Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Kecelakaan Pagi Hari


__ADS_3

Menurut Lorenzo, Madalena yang menyatakan perasaannya terlebih dahulu. Tapi dia merasa tidak enak hati, karena Dante dan Cardi juga menyukai Madalena.


..."Aku harus bagaimana?"...


..."Duh, ini bukan hanya sekedar cinta segitiga. Tapi... eh maksudnya Kamu juga suka gak dengan Madalena?"...


..."Aku? Ya Aku... Aku sebenarnya ya... suka juga sih sama dia. Tapi bagaimana dengan teman-teman?"...


Permasalahan hati itu memang tidak bisa ditebak. Bagaimana dia bisa datang pada seseorang, dan ternyata itu juga di rasakan oleh orang lain. Pada orang yang kita sukai. Apalagi juga hal itu terjadi pada teman kita.


Perasaan tidak enak hati, dan pikiran yang lainnya tentu saja ada. Dan ini dirasakan oleh Lorenzo. Karena ada hati dan perasaan kedua temannya, yang sama-sama suka dengan Madalena.


..."Gavin! Gavino!"...


Lorenzo memanggil-manggil Gavino, karena tidak mendengar suara temannya itu lagi.


Dia berpikir bahwa, Gavino memutuskan sambungan telpon darinya. Atau bisa jadi, teman yang dia ajak sharing saat ini ternyata sudah tertidur.


..."Hum..."...


..."Ah, Aku pikir Kamu tertidur. Atau mematikan telpon. Hehehe..."...


..."Hemmm..."...


..."Bagaimana sebaiknya ini Gavino. Aku bingung. Aku ingin menerima Madalena sebagai kekasihku, tapi Aku juga tidak mau melihat Dante dan Cardi kecewa. Kan pusing ini jadinya."...


..."Kamu tanya pada dirimu sendiri Lorenzo. Karena urusan hati, Aku tidak bisa ikut campur. Lagipula, sebentar lagi kita juga tidak terus sama-sama."...


..."Hemmm... baiklah. Sebaiknya Aku bicarakan ini dengan Madalena sendiri."...


..."Iya. Begitu lebih baik."...


Klik!


Panggilan telpon berakhir. Gavino meletakkan kembali handphone miliknya ke tempat tidur.


Tapi sedetik kemudian, ponselnya kembali berdering. Dan dengan cepat, Gavino meraihnya.


..."Halo Lorenzo. Ada apa lagi?"...


..."Gavin."...


..."Eh kapten. Maaf, Saya pikir teman tadi."...


..."Ada apa Kamu menghubungi Aku?"...


..."Ada hal yang ingin Saya sampaikan pada kapten. Ini mengenai... itu, ada seorang teman yang akan melakukan transaksi."...


..."Apa yang ingin Kamu laporkan? transaksi apa? Apakah itu hal yang biasanya terjadi? di mana akan ada transaksi?"...


Orang yang disebut dengan kapten oleh Gavino, bertanya tentang apa yang ingin disampaikan olehnya. Karena Gavino memang sering membaut laporan tentang kejahatan yang dilakukan oleh sebagian para geng mafia. Baik yang besar ataupun kecil.


Akhirnya, Gavino memberitahu pada kapten. Tentang ancaman Verdi.

__ADS_1


..."Tapi Saya belum diberitahu tentang lokasinya. Mereka akan memberitahu, di saat waktunya tiba nanti."...


..."Hemmm... baiklah. Aku akan ikut bersamamu, tanpa tim. Aku akan membantumu dari kejauhan."...


..."Terima kasih Kapten."...


Klik!


"Huhfff..."


Gavino membuang nafas lega, ketika orang yang dia mintai bantuan bisa mengusahakan waktu untuknya.


"Semoga besok malam semuanya bisa dikendalikan." Gavino bergumam sendiri, sebelum akhirnya dia memejamkan matanya. Dan itu sudah pukul tiga dini hari.


*****


Pagi hari, Giordano dan Mirele bersiap untuk berangkat ke kiosnya. Mereka berdua, sudah mulai membuka toko yang baru, tak jauh dari letak kiosnya yang lama.


"Gavin. Kamu masih pergi sekolah atau tidak? hari ini sudah tidak ada ujian lagi kan?" mamanya, Mirele, bertanya pada Gavino.


"Gavin di rumah Ma. Mau beristirahat."


Mirele menganggukkan kepalanya, paham dengan apa yang dikatakan oleh anaknya barusan.


Sedangkan Giordano, hanya menyimak pembicaraan mereka berdua. Dengan menikmati sarapannya.


Tak lama kemudian, kedua orang tuanya pamit untuk pergi bekerja.


"Hati-hati di rumah ya!"


"Iya Ma. Hati-hati juga Ma, Pa!"


Gavino juga membalas pesan yang diucapkan oleh mamanya. Dia mengantar keduanya sampai di depan rumah. Dan Gavino baru kembali masuk, saat mobil Giordano sudah keluar dari gerbang rumahnya.


Tapi baru saja Gavino masuk ke dalam kamar, ponselnya berdering.


..."Halo, siapa ini?" ...


..."Benarkah ini salah satu anggota keluarganya?"...


..."Iya. Ini Gavino, anaknya." ...


..."Terjadi kecelakaan atas nama tuan Giordano dan nyonya Mirele. Sekarang dalam proses evakuasi." ...


..."Apa? Di mana kecelakaan itu terjadi?" ...


..."Jalan MX17." ...


Tuttt....


Gavino memutuskan sambungan telpon, begitu orang di seberang memberitahu lokasi kejadian kecelakaan tersebut.


Dia berlari keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


"Tuan muda!"


"Aku pergi dulu!"


Maid melihat gavino yang berlari dengan cepat, ingin bertanya. Tapi sebelum dia sempat bertanya, Gavino sudah memberitahu. Jika dia akan pergi


"Tuan muda, ada apa?"


Tapi pertanyaan maid yang selanjutnya, sudah tidak lagi didengar oleh Gavino. Dia sudah tiba di luar rumah, kemudian masuk ke dalam mobilnya sendiri.


Dengan cepat, mobil Gavino melaju meninggalkan halaman rumah.


Dalam keadaan seperti ini, Gavino tidak lagi berpikir tentang keselamatannya. Dia merasa sangat cemas, dengan keadaan papa dan mamanya.


"Ada apa? Kenapa tiba-tiba ada kecelakaan itu?" tanya Gavino pada dirinya sendiri.


Dia tidak menyangka, jika sepagi ini mendapat kabar yang tidak pernah diinginkan oleh semua orang. Karena kabar ini adalah kabar buruk bagi siapapun.


"Semoga mama dan papa selamat."


Hanya doa dan harapan yang bisa diucapkan oleh Gavino saat ini. Demi kebaikan untuk kedua orang tuanya.


Di depan, tampak kerumunan orang-orang yang berhenti dan keluar dari dalam mobil. Untuk melihat keadaan disekitar kecelakaan.


Di tempat tersebut juga sudah ada mobil patroli polisi dan dua mobil ambulance dari rumah sakit terdekat. Yang sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit.


Ninu... ninu... ninu...


Guing... guing... guing...


Gavino tidak menghentikan mobil ambulance tersebut. Tapi dia mendekat ke tempat polisi berada. Di mana mereka sedang melakukan tugas.


"Pagi Pak. Saya anaknya korban kecelakaan mobil itu. Bagaimana keadaan korban?" Gavino ingin tahu bagaimana keadaan kedua orang tuanya, yang tadi di bawa ke rumah sakit.


"Oh, korban baru saja dibawa ke rumah sakit dengan dua ambulance tadi. Ini sedang dilakukan olah TKP."


Gavino memberhentikan bagaimana keadaan mobil papanya, yang hancur pada bagian depan. Sedangkan posisinya ada di sebelah kanan. Kini dia memperhatikan kondisi jalan, dengan dua jalur lalu lintas.


"Apa papa mengantuk?" tanya Gavino dengan bergumam.


Dia berpikir jika, papanya dalam keadaan mengantuk, sehingga melewati batas tengah dan melaju disebelah kanan. Sehingga terjadi kecelakaan.


"Tapi... tadi papa biasa saja. Tidak mengantuk dan menguap pada saat sarapan di rumah."


Gavino memikirkan apa yang menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan ini. Karena dia tidak menemukan kejanggalan yang ada pada papanya.


Dua polisi yang memeriksa keadaan mobil Giordano, menemukan kabel di bawah kemudi ada yang putus.


"Apa papa Anda punya musuh?" tanya polisi tersebut pada Gavino.


Kening Gavino mengernyit heran, mendengar pertanyaan dari anggota polisi tersebut. Dia tidak pernah tahu, jika papanya memilki musuh atau seseorang yang berteman dekat selama tinggal di kota ini.


"Setahu Saya, papa atau mama tidak punya musuh atau teman yang terlalu dekat juga."

__ADS_1


Polisi mengangguk-anggukkan kepalanya, mendengar jawaban yang diberikan oleh Gavino.


__ADS_2