Hadiah utama 765.123
# Hadiah bonus 987.000
# Kemampuan 90%
# Keahlian Khusus \= Mempengaruhi pikiran
# Sisa umur \= 2.550 hari
# Kecepatan sesuai dengan permintaan
( Ting )
( Ada yang dibutuhkan lagi Good Father )
'Sementara ini tidak. Aku berusaha mencari tahu bagaimana keadaan cardi dan orang-orang yang ada di dekatnya.'
( Ting )
( Selamat bertugas Good Father )
( Ting )
Ternyata, tampilan brangkas sistem sudah ada perubahan dan Gavino harus bersiap-siap, untuk segala sesuatu yang tidak diinginkan. Karena bisa jadi, Cardi bersama dengan anggotanya, sudah bersiap-siap untuk melakukan hal-hal yang lebih besar lagi dibandingkan dengan yang kemarin.
Sekarang, Gavino bersiap untuk pergi ke rumahnya Thomas Bryan. Karena Gress juga berada di sana.
Gress akhirnya sudah bisa berbaikan dengan papannya, meskipun awalnya Gress tidak mau mengakui Thomas Bryan sebagai ayahnya.
Dan saat ini, dia ikut tinggal bersama dan papanya, supaya dia mulai terbiasa dengan kesendirian Thomas Bryan dalam kehidupannya juga. Tidak seperti dulu lagi, di saat dia merasa bahwa, dirinya hanya seorang diri di dunia ini.
Gavino juga ikut merasa bahagia, dengan first satunya ayah dan anak. Karena dengan demikian, Gress punya dukungan penuh dari orang yang sangat dekat dengannya, secara kekeluargaan dari garis darah. Bukan hanya sekedar sepeda orang tua asuh.
Tapi dengan begitu, Gavino juga tidak bisa bersama dengan Gress sesuka hatinya.
Dia harus datang ke rumah Thomas Bryan terlebih dahulu, jika ingin bertemu dengan gadisnya itu. Sama seperti yang dia lakukan saat ini.
"Bagaimana kabar Tuan Besar?" tanya Gavino, pada saat sudah berada di ruang tamu, menunggu Gress yang baru saja bersiap-siap di kamar. Sedangkan yang menemuinya terlebih dahulu adalah Thomas Bryan sendiri.
"Aku sudah lebih baik. Terima kasih Tuan Muda, karena sudah membantuku, untuk bisa dekat dengan anakku. Mungkin jika Tuan Muda tidak memberinya pengertian, dia masih berada jauh dariku."
__ADS_1
Gavino hanya menanggapi dengan menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum.
Dia sebenarnya sudah tidak ingin berpisah dengan Gress. Tapi Gavino berpikir bahwa, Gress perlu membiasakan diri berada di dekat ayahnya. Begitu juga sebaliknya.
Dan ini juga bisa menjadi pelatihan untuk Gress, karena Gavino merasa bahwa, umurnya tidak lama lagi. Jadi, dia harus membiasakan diri untuk tidak membiarkan Gress tergantung padanya.
Karena juga gadisnya itu terbiasa dengannya sepanjang waktu, di saat dia tiada, Gress akan merasa kehilangan lebih daripada yang dibayangkan.
"Semua seharusnya sudah terjadi dari dulu.Tapi, Tuan Besar sendiri yang menundanya. Aku hanya melakukan yang terbaik untuk Gress."
"Hai, apa kalian berdua sedang membicarakan aku?" tanya Gress, menengahi mereka berdua. Sebab, dia tidak begitu jelas mendengarkan perbincangan keduanya. Karena memang baru saja datang.
"Hahaha... dia sudah kepedean!"
"Aku sedang memujimu."
Keduanya, Gavino dan Thomas Bryan, memberikan tanggapan yang berbeda kepada gadis tersebut. Sehingga hal ini membuat Gress mengerucutkan bibirnya, karena kesal dengan sikap mereka berdua.
Tapi itu tidak berlangsung lama, Katena Thomas Bryan dan Gavino, mengambil masing-masing tangan Gress. Kemudian mengecup punggung tangan tersebut.
Hal ini membuat Gress merasa seperti Tuan Putri, yang sedang dimanjakan oleh sang raja dan pangeran.
"Kamu tidak perlu khawatir Sayang. Papa tidak mungkin membicarakan kejelekan mu di depan kekasihmu ini. Karena tanpa papa bicara, sudah pasti dia tahu lebih baik daripada Papa. Benar begitu bukan?"
Gress jadi malu, sehingga wajahnya bertemu merah. Di saat mendengar sindiran dari papanya, yang sedang menggodanya.
Begitu juga Gavino, yang hanya tersenyum tipis. Mendengar sindiran dari papanya Gress, yaitu Thomas Bryan.
"Ya sudah kalau begitu, kita berangkat sekarang?" tanya Gavino pada Gress. Yang berusaha untuk membantu gadisnya itu , supaya tidak digoda terus oleh papanya.
Dan Gress yang paham, segera mengganggukan kepalanya. Menyetujui ajakan dari Gavino.
Setelah berpamitan pada Thomas Bryan, mereka berdua melangkah bersama. Keluar dari rumah besar Thomas Bryan. Untuk pergi ke kampus.
Gavino sengaja menjemput Gress terlebih dahulu, karena selain dia memang sudah lama tidak pergi berdua dengan Gress ke kampus. Dia juga ingin melepas rindu pada gadisnya itu. Meskipun sebenarnya, dia juga masih bisa bermain-main dengan Bianca selama ini.
Sepertinya, Gavino tidak bisa melepaskan kedua gadis tersebut. Karena keduanya sama-sama memiliki keistimewaan di hatinya.
******
Di sebuah rumah, yang ada laboratorium mini. Di mana Verdi sedang melakukan eksperimennya tentang formula baru. Yang dikembangkan dari formula topeng wajah.
Dia ingin menciptakan alat untuk merubah suara, mirip dengan wajah dari topeng tersebut. Sehingga orang tidak akan pernah menyadari, bahwa yang sedang memakai topeng adalah orang yang sebenarnya, dan bukan hanya sebatas topeng saja.
Hal ini tentu saja sangat diperlukan, karena selain wajah, suara juga penting dan bisa menjadi ciri khas seseorang. Sehingga memudahkan seseorang untuk mengenali ciri tersebut, hanya dengan suaranya.
"Bos, di luar ada tuan Cardi."
__ADS_1
Verdi mendapatkan laporan bahwa ada cardi di luar laboratorium mini miliknya ini.
Akhirnya Verdi menghentikan aktifitasnya sejenak, kemudian berjalan menuju ke luar laboratorium. Untuk menemui Cardi.
Teman, yang dulunya pernah menjadi lawan, pada saat Cardi berpihak pada Gavino.
Tapi sekarang, Cardi lebih bersemangat untuk bergabung dengannya. Karena sesuatu hal, yaitu cintanya yang dulu pernah ditolak Magdalena.
Meskipun pada akhirnya Cardi tahu, jika Magdalena mencintai Lorenzo. Tapi Cardi sudah terlanjur sakit hati paga Gavino, karena menurutnya, Magdalena mencintai Lorenzo karena atas dorongan dari Gavino.
Padahal bukan begitu yang sebenarnya.
Tapi kenyataannya, sakit hati dan rasa iri dengki, sudah masuk ke dalam hati Cardi. Sehingga dia mencari kesempatan, untuk bisa membalaskan dendam pada Gavino.
Itulah sebabnya, dia berusaha untuk mencuri Gress. Gadis cantik teman kuliah Gavino, yang juga menjadi gadisnya Gavino.
Tapi kejadian malam itu, juga membuka rahasia yang lain. Yang membuat Cardi memiliki rencana sendiri, untuk bisa menghancurkan seorang Gavino.
Dia ingin bicarakan hal ini pada Verdi.
"Bagaimana keadaanmu setelah malam itu?" tanya Verdi, yang belum punya kesempatan bertemu dengan Cardi, setelah kejadian malam itu. Karena dia juga harus mendapatkan perawatan, sebab terkena luka tembak dari anak buahnya king Black.
"Aku? Aku seperti biasa. Dan sekarang ini, Aku juga ada di hadapanmu. Jadi, apa yang Kamu pikirkan. Aku bagaimana menurutmu?"
Cardi justru membalikan pertanyaan tersebut pada Verdi, karena dia memang tidak pernah suka. Jika ditanya soal kabar, pada saat dia gagal melakukan rencananya.
Verdi hanya tersenyum sinis, karena pada kenyataannya, Cardi memang gagal dengan semua yang sudah mereka rencanakan dengan matang. Bahkan, Cardi juga mengalami luka tembak pada kaki dan pundaknya.
Tapi hal itu tidak bisa menjadikan halangan untuk Cardi sendiri. Karena setelah menjalani operasi pengangkatan peluru, nyatanya dia sudah bisa melakukan apa saja yang diinginkannya.
Sama seperti yang dia lakukan bersama dengan seseorang. Yang jika dipikir-pikir, mereka sudah menjalani hubungan itu lebih dari 5 bulan terakhir ini.
"Lalu, apa dia tetap tidak mau bergabung dengan kita, dan hanya sebatas menemanimu saja?" tanya Verdi, yang menyinggung soal seseorang, yang tidak dia ketahui sudah menjalin hubungan bersama dengan Cardi.
Sebuah hubungan yang tidak biasa, sebagai sepasang kekasih.
Tapi hal tersebut, sedang menjadi trend di kalangan anak muda seperti mereka.
"Dia belum mau. Dia hanya mewanti-wanti, agar tetap berhati-hati pada Gavino. Karena Gavino sudah tidak sama seperti dulu lagi. Jaringannya sudah meluas dan melebar, bukan hanya sekedar geng biasa."
Verdi mendengarkan dengan seksama, apa yang dikatakan oleh Cardi padanya.
"Lalu, apa yang ingin Kamu sampaikan, sehingga datang ke sini sendiri, padahal seharusnya Kamu masih harus banyak beristirahat bukan?" todong Verdi, yang belum mendengar tujuan utama Cardi datang menemuinya saat ini.
"Gadis itu, ternyata anak dari king Black."
"Apa?"
__ADS_1
Verdi tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Cardi barusan, soal Gress. Gadisnya Gavino, yang kemarin mereka jadikan umpan.