
..."Gavin, Aku serius mau tanya. Mobil ini dari Kamu kan?"...
..."Kok Aku?"...
Lorenzo menebak, jika mobil yang dikirim ke alamat rumahnya adalah pemberian temannya itu.
Tapi tentu saja, Gavino pura-pura tidak tahu. Dia justru balik bertanya pada Lorenzo, kenapa harus dia yang mengirimnya hadiah mobil.
..."Gavin. Aku serius ini."...
..."Eh, aku juga serius. Emang mobilnya bagus ya? Wah selamat ya!"...
..."Huhfff..."...
Klik!
Senyuman terbit di bibir Gavino. Dia merasa senang, karena bisa membuat Lorenzo senang. Meskipun harus dengan cara seperti ini.
Dia hanya tidak mau jika, Lorenzo tahu. Jika mobil yang dikirim ke alamat rumah Lorenzo itu memang hadiah darinya.
Sekarang, Gavino baru keluar dari dalam mobil. Di saat seorang maid datang menyambutnya.
"Tuan muda," sapa maid tersebut dengan menundukkan kepalanya hormat.
Dengan cekatan, maid tersebut mengambil alih tas sekolah milik Gavino. Kemudian membawakannya masuk ke dalam rumah. Sedangkan Gavino sendiri, berjalan didepan terlebih dahulu.
"Tuan muda mau dimasakin apa?" tanya maid yang lain, yang berdiri di depan pintu dapur. Dengan menunduk hormat juga pada Gavino, yang baru mau melintas.
"Mama dan papa belum pulang?"
"Belum tuan muda. Tadi memberi kabar, jika masih ada di kantor notaris."
Maid yang satunya lagi, yang baru saja datang, memberikan laporan. Dia adalah ketua maid di rumah Gavino.
Kehidupannya yang baru ini, memang jauh berbeda dengan kehidupannya yang dulu. Tapi tentu saja, semua ini adalah pengaruh besar dari sistem mafia yang dia miliki.
Aura Gavino di luar sekolah, sangat berbeda. Jika sedang berperan sebagai seorang siswa di sekolahnya, dan juga bergaul dengan teman-temannya.
Sekarang, Gavino sudah masuk ke dalam kamarnya. Sedang maid yang membawakan tas miliknya, masuk ke dalam kamar yang ada disebelahnya. Karena di kamar tersebut, adalah ruangan belajar dan perpustakaan di rumah Gavino.
Gavino langsung membuka sepatu. Dia merebahkan tubuhnya terlebih dahulu, di atas tempat tidurnya.
"Huhfff..."
Matanya terpejam. Dia ingin melupakan semua ancaman yang tadi pagi dia terima. Bukan karena merasa takut. Tapi lebih kepada rasa sayang, karena harus menyia-nyiakan waktu dan tenaga mudanya. Hanya untuk sekedar meladeni mereka, yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan dan waktu dengan baik.
Drettt drettt drettt!
Handphone miliknya bergetar. Gavino merogoh kantong celananya, untuk melihat siapa yang saat ini sedang menghubungi dirinya.
Ternyata itu adalah telpon dari papanya, Giordano.
..."Halo Pa."...
..."Sudah ada di rumah?"...
..."Iya sudah Pa. Bagaimana urusan ijin kiosnya Pa?"...
__ADS_1
..."Semuanya sudah selesai. Ini kami mau ajak Kamu untuk datang ke restoran, yang ada di depan kios kita. Ada pengacara dan notaris juga. Ini untuk merayakan keberhasilan ijin yang bisa diurus dengan cepat."...
..."Baiklah Pa. Gavin bersiap terlebih dahulu."...
..."Baiklah. Papa tunggu ya!"...
..."Siap Pa!"...
Klik!
Dengan segera, Gavino berjalan menuju ke arah pintu kamar. Dia keluar untuk mencari kelapa maid.
Tet!
Karena besarnya rumah miliknya, pasti tidak mudah menemukan seseorang. Dia memasang alat di dekat pintu kamarnya, untuk memangil kepala maid.
Benar saja, tak lama kemudian kelapa maid datang padanya. "Anda perlu bantuan Tuan muda?" tanya maid tersebut dengan sopan.
"Aku ada acara dengan papa dan mama di luar. Bilang pada maid koki, tidak usah memasak makanan untuk kami. Tapi tetap masak untuk makan malam kalian semua."
"Baik Tuan muda."
Setelah itu, kepala maid kembali. Sedangkan Gavino masuk ke dalam kamar. Dia segera pergi mandi. Untuk bersiap-siap datang ke restoran, yang sudah diberitahukan oleh papanya tadi.
*****
Di rumah Lorenzo.
Dia masih tidak percaya begitu saja, dengan jawaban yang diberikan oleh temannya saat di telpon.
"Ini pasti kerajaan Gavino. Tapi... dia kan sekolah. Dari surat-surat pengantar, tidak ada satupun yang atas nama Gavino."
Lorenzo masih ragu, jika mobil yang sekarang ini ada di depan rumahnya memang ditujukan untuknya.
Tapi begitu dia ingat lagi dengan pertanyaan candaan Gavino, dia memang yakin. Jika mobil tersebut memang sengaja dikirim oleh Gavino untuknya.
"Tapi... kapan Gavino mengurusnya? Bahkan pengirimnya juga tepat pada saat Aku tiba di rumah."
"Sedangkan seharian tadi, Gavino ada di sekolah bersamaku juga. Aku pulang bersama dengan Dante, dia juga masih ada di perkirakan sekolah."
"Jika Aku mampir ke bengkel, itupun hanya lima menit. Tidak mungkin Gavino bisa mengurus segala sesuatunya hanya dalam waktu singkat seperti itu."
"Apalagi, Gavino juga dalam keadaan berada di jalan menuju pulang ke rumahnya."
Pertanyaan demi pertanyaan, masih menjadi misteri bagi Lorenzo. Dia memang tidak yakin, jika ini semua adalah kerjaan temannya itu.
Tapi dia juga kembali berpikir bahwa, Tidka ada orang lain yang bisa melakukan semua ini. Jika itu bukan Gavino.
"Ah bodoh ah... Yang penting sekarang Aku punya mobil. Yeee..."
Akhirnya Lorenzo tidak mau lagi banyak berpikir. Dia tetap berterima kasih pada orang yang sudah memberinya hadiah mobil ini. Meskipun dia tidak tahu, siapa orangnya.
"Thanks God. Tolong berkati dia yang sudah berbuat baik padaku ini."
Begitulah Lorenzo berdoa kepada Tuhan, untuk orang yang sudah memberinya hadiah. Hal yang tidak pernah dia sangka-sangka sebelumnya.
*****
__ADS_1
Gavino sudah ada di jalan menuju ke restoran yang ditentukan papanya. Dia bersama dengan supir, yang merupakan asisten juga jika sedang berada di luar lingkungan sekolah.
Tiba-tiba ada pesan yang masuk, jika papanya sedang kecelakaan bersama dengan mamanya.
Dan nomor itu tidak dia kenali.
Tapi pada saat dia menghubungi nomor tersebut, tidak bisa. Nomornya tidak aktif, setelah mengirim pesan pada Gavino.
Sedangkan nomor papanya juga tidak bisa dia hubungi sekarang ini.
"Benarkah? kenapa tidak ada kabar dari mana ataupun papa sendiri." Gavino bergumam di tempat duduknya, dengan panik.
"Ada apa Tuan muda?"
"Tidak ada apa-apa. Terus saja jalan." Gavino tidak mau membuat supir tegang, saat mendengar jawaban yang benar. Jika dia mengatakan hal yang sesungguhnya.
Sekarang Gavino diam, untuk mengaktifkan sistem informasi. Dia ingin tahu, di mana papa dan mamanya sekarang ini berada.
'Sistem informasi aktif.'
( Ting )
( Sistem informasi diaktifkan )
'Aku ingin tahu, di mana papa dan mama berada saat ini.'
( Pencarian dilakukan )
1%
5%
15%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
95%
100%
( Ting )
( Pencarian selesai )
Terlihat dengan jelas keadaan papa dan mamanya, yang saat ini sedang duduk di sebuah restoran. Yang tadi memang sudah menjadi tujuan Gavino.
__ADS_1
Sekarang Gavino tersenyum miring. karena pesan yang dia terima hanya sebuah gertakan dan jebakan saja.
Handphone milik papa dan mamanya, sedang lowbat. Dan mereka berdua berpikir jika tidak perlu mengisi daya baterai ponselnya. Sebab tak lama lagi, anaknya juga akan datang untuk bertemu dengannya di restoran ini.