Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Bos Bengkel


__ADS_3

Di tempat yang lain.


Gavino memerintahkan king Black, untuk menugaskan pengawal bayangan untuk Gress. Anak dari Thomas Bryan sendiri.


Sedang untuk Bianca, Gavino meminta ijin pada Dante, untuk menempatkan lima orang pengawal, atau bodyguard. Yang akan berjaga di rumahnya Dante. Sebab Bianca ada di rumahnya.


Dante sudah menyetujui dan memberikan ijin kepada Gavino. Demi keamanan dan keselamatan Bianca sendiri.


Apalagi, dia juga tidak tahu jika, Alano sudah tiada di tangan anak buahnya Gavino.


"Lakukan saja apa yang menurutmu terbaik Gavin. Aku ikut aja."


Setelah dapatkan ijin dari Dante, Gavino meminta pada king Black, untuk menyiapkan lima orang terbaik. Untuk ditempatkan menjaga sebuah rumah, tanpa menyebutkan rumah siapa yang akan di jaga.


Dan king Black sendiri tidak mempermasalahkan permintaan Tuan Muda nya itu. Karena dia memang melaksanakan perintah sesuai prosedur yang ada dalam aturan kesatuan mafia miliki mereka.


Setelah semua diurus oleh Gavino, dia segera berangkat menuju ke bengkel mobil Lorenzo.


Dia ingin tahu, bagaimana hasil dari tugas yang dia berikan kepada ketiga preman kemarin secara langsung. Karena dia tidak mau mendapatkan laporan melalui telpon.


Setelah beberapa saat kemudian, Gavino sudah tiba di bengkel mobil Lorenzo.


"Hai Gavin. Pagi sekali," saos Joe, partner Lorenzo yang mengurus semua urusan di bengkel ini.


"Hahaha... Aku hanya ingin mendengarkan langsung hasil laporan yang kemarin."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Gavino, Joe tersenyum lebar. Dia sangat semakin kagum dengan Bos nya ini. Sebab, di usia yang masih sangat muda, Gavino sudah bisa mengurus segala hal.


"Apa Lorenzo sudah datang?"


Gavino bertanya basa-basi pada Joe, karena dia sudah melihat keberadaan mobil Lorenzo yang terparkir di tempat parkir.


"Hai Gavin!"


Sebelum Joe jawab pertanyaan Gavino, Lorenzo muncul dari dalam bengkel. Dia membawa alat pembersih lantai, dengan satu tangan. Sedangkan tangan yang satunya lagi, membawa kain lap.


"Bagaimana yang kemarin?" tanya Gavino tanpa basa-basi.


Dia ingin tahu, bagaimana keadaan yang sudah dilakukan oleh ketiga preman, yang diberikan tugas untuk mengacau balik, orang yang sudah menyuruhnya.


Lorenzo akhirnya menceritakan bahwa, Bos pemilik dua bengkel mobil yang merasa tersaingi, meminta maaf dan minta untuk diampuni.


"Lalu, di mana dia sekarang?" tanya Gavino ingin tahu, bagaimana sosok Bos tersebut.


"Mereka ada di gudang belakang. Ayok!"

__ADS_1


Mendengar laporan dan ajakan Lorenzo kali ini, Gavino tersenyum puas, dengan kinerja ketiga preman kemarin.


Dia mengikuti langkah lorenzo, dengan wajah yang dibuat se_datar mungkin. Dia ingin menunjukkan kepada Bos tersebut, bahwa tidak boleh main-main dengan dirinya maupun lorenzo.


Clek!


Pintu gudang yang ada di belakang bengkel terbuka. Sebuah ruangan yang cukup gelap, yang digunakan untuk menyimpan barang-barang yang belum terpakai, maupun yang sudah tidak terpakai. Tapi masih bisa digunakan kapan-kapan.


Di tengah-tengah ruangan tersebut, ada seseorang yang sedang tidak sadarkan diri dalam keadaan terduduk dan terikat di kursi.


Gavino perhatikan orang tersebut, yang ternyata masih cukup muda. Belum terlalu tua, tapi tidak muda lagi.


Trenggg!


Lorenzo memukul sebuah besi yang ada, tak jauh dari tempatnya berdiri. Sehingga Bos yang tadi seperti sedang tak sadarkan diri, membuka matanya karena merasa kaget.


"Lepaskan Aku!" pinta orang tersebut, dengan tatapan mata yang tajam menusuk.


Tapi itu tidak membuat Gavino maupun Lorenzo menciut. Mereka berdua, justru tersenyum miring. Meremehkan Bos tersebut.


"Mau apa kalian?"


Bos tersebut bertanya, karena dia tidak tahu, siapa dan di mana sekarang ini dia berada.


Dia hanya tahu bahwa, dia diculik oleh ketiga preman yang dia bayar sendiri. Tanpa tahu kejelasan dan alasan preman tersebut menculiknya.


"Kamu tahu, apa kesalahan yang Kamu buat?" tanya Lorenzo cepat.


"Apa maksudmu? Aku tidak mengenal Kamu dan teman Kamu itu." Bos tersebut menyahuti pertanyaan yang diajukan oleh Lorenzo untuknya.


"Heh! Apa Kamu tahu, siapa yang sudah membawamu ke sini?" tanya Lorenzo lagi, dengan memberikan teka-teki kepada Bos tersebut.


Dengan cepat, Bos tersebut menggelengkan kepalanya. Pura-pura tidak tahu.


Plak!


"Kamu pikir Kami bodoh!"


Lorenzo yang merasa geram, menampar Bos tersebut. Karena mengulur-ulur waktu dengan tidak mengakui kesalahannya.


"Hai! kalian tidak tahu, siapa Aku?" bentak Bos tersebut dengan menahan sakit. Akibat tamparan keras yang mendarat di pipinya.


"Aku sangat tahu, siapa Kamu!"


Jawaban Lorenzo yang mengunakan tekanan di setiap kata-katanya, membuat Bos tersenyum tersenyum meremehkan.

__ADS_1


"Jika Kamu tahu siapa Aku, tidak mungkin Kamu berani-beraninya memperlakukan Aku seperti ini!" bentak Bos tersebut dengan amarah yang memuncak.


Dia tidak terima, dengan perlakuan dua orang yang ada di depannya saat ini.


Dia merasa sebagai seseorang yang sudah sukses dan cukup terkenal di kota ini. Jadi tidak mau di remehkan dua bocah yang dia anggap tidak ada apa-apanya.


Tapi anggapan Bos tersebut tentu saja salah besar. Dia tidak tahu, sedang berhadapan dengan siapa saat ini.


"Aku bisa minta tolong pada king Black. Ketua mafia yang menguasai kota Roma ini. Bahkan, dia juga punya banyak anak buah di luar negeri sana."


Sekarang, Gavino melihat dengan mata menyipit. Mendengar perkataan Bos tersebut.


"Kamu..."


"Iya! Aku adalah salah satu anak buahnya king Black!" bentak Bos tersebut dengan bangganya.


Dia tidak tahu jika, salah satu dari pemuda yang ada didepannya saat ini adalah Tuan Muda nya king Black sendiri.


"Baiklah. Sekarang, coba Kamu telpon king Black," pinta Gavino, dengan menekan nomor handphone milik king Black, alias Thomas Bryan.


Melihat nama Tuan Besar king Black di layar handphone miliknya Gavino, Bos tersebut melotot tidak percaya dengan mudah.


Dia tidak pernah menyangka jika, orang yang ada di depannya kali ini, ada hubungannya dengan sang ketua mafia.


"Siapa Kamu sebenarnya?" tanya Bos tersebut, sebelum panggilan telpon yang dilakukan oleh Gavino terhubung dengan king Black sendiri.


"Kamu bisa bertanya pada king Black sendiri nantinya," jawab Gavino datar.


Tut tut tut!


..."Ya Tuan Muda. Ada yang bisa dibantu?"...


..."Apakah Kamu mengenal pemilik dia bengkel mobil yang ada di pusat kota?" ...


King Black tertegun sejenak, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Gavino padanya. Karena dia sangat tahu, siapa pemiliknya


..."Ada apa dengan dia Tuan muda?"...


..."Kamu bisa bertanya sendiri padanya. Aku persilahkan Tuan besar untuk berbicara dengan Bos tersebut."...


Gavino mengarahkan ponselnya ke depan wajah Bos tersebut, supaya bisa bersuara. Untuk bertanya pada king Black sendiri.


..."Halo Bos king Black!"...


..."Hehhh! apa yang Kamu lakukan?"...

__ADS_1


..."Saya, Saya tidak tahu king Black."...


Jawaban yang diberikan oleh Bos tersebut, membuat king Black merasa sangat marah.


__ADS_2