Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Tetap Waspada


__ADS_3

Sebenernya, tadi waktu baru masuk ke ruangan ini, begitu keluar dari lift, Gavino dan George sudah diperiksa begitu ketat. Tidak ada yang terlewat dari pemeriksaan.


Seluruh tubuhnya diperiksa satu-persatu oleh anak buahnya Thomas Bryan. Tidak boleh ada handphone atau apapun itu, yang mereka bawa ke dalam kamar.


Mereka harus meletakkan handphone mereka, dan juga dompet serta yang mereka bawa di atas meja dekat pintu masuk. Yang bawa hanya pakaian mereka yang melekat di tubuh masing-masing.


Tangan anak buahnya Thomas Bryan sangat teliti dalam melakukan pemeriksaan. Setiap jengkal tubuh Gavino diraba. Begitu juga dengan George yang sedang menyamar sebagai seorang waria.


Jadi, meskipun risih dengan pemeriksaan yang dilakukan, hal itu harus bisa mereka lewati, agar semua rencana mereka berdua tidak ketahuan dan bisa berjalan dengan baik.


Pada saat George di minta untuk kembali, handphone Gavino juga di serahkan kepadanya. Di bawa George juga.


Untung saja, alat komunikasi khusus tersebut tidak diketahui oleh anak buahnya Thomas Bryan saat pemeriksaan.


Mereka tidak tahu jika ada alat komunikasi transparan belakang punggung Gavino, karena bahannya sangat tipis dan transparan. Bahkan tidak terlihat, karena sama seperti kulit. Lebih tepatnya menang tidak terlihat dari penglihatan mata biasa.


Semua ini sudah dirancang George, untuk keamanan mereka. Apalagi setelah itu, Gavino ada di dalam sarang macam tanpa dirinya, dan handphone agar bisa menghubungkan keduanya.


Sekarang Gavino masih ada di dalam ruangan khusus, menunggu kedatangan Thomas Bryan atau king Black. Dia mengaktifkan sistemnya untuk meminta bantuan, agar misinya kali ini berhasil.


( Ting )


( Selamat malam Good Father )


'Aku mau mendapatkan kekuatan sistem, yang bisa Aku gunakan untuk menghadapi king Black nanti.'


( Ting )


( Kekuatan Good Father sudah bertambah )


( Good Father harus bisa mengunakan kekuatan sistem dengan sebaik mungkin


'Tubuh bagian mana yang menjadi titik lemah dari seorang king Black?'


( Ting )


( Titik lemah king Black sama seperti laki-laki pada umumnya )


'Bagian itu nya?'


( Ting )

__ADS_1


( Benar Good Father )


( Tapi harus tetap berhati-hati )


( Matanya sangat jeli, jadi dia bisa memperhatikan bagaimana pergerakan lawan dengan sangat baik )


'Baiklah.'


( Ting )


Sekarang Gavino lebih tenang. Dia sudah memiliki kekuatan dan tahu bagian tubuh mana yang menjadi titik kelemahan seorang king Black. Agar dia bisa melumpuhkan king Black tanpa ada kegaduhan di luar sana.


"Aku harus bisa keluar dari sini apapun yang terjadi," pikir Gavino. Meskipun dia juga harus berpikir, bagaimana caranya agar bisa keluar tanpa dicurigai oleh orang-orang king Black.


"Tapi apa mereka tidak curiga ya jika Aku keluar dalam keadaan utuh, tanpa ada luka sedikitpun? masa iya Aku harus melukai diriku sendiri?"


Gavino bimbang atas apa yang akan dilakukan nanti, di saat selesai melumpuhkan king Black. Tapi dia mencoba untuk memikirkannya lagi, di saat nanti berhadapan dengan king Black secara langsung.


"Aku akan berpikir cepat nanti. Baiklah aku sudah siap!"


Tak lama kemudian Thomas Bryan datang, tanpa terdengar adanya suara orang yang sedang membuka pintu kamar.


Seorang laki-laki setengah baya, bertepuk tangan begitu memasuki kamar yang ditempati Gavino saat ini.


Tentu saja ini membuat Gavino terperanjat, karena dia memang tidak mendengar suara pintu yang dibuka. Dan lagi, pintu yang tadi dia masuki masih dalam keadaan tertutup.


"Hemmm... mangsa yang tampan dan fresh. Sepertinya aku belum pernah melihatmu. Siapa namanya tampan?"


Gavino sadar, siapa yang datang dan ada di hadapannya saat ini. Dia adalah Thomas Bryan, alias king Black.


"Aku Gavino Tuan."


"Iya-iya, Kamu lebih menggiurkan dari yang hanya ada di dalam foto. Aku akan sangat puas malam ini, hahaha..."


'Dia tidak terlalu buruk. Secara fisik, bagaimanapun juga di adalah seorang pengusaha sukses. Jadi bisa menjaga tubuhnya, sebagaimana yang diinginkan. Olah raga rutin, makanan yang sehat, kesehatan yang terjamin. Semua sudah tersedia. Dia hanya tinggal membentuk tubuhnya saja. Bisa memerintah anak buahnya untuk melakukan apa-apa.'


'Tapi aku tidak pernah berfikir, bagaimana bisa dia menyembunyikan anak-anaknya dengan sangat baik. Bahkan orang-orang terdekatnya banyak yang tidak tahu. Mungkin hanya sebagian kecil saja yang tahu akan hal itu. Karena demi keselamatan mereka juga.'


Gavino membatin, dengan memperhatikan setiap gerak-gerik king Black.


"hahaha... anak muda, bagaimana? Apa apa kamu grogi?" tanya Thomas Bryan, berjalan menuju ke arah tempat duduk Gavino.

__ADS_1


"Ya tentu saja Aku sangat grogi. Maaf Tuan, karena ini yang yang pertama kalinya bagiku," jawab Gavino, yang disambut gelak tawa dan senyum miring di bibir Thomas Bryan.


'Tapi ini juga untuk yang terakhir kalinya,' sambung Gavino, yang hanya bisa mengatakannya dalam hati.


"Tidak perlu sungkan anak muda. Aku pasti akan mengisi rekening mu dengan jumlah yang sangat besar, jika Kamu bisa membuatku puas. Aku lihat, Kamu pasti bisa, secara badanmu sangat bagus. Wajahmu juga tampan, masih sangat muda. Sangat cocok dengan seleraku. Hahaha..."


Thomas Bryan kembali tertawa-tawa senang, setelah menilai keadaan fisik Gavino.


"Tapi apa Tuan benar-benar menginginkan saya? bukan untuk dibuat mainan?" tanya Gavino terus terang.


"Hahaha... Kamu mendapat info itu dari mana? mendengarnya dari mana?" kejar Thomas Bryan mengajukan pertanyaan.


"Aku tidak sama seperti yang mereka bayangkan, bicarakan dan mereka pikirkan. Aku adalah orang yang sangat lembut saat bercinta. Ayolah, Kamu pasti akan terbuai dengan permainanku dan ketagihan setelah ini. Hahaha..."


Gavino tersenyum mendengar perkataan Thomas Bryan, yang seakan-akan memuji dirinya sendiri. Dengan mengatakan bahwa dia adalah orang yang hebat saat bercinta.


'Cihhh! Dasar otak gak beres!' umpat Gavino yang hanya bisa dia ucapkan dalam hati.


"Kita minum dulu sebentar ya! Aku ambilkan minum, Kamu pasti akan menikmatinya."


Thomas Bryan berjalan ke arah rak, dimana ada beberapa jenis minuman dalam botol, juga kemasan obat-obatan dan suntik.


Gavino tahu jika itu bukanlah minuman atau obat biasa. Itu semuanya ada pengaruh dan efeknya yang tidak biasa, karena sudah diracik sedemikian rupa, oleh orang-orangnya.


Efek samping dari obat dan minuman itu adalah menghilangkan kesadaran manusia yang memakainya.


Gavino memperhatikan bagaimana cara Thomas Bryan menuang minuman tersebut ke dalam dia gelas yang dia sediakan sendiri.


Setelah selesai, Thomas Bryan menyerahkan satu gelas minuman, yang sudah di campur dengan obat ke dalamnya.


Bukan hanya satu gelas yang diberikan kepada Gavino saja, karena satu gelas yang lain, yang masih dipegang Thomas Bryan juga sama seperti yang dipegang Gavino.


"Minumlah! Aku tidak akan mencelakai mu. Lihat, Aku juga minum ini." Thomas Bryan mencoba untuk menyakinkan Gavino yang dia pikir sedang meragukan pemberiannya itu.


"Terima kasih Tuan. Tapi saya sudah penuh ini perutnya. Tadi sudah minum banyak di bawah sana." Gavino berusaha untuk menolak gelas yang diberikan oleh Thomas Bryan padanya.


"Tidak-tidak. Ini adalah sesuatu yang harus Kamu minum, agar kita bisa menikmatinya bersama-sama. Jika hanya aku itu tidak adil."


"Kamu tahu, Aku tidak pernah melakukan hal ini pada orang lain. Biasanya, hanya orang itulah yang Aku beri minuman ini. Tapi saat ini, entah kenapa Aku juga ingin minum juga bersamamu. Ayo minum! Pesona mu mengalahkan kebiasaan ku itu."


Mendengar perkataan yang diucapkan oleh Thomas Bryan, membuat Gavino lebih waspada lagi. Karena dia tidak mau terpengaruh dan masuk ke dalam jebakan yang bisa saja sudah ada di depan matanya.

__ADS_1


__ADS_2