
..."Itu yang mau tanyakan tadi? Dia tidak sedang dalam masalah kan?"...
..."Tidak tahu. Beberapa hari, sejak dari taman bermain itu, dia tidak pernah mengeluhkan apa-apa. Dia juga tidak bilang apa-apa, atau masalah apapun."...
..."Ya sudah kalau begitu. Coba saja besok pagi kita ke rumahnya."...
..."Hum..."...
..."Kamu antar Aku ya!"...
..."Eh, kok Aku..."...
Klik!
Bianca memutuskan hubungan telpon, tanpa menunggu Dante selesai berbicara. Dia tidak mau jika sepupunya menolak permintaannya tadi. Karena dia juga tidak mungkin bisa datang ke rumah Gavino sendiri.
Di rumah Dante.
"Argh... Bianca ini! Aku belum selesai bicara malah dimatiin. Bagaimana sih dia?"
Dante kesal dengan sikap Bianca yang tidak mau ditolak permintaannya. Padahal Dante hanya ingin mengatakan bahwa, dia akan mengajak Lorenzo atau Jeffrie.
"Huhfff... sudahlah, tidur saja."
Akhirnya Dante mengabaikan perasaan kesalnya pada Bianca.
Dia ingin segera tidur. Supaya besok bisa bangun pagi, dan tidak terlambat menjemput sepupunya. Agar bisa datang ke rumah Gavino bersama-sama.
*****
Pagi harinya, Bianca dan Dante benar-benar datang ke rumah Gavino.
Mereka berdua bertemu dengan kepala maid, yang ternyata juga tidak tahu di mana keberadaan Gavino. Bahkan keberadaan Giordano dan Mirele juga tidak dia ketahui.
"Maaf Nona, Tuan muda Gavino dan kedua orang tuanya tidak pulang dari kemarin."
Bianca terkejut saat mendengar jawaban yang diberikan oleh kepala maid di rumah Gavino.
"Tapi, ponselnya juga tidak bisa dihubungi. Memang tidak memberikan pesan apapun?" tanya Bianca lagi, setelah menoleh ke samping. Di mana Dante berada.
"Tidak ada Nona. Kemarin, di saat tuan besar dan nyonya pergi. Tak lama kemudian tuan muda pergi dengan tergesa-gesa. Setelah itu tidak ada kabar apapun darinya."
Bianca mengangguk-anggukkan kepalanya beberapa kali, mendengar penjelasan yang diberikan oleh kepala maid.
"Dante. Kita coba tanya ke kios. Siapa tahu ada yang bisa memberikan penjelasan di sana," ajak Bianca pada Dante.
"Ya sudah ayok!"
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pergi ke kios, di mana Giordano dan Mirele memiliki usaha. Dan tempat usaha tersebut ada di pusat kota.
Setelah berpamitan dengan kepala maid, mereka berdua pergi dari rumah Gavino.
"Apa kita perlu tanya Lorenzo, Jeffrie atau Cardi? atau tanya pada Madalena mungkin?" Bianca bertanya pada Dante, tentang kemungkinan untuk mencari kabar Gavino.
__ADS_1
"Aku pikir mereka tidak ada yang tahu. Jika ada sesuatu yang terjadi pada Gavino, dan mereka tahu, pasti memberikan kabar pada kita Bi," sahut Dante, yang tentunya tahu bagaimana kebiasaan dari teman-temannya sendiri.
Akhirnya mereka berdua sama-sama terdiam. Tidak ada lagi yang memulai pembicaraan. Dan Dante, terus melajukan mobilnya menuju ke arah pusat kota. Di mana letak kios Giordano berada.
*****
Di saat Gavino tertidur, sistem mafia yang ada di dalam tubuhnya bereaksi sendiri. Dia aktif tanpa harus diaktifkan oleh Gavino dalam keadaan sadar.
Sistem tersebut aktif, di luar kesadarannya. Ini karena Gavino belum melakukan cek in harian. Yang seharusnya dia lakukan pada saat bangun tidur, di pagi harinya.
( Ting )
( Selamat siang good father )
( Good father belum cek in untuk hari ini )
'Aku sedang dalam keadaan seperti ini. Apa
Aku bisa melakukan cek in?'
( Tentu saja bisa good father )
'Baiklah. Aku cek in sekarang.'
Ternyata dalam keadaan tidur atau pingsan pun, dia bisa berkomunikasi dengan sistem mafia yang memang sudah terlanjur menjadi satu dengan tubuhnya.
Jadi, Gavino tetap bisa melakukan komunikasi dengan sistem yang ada di dalam dirinya.
( Ting )
'Aku naik level?'
( Good father sudah melakukan misi semalam. Meskipun sekarang tak berdaya di rumah sakit. Tapi setelah ini level good father tentu bertambah )
( Ting )
Level sistem : 5
Kekuatan : 6
Pengaruh : 5
Kekayaan : 3
Hadiah : Bisa memilih senjata sesuai kebutuhan.
Jadi sistem memberikan kenaikan untuk level sistem dari pusat. Karena setiap Gavino melakukan tindakan yang berhubungan dengan geng, demi kebaikan akan dinaikkan.
Dan perjuangan di dunia mafia masih belum ada apa-apanya. Karena geng sejenis Alano maupun Vedi, masih berskala kecil.
Gavino masih ada banyak tugas, untuk bisa menjadi king mafia di masa depan.
"Emhhh... arghhhh..."
__ADS_1
"Eh, panggil dokter. Dia sadar!"
Salah satu petugas yang berjaga di ruangan Gavino, meminta pada temannya yang lain untuk segera menghubungi dokter. Karena pasien yang dia jaga sudah bangun.
Tak lama kemudian, dokter dan perawat datang ke ruangan Gavino. Untuk melakukan tugasnya, dengan memeriksa keadaan Gavino yang semalam menghisap gas beracun cukup banyak.
Beberapa saat kemudian, dokter dan perawat selesai dengan pekerjaannya.
Perawat juga menganti infus dengan infus lainnya, meskipun yang lama belum habis. Ini karena kandungan cairan yang berbeda, yang dibutuhkan untuk tubuh Gavino.
"Dia sudah tidak apa-apa. Hanya butuh istirahat dan mengeringkan beberapa luka di tubuhnya saja."
"Terima kasih Dok."
Penjaga khusus tersebut hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih pada dokter. Sedangkan Gavino, hanya mengangguk samar di tempat tidurnya.
"Di mana Kapten?" tanya Gavino pada kedua petugas, yang saat ini ada di dalam kamar tempat dia di rawat.
"Kapten kembali ke kantor sekitar jam setengah empat dini hari. Ada pekerjaan yang harus dia kerjakan." Petugas tersebut memberikan penjelasan kepada Gavino.
"Oh ya, di mana posenlku?"
Gavino teringat dengan ponselnya. Dia ingin tahu bagaimana keadaan papa dan mamanya, yang sedang dalam perawatan juga di rumah sakit.
"Aku ini ada di rumah sakit mana?" tanya Gavino lagi, padahal pertanyaan yang tadi belum juga di jawab orang yang sekarang saling pandang.
"Hai! Apa kalian berdua tidak tahu apa nama rumah sakit ini? Lalu di mana posenlku?"
Sekarang Gavino mengulang kembali pertanyaannya yang tadi, dengan dijadikan satu. Agar kedua orang tersebut menjawabnya sekaligus.
"Maaf Tuan. Ponsel Anda kami tidak tahu. Tapi nama rumah saja ini kami tahu, yaitu rumah sakit Froist Medical."
Mendengar nama rumah sakit ini, Gavino ingin segera bangun. Dia berusaha untuk bangkit dari tempat tidur.
"Apa yang Anda lakukan Tuan?"
"Jangan pergi Tuan. Ingat kata dokter tadi!"
Kedua penjaga tersebut berusaha untuk mencegah Gavino, supaya tidak pergi dan tetao berbaring di tempat tidurnya saja.
"Argh... bantu Aku!"
"Aku hanya ingin pergi melihat keadaan papa dan mamaku saja."
Kedua petugas jaga tersebut saling pandang, kemudian segera mengambil kursi roda yang ada di sudut ruangan.
Mereka berdua membantu Gavino untuk bisa duduk di kursi roda tersebut, kemudian membawanya keluar dari kamar rawat inap Gavino.
Satu orang mendorong kursi roda, sedangkan satunya lagi membawa tabung cairan infus yang masih terpasang di pergelangan tangan Gavino.
Mereka bertiga segera pergi ke ruangan ICU. Di mana kemarin Giordano dirawat.
"Kita ke ruang ICU." Gavino meminta pada kedua petugas jaga tersebut, untuk membawanya ke sana.
__ADS_1