Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Rencana Besar


__ADS_3

Sekitar pukul 09.00 pagi, Gavino sampai di rumah sakit. Dia tidak mendapatkan laporan apa-apa dari anak buahnya, karena mereka memang tidak perlu membuat atau pun memberikan laporan. Sebab, Robert juga dalam keadaan baik-baik saja, dan tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan.


Untuk perawat yang dikejar semalam, justru bunuh diri di sebuah jembatan layang. Yang berjarak tidak jauh dari rumah sakit tersebut.


Akhirnya anak buahnya king Black, melaporkan pada dua penjaga yang menjaga Robert. Jika mereka tidak bisa memberikan keterangan apapun terkait perawat tersebut, karena pada kenyataannya, perawat tersebut justru sudah tewas terlebih dahulu.


Akhirnya dua menjaga Robert, juga meminta pada pihak rumah sakit, untuk diam saja. Dan tidak memberitahukan hal ini pada Gavino. Karena menurut mereka, l yang terpenting Robert dalam keadaan aman dan tidak terjadi suatu pada paman Tuan Muda mereka.


Untungnya, Gavino juga tidak menaruh curiga. Apalagi sistem juga tidak memberikan informasi apa-apa tentang kejadian semalam. Dua penjaga yang ditugaskan, juga tidak memberikan laporan apapun. Sehingga dia tak perlu mencurigai apapun . Karena pada kenyataannya, dia bisa melihat bahwa, Robert dalam keadaan baik baik saja .


"Apa ada yang Kamu keluhkan Robert?


Gavino bertanya pada Robert, yang baru saja selesai menikmati makan paginya. Di saat dia baru saja datang.


"Hai Gavin! Sini, duduk sini!"


Robert menyapa Gavino yang baru datang, kemudian memintanya duduk di bangku yang ada di dekat ranjang pasiennya.


Dengan tersenyum, Gavino mengikuti ajakan Robert. Untuk duduk dan melihat bagaimana keadaan dirinya saat ini, yang sepertinya terlihat jauh lebih segar.


"Apa Kamu tidak pergi ke kampus, atau ke rumah gadismu?" tanya Robert, setelah Gavino duduk.


"Aku ada kelas nanti siang, makanya Aku sempatkan ke sini dulu," ujar Gavino, menerangkan alasannya pagi-pagi datang ke rumah sakit.


"Kamu sendiri, apa yang Kamu rasakan? Apa lebih baik?" Sekarang Gavino bertanya pada Robert, tentang keadaan luka-lukanya.


"Ya, seperti yang Kamu lihat sendiri. Aku jauh lebih segar, dan tentunya Aku juga sudah lebih baik," sahut Robert dengan merentangkan kedua tangannya, menunjukkan bahwa dia benar-benar sudah lebih baik.


Robert tidak sepenuhnya berbohong, karena dia memang merasa jauh lebih baik daripada kemarin. Meskipun sebenarnya dia sudah diminta untuk bisa bekerja sama, dengan dua penjaganya semalam. Supaya bisa menjaga ucapannya, agar tidak memberitahu Gavino soal penyerangannya semalam. Karena hal itu juga bukan kesalahan mereka berdua apalagi penyerangnya juga sudah dinyatakan tewas bunuh diri, terjun dari jembatan layang.


Dan Robert mau melakukan kerjasama itu karena, dia merasa beruntung dan berterima kasih pada keduanya juga. Yang sudah menjaganya selama ini. Karena jika dia sampai mengadu pada Gavino, itu akan berimbas pada dua penjaga tersebut. Karena Gavino bisa memberikan hukuman atau bahkan akan membunuh mereka berdua. Seandainya Gavino sampai mengetahui kelalaian mereka dalam menjaga Robert semalam. Dan Robert sendiri tidak mau, jika hal itu sampai terjadi.


Dengan demikian, Robert tidak perlu khawatir dengan kedua penjaga tersebut. Dan juga keselamatan dirinya juga. Karena penjaga-penjaga tersebut, akan tetap mau menjaga dan menemaninya dengan baik.


Akhirnya Gavino dan Robert membicarakan banyak hal, yang ada di kios dan warabala Giordano dan Mirele. Dan membicarakan tentang rumah serta aktifitas sehari-hari di rumah Gavino.

__ADS_1


Setelah pukul 01.00 siang, Gavino pamit untuk pergi ke kampus. Karena tidak ada kelas pada pukul setengah dua siang.


"Ok hati-hati ya di jalan!"


"Siap Paman Robert!" sahut Gavino, dengan tangannya seperti orang yang sedang hormat pada saat pengibaran bendera.


Dengan demikian, Robert tertawa-tawa sambil menggelengkan kepalanya.


Gavino akhirnya pergi dari rumah sakit, menuju ke kampusnya. Dan dia tidak perlu menjemput Gress ke rumah Thomas Bryan, sebab Gress udah berangkat dari pagi ke kampus.


Tapi di jalan, Gavino mendapatkan telpon dari nomor yang tidak dikenal. Sehingga dia harus segera menerimanya, dengan menggunakan alat khusus. Yang tidak mengharuskan dirinya memegang ponsel.


Tanpa basa-basi, Gavino langsung bertanya pada penelpon tersebut.


..."Siapa?"...


..."Aku ingin bertemu denganmu sore nanti jam 05.00. Tempatnya akan Aku tentukan, dan kirimkan 15 menit sebelum jam 05.00 sore."...


..."Siapa Kamu mau memberiku perintah?"...


..."Hai, Aku..."...


Tuttt...


Panggilan telpon tersebut tertutup secara sepihak. Karena orang yang menelponnya, tidak mau memberikan jawaban dan juga penjelasan yang lebih detail. Agar Gavino tidak penasaran lagi.


"Sialll! Siapa sih?"


Dugh!


Dengan geram, Gavino memukul setirnya sendiri karena merasa kesal.


"Hhh..."


Akhirnya Gavino membuang nafas panjang, dan tidak mau ambil pusing. Karena dia harus segera tiba di kampus, sebelum setengah dua siang. Sebab jam kelasnya ada di pukul setengah dua siang tepat.

__ADS_1


*****


Di tempat lainnya.


Verdi dan Cardi, sedang membicarakan tentang rencana mereka bersama dengan beberapa orang anak buahnya Verdi.


Mereka semua, sedang merencanakan untuk membuat Gavino hancur untuk selamanya. Sehingga tidak ada lagi yang akan menjegal langkah-langkah yang mereka lakukan di dunia hitam, sama seperti yang dulu dilakukan oleh king Black. Sebelum dipengaruhi oleh Gavino.


"Tapi, topeng khusus ini ada tiga jenis. Dan masing-masing ini adalah orang-orang yang terdekat dengan si bren9s3k Gavino. Ini akan mengecek dirinya dan tidak mengenali lawan maupun kawan."


Cardi bersama dengan anak buahnya, mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh Verdi dengan seksama. Karena dia adalah orang yang memberikan instruksi dalam rencana ini. Sebab, semuanya sudah disusun sebaik mungkin, termasuk apa saja yang mereka butuhkan.


Jadi, Cardi dan yang lainnya hanyalah sebagai pelaku dari rencananya Verdi.


Setelah berunding, mereka sudah menemukan kesepakatan. Bagaimana dengan rencana yang akan mereka lakukan, agar bisa menaklukkan Gavino.


Tak lama kemudian, masing-masing membubarkan diri untuk melakukan kegiatan mereka seperti biasanya.


Sama halnya dengan Verdi, yang kembali ke laboratorium mini miliknya.


"Aku akan menunggu waktu kehancuran mu Gavino, dan itu tidak akan lama lagi. Hahaha..."


Verdi tertawa-tawa senang, dengan melihat semua topeng hasil dari penelitiannya beberapa waktu terakhir ini.


"Setelah Aku bisa mengalahkan mu, maka king Black juga tidak akan punya alasan untuk tidak takluk padaku. Hemmm... Aku akan menguasai seluruh daratan eropa. Hahaha..."


Membayangkan kemenangan yang akan dia raih, Verdi kembali tertawa terbahak-bahak. Karena sudah tidak sabar dengan kemenangan yang dia impikan.


*****


Di kampus, pukul 04.00 sore.


Gavino sudah was was, dengan pesan yang akan diterimanya nanti, dari penelpon yang tidak dikenal tadi siang.


"Apa yang sebenarnya dia inginkan?" tanya Gavino pada dirinya sendiri. Yang tentunya tidak bisa dia jawab juga.

__ADS_1


__ADS_2