
Mobil yang dikendarai oleh Gavino, untungnya berjenis mobil sport. Dengan bentuk body nya yang ramping dan ringan.
Tapi, Gavino harus tetap berkonsentrasi dan fokus ke depan. Sebab saat ini, jalanan yang dia lalui merupakan jalan dengan dua jalur, yang bisa mengakibatkan kekacauan lalu lintas. Bahkan bisa jadi, kecelakaan tidak bisa dihindarinya. Atau bisa juga menyebabkan kecelakaan bagi pengendara dan penguna jalan yang lain.
Pada saat Gavino mengiring setir pada posisi kanan, untuk menyalip dua kendaraan yang ada di depannya, dari arah berlawanan, ada sebuah terus box besar. Yang sudah ada pada jarak dekat.
"Agrhhh..."
Ciiittt...
Suees...
Dengan mengeram dan was-was, Gavino membanting setir ke arah kanan, hingga mobilnya ada di bahu jalan yang tentunya berlawanan dengan arah jalannya yang seharusnya.
Suara decitan rem mobil dengan aspal, terdengar memekakkan telinga. Bahkan posisi mobilnya juga sampai berputar karena Gavino sempat kehilangan kendali.
Baru setelah truk box besar tadi lewat, Gavino kembali menjalankan mobilnya, menuju ke jalur yang benar.
"Hufhhh..."
Apa yang dilakukan oleh Gavino, membuat jalanan sedikit kacau. Sehingga dia menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sekitarnya. Baik penguna mobil atupun motor.
Tapi ternyata keadaan tidak hanya sampai di situ. Karena dari jarak kurang dari 1 km, terdengar suara sirene polisi. Yang bisa dipastikan sedang memburu dirinya.
Sadar jika polisi datang dan mengincarnya, Gavino menambah kecepatan laju mobilnya. Dan kejar-kejaran dengan pihak kepolisian tidak bisa dihindari lagi.
Namun hal ini justru membawa keberuntungan bagi Gavino. sebab, dia semakin fokus pada tujuan utamanya. Yaitu misi tantangan yang diberikan oleh sistem mafia, dengan cara melakukan perjalanan ke rumah, tapi dalam jangka waktu hanya sepuluh menit saja.
Gavino melirik jam digital yang ada di dasbor mobil. Dan ternyata, waktu yang tersisa hanya tinggal empat menit lagi.
"Hahhh! Bagaimana ini?"
( Ting )
( Waktu Good Father tinggal empat menit )
'Iya Aku juga tahu.'
( Ting )
( Kendala atau permasalahan Good Father )
'Hah.. apa maksudmu?'
( Ting )
( Good Father mengalami hal yang menyulitkan )
'Apakah Aku bisa meminta perpanjangan waktu?'
( Ting )
( Perpanjangan waktu dan pertolongan yang di minta oleh Good Father, Sistem akan memotong jumlah poin yang sudah ada )
'Eh, tapi ini untuk keselamatan diriku, dan orang-orang yang ada disekitar jalanan ini.:
( Ting )
( Aturan tetap saja aturan )
'Heh, Kamu kejam juga sistem mafia!'
'Tapi tak apa. Aku harus bisa sampai di rumah dengan selamat.'
( Ting )
( Membuat jalan sendiri )
__ADS_1
1%
10%
20%
30%
40%
50%...
Dan seterusnya hingga selesai menjadi sempurna dalam keadaan 100%.
( Ting )
( Perpanjangan waktu lima menit )
'Cuma lima menit?'
'Tapi tak apa, Aku akan pergunakan dengan sebaik mungkin.'
( Ting )
Meskipun Gavino berbicara dengan sistem mafia miliknya, tapi dia tetap pada posisinya, yang berkonsentrasi pada setir dan jalanan yang ada di depannya sana.
Senyuman terbit di bibir Gavino, Di saat dirinya bisa memprediksi. Dia memperhitungkan jarak yang masih harus di lewati, dengan waktu yang masih tersisa.
Breummm...
Breummm...
Gas mobil dipercepat lagi, sehingga dia kembali melakukan perjalanan ke rumahnya dalam keadaan waspada. Sama seperti tadi.
Bremmm...
Wusss...
Orang-orang yang lewat dan melihat kejadian ini justru tidak pernah menyangka, jika itu adalah sebuah mobil sport biasa. Bukan sesuatu yang aneh atau sedang dalam keadaan atraksi.
Mobil Gavino meliuk-liuk dengan berzig-zag lagi, tapi lebih terkontrol. Tidak sama seperti pada awalnya. Karena saat ini, Gavino bisa menenangkan hatinya sendiri.
Untungnya, kendaraan yang lewat, baik searah maupun berlawanan dengannya. Bisa memahami keadaan darurat yang dia isyaratkan dari kode lampu yang dia nyalakan dengan berkedip-kedip.
Kini, Gavino sudah bisa melihat pagar rumahnya yang tinggi. Sama seperti kebanyakan rumah yang ada di sekitar juga.
Breummm... breummm...
Wusss... scrittt...
Gavino memperlambat kecepatan mobilnya, begitu dia sampai di depan rumah.
*****
Gavino sampai di rumah dalam keadaan yang sama seperti biasanya. Tidak terlihat jika baru saja melakukan perjalanan ngebut, yang sama seperti pembalap profesional.
Bahkan, waktu yang tadi dia minta untuk perpanjangan, masih ada tiga menit.
( Ting )
( Waktu tambahan tersisa tiga menit )
( Poin kembali sesuai dengan jumlah yang tersisa dari waktu yang ada )
'Huhfff... ya, Aku mengerti.'
( Ting )
__ADS_1
Sistem melakukan kalkulasi poin, dari tantangan yang diselesaikan oleh Gavino.
Itu artinya, jumlah poinnya sudah dikembalikan. Dengan jumlah yang sudah dikurangi dari kelipatan waktu yang digunakan untuk perjalanannya tadi.
"Huhfff..."
Gavino belum juga keluar dari dalam mobil, karena masih mengatur pernafasannya yang sedikit memburu.
"Telpon George sajalah. Apakah dia sudah mengantarkan Gress pulang atau belum ya?" gumam Gavino, sambil mencari-cari keberadaan ponselnya
Dia mengkhawatirkan keadaan Gress. Gadis yang saat ini sedang dekat dengannya.
Setelah mencari-cari kebeberada di beberapa tempat, ternyata ponselnya ada di dalam laci dasbor mobil.
"Huhhh..."
Tut tut tut!
Tut tut tut!
Ternyata panggilan telpon untuk George tidak segera tersambung. Membuat Gavino merasa kesal sendiri.
"Apa belum diantar? Atau..."
Pikiran Gavino ke mana-mana, mengingat bagaimana dengan kelakuan George yang sebenarnya.
Tapi Gavino segera mengelengkan kepalanya beberapa kali, mengingat bahwa, George adalah tipe orang yang bertanggung jawab untuk melakukan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.
"Aku coba telpon Gress saja."
Akhirnya Gavino memutuskan untuk menghubungi Gress.
Tut tut tut!
..."Ya halo Gavin."...
..."Gress, sedang di mana Kamu Sayang?"...
..."Aku ada di jalan Sayang. Diantar pulang sama pamanmu. Kamu ke mana saja Yang?"...
..."Baiklah. Aku tunggu di kamar flat ya!"...
..."Ehhh..."...
Klik!
Gavino memutuskan hubungan telpon tanpa menunggu kalimat Gress yang belum selesai diucapkan.
Sedangkan Gavino sendiri, langsung memutar kembali mobilnya, untuk pergi keluar dari halaman rumahnya.
Gavino belum sempat masuk ke dalam rumah. Karena sedari tadi, dia masih berada di dalam mobil.
Mencoba untuk menenangkan diri, setelah melaksanakan tantangan dari sistem.
Dia juga sedang menahan hati dan pikirannya, yang sepertinya merasa ingin selalu dekat dengan Gress.
Tapi ternyata usahanya itu tidak ada gunanya, sehingga dia memutuskan untuk menghubungi Gress. Yang memberikan kabar, jika dia akan menuggu gadisnya itu di dalam kamarnya saja.
Kamar di flat miliknya Gress. Di mana kamar tersebut juga menjadi saksi atas pergulatannya bersama dengan Gress sepanjang waktu yang mereka inginkan.
Dan kini, Gavino kembali menginginkannya lagi dan lagi.
Tiba di kamarnya Gress, ternyata gadis tersebut belum sampai. Tapi Gavino bisa masuk ke dalam kamar tersebut.
Dia sudah mengetahui sandi yang digunakan untuk kunci kamar ini. Jago dia bisa dengan bebas keluar masuk ke dalam kamar Gress. Karena Gress sudah mengijinkan dirinya, untuk memiliki gadis tersebut seutuhnya.
Itulah sebabnya, Gress membagi sandi yang digunakan untuk kunci pintu kamarnya.
__ADS_1