
( Ting )
( Selamat pagi Good Father )
'Aku mau restart untuk semua misi yang sudah selesai.'
( Ting )
( Restart Sistem misi selesai )
1%
10%
20%
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
( Ting )
Status on
Kekayaan : 10.897.654.321
Kemampuan : Meningkat 15%
Misi rahasia George : Selesai
Waktu yang dibutuhkan : 2 hari
Misi teka-teki Verdi : Selesai
Waktu yang dibutuhkan : 2 hari
Restart : Lanjut/Tidak
Gavino menekan lanjut, sama seperti biasanya jika dia sudah selesai menyelesaikan beberapa misi. Supaya sistem tidak kelebihan saat laporan.
( Ting )
Status : kosong
Ambil misi baru : Ya/tidak
Waktu : 1 hari
Mendapat misi dengan waktu yang singkat, sama seperti biasanya, memang menambah banyak poin kekayaan yang dia miliki. Dengan kemampuan yang meningkat juga
Tapi saat ini, kondisi tubuhnya juga tidak sebaik kemarin. Karena semalam, rasa sakit dan kaku pada tubuhnya baru terasa. Dan Gavino baru bisa tertidur di saat meminum obat pereda rasa nyeri. Yang seharusnya dia minum sedari awal.
"Aku ambil tidak ya misi ini?"
__ADS_1
"Liburan semester juga tinggal hari ini. Tapi..." Gavino masih berpikir ulang, apakah dia harus beristirahat atau melanjutkan misi yang
harus dia ambil.
Akhirnya, Gavino memutuskan untuk mengambil misi tersebut. Meskipun sebenernya dia masih belum bisa beraktifitas sebagaimana mestinya, saat menyelesaikan misi nanti.
Tapi rasa penasaran yang ada pada dirinya, membuatnya ingin tahu dan segera menyelesaikan misi yang harus dia kerjakan.
Dengan demikian, akhirnya Gavino memutuskan untuk menekan tombol ya pada layar transparan sistem.
Setelahnya, layar menampilkan misi yang harus diselesaikan besok. Dan misi tersebut adalah...
...Good Father Menjadi King Mafia...
"Hah!"
Gavino terkejut dengan apa yang menjadi misinya kali ini. Sedangkan waktu yang ditentukan oleh misi adalah satu hari.
Itu artinya dia harus menyelesaikan pekerjaan misi untuk hari ini juga.
Gavino kelabakan juga, karena sebenarnya dia tidak ingin menjadi seorang mafia. Meskipun sistem yang dia miliki adalah sistem mafia.
Sedangkan king Black, yang sudah menjadi ketua mafia selama ini, sudah ada di tangannya. Berada di bawah kendalinya. Apakah itu sama artinya, jika sekarang ini dia sudah berada di atas king Black? Jika benar seperti itu, bukankah itu sama seperti Gavino sudah menjadi king mafia juga?
Gavino jadi memikirkan hal lainnya, karena sepertinya, yang tadi dia pikirkan tidak sama seperti yang diinginkan oleh misi sistem.
"Apa maksudnya ya?" Gavino bergumam seorang diri, dengan berpikir keras.
Padahal ini adalah hari terakhir dia liburan semester bersama dengan Gress.
"Apa yang harus Aku lakukan? Apakah mengatakan dan meminta secara langsung pada king Black? Atau Aku harus merebutnya dengan cara yang lain?"
Kegelisahan dan rasa bimbang untuk memutuskan, adalah pilihan yang sama sulitnya bagi Gavino. Karena dia tidak ingin diketahui oleh siapapun juga jika dia adalah seorang yang bisa mengendalikan king Black.
Tok tok tok!
Pintu kamar di ketuk dari luar kamar, sehingga membuat Gavino sedikit terkejut karenanya. Sebab dia sedang dalam keadaan berpikir dengan keraguannya sendiri.
Clek!
"Tuan Muda di tunggu Tuan Robert."
"Ya, nanti Aku akan menemuinya."
Kepala maid menunduk hormat, sebelum pergi meninggalkan Gavino.
"Tumben sekali Robert tidak mencariku sendiri, dan meminta pada dia untuk menyampaikan keinginannya?"
Tidak biasanya Robert meminta pertolongan kepada kepala maid, jika hanya untuk bertemu dengan Gavino saja.
Akhirnya Gavino keluar dari dalam kamar, untuk menemui Robert di ruang tengah. Tempat di mana mereka biasa membicarakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kios maupun warabala. Atau hanya sekedar untuk berbincang hal yang biasa juga.
"Pagi paman Robert!"
"Ya, pagi juga Gavin."
Setelah selesai saling sapa dengan mengucapkan selamat pagi, mereka memulai pembicaraan langsung pada intinya.
__ADS_1
"Aku ingin bicara soal kios, yang dulu ikut di pegang oleh George. Ini laporan yang belum Kamu lihat."
Robert memberikan satu berkas besar, dengan kertas-kertas yang banyak. Yang memberikan penjelasan tentang laporan selama hampir dua minggu ini. Di mana George sudah tidak lagi bergabung dengan mereka di kios.
"Oh iya. Aku belum sempat membaca laporannya, maaf."
Setelah mengucapkan kata maaf, Gavino penerima berkas tersebut kemudian membacanya dari lembaran pertama.
Tapi dia merasa jika laporan ini dibuat oleh George bukan robert.
"Ini siapa yang membuatnya?" tanya Gavino ragu, dengan laporan tersebut.
"Yang kertas-kertas depan itu George. Aku melanjutkan yang ada pada bagian tengah dan akhir."
Gavino tersenyum mendengar jawaban yang diberikan oleh Robert. Karena memang itulah jawaban yang benar. Dan ingin didengar juga oleh Gavino.
"Baiklah. Aku akan mempelajarinya lebih lanjut lagi. Jika Paman ingin pergi ke kios sekarang, silahkan! Saya akan melakukan pekerjaan di rumah."
Robert mengangguk mengiyakan, kemudian terdiri dari tempat duduknya. Untuk segera berangkat ke kios.
*****
Tut tut tut!
Tut tut tut!
..."Ya Tuan Muda. Ada yang bisa Saya bantu hari ini?"...
..."Aku ingin membahas hal yang sangat penting dengan Tuan Besar. Apakah ada waktu untuk hari ini?"...
..."Sebenarnya Saya ada beberapa metting dan acara. Tapi jika Tuan muda mau bertemu, Saya pasti akan usahakan untuk membatalkan semua rencana tersebut."...
..."Oh tidak perlu! Aku hanya sebentar saja. Saya tunggu di tempat biasa. Atau..."...
..."Akan ada anak buah Saya yang menjemput Tuan Muda di tempat tersebut. Sementara Saya harus melakukan metting."...
..."Oh, baiklah kalau begitu. Aku akan menunggu di sana."...
..."Baik Tuan Muda."...
Klik!
Panggilan telpon terputus, dan Gavino segera bersiap untuk pergi.
Tapi sebelum dia pergi, Gavino menyempatkan diri untuk bertemu dengan Gress terlebih dahulu.
Dia menyampaikan kepada gadisnya itu, supaya tetap berada di rumah. Karena dia ada kegiatan di luar. Jadi dress diminta untuk tetap berada di rumah saja, atau jika ingin keluar, di minta untuk mengajak Magdalena, atau salah satu supir di rumah. Karena supir-supir tersebut merupakan pengawal atau bodyguard juga di rumah ini.
Untungnya, Gress mulai memahami kegiatan Gavino, yang sibuk dengan berbagai pekerjaannya di luar rumah. Karena kekasihnya itu, bukanlah pemuda biasa yang hanya bisa meminta uang kepada orang tuanya saja.
"Hati-hati ya Sayang! Aku akan berada di rumah saja. Soalnya besok sudah mulai masuk kuliah. Jika Aku ingin pergi, Aku akan ajak supir mu."
"Sippp!"
Gavino mencubit pucuk hidung gadisnya, yang semakin hari terlihat semakin cantik.
"Aku akan segera menyelesaikan semua pekerjaanku. Semoga saja ini akan cepat selesai, sehingga Aku bisa menemani dirimu juga nantinya."
__ADS_1