Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Topeng Khusus


__ADS_3

Kecurigaan Gavino soal kecelakaan yang terjadi pada Robert ini sangat beralasan. Karena dia berpikir bahwa, saat ini, Robert adalah orang yang paling dekat dengannya, sebagai anggota keluarga dan bukan sebagai anak buahnya dalam keanggotaan mafia.


Ini adalah target utama untuk bisa mengatakan pikiran Gavino, yang tentunya akan terpecah, dan tidak berkonsentrasi jika akan mendapatkan serangan.


Sama seperti dulu, pada saat Giordano dan Mirele mengalami kecelakaan. Dia juga sedang dalam ancaman Verdi.


Jadi Gavino juga mencurigai sosok Verdi, dalam kejadian yang menimpa Robert kali ini.


Untuk memastikan hal tersebut, Gavino mencari tahu dari sistem. Pada saat Robert sudah kembali tertidur.


( Ting )


( Selamat malam Good Father )


'Aku ingin tahu, apakah dalang dari kecelakaan yang dialami Robert adalah Verdi? Sama seperti dulu, pada saat papa dan mamaku kecelakaan?'


( Ting )


( Pencarian dilakukan )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


Layar sistem memberikan informasi, tentang data-data pasien sakit jiwa, yang diduga melakukan semua, yang sudah mengakibatkan kecelakaan tersebut.


Ternyata data-data yang di dapat dari sistem, sama seperti daya yang dilaporkan anak buahnya tadi.


Untuk itulah, Gavino juga meminta pada anak buahnya. Untuk menelusuri jejak dan riwayat hidup dari ketiga pasien rumah sakit jiwa tersebut.


Sambil menunggu laporan dari anak buahnya, Gavino menghubungi Gress. Yang saat ini sudah pulang dan berada di rumah papanya. Yaitu Thomas Bryan.


Tut tut tut!


Tut tut tut!


..."Halo Sayang! bagaimana keadaan paman Robert sekarang?"...

__ADS_1


..."Paman sudah sadar dan sekarang ini sedang tidur. Kamu bagaimana tadi saat di kampus? apa ada yang mengganggumu?"...


..."Hai, siapa maksudmu yang akan berani menggangguku?"...


..."Yahhh, siapa tahu ada cowok yang berani berani mendekati gadisku ini!"...


..."Hahaha... manis sekali Kamu Sayang, dengan mengklaim bahwa Aku adalah gadismu Hemmm!"...


..."Oh, jadi Kamu tidak mengakui, jika Aku ini adalah kekasihmu?"...


..."Hahaha... bukan begitu Sayang. Tapi, Aku merasa Kamu terlalu berlebihan, jika mengakui Aku sebagai gadismu."...


..."Kenapa?"...


..."Karena ada gadis lainnya, yang juga ada di hatimu saat ini."...


Jawaban yang diberikan oleh Gress barusan, membuat Gavino terdiam. Karena hal itu memang bener adanya. Jika dia ada satu gadis lagi, yang dia klaim sebagai gadisnya juga. Yaitu Bianca.


Tapi Gavino juga heran, bagaimana mungkin Gress bisa mengetahui hal tersebut. Padahal dia tidak pernah menceritakan tentang hubungannya bersama dengan bianca, pada gadisnya ini.


Tapi suara Gress kali ini, membuat Gavino tidak bisa mengelak lagi.


..."Apa Aku salah, jika menemui Bianca Sayang? bukankah rasa cinta memang tidak bisa kita dipaksakan?"...


..."Kamu, Kamu bertemu Bianca di mana?"...


Gavino menghela nafas panjang, mendengar jawaban yang diberikan oleh Gress. Sebab selama ini dia sudah berusaha untuk menutupi. Supaya Gress tidak tahu tentang hubungannya dengan Bianca.


Meskipun Bianca mengetahui segalanya tentang hubungannya dengan Gress.


..."Sayang, sudahlah. Tidak usah memikirkan banyak hal. Kami baik-baik saja!"...


..."Kamu, Kamu beneran sudah bertemu dengan Bianca? kapan sih Sayang?"...


..."Tidak usah panik begitu Sayang. Itu justru membuatmu akan merasa ketakutan nanti. Padahal kami berdua tidak apa-apa."...


..."Pengakuan Kamu ini justru membuatku ingin ingin mengajak kalian bertemu secara langsung bertiga."...


"Hai! Jangan aneh-aneh Yang. Hahaha..."


..."Ya sudah, Kamu istirahatlah. Aku akan menjaga paman di rumah sakit, dan pulang besok pagi saja."...


..."Baiklah. Hati-hati Sayang. Muachh!"...


..."See you sweetty!"...


Klik!


Gavino menghela nafas panjang, setelah panggilan telpon tertutup.

__ADS_1


Selama ini dia tidak pernah menyangka, jika kedua gadis tersebut justru memiliki hubungan yang baik. Padahal dia sudah berusaha untuk menutupi satu sama lain.


"Hhh... apakah ini adalah kabar yang baik, atau justru buruk untuk hubunganku dengan mereka?" Ternyata, susah juga menyimpan rahasia pada gadis-gadis seperti mereka. Dan Aku sendiri, ternyata tidak begitu pintar. Sehingga bisa menutupi semuanya dari mereka berdua. Hhh..."


*****


Di laboratorium mini Verdi.


Verdi baru saja menutup panggilan telpon, dari orang suruhannya. Jika mereka sudah berhasil melakukan apa yang dia perintahkan.


"Hahaha... akhirnya Aku bisa melaksanakan rencana ku itu. Jika Kamu memang benar-benar pintar, Kamu pasti bisa menemukan Aku Gavin. Karena sebenarnya, ini adalah hal yang sama, yang pernah Aku lakukan beberapa tahun yang lalu. Hanya merubah sebuah alibi saja, dan itu sangat mudah bagiku."


Verdi pertama puas mendengar laporan yang diberikan oleh anak buahnya.


Sekarang, dia akan mengacaukan pikiran Gavino, sama seperti yang dulu pernah dilakukannya. Pada saat mencelakai papa dan mama Gavino waktu itu.


Meskipun pada akhirnya dia harus ditangkap dan ditahan, serta menjalani hukuman dipenjara beberapa tahun. Tapi setidaknya hal itu sudah cukup membuat dia merasa puas, karena berhasil membuat Gavino kehilangan berdua orang tuanya sekaligus.


"Aku akan melakukan hal yang sama untukmu. Tapi kali ini, bukan pamanmu itu yang akan menjadi tumbalnya. Tapi Kamu sendiri, yang akan Aku jadikan tumbal utama. Dari semua rencana yang Aku buat ini. Hahaha... Aku udah tidak sabar menunggu waktu tiba!"


Verdi benar-benar merasa sangat senang malam ini, karena rencananya tinggal selangkah lagi. Untuk menjatuhkan Gavino, musuh yang selama ini dianggap paling berbahaya, dalam langkahnya di dunia hitam.


Sekarang dia mulai sibuk dengan penelitiannya lagi, beberapa mencampur beberapa cairan formula dari pipet kecil.


Dia mulai mencampurkan cairan itu sedikit demi sedikit, sesuai dengan ukuran yang tertera pada list yang ada pada rumus formula. Yang sudah dia pelajari sebelumnya.


Verdi tidak mau mempekerjakan ahli laboratorium, sama seperti pamannya. Karena dia tidak mau jika hal ini menjadi bocor, dan mengakibatkan dia mudah ditangkap. Sama seperti pamannya juga.


Dia ingin melakukannya sendiri, supaya bisa tahu kelebihan dan kekurangannya. Sehingga bisa mengantisipasi, apa yang menjadi kekurangannya. Setelah nanti berhasil.


Di saat semua bahan berhasil di campur, Verdi mencetaknya, sama seperti editan foto yang ada pada layar komputer datar, yang dia letakkan pada dinding laboratorium.


Hal ini sedikit mempermudah, karena dia bisa meneliti secara detil dari profil wajah yang sedang dia garap.


Dengan demikian, hasilnya akan lebih maksimal. Karena minim dengan kesalahan.


Dua topeng sudah berhasil dibuat oleh Verdi hari ini. Dan dia sedang mengerjakan topeng ke-tiga, untuk menyempurnakan rencana yang akan dilakukan besok-besok, saat semuanya sudah selesai dia kerjakan.


"Huhfff... Aku harap ini tidak akan gagal. Topeng wajah tua ini memang sedikit sulit. Sebab sudah banyak kerutan. Meskipun sudah Aku buat sebuah mirip mungkin, tetap saja susah."


Verdi mengeluhkan duplikat topeng yang sedang dia buat, untuk wajah tua seseorang.


Karena selain wajah Gavino, iya juga man duplikat wajah orang-orang yang berada di dekat musuhnya itu. Supaya bisa memanfaatkan mereka, pada saat penyamarannya dilakukan.


Hal ini sudah dipikirkan jauh-jauh hari oleh Verdi, yang merencanakan nya bersama dengan Cardi.


Anak buahnya, juga udah diberikan peringatan. Jika nanti saat rencana dilaksanakan, mereka harus bisa membedakan, mana yang wajah asli dengan wajah yang palsu. Supaya tidak salah bertindak pada saat ingin menyerang.


Jadi untuk mengantisipasi kesalahan tersebut, Verdi memasang sesuatu di topeng-topeng nya, supaya anak buahnya bisa mengenali orang yang memakai wajah palsu tersebut. Sehingga tidak akan ada salah menyerang, dengan alasan tidak tahu.

__ADS_1


__ADS_2