
( Ting )
( Menganalisa lawan )
Nama : George Smith
Gender : Man
Usia : 55 tahun
Kekuatan : level 15
Kemampuan : penembak jitu
'Maksudnya George ini ada sistem yang sama denganku juga?'
( Ting )
( Tidak good father )
( George tidak punya sistem. Tapi kekuatan yang dia miliki, setara dengan level 15 pada sistem milik good father )
'Wah... hebat sekali dia!'
( Ting )
( Dia berpengalaman soal dunia mafia, yang dia geluti selama hidupnya )
'Apa dia ada hubungannya dengan kakekku, William Henry? yang dia sebut sebagai king Goldblack?'
( Ting )
( Menurut analisa, dan George yang dengan cepat memberikan penjelasan tentang William Henry serta king Goldblack. Bisa dipastikan jika dia ada di dalam lingkaran kakek good father )
'Hemmm... apa ini jalan yang akan membawaku pada orang yang telah membunuh nenek?'
( Ting )
( Good father bisa bertanya pada George saat dia bangun nanti )
'Hum... baiklah. Nanti Aku akan coba bertanya padanya. Jika sudah bangun.'
( Ting )
( Siap good father )
*****
George sedang beristirahat dan tidur di kamar sempit milik Gavino. Setelah tadi membersihkan dirinya dengan mandi di kamar mandi yang tidak terawat. Karena memang sudah lama tidak dirawat dan digunakan pemiliknya.
__ADS_1
Untuk pakaian ganti, George memakai pakaian Giordano yang ditinggalkan. Karena sewaktu berangkat ke kota Roma. Giordano dan Mirele memang diminta untuk tidak membawa apa-apa.
Sekarang, Gavino pergi keluar rumah sebentar. Untuk mencari makanan yang bisa mereka makan
Sebab di rumah ini tidak ada bahan makanan yang bisa digunakan untuk mereka makan.
Selang beberapa waktu, Gavino sudah kembali. Tapi George sepertinya masih terlelap tidur.
Tapi ternyata dugaan Gavino salah. George sudah berdiri siaga, di belakang pintu, saat dia membukanya.
Kriettt...
"Eh!"
Gavino kaget, saat George siap dengan senjata api di tangan. Dan siap untuk menembak orang yang masuk ke dalam rumah.
"Aku pikir siapa tadi." Sambut George di saat Gavino terkejut dengan sikapnya.
"Aku berpikir Kamu akan lapar begitu bangun tidur. Tapi nyatanya, Kamu lapar untuk membunuh orang."
Perkataan Gavino yang menyindirnya, membuat George tersenyum tipis. Dia tidak tahu, jika kepergian Gavino untuk mencari makanan. Karena tadi dia justru berpikir bahwa, Gavino pergi untuk mencari bakat bantuan. Untuk melawan dirinya.
"Hum... Kamu pikir Aku seorang pecundang? harus minta bantuan orang lain hanya untuk membunuhmu," sarkas Gavino dengan tatapan tajam.
Apalagi senjata api milik George masih diarahkan kepadanya.
"Singkirkan senjatamu itu, atau Aku patahkan tanganmu!"
Tapi entah kenapa, George merasakan aura yang berbeda, jika berhadapan secara langsung dengan Gavino.
Sekarang, Gavino meletakkan makanan yang dia bawa di atas meja.
"Duduk dan makanlah!"
Gavino meminta pada George untuk duduk dan ikut makan bersama dengannya. Karena dia membeli makanan, yang tidak perlu repot-repot untuk di masak terlebih dahulu.
Kini, keduanya sama-sama menikmati makanan. Karena memang sudah merasa sangat lapar.
Selang beberapa menit kemudian, makanan di meja sudah tandas. Tidak ada sisa sedikit pun, dari makanan yang tadi tersedia.
"Apa Kamu masih lapar?" tanya Gavino, di saat makanannya sendiri sudah habis.
"Tidak. Ini sudah cukup. Terima kasih."
"Sekarang, apa rencana mu?" tanya Gavino lagi, setelah George minum air. Begitu dia selesai dengan makanannya juga.
"Aku tidak tahu. Aku hanya tidak ingin berada di dalam kelompok ku lagi, karena kewenangan-kewenangan pemimpinnya sekarang ini. Dulu, dulu sekali. Di saat king Goldblack yang memimpin, tidak separah ini. Meskipun king Goldblack juga kejam. Tapi dia adalah pelindung untuk anak buahnya."
Akhirnya George menceritakan tentang keadaan kelompoknya yang sekarang.
__ADS_1
Dia juga membandingkan dengan kepemimpinan king Goldblack pada masa itu.
*****
Di masa kepemimpinan king Goldblack.
Mafia besar pada saat itu, di kuasai oleh king Goldblack. Seorang laki-laki kuat yang tidak bisa memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh anak buahnya.
Tapi sebagai seorang pemimpin besar, king Goldblack adalah pemimpin yang disegani. Bukan hanya ditakuti. Karena dia begitu mencintai anak buahnya, dengan memberikan perlindungan dan kesejahteraan untuk kehidupan mereka.
Selain itu, pekerjaan mereka yang gelap, mengharuskan mereka untuk tetap bisa bersikap dan bertindak sebagai mestinya.
King Goldblack loyal, tapi juga royal.
Dia selalu memberikan imbalan yang setimpal, atas pekerjaan anak buahnya. Dia juga melindungi keluarga anak buahnya, agar tidak tersentuh karena terlibat dalam segala urusan kegiatan mereka.
Itulah sebabnya, anak buahnya setia.
Kepemimpinan king Goldblack, tidak diragukan lagi. Bahkan, para pejabat negara juga takut seandainya mereka bersinggungan dengan kelompoknya.
Tapi karena king Goldblack tidak ada lawan, kelakuan minusnya juga banyak.
Dia akan memberikan hukuman yang setimpal, dan tidak memberikan maaf untuk kesalahan yang dilakukan oleh anak buahnya. Apalagi jika mereka gagal dalam tugas yang diberikan.
King Goldblack juga suka main perempuan. Dengan banyaknya koleksi wanita yang dia manfaatkan untuk kepentingannya bernegosiasi dengan lawan dan pejabat negara.
Wanita-wanita itu pun tunduk pada aturan dan keinginan king Goldblack. Karena keperkasaan king Goldblack tidak bisa mereka abaikan begitu saja.
Bahkan, kadang kala para wanita itu bersaing agar bisa menjadi teman bermalam dengan king Goldblack.
Hingga pada suatu hari, dia bertemu dengan seorang gadis yang miskin. Tapi sudah memberikan pertolongan padanya, saat sedang terluka akibat kecelakaan yang disinyalir sebagai konspirasi dari anak buahnya sendiri.
Tapi karena tidak ada bukti, king Goldblack tidak lagi mencari bukti-bukti yang seharusnya dia dapatkan.
Dia fokus untuk mengejar gadis yang sudah menaklukkan hatinya. Hingga saat dia bisa mempersunting gadis tersebut.
Sayangnya, di saat kebahagiaan mereka batu saja dimulai, kabar menyedihkan harus di terima oleh king Goldblack. Di saat anaknya baru saja berusia tiga tahun, istrinya divonis menderita penyakit mematikan.
Untuk kebahagiaan istrinya, king Goldblack menyetujui permintaan terakhir dari isterinya, untuk hidup menjauh dari kerasnya kehidupan sang king Goldblack selama ini.
Sang istri ingin hidup secara normal bersama dengan suami dan anaknya di pinggir kota.
Itulah sebabnya, king Goldblack menyerahkan kekuasaannya untuk dipimpin oleh sahabatnya, yang merupakan orang kepercayaannya di kelompoknya.
Sayangnya, sahabatnya itu justru mengkhianati king Goldblack. Yang sudah memberinya kepercayaan dan tampuk kepemimpinan king Goldblack di kerajaan mafianya.
Orang tersebut mengirim seseorang untuk membunuhnya di tempat tinggalnya yang baru. Tapi sayangnya, orang suruhan itu justru menembak sang istri. Bukannya king Goldblack.
Kematian istrinya, bukan karena penyakit yang akan menutup usianya yang kurang empat bulan lagi. Tapi karena peluru yang ditembakkan seseorang yang tidak dia kenal.
__ADS_1
Ini membuat king Goldblack marah.
Tapi pesan terakhir dari sang istri harus dia lakukan. Dia tidak boleh masuk kembali ke dalam keanggotaan mafia. Dan mengurus anak semata wayangnya di kita kecil. Jauh dari hiruk pikuk kehidupan kita Roma yang kejam.