Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Alat Sadap


__ADS_3

Mobil yang membawa Gavino bersama dengan George, tiba di hotel pukul setengah delapan pagi.


Karena sebelumnya mereka sudah melakukan pemesanan dengan kamar, mereka berdua hanya perlu menunjukkan id barcode yang mereka terima lewat email.


Di sinilah mereka sekarang berada. Di sebuah kamar hotel yang besar dan mewah.


George sengaja memesan cuma satu kamar saja. Sebab dengan demikian, dia bisa melindungi Gavino. jika ada sesuatu yang terjadi pada Tuan mudanya itu.


"Paman George, bawa kopernya dan simpan saja di sana. Aku mau mandi dulu," pamit Gavino, begitu masuk ke dalam kamar hotel.


Sebelum mendengar jawaban dari George, Gavino sudah melenggang pergi menuju ke kamar mandi, yang ada di kamar tersebut. Sebuah kamar mandi yang lengkap dan sama seperti sedang ada di sebuah spa.


Karena menunggu lama, dan Gavino belum juga keluar dari kamar mandi, membuatnya George tidak sabar. Kemudian mengetuk pintu kamar mandi, supaya Gavino cepat-cepat keluar.


Tok tok tok!


"Gavin! Gavino!"


Tok tok tok!


George mengetuk pintu kamar mandi, sambil memanggil-manggil nama Gavino.


Di dalam kamar mandi, Gavino mengumpat kesal. Karena acara berendam nya jadi terganggu dengan ketukan pintu dan suara George yang memanggilnya.


"Hhh... apa sih maunya!" Gavino mengeram kesal dengan ulah George kali ini.


Tak lama kemudian.


Clek!


"Heh! Lama sekali Kamu mandi! Sama seperti seorang gadis saja," gerutu George dengan menatap Gavino sinis.


Tapi Gavino tidak terpengaruh dengan sikap George. Dia justru pergi ke tempat kopernya disimpan George, mengambil baju-baju yang dia perlukan, kemudian berpakaian.


Tak lama kemudian, Gavino sudah kembali, dan juga terlihat rapi. Dengan menggenakan pakaian kasual layaknya anak muda yang suka dengan model simpel.


George juga sudah selesai dengan urusannya di kamar mandi. Kemudian mendekat ke tempat Gavino duduk dengan menyantap makanan yang diberikan oleh pelayan hotel barusan.


"Siapa yang pesan Gavin?" tanya George, yang tentu saja heran. Melihat makanan yang sudah tersedia di atas meja.


"Akulah Paman. Siapa lagi?" sahut Gavino cepat, tak peduli dengan George yang geleng-geleng kepala.


Dia hanya tersenyum sinis melihat sikap Gavino yang sok acuh padanya.


"Kamu mau makan ini?" tanya Gavino dengan arah pandang ke atas meja yang ada berbagai macam makanan terhidang.

__ADS_1


"Apa Kamu memberiku tawaran, undangan atau hanya sekedar pamer?" oceh George geregetan dengan sikap Gavino kali ini.


Mereka berdua, sedang ada di kota Paris. Dan hotel ini, adalah hotel miliknya Thomas Bryan. Orang yang sama dengan king Black. Buruan besar mereka berdua. Bahkan mungkin buruan seluruh orang di dunia ini.


Tapi sikap dan perilaku Gavino, justru seperti mencari musuh dengannya. Tidak seperti saat berada di rumah kemarin-kemarin.


'Ada apa sih sebenarnya dengan dia? Aneh, dan sepertinya ada sesuatu yang direncanakan oleh Gavino.Tapi apa? Kenapa dia tidak bicara saja terus terang?' George justru bertanya-tanya dalam hati. Apa dan kenapa dengan tuan mudanya itu.


"Paman George! Aku bertanya padamu. Bukan memintamu untuk diam dan mematung di situ!" ujar Gavino memperingatkan George yang bengong saja, mendengar suara Gavino yang tidak biasa.


"Heh bocah tengil! Tidak sopan kamu terhadapku?" George justru memperingatkan Gavino, agar lebih sopan padanya.


Dia tidak tahu, jika semua ini termasuk dalam strategi. Yang akan dilakukan oleh Gavino di hotel ini. Dia tidak mau ketahuan kita kedatangannya ke sini bukanlah semata-mata untuk pagelaran fashion biasa.


Sebab ada sesuatu yang tidak bisa dia katakan pada George. Baik saat masih berada di rumah, di Roma, atau pun di sini.


"Apa paman tidak suka dengan makanan ini? pesan saja lagi paman!"


George semakin merasa sangat aneh, dengan sikapnya Gavino yang tidak bisa dia tebak.


"Sudahlah jika tidak mau. Aku makan sendiri saja!" gerutu Gavino, seakan-akan sedang serius saja.


"Heh ada apa dengan kamu?"


"Gavin. Gavino!"


Akhirnya George menyerah. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Gavino sebenarnya. Sehingga dia tidak bisa ikut ambil bagian dalam keadaan seperti yang saat ini sudah diciptakan oleh Gavino.


Tapi Gavino tidak hilang akal, agar paman nya itu ikut bergabung dan makan makanan yang sudah dia pesan tadi.


"Paman, sini!"


Dengan memanggil George, Gavino juga membuat pergerakan yang berarti untuk isyarat pada George. Sehingga George menuruti apa yang dia minta.


Dari pergerakan isyarat yang diberikan oleh Gavino, akhirnya George tahu, jika di peralatan makan mereka ini, ada penyadap.


Jadi setiap ada tamu yang baru saja datang, terutama yang datang dari luar negeri, selalu di mata-matai dengan meletakkan alay sadap di peralatan makan mereka.


Mereka, pihak hotel curiga, jika tamu-tamu yang datang itu adalah yang orang-orang yang sedang mengincar Bos besar mereka. Yaitu Thomas Bryan.


Maka dari itu, sebisa mungkin Gavino tidak bicara soal apapun, termasuk dengan hal-hal yang biasa mereka bicarakan jika sedang ada di rumah.


Jika sudah melewati acara makan untuk pertama kalinya, pihak hotel tidak akan menyadap lagi, jika dirasa tamunya itu adalah orang-orang biasa, dengan kepentingan yang justru menguntungkan bagi pihak hotel.


Beberapa saat kemudian, di saat semua peralatan makan dan sisanya diangkut oleh petugas hotel, Gavino bernafas lega.

__ADS_1


"Huhfff... untung Paman tidak terus menerus bertanya apa, apa, dan apa lagi."


Gavino mengacungkan dua jari jempolnya pada George, yang bisa diajak untuk bekerjasama dengannya secara cepat. Meskipun George hampir saja hilang kendali dan marah-marah pada Gavino.


"Sorry Gavin. Aku tidak tahu, jika keamanan mereka sejauh itu."


Dia merasa menyesal, karena telah menuduh tuan mudanya itu aneh dan bersikap kasar padanya. Sedangkan dirinya tidak melakukan kesalahan apa-apa pada tuan mudanya itu.


Sebenarnya, Gavino ingin mengatakannya pada George, tapi waktunya memang tidak ada lagi. Dengan adanya dia yang sering melamun sendiri. Sehingga lupa untuk memberikan penjelasan dan keadaan, yang harus mereka berdua lewati sejak berada di hotel ini.


*****


Beberapa jam sebelum tiba di hotel, dalam diam nya di dalam taksi, Gavino mengaktifkan sistem mafia miliknya. Untuk mengetahui bagaimana keadaan keamanan yang digunakan di hotel ini. Hotel milik seseorang yang punya banyak kekuasaan.


( Ting )


( Selamat pagi Good Father )


'Aku butuh informasi tentang keamanan yang digunakan di hotel tersebut.'


( Ting )


( Pencarian dilakukan )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai dengan selesai menjadi 100%.


( Ting )


( Informasi di dapatkan )


Dan begitulah kira-kira tadi, Gavino bersikap aneh dan tidak diketahui oleh George. Jika dia hanya sedang berakting saja.


Agar alat sadap yang ada di peralatan makan tidak menangkap sesuatu, yang membuat mereka dicurigai. Bagi mereka yang sedang menjalankan tugasnya, dan itu adalah pekerjaan mereka.

__ADS_1


"Hum... baiklah. Aku tidak jadi marah padamu." ujar George pasrah.


__ADS_2