Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Memulai


__ADS_3

( Ting )


( Selamat sore Good Father )


'Aku ingin cari keberadaan Gress yang sebenarnya?'


( Ting )


( Good Father tidak lupa, jika perasaan tidak bisa ditekan pada sistem )


( Hal ini akan membuat Good Father kehilangan banyak umur dan poin )


'Tidak masalah. Aku hanya ingin melindungi orang-orang yang aku sayangi dan menyayangiku.'


( Ting )


( Baik Good Father )


( Ini adalah tampilan brangkas saat ini )


1%


10%


20%


30%


40%


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


( Tampilan brangkas sistem )


# Tampilan on


# Hadiah utama 739. 873 poin


# Hadiah bonus 978.499 poin


# Kemampuan 90%


# Keahlian Khusus \= Mempengaruhi pikiran, menaklukkan hati


# Sisa umur \= 2.555 hari


# Kecepatan sesuai dengan permintaan


( Ting )


( Pencarian informasi dilakukan )


1%


10%


20%


30%


40%


Sampai selesai menjadi 100%.

__ADS_1


( Ting )


Layar sistem memberikan informasi tentang keberadaan Gress, yang saat ini memang sedang bersama dua orang. Yaitu Gavino dan Thomas Bryan.


Dan sepertinya mereka baru saja selesai menikmati jamuan makan, karena terlihat baru saja keluar dari sebuah restoran dengan private room. Di sebuah hotel ternama di pusat kota.


Yang membuat heran Gavino adalah, Thomas Bryan tadi bersama dengannya. Dan saat ini, sedang memberikan instruksi kepada anak buahnya. Untuk melakukan sesuatu, yang bisa menyelamatkan anaknya. Yaitu Gress.


Lalu siapa yang saat ini menjadi Thomas Bryan, yang sedang berada di sana. Bersama dengan Gavino palsu dan juga Gress.


'Ini sangat membingungkan. Aku harus lebih teliti dengan, adanya hal ini. Karena bisa jadi, orang-orang terdekatku telah di manipulasi dengan topeng juga.'


Gavino membuat kesimpulan bahwa topeng itu tidak hanya buat dirinya saja tapi bisa jadi untuk Gress dan yang lainnya. Karena saat ini, sudah ketahuan jika ada Thomas Bryan palsu.


'Apa Gress juga tahu, jika wajahnya sudah diadaptasi ke sebuah topeng?'


( Ting )


( Nona Gress tentu belum tahu Good Father )


'Apa ada topeng wajah yang lain, yang merupakan orang-orang terdekatku juga? yang menjadi incaran rencana ini.'


( Ting )


( Pencarian informasi terkait )


1%


10%


20%


30%


40%


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


Layar sistem kembali menampilkan sebuah gambar, tentang topeng-topeng. Yang sekarang ini sudah tidak ada lagi pada tempatnya yang kemarin.


'Ini, ini sudah dimulai! Perang sudah dilakukan oleh Verdi, tanpa memberitahu terlebih dahulu padaku!'


"Ck! dasar pengecut!"


Akhirnya Gavino benar-benar marah, bahkan buku-buku jari tangan seakan-akan mengeluarkan asap. Akibat rasa marah yang ada di dalam dirinya, disalurkan melalui tangannya saat ini.


"Aku pasti akan menemukanmu Verdi, Cardi!"


Gavino berteriak seorang diri, kemudian segera menghidupkan mesin motornya. Karena saat ini, dia tidak menggunakan mobilnya, dan memilih untuk motor saja.


Ini karena dia berpikir bahwa, mengunakan mobil akan menghambat laju jalannya. Jadi dia memutuskan menggunakan sepeda motor saja, yang kebetulan memang ada di markas saat ini.


Sedangkan Thomas Bryan sendiri, bergerak bersama dengan anak buahnya. Menuju ke lokasi, yang sudah diberitahu oleh Gavino.


Tadi Gavino sudah memberikan pesan kepada Dante dan juga Lorenzo, untuk bersiap menyusulnya.


Tapi untuk Dante, Gavino juga berpesan, supaya Bianca tetap berada di rumah. Dengan penjagaan yang ketat, dan tidak diperkenankan untuk pergi bersama dengan siapapun yang datang ke rumah. Meskipun dengan menggunakan wajahnya, ataupun wajahnya Gress.


Meskipun Dante memiliki banyak pertanyaan, atas pesan tersebut. Tapi dia tidak mau bertanya-tanya, pada saat genting seperti saat ini.


Dia menyampaikan pesan pada Bianca, sesuai dengan pesan yang disampaikan oleh Gavino padanya.


"Ada apa sih memangnya?" tanya Bianca penasaran. Apalagi pesan tersebut sepertinya benar-benar dalam keadaan genting.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu Bi. Pokoknya Kamu harus ikuti pesan ini ya! Awas jika Kamu melanggar, dan terjadi sesuatu. Aku tidak mau bertanggung jawab. Sebab, Aku juga memberikan kesan ini pada pada penjaga di luar sana. Jadi Kamu harus ingat betul, karena jika tidak mau patuh, Kamu akan dijauhi oleh Gavino selamanya!"


Dante bahkan sampai memberikan ancaman, pada sepupunya itu. Sebab, Bianca termasuk gadis yang nekad melakukan segala cara, untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Meskipun dia juga tidak bisa melakukan apa-apa.


Selepas kepergian Dante, Bianca mencari keberadaan ponselnya. Untuk menghubungi Gavino atau Gress.


"Ehhh..."


Ternyata dia menemukan pesan yang sama, seperti yang disampaikan oleh Dante tadi. Tapi kali ini pesan tersebut dari Gavino.


Sayangnya, pada saat dia ingin menghubungi Gavino, nomor handphone milik Gavino tidak aktif. Bahkan pesan yang dia kirim juga gagal.


"Kok aneh? ada apa sebenarnya ini?"


Bianca terus bertanya-tanya seorang diri, karena tidak ada yang bisa dihubungi untuk mencari jawabannya. Dan dia juga tidak bisa keluar dari rumah, karena sudah dipesan seperti tadi oleh Dante dan juga Gavino.


Kali ini, dia tidak mau gegabah dengan keingintahuannya. Sebab dia berpikir bahwa, yang terjadi saat ini tidak bisa dianggap enteng dan remeh.


Akhirnya Bianca mengambil laptopnya, kemudian mencoba untuk mengakses internet. Dan mencoba meretas cctv yang ada di jalan, atau beberapa tempat umum yang ada cctv nya.


Dia ingin tahu, bagaimana keadaan di luar sana. Tanpa harus keluar dari rumah ini.


Dan ternyata, keahliannya yang tidak diketahui oleh siapapun ini berguna. Sebab saat ini, ya bisa melihat keadaan beberapa ruas jalan yang ada di kota ini untuk melihat keadaan.


Tapi Bianca bisa menemukan keberadaan mobil Dante, ataupun mobil dan juga sepeda motor Gavino.


"Memangnya ke mana mereka pergi?"


Bianca kembali mencoba meretas markas besar kepolisian, untuk mencari informasi tentang ruas jalan yang lain. Yang juga ada fasilitas cctv, meskipun di jalan-jalan kecil. Yang bukan jalan utama kota ini.


Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya bianca berhasil melakukannya. Dan dia bisa melihat semua keadaan kota roma bahkan keadaan jalan tikus atau kecil sekalipun.


"Aku akan memantau dari sini. Meskipun Aku tidak bisa melakukan apa-apa di luar sana, setidaknya Aku bisa tahu, apa yang terjadi. Dan jika memungkinkan, Aku juga bisa menghubungi Dante. Untuk membantunya dan juga memberikan informasi. Karena itu yang mereka butuhkan."


*****


Di ruangan yang gelap, di mana tempat seorang gadis di sekap.


Gadis tersebut mulai membuka matanya, sadar dari pingsannya akibat pengaruh obat bius yang masuk ke dalam minumannya tadi.


"Emhhh... eghhh..."


Karena pencahayaan di tempat tersebut tidak terang, bahkan cenderung gelap. Gadis tersebut berusaha untuk menajamkan pandangan matanya, agar bisa melihat keadaan sekitarnya saat ini.


"Aku, Aku ada di mana ini?"


"Aduhhh..."


Gadis tersebut mengaduh, merasakan rasa sakit pada area tangan dan kakinya. Dan dia baru saja sadar, jika saat ini dia sedang dalam keadaan terikat.


"Ehhh, di mana Aku ini?"


Dengan panik, gadis tersebut berusaha untuk membuka ikatan tangan dan kakinya. Karena dia juga sadar, jika dia setel film kerajaan bahaya. Melihat dan merasakan bagaimana situasi dan kondisi yang dia miliki saat ini.


"Ponselku?"


Tapi ponsel yang dicari-cari juga tidak ditemukan, karena keadaan ruangan yang gelap tidak memungkinkannya untuk mencari keberadaan ponsel miliknya dengan tepat dan juga cepat.


Hal ini membuatnya sangat khawatir, karena dia ingat bahwa, tadi dia sedang pergi bersama dengan kekasihnya.


"Gavin, di mana Gavin?"


Ternyata gadis yang dalam keadaan terikat itu adalah Gress. Yang mengkhawatirkan keadaan Gavino, yang tadi pergi bersama dengannya dari kampus. Dan menuju ke suatu tempat.


Gress tidak bisa mengingat apapun lagi, dengan apa yang terjadi dengannya terakhir kali. Pada saat bersama dengan Gavino tadi.

__ADS_1


__ADS_2