
Di rumah Bianca.
Kamar yang biasanya terdengar lagu-lagu dari alat musik sekarang ini tidak ada. Sepi dan sunyi. Tampak tidak Bianca di dalam kamar tersebut.
Maid yang ingin mengetuk pintu kamar tuan putri nya itu jadi ragu.
"Nona muda ada di dalam kamar tidak ya? kok sepi?" gumam maid tersebut, bertanya pada diri sendiri.
Dia mendapat tugas dari nyonya besar, mamanya Bianca, untuk memanggil anaknya. Supaya ikut makan malam bersama.
"Aku ketuk ajalah. Kalau gak diketuk, gak tahu orangnya di dalam atau tidak." Akhirnya, maid tadi memutuskan untuk tetap mengetuk pintu kamar Bianca.
Tok tok tok!
"Signorina, chiamata dalla grande signora per cenare insieme."
Tok tok tok!
"Nona muda, diminta nyonya besar untuk ikut makan malam bersama."
Tapi dua kali mengetuk pintu dan memanggil nona muda nya, maid tersebut tidak mendengar apapun dari dalam kamar. Bahkan suara orang bergerak pun tidak ada.
"Apa ada sesuatu yang terjadi?"
"Bagaimana ini?"
Maid tersebut bimbang. Dia ragu untuk asal masuk ke dalam kamar nona muda nya itu. Dia takut jika dianggap kurang sopan.
Akhirnya, maid kembali ke ruang makan. Dia akan memberikan laporan pada nyonya besar nya.
Dug dug dug.
Langkah kaki maid dengan sepatunya, terdengar jelas melangkah ke arah ruang makan. Dan itu terdengar jelas di telinga Bianca.
Dia bukannya tidak mendengar panggilan dan pintu ketukan yang dilakukan oleh maid. Dia hanya sedang malas untuk keluar kamar, atau bertemu dengan siapapun.
Sedari tadi, dia hanya berbaring tanpa melakukan apa-apa.
"Huhfff... Vin udah pulang belum ya?" tanya Bianca dalam gumamam nya.
Tapi dia juga tidak untuk bertanya langsung pada Gavino. Orang yang saat ini sedang ada di dalam hati dan pikirannya. Dia merasa galau, karena Gavino sedang jalan berdua dengan Madalena.
Seandainya saja tadi dia tidak gengsi, seharusnya saat ini bisa ikut jalan juga bersama dengan mereka berdua. Tapi Bianca tidak mau, jika ada Madalena juga diantara dirinya dan Gavino.
Itulah sebabnya, dia menolak tawaran Gavino. Saat mengajaknya juga. Lebih baik dia tidak ikut jalan bersama dengan mereka. Daripada harus melihat tingkah Madalena yang menyebalkan bagi Bianca.
"Huh! Kemarin-kemarin saat ada Alano, Madalena ikut gabung dengan Alano. Tapi sekarang, dia mendekati Gavino. Dasar Putri halu!"
Bianca mengerutu sendiri. Dengan kelakuan dan sifatnya Madalena yang dianggap tidak konsisten.
Tok tok tok!
"Sayang, Bianca. Kamu dengar Mama?"
Mendengar panggilan mamanya, Bianca langsung terdiam. Dia tidak mau jika mamanya mendengar suaranya yang sedang mengerutu sendiri.
"Bi. Makan dulu Sayang! nanti Kamu gak bisa tidur lho jika perutnya kosong." Terdengar suara mamanya lagi, memintanya untuk ikut makan malam bersama.
Tapi sepertinya Bianca tidak mempedulikan nasehat mamanya. Dia pura-pura tidur, supaya mamanya langsung pergi. Seandainya memaksa untuk masuk ke dalam kamarnya.
Karena pintu kamar Bianca memang tidak pernah dikunci. Toh para maid juga tidak mungkin asal masuk, jika tidak ada ijin.
Dan benar saja. Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka.
Clek!
__ADS_1
Dug dug dug.
Suara langkah mamanya semakin terdengar mendekat ke tempat tidur. Bianca semakin mempererat matanya, untuk pura-pura tidur.
"Bi. Ayo makan dulu Sayang!"
Tangan mamanya, memegang lengan Bianca. Untuk mengetahui, apakah benar anaknya itu sedang tidur, atau hanya pura-pura tidur. Karena dia sudah hafal dengan kelakuan anaknya ini.
"Jangan pura-pura tidur, jika hanya akan menyiksa perut dan lambung mu Sayang. Ayolah... Mama tahu Kamu tidak benar-benar tidur."
"Kamu tahu, koki sudah buatkan lasagna lho. Khusus buat Kamu."
Mamanya Bianca, masih berusaha untuk merayu anaknya. Supaya mau mengikuti ajakannya untuk makan malam.
Lasagna atau lasagne adalah pasta yang dipanggang di oven dan merupakan makanan tradisional Italia. Lasagna sendiri secara artian adalah kulit yang berisikan daging.
Untuk saat ini, lasagna sudah diisi dengan banyak isian lainnya. Seperti daging, sayur-sayuran, ayam, makanan laut dan sebagainya. Sesuai dengan selera masing-masing.
Sedangkan untuk pasta sendiri adalah makanan olahan yang digunakan pada masakan Italia. Biasanya terbuat dari adonan tidak beragi, berbahan tepung gandum durum (semolina) yang dicampur dengan air atau telur. Dan dibentuk menjadi lembaran-lembaran atau bentuk-bentuk yang beragam, yang kemudian dimasak dengan cara direbus atau dipanggang.
Mendengar perkataan mamanya, Bianca jadi tertarik. Akhirnya, dia pura-pura menggeliat dan terkejut dengan keberadaan mamanya.
"Eh, Mama. Ada apa Ma?"
"Hemmm... kita makan malam dulu yuk! Kamu harus makan Bi. Lupakan diet jika lambung mu tak mendukung."
Mendengar nasehat mamanya, Bianca meringis karena sadar. Jika apa yang dia lakukan tadi salah. Dia tidak boleh mengabaikan kesehatannya, hanya karena sibuk memikirkan apa yang dilakukan oleh Gavino dan Madalena.
"Iya Ma. Maaf."
Mamanya tersenyum, mendengar suara Bianca yang meminta maaf padanya.
Dengan lembut, mamanya mengajak Bianca untuk turun dari tempat tidur. Kemudian mengajaknya pergi ke meja makan.
*****
Tapi dia segera tersadar, jika itu bisa membuat Bianca bertambah kesal dengannya. Karena kejadian sore tadi. Saat dia harus pergi bersama dengan Madalena. Dan Bianca tidak mau ikut.
Akhirnya, Gavino mengaktifkan sistem informasi. Untuk mengetahui bagaimana keadaan Bianca sekarang ini.
"Sistem informasi aktif."
( Ting )
( Informasi diaktifkan )
"Bisa tunjukkan, bagaimana keadaan Bianca sekarang ini?"
( Mencari Informasi )
1%
10%
25%
45%
65%
80%
95%
100%
__ADS_1
( Ting )
( Informasi didapatkan )
Dalam layar yang tampak pada otak Gavino, tampak sangat jelas bagaimana keadaan Bianca saat ini.
Bianca sedang duduk makan malam bersama dengan mama dan papanya, juga ada dua adiknya yang duduk disebelah.
Sedangkan para maid di rumah, ada mengelilingi keluarga tersebut.
( Ting )
Gambar informasi tentang Bianca menghilang. Tapi Gavino tampak tersenyum senang, melihat keadaan Bianca yang baik-baik saja.
Sekarang, dia ingin melihat bagaimana keadaan Madalena. Yang tadi dia antar sampai di pintu gerbang rumahnya.
"Sistem Informasi aktif."
( Ting )
( Informasi diaktifkan )
"Aku ingin melihat keadaan Madalena sekarang."
( Mencari Informasi )
1%
10%
25%
35%
45%
50%
65%
75%
80%
95%
100%
( Ting )
( Informasi didapatkan )
Di layar informasi yang tampak, Gavino mengerutkan keningnya. Karena penampakan Madalena, tidak sama seperti yang biasanya Gavino lihat.
Akhirnya dia pun ingin melihat keadaan Madalena lebih jelas lagi.
"Kenapa pencarian informasi tentang Bianca dan Madalena bisa beda?"
( Keadaan Bianca dan Madalena berbeda good father )
"Itu Madalena kenapa? coba perjelas!"
( Gambar diperjelas )
( Ting )
__ADS_1
Gavino hampir tidak percaya, dengan apa yang dia lihat saat ini. Karena pakaian dan dandanan Madalena, tidak sama seperti pada saat dia pergi ke sekolah.
Sangat jauh berbeda. Dan Gavino hampir saja tidak mengenalinya sebagai Madalena.