
..."Halo Kapten, ada di mana sekarang?"...
..."Hai, halo juga Gavin. Aku sedang berada di kantor. Baru mau ada pertemuan dengan para atasan ku ini sori ya!"...
..."Oh ya Kapten. Maaf sudah mengganggu waktunya."...
..."Tidak apa-apa. Hehehe... justru Aku yang minta maaf, karena tidak bisa bicara banyak denganmu saat ini."...
..."Tidak apa-apa Kapten. Terima kasih."...
..."Sama-sama Gavin."...
Klik!
Sebenarnya Gavino tahu jika, apa yang dikatakan oleh sang Kapten adalah tidak benar. Sebab, dia melihat sang Kapten baru saja keluar dari villa tersebut.
Dan karena itu juga, Gavino mencoba untuk menghubunginya. Dan mencari tahu, apakah sang Kapten jujur atau tidak.
Gavino tersenyum sinis, karena sudah membuktikan sendiri bahwa, ternyata sang Kapten tidak jujur padanya saat ini.
Jelas-jelas sang Kapten sedang berada di pantai V Lounge Beach, dan baru saja bertemu dengan seseorang. Di sebuah villa yang mewah, dengan penjagaan yang sangat ketat.
Jadi, yang bisa masuk ke dalam villa tersebut bukan sembarang orang. Apalagi jika tidak atas undangan dari pemilik villa sendiri.
Sekarang, Gavino tahu bahwa musuhnya ternyata bukanlah orang lain. Karena dia sudah mengenal siapa sosok sang Kapten. Yang saat ini ingin diketahui oleh Gavino adalah, siapa orang yang tadi ditemui sang Kapten. Dan apa yang sedang mereka bicarakan, sehingga sang Kapten sampai berbohong dan tidak mengatakan dengan jujur pada dirinya.
Tapi Gavino tidak mau mencari tahu dari sistem terlebih dahulu. Sebab, dia ingin mengetahui sendiri, siapa sebenarnya orang yang ada di dalam villa dan di tempat oleh sang Kapten tadi.
Tapi hingga kapten sudah pergi dari sana dalam jangka waktu yang cukup lama, orang tersebut tidak keluar juga dari dalam villa.
Hanya ada beberapa anak buahnya yang keluar termasuk, entah untuk keperluan apa.
"Mungkin, orang itu memang tinggal di tempat ini. Atau setidaknya, dia sedang tinggal truk beberapa saat lamanya, mungkin berlibur. Karena itulah, tadi Kapten datang ke sini untuk menemuinya."
Gavino membuat asumsi sendiri, tentang apa yang dia sedang dia perhatikan.
"Hhh... Sebaiknya Aku kembali, atau..."
Sebelum Gavino keputusan, tiba-tiba layar sistem aktif tanpa dia minta.
( Ting )
( Selamat siang Good Father )
( Ada informasi orang dalam pencarian )
( Dan aktifitas yang dilakukannya )
'Apa, dan siapa sebenarnya dia?'
( Ting )
( Good Father sudah mengetahui sebagian )
( Sebagian yang lain akan segera terkuak )
'Lalu, apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Dan kenapa tadi Kapten berada di tempat ini, menemui seseorang yang tidak Aku ketahui siapa orang tersebut.'
( Ting )
( Banyak orang tidak sama yang terlihat )
'Maksudnya, orang yang Aku lihat baik ternyata tidak. Dan yang Aku lihat tidak baik, ternyata baik. Apa maksudnya begitu?'
( Ting )
( Benar Good Father )
__ADS_1
( Temukan orang tersebut )
( Selesaikan misi dalam waktu dua hari )
'Jika Aku tidak bisa, apa yang akan terjadi?'
( Ting )
( Poin berkurang )
( Pesona Good Father juga berkurang )
'Hehhh! bagaimana bisa begitu!'
'Lalu, jika Aku berhasil apa yang Aku peroleh?'
( Ting )
( Poin bertambah 5.987.355 )
( Pesona bertambah hingga 15% )
'Hemmm... menarik. Baiklah, Aku akan mengusahakan secepatnya, supaya bisa menyelesaikan dan mengetahui, siapa sebenarnya orang tersebut.'
( Ting )
( Selamat Berusaha Good Father )
( Ting )
Layar sistem menghilang dari penglihatan Gavino. Tapi dia jadi terkejut sebab, ada lima orang laki-laki yang saat ini ada di depannya, mengerubungi dirinya.
Mereka berlima memperhatikan Gavino dengan tatapan tajam dan menyelidik.
"Maaf. Ada apa ya?" tanya Gavino pura-pura tidak tahu siapa mereka.
"Sedang apa Kamu ada di sini?" tanya salah satu dari mereka, dengan menekan suaranya. Supaya tidak menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya.
"Aku? Tentu saja Aku berlibur di sini. Memang mau ngapain Aku di pantai?"
Gavino memberikan alasan yang umum, sebab, tempat ini memang merupakan tempat wisata yang cukup ramai dan diminati oleh orang banyak.
Tapi jawaban yang diberikan oleh Gavino, tidak membuat mereka puas.
"Kami melihat dan mendengar jika Kamu sedang berbicara sendiri. Apa dan sama siapa Kamu bicara? Aku tidak melihat siapapun di sekitarmu!"
"Kamu pasti sedang melakukan panggilan telpon dengan orang lain bukan? cepat periksa dia!"
Ada tiga laki-laki yang maju, untuk menggeledah Gavino.
Tapi, mereka tidak menemukan apapun, yang merupakan alat komunikasi jarak jauh. Kecuali sebuah ponsel.
Akhirnya, ponsel Gavino diambil dan diperiksa. Tapi mereka juga tidak menemukan pesan ataupun sesuatu yang mencurigakan.
Namun, dari riwayat panggilan yang baru saja terakhir dihubungi Gavino adalah sang Kapten.
Jadi, meskipun mereka tidak mengenali nomor ponsel sang Kapten, profil foto sang kapten yang ada pada monor ponsel tersebut, membuat mereka cukup terkejut.
"Siapa Kamu sebenarnya?"
"Bawa dia ke dalam!"
Satu pertanyaan yang diajukan, belum sempat dijawab oleh Gavino. Tapi orang tersebut, sudah memerintahkan kepada yang lain, untuk menangkap dan membawa Gavino.
Tentu saja Gavino tidak menurut begitu saja.
Dia melawan, dan berusaha untuk pergi menjauh dari orang-orang tersebut.
__ADS_1
Meskipun mereka ada lima orang, tentu saja itu bukanlah hal yang menyulitkan Gavino. Untuk pergi kabur dari kepungan mereka.
Bugh
Dugh!
Tak!
"Hap!"
"Awww!"
Perkelahian antara satu orang, melawan lima orang tidak bisa dihindari.
Serangan, pukulan serta tangkisan, silih berganti dilakukan oleh Gavino maupun kelima orang yang mengeroyoknya.
"Cepat tangkap dia!"
"Hiyat..."
Dugh!
"Awww!"
Gavino menendang tulang kering orang yang menyerangnya, sehingga orang tersebut menjerit kesakitan. Sama seperti temannya, yang tadi juga terkena tendangan Gavino pada bagian dadanya.
Hal ini membuat mereka kewalahan, sehingga mengeluarkan senjata api untuk melumpuhkan Gavino.
Dor!
Tapi sayang, tembakan tersebut meleset. membuat mereka semakin geram, karena tidak bisa menangkap satu orang. Yang mereka curiga, jika orang tersebut sedang mengawasi kegiatan mereka.
Karena adanya para tembakan membuat para pengunjung pantai terkejut sehingga lari ke sana kemari, mencari perlindungan untuk menyelamatkan diri.
Hal ini, membuat pihak keamanan pantai melakukan tindakan.
Tapi karena penghuni villa tersebut kenal dan cukup dekat dengan para pengamanan pantai, membuat mereka membantu para pengawal tadi. Untuk menangkap Gavino.
Sekarang, Gavino tertangkap dan dibawa pos keamanan pantai. Untuk dimintai keterangan.
Tapi atas permintaan para pengawal yang mengejarnya Gavino, akhirnya Gavino di bawa ke markas mereka. Yaitu di belakang bangunan villa, yang tadi digunakan untuk pertemuan sang Kapten dengan Bos mereka.
Setelah mendapat persetujuan dari pengaman pantai, salah satu dari pengawal tersebut melaporkan hal ini pada Bos mereka.
..."Bos. Ada seseorang yang kami dicurigai Bos. Tapi sekarang sudah tertangkap dan kami bahwa ke markas."...
..."Bagus. Beri saja dia pelajaran!" ...
..."Siap Bos! Tapi, apa Bos tidak mau bertemu dengannya terlebih dahulu?" ...
^^^"Nanti saja. Aku sedang melakukan pijat." ^^^
..."Baik Bos. Maaf sudah mengganggu waktu Anda Bos."...
Klik!
Sepertinya, anak buah atau pengawal tersebut tahu, maksud dari kegiatan pijat yang dikatakan oleh bos-nya. Sehingga dia meminta maaf karena sudah melakukan panggilan telpon.
Gavino yang ada di antara kelima orang tersebut, hanya tersenyum sinis. Sehingga mereka merasa kesal.
Bugh!
Salah satu dari mereka, memukul Gavino dengan keras.
Tapi pukulan tersebut hanya dianggap Gavino sebagai sebuah pukulan biasa. Sebab, dia tentunya memiliki kekuatan untuk menahan rasa sakit yang diberikan oleh sistem.
"Siall!"
__ADS_1
Mereka justru merasa semakin kesal, karena sikap Gavino yang seperti meremehkan mereka.