Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Tantangan Untuk Ngebut


__ADS_3

Gavino masih menunggu Gress di luar kios. Tapi dia duduk di dalam mobil, karena tidak mau jika ada salah satu karyawan lamanya, yang menegurnya nanti.


Dia takut jika, penyamarannya sebagai seorang pemuda biasa ketahuan Gress.


( Ting )


( Cek in harian dan misi )


'Ok!'


( Ting )


( Cek in harian selesai )


( Misi harian tetap jalan )


( Tantangan hari ini, mengemudi mobil dengan keadaan cepat. Di luar batas normal )


'Apa gunanya tantangan ini?'


( Ting )


( Dunia mafia sangat cepat Good Father )


( Tidak ada istilah kembali, untuk seorang Mafia yang hebat )


'Apa Aku mampu?'


( Ting )


( Good Father belum mencoba )


( Jadi cobalah untuk tahu )


'Baiklah. Tapi bagaimana dengan Gress?'


( Ting )


( Putuskan dan ambil resiko, bonus poin )


'Hah!'


( Ting )


Layar transparan sistem mafia menghilang dari pandangan mata Gavino.


"Huhfff..."


Dengan cepat, Gavino berpikir untuk tidak mengajak Gress dalam tantangan kali ini.


Dia tidak mau, jika terjadi sesuatu pada gadis nya itu. Jadi, dia berpikir untuk mencari jalan keluar. Agar Gress tetap bisa aman.


Akhirnya Gavino menghubungi George, melalui panggilan telpon.


Tut tut tut!


..."Halo Tuan Muda. Ada apa lagi?" ...


..."Halo George! Aku minta padamu, untuk mengantarkan Gress pulang ke flat. Setelah ini, bagaimanapun caranya!"...


..."Heh! Apa maksudmu?" ...


..."Aku tidak ada waktu. Tapi ingatlah dengan pesanku yang tadi!" ...


Klik!


Dengan cepat, Gavino menghidupkan mesin mobilnya. Kemudian meninggalkan halaman depan kios Giordano dan Mirele.


Dia segera mengarahkan mobilnya menuju ke jalan raya, kemudian mencari rute yang cukup lengang. Supaya bisa melakukan tantangan dari sistem mafia.


*****

__ADS_1


Di sebuah ruangan kantor, yang ada di dalam kios Giordano dan Mirele.


Gress sedang melakukan wawancara dengan George. Yang merupakan pimpinan di perusahaan waralaba Giordano dan Mirele.


Dia juga sudah menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh George padanya. Tanpa banyak kendala dalam memberikan jawaban dan penjelasan.


Tapi di saat George selesai memberikan pertanyaan untuk yang terakhir kalinya, ada panggilan telpon yang masuk.


George langsung menerima panggilan telpon tersebut, tanpa melihat ke arah layar handphone miliknya.


Mungkin dari nada dering handphone tersebut, dia sudah mengetahui, siapa yang sedang menghubungi dirinya saat ini.


Dan Gress juga mendengar perkataan George yang tampak terkejut, dengan suara yang keras. Tanpa memperhatikan keadaannya, yang masih ada di dalam ruangan tersebut.


Ini membuat Gress merasa canggung. Apalagi George tampak kesal, di saat dirinya baru saja membuka mulutnya untuk berbicara, ternyata penggilan yang sedang terhubung di putuskan secara sepihak.


"Huhfff..."


George membuang nafas kasar, kemudian kembali menatap Gress yang ada di depannya saat ini.


Mereka berdua, Gress dan Goerge, hanya terpisah dengan meja yang ada di hadapan mereka berdua. Sehingga George juga bisa melihat bagaimana dengan Gress. Yang dua duga sebagai gadisnya Gavino.


"Anda di terima Nona."


"Maksudnya... saya bisa bekerja untuk mengisi liburan semester ini?" tanya Gress, tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Iya. Anda bisa mulai bekerja besok pagi."


Gress semakin terkejut, dengan keputusan yang diambil oleh pemimpin kantor kios Giordano dan Mirele ini.


"Jika tidak ada keperluan yang lain, mari Saya antar Anda pulang Nona."


"Tidak-tidak. Saya ada teman yang menunggu di luar tadi. Katanya, dia ada janji dengan pamannya. Yang juga karyawan di sini."


"Maksud Nona Gavino?" tanya George memancing.


Gress mengangguk-anggukkan kepalanya, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh George tentang temannya tadi.


Kening Gress mengeryit heran, mendengar penjelasan yang diberikan oleh George barusa. Tentang hubungan keduanya.


Percayalah Nona. Saya tidak akan berbuat macam-macam, karena Saya masih ingin melihat dunia esok hari."


Gress semakin bingung dengan apa yang dikatakan oleh George. Dia tidak paham, apa maksud dari sebuah kata-kata George.


"Jika Nona tidak percaya, bisa hubungi Gavino langsung. Tapi, mungkin dia sedang bisa menerima panggilan telpon untuk beberapa jam kedepannya."


Mendengar penjelasan yang diberikan oleh George, yang tanpa dia bertanya, membuat Gress penasaran.


Akhirnya, dia mencoba untuk menelpon Gavino sendiri. Karena ingin membuktikan kebenaran tentang penjelasan yang diberikan oleh George padanya.


Tut tut tut!


Tut tut tut!


Panggilan telpon untuk Gavino tidak tersambung. Bahkan panggilan berikutnya, justru operator yang menjawabnya, jika nomor yang dituju oleh Gress sedang tidak akhir atau berada di luar jangkauan.


Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah, di saat Gress tidak punya harapan untuk minta penjelasan dari Gavino, George menunjukkan layar handphone miliknya. Yang menyimpan beberapa foto dirinya bersama dengan Gavino. Baik yang dalam keadaan formal maupun informal.


Akhirnya Gress percaya, jika George adalah pamannya Gavino.


"Baiklah. Saya percaya dengan Tuan."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Gress, George pun menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum dan mengacungkan jari jempolnya.


"Sippp! Mari Saya antar Nona untuk pulang."


Sebenarnya Gress merasa sedikit curiga dengan Gavino. Apalagi, George yang mengakui jika dia adalah pamannya Gavino, tapi sikapnya itu tidak mencerminkan sebuah hubungan antara paman dan keponakan.


'Jika Tuan George ini adalah pamannya Gavino, kenapa tuan George tampak begitu patuh pada perintah Gavino?'


'Atau memang tuan George itu adalah paman yang sangat baik, dan mau bekerja untuk keponakannya sendiri?'

__ADS_1


"Mari Nona!"


Gress tersadar dari lamunannya, saat tangan George terulur di depannya. Untuk mengajaknya berdiri dari tempat duduknya.


"Terima kasih," ucap Gress sambil menundukkan kepalanya sedikit.


George hanya tersenyum tipis, melihat bagaimana Gress yang masih merasa canggung saat berhadapan dengannya.


*****


Di jalan, di mana Gavino sedang mengendarai mobilnya dalam keadaan melaju dengan kecepatan tinggi. Sesuai dengan arahan sistem mafia.


Sekarang, Gavino menemukan ruas jalan yang sepi. Sehingga dia bisa lebih mempercepat laju mobilnya lagi.


( Ting )


'Aku sudah menemukan ruas jalan yang sepi. Jadi, mau ngebut juga sepertinya tidak masalah.'


( Ting )


( Tantangan segera di mulai )


( Pilih ruas jalan dengan kondisi yang normal )


( Dengan banyak adanya mobil )


'Kenapa harus begitu?


( Ting )


( Dunia mafia tidak memilih tempat )


'Huhfff... Ok. Aku kembali ke jalan yang tadi.'


( Ting )


( Tantangan dimulai )


( Pastikan Anda tiba di rumah, dengan jarak waktu sepuluh menit )


'Baiklah. Aku siap!'


( Ting )


( Waktu di mulai )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Dan seterusnya hingga selesai menjadi sempurna dalam keadaan 100%.


Jarak dari kios, menuju ke rumah Gavino seharusnya menghabiskan waktu satu jam perjalanan, dalam keadaan normal.


Tapi kini, tantangan yang diberikan oleh sistem hanya sepuluh menit saja.


Gavino sudah siap dengan segala macam keselamatan yang harus dia lakukan.


Memakai sabuk pengaman. Itu yang penting dalam urutan nomer pertama, jika ingin mengendari mobil dalam keadaan selamat.


Dari jarum pengukur waktu, Gavino melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Sehingga dia harus meliuk-liuk seperti ular, dengan ber_zig-zag. Supaya bisa menghindari pengendara lainnya.


Apakah Gavino mampu menyelesaikan tantangan hari ini?

__ADS_1


__ADS_2