
Di rumah Dante.
Sebuah mobil memasuki pekarangan, dan langsung dihadang oleh para bodyguard yang ada di rumah Dante.
Mereka memeriksa, siapa yang datang ke rumah ini. Sebab para bodyguard tersebut sudah mendapatkan pesan, supaya mereka berhati-hati. Kepada siapapun yang datang ke rumah ini.
Tapi di saat mereka melihat keberadaan Gavino yang datang bersama dengan pemilik rumah ini, akhirnya mereka kembali mundur. Kembali ke tempat mereka yang tadi.
"Apa semuanya aman?" tanya Gavino pada anak buahnya, yang berjaga di rumah Dante.
"Aman tuan Muda," jawab mereka, yang mendapat pertanyaan dari Gavino.
"Apa Nona ada di dalam? Dia tidak pergi kemana-mana kan?" tanya Gavino lagi, menanyakan keadaan gadisnya. yang berada di rumah Dante.
Sedangkan sang pemilik rumah langsung masuk ke dalam, tanpa mendapatkan hambatan atau pertanyaan apa pun dari para bodyguard tersebut.
"Tidak Tuan Muda. Nona ada di dalam rumah sendari tadi, dan dia juga tidak pergi kemana-mana."
Puk puk puk!
Mendengar jawaban dan penjelasan yang diberikan oleh bodyguard tersebut, gak vino menepuk menepuk pundaknya sebanyak 3 kali. Sambil tersenyum puas dengan pekerjaan mereka.
"Bagus. Lanjutkan tugas kalian, Aku mau masuk ke dalam dulu!" Bodyguard tersebut mengangguk patuh, pada perintah dari Gavino. Yang langsung berjalan menuju ke dalam rumah, menyusul Dante. Yang tadi sudah masuk terlebih dahulu.
Tapi baru saja Gavino masuk ke dalam rumah, dia melihat Dante yang sedang membopong tubuh Bianca. Yang saat ini sedang tidak sadarkan diri.
"Kenapa dia?" tanya Gavino, terkejut dengan apa yang dilihat.
"Dia sedang menerima panggilan telpon, jadi Aku memukulnya," terang Dante, memberikan penjelasan. Bahwa dia melakukan semua itu karena sesuatu hal, yang bisa saja membuat mereka celaka sendiri.
"Cepat bantu! Berat ini," hardik Dante, yang meminta bantuan kepada Gavino.
Akhirnya mereka berdua mengangkat tubuh Bianca, untuk mereka bahwa ke dalam mobil. Karena mereka akan membawa Bianca dari rumah ini.
"Ada apa Tuan?" tanya beberapa bodyguard secara bersamaan. Karena mereka melihat Dante dan Gavino, yang membawa Bianca dengan keadaan yang tidak biasa.
"Ternyata dia pingsan di dalam kamarnya dan kalian semua tidak ada yang tahu! lalu apa pekerjaan kalian di rumah ini? kami akan membawanya ke rumah sakit." Amarah Dante, membuat para bodyguard tersebut tertunduk. Karena merasa bersalah dengan tugas mereka untuk menjaga Bianca.
Beberapa saat setelah mobil yang dikendarai oleh Dante, bersama dengan Gavino dan Bianca pergi. Ada sebuah mobil yang masuk ke dalam pekarangan rumah, dengan keadaan cepat. Dan sepertinya sedang terburu-buru.
"Lho Tuan Muda?"
__ADS_1
Para bodyguard tersebut justru bingung dengan kedatangan Gavino, yang hanya bersama Dante saja.
"Ada apa, kenapa kalian terlihat bingung?" tanya Gavino, yang merasa heran. Melihat dan mendengar pertanyaan anak buahnya itu.
"Tuan Muda bukannya tadi pergi bersama Nona yang sedang pingsan?"
Pertanyaan balik yang diajukan oleh bodyguard tersebut, membuat Gavino langsung berlari menuju ke arah kamarnya Bianca.
Begitu juga dengan beberapa bodyguard, yang ikut bergegas ke dalam rumah. Karena mereka ingin tahu, apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah ini.
"Br3ngs3k! Sial!!"
Gavino berteriak dengan kata-kata yang kasar, karena tidak mendapatkan keberadaan Bianca yang ada di dalam kamarnya.
Apalagi ponsel dan laptop Bianca hancur, dan ada tetesan darah, di lantai kamarnya Bianca.
Dante yang ikut masuk dan berada di dalam kamar sepupunya, juga kaget dan tidak menyangka. Jika ketakutan Gavino sejak awal menjadi kenyataan.
Plak plak plak!
Gavino melempar semua bodyguard nya, karena tidak becus menjaga Bianca.
Salah satu dari mereka, membuat pembelaan diri. Dengan mengatakan apa yang mereka lihat, kemudian menceritakan kembali tentang kedatangan Gavino dan Dante. Dari awal hingga kemunculan mereka lagi.
Mendengar penjelasan yang diberikan oleh bodyguard nya tersebut, Gavino dan Dante saking pandang. Karena mereka berdua, memiliki pemikiran yang sama. Jika semua ini adalah bencana kedua Verdi, yang tadi sempat menghubungi seseorang.
Dan Gavino juga menyadari, pada saat dia menelpon Bianca tadi. Dan mendengar suara seperti ada suatu benda yang jatuh.
Ternyata inilah jawabannya. Dan mereka berdua terlambat datang ke rumah ini.
"Mereka tadi mengatakan apa?"
"Katanya mau membawa Nona Bianca ke rumah sakit, sebab Nona Bianca dalam keadaan pingsan." terang bodyguard tersebut, yang mengetahui secara pasti. Tentang kejadian sebelum Gavino dan Dante datang kembali, untuk yang kedua kalinya.
"Berarti tadi, pada saat Aku menelpon dan mendengar suara gaduh, inilah kejadian yang terjadi pada Bianca."
Dante mengganggukan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh Gavino. Dan sekarang, mereka berdua mengatur strategi terlebih dahulu, untuk bisa mencari keberadaan Bianca. Sebab tidak mungkin, kedua orang tadi membawa Bianca ke rumah sakit. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh kedua orang tadi, kepada bodyguard tersebut.
Meskipun para bodyguard tersebut bingung, tapi mereka meyakini bahwa, apa yang mereka lihat tadi, ternyata semuanya palsu. Dan yang sekarang ini ada di depan mereka adalah yang asli.
"Maaf tuan Muda, Tuan Dante. Kami tidak tahu, jika kalian berdua ada kembarannya."
__ADS_1
"Atau, mereka berdua tadi itu adalah, orang-orang yang menyamar sebagai Tuan Muda dan tuan Dante?"
Sepertinya saat ini para bodyguard tersebut baru menyadari, bahwa mereka salah mengenali atasan mereka sendiri. Yang pada kenyataannya justru baru saja datang.
"Kalian bersiaplah untuk ikut bersama kami, dan yang berjaga di rumah ini hanya dua orang saja!" perintah Gavino pada mereka semua, supaya mengikuti apa yang dia intursikan.
"Siap Tuan Muda!"
*****
Di dalam sebuah mobil, yang dalam keadaan melaju cepat. Bianca membuka matanya perlahan-lahan, dengan menajamkan indera pendengarannya. Supaya lebih waspada, karena dia sadar bahwa, saat ini dia berada di tangan orang yang jahat. Yang tadi sudah memukulnya hingga pingsan.
Dia mencoba untuk mendengar suara-suara di sekitarnya, untuk memastikan. Di manakah saat ini dia berada, selain di dalam mobil yang sedang melaju.
Tapi nyatanya, Bianca tidak bisa melakukannya dengan baik. Sebab suara musik dari spiker mobil, terdengar sangat keras dan menyiksa di telinganya.
"Sebenarnya, apa yang mereka inginkan dariku?" tanya Bianca pada sendirinya sendiri, karena saat ini tidak mungkin ada orang lain yang bisa mendengar dan juga menolongnya.
Cittt!
Brakkk!
"Agrhhh..."
Kecelakaan lalu lintas tidak bisa dihindari, di sebuah jalan yang ada tikungannya. Dan mobil tersebut menuju keluar kota.
Akhirnya ada beberapa warga yang kebetulan melihat kejadian tersebut, berusaha untuk memberikan pertolongan. Karena jalanan di sini, memang termasuk jalan yang sepi.
"Ayo cepat tolong korban!"
"Sudah ada yang menghubungi polisi belum?"
"Hai lihat, ada ceweknya juga!"
"Wah... jika ada sesuatu yang terjadi. Jangan lupa di rekam ya! Siapa tahu nanti bisa menjadi berita yang viral.
Dari orang-orang yang melihat kejadian tersebut, kemudian berkomentar, dengan mengolahnya menjadi sebuah berita-berita dan juga berita-berita di media sosial.
Akhirnya mobil ambulans dan polisi datang ke tempat kejadian, untuk mengevakuasi tempat kejadian. Dengan cara di amankan, menggunakan garis kuning polisi.
Tampak jelas bagaimana keadaan korban kecelakaan yang ada di dalam mobil, sehingga komentar-komentar pembuat video di awal-awal akurat. Sedangkan untuk yang selanjutnya, mereka hanya menambahi berita dengan kosa kata. Sehingga katanya, ini, itu dan lain sebagainya. Adalah sesuatu yang tidak bisa dimintai pertanggung jawabannya
__ADS_1