Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Pangkalan Militer


__ADS_3

Tok tok tok!


Tok tok tok!


Clek!


"Selamat pagi Sayang," ucap Gavino begitu pintu kamar terbuka.


Gress tersenyum senang, melihat kedatangan kekasihnya yang menemuinya di kamar. Karena dia tidak tahu, letak-letak rumah besar yang baru saja dia tempati ini.


"Sudah siap?" tanya Gavino, melihat Gress yang sudah rapi.


Gress mengangguk sambil tersenyum, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh kekasihnya itu.


"Kita sarapan. Mungkin paman Robert masih belum selesai, karena tadi Aku memintanya untuk makan terlebih dahulu." Gavino mengajak Gress untuk pergi sarapan bersama dengannya.


"Paman Robert?"


Gress lupa, jika Robert juga tinggal di rumah ini. Sama seperti Gavino.


"Aku... Aku malu."


Gavino justru merasa gemas, dengan sikap gadisnya yang seperti ini. Dia belum memberitahu pada Gress, jika Robert sudah diberitahu bahwa, dia tinggal di rumah ini mulai semalam.


"Aku baru saja memberitahu paman Robert, jika Kamu juga ada di rumah ini semalam. Jadi dia sudah tahu."


Gress terkejut, dengan matanya yang membola, karena sebenarnya dia belum siap untuk melihat, bagaimana dengan tanggapan orang-orang. Jika tahu dia ada di rumah kekasihnya ini.


"Tidak udah dipikirkan. Itu masih dalam hal yang wajar."


Gavino mencoba untuk menenangkan hati gadisnya itu, supaya tidak kepikiran tentang keadaannya yang sekarang ini.


Akhirnya, mereka berdua turun untuk bergabung dengan Robert di meja makan.


Tapi ternyata, Robert sudah tidak ada di tempat duduknya. Dia sudah pergi, sebelum Gavino dan Gress tiba meja makan.


"Tuan Robert baru saja pergi Tuan Muda."


Kepala maid yang ada di ruang makan, memberitahu Gavino.


"Oh, baiklah. Tidak apa-apa. Aku akan sarapan bersama dengan gadisku saja." Gavino tidak sungkan mengakui jika Gress adalah gadisnya, agar semua penghuni rumah ini tahu, dan memperlakukan Gress dengan baik.


Wajah Gress bersemu merah, karena merasa malu, tapi juga tersanjung. Dengan pengakuan yang dilakukan oleh Gavino barusan.


Tak lama kemudian, mereka berdua menikmati sarapan pagi bersama dengan senyum yang tidak pernah hilang dari bibir mereka.


*****


Hari ini, Gavino akan mencari markas Verdi bersama dengan Lorenzo. Sehingga dia meminta pada Gress untuk berada di rumah.

__ADS_1


"Aku ada urusan bersama dengan Lorenzo. Apa Kamu bisa di rumah sendiri?" tanya Gavino, yang sebenarnya tidak enak juga pada gadisnya itu. Karena baru berada di rumahnya, tapi langsung dia tinggal pergi.


"Apakah pekerjaamu itu sangat penting, sehingga Kamu tega meninggalkan Aku sendirian di rumah ini?"


Sebenarnya Gress tidak merasa khawatir, karena dia tahu bahwa, di rumah ini dia tidak akan ada yang menyakiti. Tapi dia hanya tidak ingin sendirian saja, karena para maid tidak mungkin ada yang mau berbicara dengannya tanpa ada rasa canggung.


Akhirnya Gavino punya ide bagus, supaya Gress tidak merasa bosan berada di rumah sepanjang hari.


"Apa Kamu mau ditemani Magdalena?"


"Apa dia mau menemaniku? Secara, Aku bukan teman bicara yang menyenangkan. Tidak bisa mengimbangi wawasannya yang luas." Gress justru merasa berkecil hati.


Tapi Gavino meyakinkan dirinya bahwa, Magdalena pasti bisa berteman dengan baik dengan dirinya.


"Aku coba hubungi dia dulu."


Sekarang Gavino melakukan panggilan telpon dengan Magdalena, memintanya untuk datang ke rumah.


..."Halo Gavin. Ada apa?" ...


..."Hai Lena. Maaf ya, apakah Kamu bisa datang ke rumah? Gress tidak punya teman. Jadi, maukah Kamu menemaninya di rumahku, atau Aku harus mengantarnya ke rumahmu saja ini?" ...


..."Emhhh... antar ke sini saja. Aku sedang tidak ada pekerjaan. Katanya, Lorenzo juga mau pergi sama Kamu ya?" ...


..."Hemmm... iya. Apakah Lorenzo Aku minta untuk menjemputmu saja, kemudian datang ke sini bersamamu? Baru setelah itu kami akan pergi. Bagaimana?"...


..."Baiklah. Kamu segera hubungi Lorenzo ya! Aku akan bersiap-siap." ...


Klik!


Akhirnya panggilan telpon tertutup, dan Gavino bisa bernafas lega.


Karena pada akhirnya, Magdalena akan datang ke sini untuk menemani Gress. Dengan di antar Lorenzo sendiri.


"Oh ya, Aku akan menghubungi Lorenzo terlebih dahulu."


Gress hanya memperhatikan sedari tadi, tanpa memotong pembicaraan ataupun pekerjaan yang dilakukan oleh Gavino.


Tut tut tut!


Tut tut tut!


..."Halo Gavin. Bagaimana, sudah siap ini!" ...


..."Emhhh... begini Lorenzo." ...


Gavino mulai menceritakan rencananya bersama Magdalena tadi kepada Lorenzo. Sehingga Lorenz harus menjemput kekasihnya, Magdalena terlebih dahulu. Baru kemudian datang ke rumahnya. Bukan Gavino yang datang ke rumah Lorenzo, sama seperti di awal rencana.


..."Bagaimana, Kamu tidak merasa keberatan bukan? Aku hanya ingin Gress merasa nyaman di rumahku." ...

__ADS_1


..."Oh Ok. Aku akan segera meluncur ke rumah Magdalena terlebih dahulu." ...


..."Hati-hati ya!" ...


..."Siappp!" ...


Klik!


Gress memeluk lengan Gavino, karena ternyata kekasihnya itu sangat mengkhawatirkannya.


"Terima kasih Sayang," ucap Gress dengan tersenyum senang.


"Sama-sama Sayang," sahut Gavino, dengan mencubit pucuk hidung Gress dengan gemasnya.


*****


Sekarang, Gavino sudah mengendarai sepeda motornya bersama dengan Lorenzo.


Dia menyusuri jalan yang lumayan sempit, untuk bisa cepat sampai di tempat tujuan. Yaitu tempat di mana diduga adalah sebagai markasnya Verdi.


"Apa Kamu yakin ini jalan yang tercepat Gavin?" tanya Lorenzo ragu.


"Ya. Ini jalan pintas. Karena jika memalui jalan raya atau jalan utama, akan lebih lama lagi sampainya."


Akhirnya Lorenzo tidak lagi bertanya, karena dia tahu jika, temannya ini lebih banyak pengalamannya dibandingkan dengan dirinya sendiri selama ini.


Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di sebuah jalan yang sepi.


"Ini seperti bukan perkampungan?" tanya Lorenzo menatap ke depan.


"Iya. Ini lebih mirip seperti seperti sebuah arena lapangan untuk latihan militer, atau sejenisnya. Atau bisa jadi, ini adalah sebuah laboratorium untuk uji coba."


Karena di kawasan ini, tampak pagar pembatas yang berduri di sekelilingnya.


Tidak ada jalan lain, dan hanya ada satu jalan utama, untuk bisa menuju ke bangunan yang ada di ujung sana.


Bangunan yang tampak juga lebih mirip sebuah gudang atau bangunan pabrik, yang sangat besar. Bukan sebuah rumah ataupun tempat tinggal sejenisnya.


"Ini lebih layak disebut markas militer. Bukan tempat tinggal atau Mension. Iya kan?"


Lorenzo meyakinkan dirinya, dengan bertanya kepada Gavino, dengan apa yang dia lihat di depan sana.


Tanpa mereka sadari, ada orang-orang yang sudah memantau kedatangan mereka berdua.


"Apakah di sini tidak ada cctv?" gumam Gavino bertanya.


Tapi Lorenzo tentu saja ikut mendengarnya. Sehingga membuat Lorenzo mengedarkan pandangannya lebih teliti lagi. Untuk perhatikan keadaan sekelilingnya, dengan mencari-cari, seandainya ada kamera cctv yang memantau keadaan sekitar.


"Masa di tempat seperti ini tidak ada cctv? sepertinya itu mustahil."

__ADS_1


"Bisa jadi, cctv berbetuk beda yang tidak pernah kita sangka-sangka. Jika itu adalah sebuah kamera cctv."


__ADS_2