Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Tidak Menyerah


__ADS_3

Dengan gerakan cepat, Gavino maju menendang tulang kering Verdi, yang sedang memiting tangan Dante.


Clakkk!


"Arghhh..."


Verdi menjerit kesakitan, akibat tulang kering kakinya yang patah. Dia tidak pernah menyangka, jika Gavino menendang nya dengan sangat kuat. Tanpa dia ketahui sebelumnya.


"Kau... Kamu gila!"


Verdi memaki Gavino, dengan menahan rasa sakit pada kakinya. Yang tidak tidak bisa digerakkan lagi.


Tapi ternyata, Verdi tidak mau menyerah begitu saja. Sebab dengan cepat, dia menarik pelatuk senjata api yang ada di tangannya ke arah Gavino.


Dor!


Tapi seperti sebuah adegan film yang sedang di reply, peluru tersebut justru berbalik arah. Menuju ke arah Verdi sendiri, mengikuti arah jari tangan Gavino. Yang saat ini pedang menunjuk ke arah kepalanya.


Tentu saja hal ini membuat Verdi terbelalak kaget, karena tiba-tiba saja dia seperti melihat sebuah sihir. Yang membalikkan serangan senjata rahasia pada si pengirim.


Tapi ternyata jari tangan Gavino menunjuk ke arah bawah, tepat di saat peluru tersebut ada di depan kencingnya. Siap menembus sasaran, yaitu tengkorak kepalanya Verdi sendiri. Sehingga membuat Verdi menahan nafasnya, bersiap untuk kehilangan nyawanya.


Sayangnya, Gavino tidak membiarkan hal itu terjadi. Karena peluru tersebut akhirnya jatuh, tepat di antara kedua kakinya Verdi.


Apa yang terjadi ini, di saksikan juga oleh Dante dan Lorenzo. Begitu juga dengan Cardi, yang sudah mengira jika rekannya itu, Verdi, akan mengakhiri riwayatnya dengan peluru yang ditembakkan Verdi sendiri.


Tapi nyatanya tidak.


Gavino justru tidak membiarkan peluru tersebut menembus kepala musuhnya, yang jelas-jelas sudah melakukan banyak kejahatan dengannya.


Nyatanya, kebaikan Gavino ini tetap tidak dihargai oleh Verdi. Dengan kata-kata dan tawa Verdi yang membahana.


"Hahaha... dasar pecundang! Kamu sedari dulu itu tidak pernah berani Gavin! Apakah begitu sulit, sehingga kamu tidak berani membunuhku?" tanya Verdi dengan maksud menantang Gavino.


Sebenarnya video tahu jika, Gavino memang sengaja tidak membunuhnya dengan cepat. Karena Verdi merasa yakin, jika apa yang akan dilakukan oleh dua vino kedepannya nanti sangatlah tidak menguntungkan dirinya.


Itulah sebabnya, dia ingin memprovokasi Gavino. Agar musuhnya itu mau membebaskan dirinya, dengan cara memberikan kematian untuknya dengan cepat. Sehingga dia tidak perlu merasakan penyiksaan terlebih dahulu.


Gavino bahkan masih terdiam, di saat Verdi mengoceh sesuka hatinya. Karena dia memang pengajian melakukan aksi diam, biar Verdi mereka tidak nyaman sendiri.


Apalagi semua orang juga melihatnya, memperhatikan bagaimana keadaannya yang sekarang. Termasuk semua anak buahnya, yang memang bertugas di tempat ini.


"Kenapa Kamu tidak membunuhku dengan cepat, apa Kamu takut? atau Kamu mau meminjam tangan orang lain untuk membunuhku? silahkan berikan pada siapa? Dante, Lorenzo atau pada anak buahmu yang lain. Yang pasti Aku tidak akan pernah merasa takut!"


Ucapan yang keluar dari mulut Verdi, tentu saja terdengar bergetar. Karena dia memang sedang merasa ketakutan. Apalagi dia juga menahan rasa sakit, pada bagian kakinya yang patah. Di saat terkena tendangan daria Gavino tadi.


"Ck! Sudahlah Verdi. Kamu itu sudah jelas-jelas kalah, tapi tetap sombong dan tidak mengakui kekalahan yang Kamu miliki saat ini." Dante meminta pada Verdi, supaya menyerah saja.


Tapi tentunya Verdi tidak mau mengikuti saran dari Dante, bahkan dia tersenyum sinis.


"Cihhh! Aku tidak mau menyerah pada pecundang itu. Memangnya, apa kelebihan yang dimiliki?" Verdi menyangkal, bahwa Gavino jauh lebih baik. Jika dibandingkan dengan dirinya dalam hal apapun.


"Aku tidak perlu pengakuan darimu Verdi, karena Aku hanya ingin menghancurkan semua rencana yang sudah Kamu susun."

__ADS_1


Dan benar saja, tak lama kemudian, anak buah Thomas Bryan datang. Mereka semua, membawa anak buahnya Verdi, dengan menggunakan dua buah mobil box. Yang kawal oleh Thomas Bryan sendiri dari arah belakang. Termasuk dua orang yang tadi memakai topeng wajah Gavino, Gress dan Thomas Bryan sendiri.


Hal ini membuat Verdi terbelalak kaget, melihat keadaan semua anak buahnya. Termasuk dua orang yang merupakan ahli hipnotis, yang tadi berperan sebagai Gavino dan Thomas Bryan.


"Kamu... Kamu, ini semua..."


Verdi tidak mampu melanjutkan kata-katanya melihat kekalahan yang dialaminya. Dan ini tidak mungkin bisa diselamatkan lagi.


Tapi nyatanya dia masih bisa tersenyum senang, sebab dia masih memiliki rencana berdua. Dengan adanya topeng khusus, yang dibuatnya untuk terakhir kalinya kemarin.


Dan bisa jadi, rencana keduanya kali ini berhasil. Tanpa diketahui oleh siapapun, karena pada kenyataannya, mereka semua sedang berkumpul di sini mengepungnya. Tanpa punya pikiran kita dia masih memiliki rencana dan strategi lainnya.


"Aku belum kalah. Dan lihat saja apa yang Aku lakukan. Hahaha... kalian semua, terutama Kamu Gavin dan Dante! kalian berdua, akan segera kehilangan seseorang yang kalian lindungi selama ini."


Gavino menoleh ke arah Dante. Dia berpikir jika saat ini, apa yang sedang dipikirkan olehnya, juga sama seperti dengan yang dipikirkan oleh Dante.


Dante mengganggukan kepalanya, kemudian segera mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Untuk menghubungi Bianca, yang saat ini sedang berada di rumah sendiri, bersama dengan beberapa anak buahnya Gavino. Yang penjaga sepupunya itu.


Namun sayangnya, tempat ini telah disatukan dengan sistem. Sehingga tidak ada sinyal untuk komunikasi lewat jaringan ponsel biasa. Sama seperti yang biasa digunakan sehari-hari.


Melihat keadaan ini, Dante melihat ke arah Gavino. Menyadarkan pada temannya itu, bahwa dia tidak bisa menghubungi Bianca yang berada di rumah. Dan jika terjadi sesuatu pada sepupunya itu, tentu dia akan sangat menyesalinya.


Hal yang dialami oleh Dante dan Gavino, justru membuat Verdi tersenyum senang. Karena dia merasa puas, dengan membuat mereka berdua panik.


Tapi Gavino mengganggukan kepalanya, meminta pada Dante supaya tetap tenang.


"Aku akan mencoba menghubungi bianca sendiri, dan Tuan Besar, tolong bawa Gress segera ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan."


Gavino meminta kepada Thomas Bryan, untuk membawa anaknya ke rumah sakit. Dia berbisik kepada papanya Gress, untuk memberitahu, di mana dia menyembunyikan Gress saat ini.


Dan sekarang, dia mengeluarkan semua kekuatannya. Untuk bisa membuat orang-orang yang ada disekitarnya ini berhenti melakukan aktivitas, alias dijadikan sebagai patung untuk sementara waktu.


Dan benar saja, mereka semua, yang berada di sekitarnya dalam jarak beberapa meter. Seakan-akan tidak bergerak sama sekali, tanpa mereka sadari juga.


Sedangkan Thomas Bryan dan orang-orangnya yang sudah pergi, tidak mengetahui keadaan tempat yang tadi mereka tinggalkan. Karena mereka sudah di luar jangkauan sistem, sehingga mereka juga tetap dalam keadaan normal.


Dalam posisi dan situasi ini, Gavino mengaktifkan sistemnya untuk bisa menghubungi Bianca di rumah.


( Ting )


( Selamat malam Good Father )


'Aku ingin menghubungi Bianca di rumah, tapi di sini sinyal sudah Aku hilangkan. Sehingga tidak bisa melakukan panggilan atau menerima telpon.'


( Ting )


( Good Father bisa menggunakan telpon dari sistem,untuk menghubungi gadis tersebut )


'Bisa ya?'


( Ting )


( Bisa Good Father )

__ADS_1


( Dengan penukaran poin 200, umur 5 hari )


'Emh... baiklah. Aku setuju!'


( Ting )


( Sambungan telpon di proses )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


Tanpa diketahui dari mana asalnya, ponsel sistem tiba-tiba ada di tangannya Gavino. Yang bisa digunakan untuk menghubungi Bianca di rumah. Supaya tidak pergi kemana-mana, atau ikut bersama orang lain yang tidak dikenalnya.


..."Halo Vin!"...


..."Hai Bi. Aku mau bicara padamu serius."...


..."Ya Vin, Kamu tidak kenapa-kenapa kan?"...


..."Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja."...


..."Lalu, bagaimana keadaan Gress?"...


..."Dia sudah dibawa papanya ke rumah sakit. Oh ya, Aku memintamu untuk tetap di rumah dan tidak menerima siapapun, yang akan mengajakmu pergi dari rumah. Ingat itu ya Bi! Pokoknya tidak usah membiarkan orang lain masuk ke dalam rumah."...


..."Tapi, tadi..."...


Brakkk!


Tiba-tiba panggilan telpon tersebut terputus. Dan Bianca tidak bisa dihubungi lagi.


Hal ini membuat Gavino merasa sangat khawatir, dengan keadaan gadisnya yang di sana. Yang tidak tahu apa-apa, sama seperti Gress juga.


Akhirnya dengan cepat Gavino menonaktifkan sistem, sehingga dia menepuk pundak dante untuk diadakannya pulang.


Pluk!


"Ayo kita pulang ke rumahmu! Dan biarkan Lorenzo bersama yang lain yang membereskan tempat ini."


Dante yang sudah tersadar, segera mengikuti ajakan Gavino.

__ADS_1


Begitu juga dengan Lorenzo, dengan yang lainnya. Mereka segera meringkus Verdi dan Cardi, di bantu oleh anak buahnya Gavino dan Thomas Bryan. Untuk membereskan semua orang yang ada di tempat ini. Sebab, mereka semua akan segera dibawa ke markas besar. Bersama dan anak buahnya Verdi yang tertangkap tadi.


__ADS_2