
Proses transfusi darah yang dilakukan oleh Gavino untuk Dante masih berlangsung. Dokter dan tim medis lainnya masih memantau perkembangan Dante, yang menerima donor darah dari Gavino.
"Kita hentikan untuk 2 menit ke depan."
Dokter mengingatkan pada tim medis lain untuk menghentikan transfusi darah tersebut, mengingat jumlah darah donor yang juga terbatas. Dia tidak mau jika terjadi sesuatu pada Gavino, yang mendonorkan darahnya untuk pasien mereka, meskipun sebenarnya pasien tersebut juga sahabat dari pendonor. Tapi sebagai seorang dokter, tidak mungkin mengorbankan satu orang untuk menyelamatkan satu orang lainnya.
"Baik Dok. Tapi dari pantauan layar, darah Tuan Gavino seperti tidak ada habisnya. Kita bisa melihat sendiri, di mana layar tersebut masih stabil."
Semua tim medis menganggukkan kepalanya, termasuk dokter yang memberikan peringatan. Mereka semua memang bisa melihat kondisi layar yang menjadi pantauan, mengenai kondisi pendonor dengan jumlah darah yang ada di dalam tubuhnya.
Kejadian ini sangat langka dan sepertinya belum pernah mereka temukan, pendonor memiliki jumlah stok darah yang sangat banyak, bahkan sepertinya tidak pernah berkurang sedikitpun.
"Coba cek secara manual! Aku takut jika ternyata alat pendeteksi itu ada yang rusak." Dokter minta kepada perawat untuk memeriksa kondisi Gavino dengan cek secara langsung, manual, untuk memastikan keadaan yang sebenarnya.
"Baik Dok."
Beberapa menit kemudian.
"Kondisi Tuan Gavino stabil. Bahkan pada saat Saya mengujinya dengan pertanyaan, dia bisa menjawab dengan baik," terang perawat tersebut melapor pada dokter.
Semua yang terjadi ini buat mereka semua heran, meskipun ada kelegaan juga, karena dengan demikian pasien mereka, Dante, kemungkinan besar akan bisa diselamatkan.
"Kalau begitu temani Tuan Gavino dengan membantunya secara langsung. Aku tidak mau jika terjadi sesuatu padanya, hanya karena dia ingin mendonorkan darahnya pada Tuan Dante."
Perawat tersebut mengangguk patuh, atas permintaan dari dokter. Dia segera pergi ke tempat Gavino berbaring, bersebelahan dengan Dante, yang menerima transfusi darah untuk mengganti darahnya yang sudah terkontaminasi dengan racun.
*****
Di halaman rumah sakit, mobil yang membawa Bianca dan Robert baru saja sampai. Mereka berdua langsung menuju ke bagian lobby rumah sakit setelah memarkirkan mobil, mencari informasi tentang perbedaan Gavino bersama dengan Dante dan Lorenzo juga.
"Permisi. Kami ingin menjenguk Tuan Lorenzo dan Dante. Jika boleh tahu di manakah kamar rawat inap mereka?"
__ADS_1
Bianca bertanya pada pihak informasi rumah sakit, yang berada di depan untuk mendapatkan informasi ruang rawat inap Lorenzo maupun Dante. Ini karena mereka berdua, Bianca dengan Robert, tidak bisa menghubungi Gavino, sebab Gavino tidak memegang ponselnya.
"Tuan Lorenzo ada di ruang rawat inap VIP no 25, sedangkan untuk Tuan Dante masih berada di ruang observasi."
Bianca dan Robert saling pandang, mendengar jawaban yang diberikan oleh petugas informasi rumah sakit, menggenangi ruangan kedua orang yang mereka cari berbeda tempat.
"Kita ke mana dulu Paman?" tanya Bianca meminta pendapat pada Robert.
"Sepertinya Lorenzo cukup stabil, sehingga sudah dibawa ke ruang rawat inap. Sedangkan Dante justru masih berada di ruangan observasi, jadi pastinya Gavino menunggu di ruang observasi juga."
Mendengar ulasan Robert, Bianca mengangguk setuju. "Jadi kita ke ruang observasi saja?" tanya Bianca memastikan.
"Ya," jawab Robert yakin.
Akhirnya Bianca kembali bertanya pada petugas informasi, mencari petunjuk untuk bisa sampai di ruang observasi. Setelah itu mereka berdua langsung menuju ke ruangan yang dimaksud. Mereka ingin mengetahui keadaan Dante yang sebenarnya, terutama Bianca, sebab Dante adalah sepupunya yang paling baik, sudah membantunya selama ini.
"Permisi! Apakah benar pasien Dante ada di ruangan ini?" tanya Bianca pada satu perawat jaga, di saat dia bersama dengan Robert tiba di ruang observasi.
"Saya Bianca, sepupu dari Tuan Dante."
Setelah mendengar jawaban dan perkenalkan diri Bianca, perawat tersebut baru mau menjawab, "Iya. Tuan Dante ada di dalam, sedang menerima transfusi darah dari tuan Gavino."
Kening Bianca berkerut. Dia tidak menyangka jika golongan darah Dante dengan Gavino cocok, sebab sepupunya itu memiliki golongan darah yang langka. Jadi bisa dipastikan tidak semua orang bisa memberikan donor darah untuknya.
"Benar itu Sus?" tanya Bianca lagi, tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.
Tapi suster tersebut mengangguk memberikan jawaban, atas pertanyaan yang diajukan oleh Bianca, meskipun sebenarnya tadi sudah memberikan jawaban dengan sangat jelas pada gadis yang berada di depannya saat ini.
"Paman, memang Gavino golongan darahnya apa?" tanya Bianca pada Robert. Dia yakin jika golongan darah kekasih dengan sepupunya itu berbeda. Tapi sekarang Gavino justru mendonorkan darahnya untuk Dante.
"Paman tidak terlalu memperhatikannya. Tapi jika yang dikatakan oleh perawat itu benar, berarti dokter dan tim medis sudah melakukan tes dan observasi yang dibutuhkan."
__ADS_1
Pengamatan atau observasi adalah aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian.
"Pasti dokter sudah menentukan, jika darah Gavino aman untuk didonorkan untuk Dante."
Bianca mengangguk-anggukkan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh Robert. Dia juga berpikir hal yang sama, karena tidak mungkin dokter membuat keputusan tanpa ada kejelasan yang pasti.
"Kita tunggu sampai transfusi darah selesai, atau kita ke ruang rawat inap Lorenzo saja?" tanya Robert, meminta persetujuan untuk kelanjutan rencana mereka ini.
"Jika kita menunggu disini terlebih dahulu apakah Paman tidak keberatan?"
"Tentu saja tidak Bianca. Aku hanya memberikan tawaran padamu." Bianca tersenyum tipis, mendengar jawaban yang diberikan oleh Robert.
"Kita menunggu disini saja ya Paman? Aku ingin mengetahui keadaan Gavino dan juga Dante lebih dulu. Lagipula Lorenzo sudah dalam keadaan stabil di dalam kamar, sedang beristirahat."
Sekarang Robert kembali tersenyum dan menganggukkan kepalanya, mengiyakan pertanyaan yang diajukan oleh Bianca padanya. Dia juga sangat mengkhawatirkan keadaan Gavino, meskipun tuan Muda-nya itu tidak mengalami kejadian yang buruk sama seperti yang dialami oleh Dante dan juga Lorenzo.
Kini mereka berdua duduk di depan ruangan observasi, menunggu hingga Gavino selesai melakukan donor darahnya pada Dante.
*****
Di rumah Thomas Bryan.
Gress resah. Dia bingung harus berbuat apa untuk bisa mengetahui keadaan Gavino yang sekarang ini, sebab kekasihnya itu tidak memegang ponselnya sendiri, karena ponsel Gavino memang sudah lama diambil oleh papanya.
"Semoga Kamu baik-baik saja Gavin. Maaf, Aku tidak bisa bersamamu sekarang. Padahal Kamu sangat membutuhkan ku dalam keadaan seperti ini." Gress terus berpikir, bagaimana keadaan kekasihnya, yang kemarin ditinggalkan sendiri di rumah papanya yang lain.
Dia menyesali keputusannya untuk tidak memberontak kemarin, di saat papanya memaksa dirinya untuk ikut pulang ke rumah.
"Hhhh... seharusnya Aku bisa menolak, mempertahankan diri untuk tetap berada di sisi Gavin, sehingga Aku tetap berada di sisinya. Apa sekarang ini? Aku tidak tahu apa-apa lagi."
Gress benar-benar menyesali keputusannya, yang tidak mau memberontak dan melawan papannya saat itu. Dan sekarang dia justru memikirkan berbagai macam kemungkinan yang terjadi pada Gavino, dengan perkelahian antara kekasihnya itu bersama dengan anak buah papanya yang berjumlah banyak.
__ADS_1
"Gavin, maafkan Aku Sayang."