Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Dia Adikku


__ADS_3

Pagi hari George baru pulang, di saat Gavino dan Robert sudah pergi.


Sebenernya Gavino tidak pergi ke kios, tapi dia pergi karena sudah ada janji untuk bertemu dengan Thomas Bryan. Dia ingin memperingatkan Thomas Bryan untuk memberikan haknya kepada George. Karena George adalah adik tirinya.


Yang artinya adik satu ibu sedangkan usahanya, yang garmen itu ada hak nya George sebagai anak ibunya juga.


Tapi George tidak tahu, apa yang dilakukan Gavino di luar sana bersama Thomas Bryan. Yang sedang melakukan usahanya sendiri, untuk membuat Thomas Bryan mau memberikan sebagian hak warisannya George.


"Tuan George, tadi Tuan Muda memberikan pesan, bahwa Tuan George diminta untuk menghubunginya, jika sudah sampai di rumah."


Kepala maid memberitahu kepada George, untuk segera menghubungi Gavino vino


"Baiklah, nanti Aku menghubunginya setelah selesai mandi. Terima kasih."


Sebenernya George bukan pergi mandi, tapi dia ingin mengambil barang-barang yang ada di kamarnya, untuk di bawa ke apartemen barunya. Yang saat ini dia tinggali.


Beberapa saat kemudian, George kembali keluar dari dalam kamar, kemudian menyerahkan kunci kamar dan juga kunci mobil kepada kepala maid.


"Ini Aku serahkan kepadamu, nanti serahkan kepada Tuan Muda Gavino. Aku akan menghubunginya juga, agar dia tahu." Terang George dengan menyerahkan dua kunci.


"Maksudnya Tuan George akan pergi dari sini?" tanya kepala maid tidak percaya, bahwa George akan pergi dari rumah ini.


"Aku akan tinggal di apartemen, karena sekarang Aku sudah punya apartemen sendiri. Jadi, Aku tidak mau merepotkan Gavino dengan tinggal di rumah ini juga. Biarkan dia bersama Robert, Aku tidak apa-apa."


George menerangkan pada kepala maid, sedangkan kepala maid justru berpikir bahwa, George sedang ada permasalahan dengan Gavino dan juga Robert.


"Apakah Tuan Muda Gavino sedang bertengkar dengan Tuan George ya? mungkin permasalahan pekerjaan, atau masalah apa ya?" batin kepala maid, yang tidak tahu permasalahan yang sebenarnya.


Sebenarnya George bukannya marah pada Gavino. Dia hanya ingin melakukan rencananya, tanpa diketahui oleh Gavino maupun Robert.


George merasa bisa lebih bebas untuk melakukan apa saja yang ingin dia inginkan, tanpa harus diketahui oleh orang lain. Mungkin karena dia masih terbiasa dengan masa lalunya, yang memang tidak pernah mau dikendalikan oleh orang lain, termasuk kakaknya sendiri. Yang merupakan ketua mafia. Itulah sebabnya, dia kabur dari Norwegia dan ingin merebut garmen milik ibunya dari Thomas Bryan, sehingga dia menjadi buronan para anak buah king Black.


Untungnya, dulu dia bertemu dengan Gavino. Bahkan setelahnya, akhirnya dia juga tahu bahwa, Gavino adalah cucu dari king Goldblack, alias William Henry.


"Maafkan Aku Gavino. Bukannya Aku ingin meninggalkanmu, Aku hanya ingin mengambil hak ku terlebih dahulu, sebelum nanti Aku membantumu. Tapi sepertinya Aku tidak perlu membantumu, karena nyatanya sekarang king Black atau Thomas Bryan sudah ada dalam kendali mu."

__ADS_1


George justru bergumam seorang diri di sebuah mobil taksi, yang tadi dia pesan, untuk menjemputnya di depan rumah Gavino.


Sekarang taksi itu menuju apartemen.


Di dalam taksi, George menghubungi Gavino.


..."Halo Gavin!"...


..."Hai George. Kamu di mana, apakah Kamu ada di kios?" ...


..."Maaf Aku tidak masuk kerja sehari ini. Ada urusan penting yang harus Aku lakukan." ...


..."Benarkah? baiklah tidak apa-apa."...


..."Maaf untuk perkataan ku semalam. Sebenarnya Aku sedang pusing, jadi Aku berkata sembarangan." ...


..."Tidak masalah George. Selesaikan masalah Kamu, Aku tidak akan mengganggu. Untuk urusan kios dan warabala, berikan pada Robert, biar dia yang mengurusnya." ...


..."Terima kasih Gavin. Oh ya, sementara ini Aku pamit untuk tinggal di apartemen ku sendiri. Tapi untuk saat ini, Aku tidak bisa memberitahumu, apartemen mana yang Aku tinggali.Untuk kunci mobil dan kamar, Aku berikan kepada kepala maid."...


..."Tidak-tidak. Aku hanya ingin berkonsentrasi dengan masalahku. Jika ini sudah berhasil, Aku pasti akan memberitahumu." ...


..."Emhhh... Baiklah tak apa. Hati-hati ya! Jika perlu bantuan atau apapun, jangan sungkan untuk menghubungiku."...


..."Terima kasih Gavin. Aku pergi dulu."...


Klik!


George menghela nafas panjang, karena telah menghubungi Gavino. Setidaknya, dia masih punya attitude dengan berpamitan kepada Gavino, yang dulu pernah menolongnya dan memberikan tumpangan. Bahkan juga pekerjaan dan segala kebutuhan yang dibutuhkan. Jadi dia tidak kekurangan juga selama ini.


Termasuk kartu dari king Black yang sekarang ini ada padanya, itu juga karena Gavino.


Dari kartu yang dibawa itulah, dia membeli apartemen, membeli sebuah mobil yang sekarang ini ada di parkiran apartemen. Dan juga untuk rencananya ke depan untuk menyewa pengacara untuk menghubungi kakaknya itu, sebagai adik. Bukan dari anak buahnya Gavino, atau musuh dari king Black.


"Sebenarnya Thomas Bryan kemarin itu tahu tidak ya, kalau aku itu adiknya. Waktu bersama dengan Gavin. Apakah dia pura-pura tidak tahu, kalau Aku adalah adiknya sendiri, atau karena dia sedang terpengaruh dengan Gavin, sehingga dia tidak mengenaliku?"

__ADS_1


"Jika dia mengenaliku, apakah dia berpikir bahwa Gavin adalah anak buahku, sehingga Aku suruh untuk menaklukkannya?"


"Aku masih bertanya-tanya sampai saat ini, apa yang dilakukan oleh Gavin, sehingga Thomas Bryan begitu patuh padanya?"


"Apakah Aku bisa membuat Thomas Bryan juga patuh padaku? kemudian memberikan usaha ibu kepadaku."


"Aku tidak salah kan, seadanya ingin memiliki usaha itu? Dia sudah menguasainya sendiri selama bertahun-tahun yang lalu."


"Sekarang sudah waktunya Aku memiliki juga. Tapi jika dia tidak ingin memberikannya kepadaku, Aku akan melawannya!"


George masih melamun dengan rencana rencananya, sampai tiba di apartemen yang saat ini ditinggali.


****


Di tempat lain, Gavino sedang menunggu Thomas Bryan, yang kebetulan terlambat datang ke tempat janji temu mereka.


Gavino bahkan sudah menghabiskan setengah gelas kopinya, menunggu kedatangan Thomas Bryan, yang baru saja masuk ke restoran yang sudah mereka sepakat untuk bertemu.


"Maaf Tuan Muda, Saya terlambat. Ini karena ada beberapa hal yang membuat saya terlambat datang."


"Tidak apa, silahkan duduk."


Gavino mempersilahkan Thomas Bryan untuk segera duduk, karena melihat ketua Mafia tersebut yang tidak sama seperti biasanya.


'Apa yang dialami oleh Thomas Bryan, sehingga dia seperti sedang marah, ketakutan, dan campur aduk seperti itu?' batin Gavino, di saat melihat kedatangan Thomas Bryan yang sedikit aneh menurutnya.


"Ada apa Tuan Besar? kenapa Anda seperti ketakutan?" tanya Gavino pada Thomas Bryan.


"Tuan Muda kemarin meminta identitas dari George, yang merupakan adik satu ibu denganku. Sebenarnya itu buat apa?"


Thomas Bryan justru bertanya balik, dengan sesuatu yang tidak menjadi pertanyaan Gavino tadi.


"Kenapa memangnya?"


"George tiba-tiba menghubungiku, dan mencari berkas-berkas dari pabrik garmen yang Aku miliki. dia memintanya," jelas Thomas Bryan pada Gavino.

__ADS_1


__ADS_2