
Pertemuan dengan king Black, atau Thomas Bryan, ternyata lebih cepat dibandingkan perkiraan yang dipikirkan oleh Gavino sendiri.
Dia dari saja sampai di tempat yang biasa digunakan untuk pertemuannya, tapi orang suruhan King Black, yang diminta untuk menjemputnya, ternyata sudah sampai di sana terlebih dahulu.
Akhirnya, Gavino memutuskan untuk langsung mengikuti mereka ke mana akan membawa ke tempat King Black.
Dan begitu dia sampai di tempat tujuan, ternyata king Black belum selesai melakukan meeting bersama dengan kolega bisnisnya.
Tapi di saat Gavino bermaksud untuk menunggunya di ruangan tunggu, King Black justru meminta asistennya, untuk memanggil Gavino. Supaya ikut masuk ke dalam ruangan metting.
Tentu saja Gavino ragu.
Dia tidak ada hubungannya dengan semua bisnis, dan pembicaraan yang dilakukan oleh Thomas Bryan, dalam metting yang dilakukannya.
Tapi king Black, atau Thomas Bryan, tetap memaksanya untuk ikut serta masuk ke dalam ruangan.
Akhirnya Gavino ikut juga. Karena merasa penasaran dengan tujuan Thomas Bryan, yang mengajaknya masuk ke dalam ruangan tersebut.
Namun ternyata, orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut, bukanlah para pengusaha seperti yang dibayangkan oleh Gavino selama ini.
Bukan juga eksekutif muda, yang memegang bisnis-bisnis Thomas Bryan yang begitu banyaknya.
"Perkenalkan, dia adalah Tuan Muda Gavino. Ahli waris dari semua sektor bisnis dan usaha yang selama ini Saya pegang. karena sekarang dia sudah ada di sini juga, maka Saya akan memberikan penjelasan siapa sebenarnya Tuan Muda ini."
Tanpa pemberitahuan sebelumnya, ternyata king Black sudah mengumpulkan semua jajaran pemimpin mafia, yang ada di bawahnya. Untuk hadir di dalam ruangan meeting ini. Supaya bisa mendengarkan, apa yang akan dia katakan tentang Gavino.
Dan ternyata di luar dugaan Gavino sendiri selama ini, king Black, alias Thomas Bryan, sudah menyelediki siapa sebenarnya dirinya. Jauh sebelum dia ditaklukkan oleh Gavino di Paris beberapa waktu yang lalu.
Sayangnya, penyelidikannya itu di gagalkan oleh George, adiknya Thomas Bryan sendiri. Sehingga dia tidak bisa menemukan Gavino secara cepat dan tepat.
Apalagi dia memang belum fokus saat pencariannya yang dulu, hingga pada akhirnya, beberapa minggu yang lalu, dia baru tahu tentang kebenaran yang sesungguhnya.
"Gavino ini adalah cucu satu-satunya dari mendiang king Goldblack."
Semua anggota pertemuan terdiam. Tidak ada satupun yang bertanya atau mengajukan keberatan, atas apa yang dikatakan oleh pimpinannya.
Hingga pada akhirnya, king Black kembali melanjutkan kalimatnya, untuk bisa menyampaikan semua yang ingin dia sampaikan pada semua hadirin yang hadir.
"Dia, Gavino. Pewaris tunggal dari kerajaan mafia king Goldblack, yang kemarin-kemarin telah Aku pegang. Kini Aku kembalikan lagi. Berikan dia julukan King Mafia selanjutnya."
__ADS_1
Mata Gavino membulat sempurna.
Dia tidak pernah menyangka jika, nama untuk julukannya sebagai king mafia, justru sudah ada. Tanpa dia ketahui sebelumnya.
"Lalu, misi dari sistem itu apa maksudnya?" tanya Gavino tanpa sadar.
"Tuan Muda mau bicara?"
King Black justru salah paham, dengan gumamam yang dia dengar. Dia berpikir jika Gavino ingin berbicara di depan anak buahnya saat ini.
Tapi dengan cepat, Gavino menganggukkan kepalanya mengiyakan saja. Karena dia juga ingin berbicara dengan mereka semua, yang tentunya belum pernah dia temui sebelumnya.
"Baiklah. Aku akan mengatakan sesuatu."
"Hum..."
Gavino berdehem sebentar, untuk menenangkan hatinya, sebelum dia mulai berbicara untuk pertama kalinya, di hadapan para pemimpin mafia yang ada di bawah naungan king Black.
"Saya, Gavino. Cucu dari William Henry..."
Ternyata Gavino berterima kasih pada king Black, yang sudah memimpin kelompok mereka sampai sekarang.
Tapi dia juga mengatakan bahwa, dia tidak bisa beraktivitas sebagaimana seorang pemimpin mafia. Sebab ada beberapa hal yang tidak bisa dia lakukan di tempat umum.
Selain dia adalah warga biasa pada umumnya, Gavino juga tercatat sebagai seorang mahasiswa di sebuah universitas ternama di kota Roma ini.
Itulah sebabnya, dia tidak bisa melakukan pekerjaan sebagai seorang King Mafia.
Jadi, untuk urusan yang seperti biasanya tetap akan dikerjakan oleh king Black. Sedangkan king Mafia, atau Gavino, hanya menerima laporan dan dimintai persetujuannya saja. Untuk kegiatan yang mereka lakukan selama ini.
"Bagaimana? Apa kalian semua menerima?"
Semua orang saling pandang, kemudian mengangguk mengiyakan dengan pasti.
Setelahnya, mereka bersulang, untuk merayakan pengangkatan Gavino sebagai pimpinan mereka yang baru.
"Ternyata mudah untuk menyelesaikan misi ini. Aku pikir, sesuatu yang sangat sulit untuk Aku selesaikan."
Gavino bisa bernafas lega setelah semuanya selesai. Sehingga dia bisa pulang dengan tenang, setelah berpamitan kepada mereka semua. Termasuk kepada king Black juga.
__ADS_1
Tapi sebelum Gavino keluar dari pintu ruangan, dia kembali ke tempatnya semula, kemudian bertanya, "apakah ada diantara kalian yang tahu, siapa sebenarnya pemilik markas besar yang berada di pinggir kota, dengan kode markas QA321?"
Semua orang saling pandang, dan sama mengeleng.
Mereka tidak ada yang tahu, siapa pemilik asli dari markas tersebut.
Pluk!
"Tenang Tuan Muda. Kami pasti akan menyelesaikan dengan cepat. Tanpa bantuan polisi. Kamu akan memberikan kabar pada Tuan muda, tidak lebih dari lima jam mulai dari sekarang ini."
King Black menepuk pundaknya, kemudian memberikan penjelasan untuk menenangkan hati Gavino.
Gavino mengangguk mengiyakan. Dia tahu jika, orang-orang king Black, pasti bisa menemukan dengan cepat. Siapa pemilik dari markas besar yang kemarin menjadi target misinya. Karena meskipun sudah berhasil, tapi pemilik aslinya lolos dan belum diketahui hingga saat ini.
Sekarang, Gavino bisa pulang ke rumah lagi dengan perasaan tenang.
Dia akan menjalankan perannya sebagai king mafia secara diam-diam. Biar semua orang tidak mengenalinya sebagai seorang king mafia yang baru.
Semua anggota mafia, juga tidak bisa mengenalinya secara baik sebagai seorang king mafia, yang ada di atasnya king Black.
Tapi Gavino juga tidak tahu bahwa, ancaman besar sebagai seorang king mafia, juga sudah menunggunya di depan sana. karena sebagai seorang king mafia, juga banyak musuhnya. Baik secara nyata sebagai musuhnya, atau yang ada di dalam keanggotaan mafia sendiri.
Jadi kewaspadaan, kehati-hatian, dan kecermatan setiap dia melakukan sesuatu, tetap harus dia pertimbangan.
Sebab, memimpin begitu banyaknya orang-orang yang tidak dia kenal sebelumnya, juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Yang bisa dengan cepat dilakukan.
Bruakkk!
"Auwwwhhhh..."
Sepeda motor Gavino, sengaja di tabrak seseorang dari arah depan.
Gavino bahkan sempat terpental ke arah samping, ke pembatas jalan yang merupakan tembok tinggi.
Akhirnya kecelakaan tersebut mengakibatkan kemacetan lalu lintas siang ini.
Guing... guing... guing...
Suara sirene polisi dan ambulans, saling bersahutan. Memecah keheningan siang ini.
__ADS_1