Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Sudah Diatur


__ADS_3

Penangkapan kepala pelayan, membuat Madalena sedikit bingung. Dia tidak tahu, apa dan bagaimana bisa kepala pelayan melakukan semua ini pada keluarganya. Yang notabene adalah tempatnya bekerja.


Kepala pelayan sudah sangat lama, bekerja dengan papa dan mamanya Madalena. Itulah sebabnya, dia dipercaya oleh orang tuanya Madalena. Untuk mengatur semua pekerjaan dan para pekerja serta maid di rumahnya.


"Benar Nona muda. Tadi, ada pihak kepolisian yang menelpon ke rumah. Dan memberikan penjelasan kabar tersebut."


"Tapi bukan hanya kepala pelayan saja Nona. Ada pengacara dan notaris keluarga Nona yang ikut ditangkap juga."


Jawaban dan penjelasan yang diberikan oleh maid yang ditanya, membuat Madalena semakin kaget. Bagaimana mungkin, mereka bertiga tega melakukan persekongkolan untuk melakukan semua kejahatan di rumahnya ini.


Dengan cara licik mereka, membuat papanya yang sedang down secara mental, semakin depresi. Sehingga berbuat apa-apa yang diluar kebiasaannya seperti kemarin itu.


"Kakak-kakak yang ada di luar negeri bagaimana?" tanya Madalena bingung.


Dia memikirkan apa yang akan terjadi nanti, pada kedua kakaknya. Karena saat ini, ke dua kakaknya sedang kuliah di luar negeri. Dan tentunya butuh uang yang cukup banyak. Untuk kehidupan dan pendidikan mereka di sana.


Dari arah pintu utama, datang seseorang yang belum mereka kenal.


"Selamat malam."


"Perkenalkan, nama Saya Robert. Saya di tunjuk langsung oleh pihak negara, untuk mengurus perwalian Anda Nona Madalena."


Madalena dan maid, saling pandang tanpa bisa mengeluarkan suara apa-apa. Mereka berdua belum paham dengan situasi yang ada di rumah ini.


Akhirnya Robert, yang mengaku sebagai wali untuk Madalena dan kakak-kakaknya, memberikan penjelasan. Tentang tugas baru yang dia miliki ini. Karena dia juga tidak tahu, dari mana asalnya. Tiba-tiba surat tugas untuknya datang langsung dari instansi pemerintah.


Ini karena kasus keluarga Madalena, sudah masuk ke dalam laporan negara. Jadi, pihak pemerintah mengambil alih perwalian anak-anak dari seorang ahli seperti papanya Madalena.


Tugas wali tersebut, memberikan perlindungan terhadap anak-anak yang ditunjuk. Dengan mengelola aset keluarga dari anak-anak tersebut, sampai mereka berusia dewasa. Atau ada pihak keluarga yang bisa mengambil alih.


Sedangkan untuk gaji mereka, negara yang akan bertanggung jawab.


Untuk kasus Madalena, wali tersebut hanya bersifat sementara waktu saja. Karena dia akan mengendalikan semua tangung jawabnya sebagai seorang wali, jika papanya Madalena sembuh.


Atau, dua kakaknya Madalena sudah kembali ke Italia lagi. Karena untuk saat ini, hanya ada Madalena yang ada di rumah.


Mendengar perkataan dan keterangan yang diberikan oleh Robert, Madalena bisa bernafas lega.

__ADS_1


Begitu juga dengan maid yang masih bisa tetap bekerja di rumah ini. Karena kekayaan keluarga Madalena masih sangat banyak, dengan beberapa saham yang mereka miliki di beberapa perusahaan besar di kota ini.


*****


Di rumah Gavino.


( Ting )


( Sistem informasi selesai )


Gavino ikut merasa lega, setelah melihat semua informasi terbaru mengenai Madalena.


Dia memang membantu Madalena, tanpa disadari oleh siapapun. Termasuk Madalena sendiri.


Bahkan Bianca, yang dia mintai tolong untuk kasus papanya Dika. Hanya sebatas itu saja. Karena setelahnya, Gavino hanya diam. Dan tidak lagi membicarakan tentang keluarga Madalena pada Bianca.


Tok tok tok!


"Gavin. Ayok makan dulu Sayang!"


Dari luar kamar, Mirele mengetuk pintu dan memanggil nama anaknya. Dia ingin mengajak anaknya itu untuk ikut makan malam bersama dengan papanya juga.


Pintu kamar di buka dari dalam. Tampak Gavino yang tersenyum melihat ke arah mamanya.


"Kita makan malam dulu yuk!" ajak Mirele, dengan mengelus rambut anaknya itu.


Hal yang sangat disukai oleh Gavino di masa kecilnya. Karena hanya kasih sayang mamanya, Gavino bisa melalui semua kesulitan yang dia hadapi selama ini.


"Iya Ma."


Bersisian mereka berdua berjalan menuju ke meja makan. Di sana, Giordano sudah duduk menunggu.


"Maaf Pa. Gavin malah mengabaikan waktu makan malam bersama kita," ucap Gavino, begitu dia sampai di meja makan.


Giordano hanya mengangguk dan tersenyum, mendengar perkataan yang diucapkan oleh anaknya.


Sekarang, dia tidak lagi bekerja kasar sebagai kuli bangunan atau permintaan orang-orang. Tapi, sudah membuka kios besar, di pusat kota. Mirip dengan sebuah mini market, yang dikelola bersama dengan istrinya, Mirele.

__ADS_1


"Bagaimana sekolah Kamu Gavin?"


"Gavin baik-baik saja Pa."


"Ayo kita mulai makan malam nya. Untuk bicara hal yang lain, bisa dilakukan nanti setelah makan ya," ujar Mirele, mengingatkan pada anak dan suaminya.


Gavino dan Giordano, mengangguk mengiyakan perkataan Mirele.


Dan akhirnya, mereka bertiga mulai makan malam, dengan hidangan yang disajikan oleh maid di rumah mereka ini.


Setelah beberapa saat kemudian, mereka sudah selesai dengan acara makan malam. Kemudian duduk-duduk di ruang tengah untuk berbincang-bincang.


"Papa. Bagaimana kios Papa? Apa perlu tambahan ruangan atau barang-barang baru untuk dijual?" Gavino bertanya pada papanya, memulai pembicaraan mereka bertiga.


"Sepertinya belum Gavin. Tapi, apa perlu ya kita daftarkan kios kita ini, untuk menjadi usaha waralaba. Sama seperti yang ada di mall-mall besar."


Gavino hanya diam, memikirkan apa yang baru saja disampaikan oleh papanya.


"Bagaimana Gavin? Tapi jika di rasa belum saatnya, kita bisa menundanya untuk beberapa waktu ke depan. Karena mendaftarkan tempat usaha seperti waralaba itu juga butuh biaya yang tidak sedikit."


Giordano berbicara lagi, untuk menenangkan hati anaknya. Dia tidak mau jika, anaknya itu menjadi kepikiran tentang perkataannya yang tadi.


Dia tidak mau itu menjadi beban bagi anaknya. Karena kios yang dia kelola, semua modalnya juga dari Gavino.


Giordano hanya sebatas melakukan pengelolaan saja, bersama dengan istrinya.


Kios itu dibeli Gavino, karena melihat papa dan mamanya yang sering melamun di rumah. Mereka berdua tidak ada pekerjaan, yang bisa mereka lakukan, sama seperti waktu ada di rumah lama mereka.


Karena di rumah besar Gavino ini, semua pekerjaan rumah dikerjakan oleh para pekerja dan maid. Ada tugas untuk masing-masing, sehingga tidak ada yang saling iri.


Giordano dan Mirele, juga tidak pernah lagi bertanya pada anaknya. Dari mana asal uang dan kekayaan yang dimiliki sekarang ini.


Gavino sendiri yang memberitahu kedua orang tuanya itu, agar mereka berdua bisa tenang dan tidak curiga. Jika Gavino ikut dalam kelompok-kelompok yang sering kali berbuat onar. Atau terlibat dalam penjualan obat-obatan terlarang.


Hal ini sering kali terjadi, di mana ada seorang pemuda yang akhirnya ditangkap oleh polisi. Karena terbukti sebagai pengedar atau kaki tangan bandar narkoba.


"Syukurlah jika Kamu tidak ikut-ikutan pergaulan yang bebas dan tidak benar Gavin. Ibu hanya tidak mau, jika Kamu salah langkah Sayang."

__ADS_1


Begitulah kira-kira, pesan dan nasehat yang diberikan oleh Mirele pada Gavino.


Karena sebagai seorang ibu, dia tentunya hanya menginginkan yang terbaik bagi anaknya.


__ADS_2