Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Orang Tak Dikenal


__ADS_3

Pada kenyataannya, 2 lokasi yang dikirimkan oleh Robert pada Lorenzo dan Dante, yang diduga sebagai tempat yang digunakan untuk menahan Gavino dengan Gress, kosong semua.


Mereka berdua, Lorenzo dan Dante, tidak bisa menemukan dua orang yang sedang mereka cari-cari keberadaannya.


Akhirnya Lorenzo menghubungi Robert terlebih dahulu, untuk memastikan laporan yang dia berikan tadi bisa di klarifikasi dan di pertanggung jawabkan.


Tut tut tut!


..."Halo Lorenzo! Hai trovato dove si trova Gavino? Kamu sudah menemukan keberadaannya? lalu bagaimana keadaannya sekarang ini?"...


..."Paman! Kenapa dua lokasi tersebut kosong. Kami tidak menemukan apapun, dan dari mana Paman mendapatkan laporan itu?"...


..."Security mendapatkan telpon dari seseorang, yang memberitahu keberadaan Gavin."...


..."Jadi Paman tidak tahu siapa dia?"...


..."Kata security rumah, orang tersebut mengaku sebagai anak buah Gavin."...


..."Apakah ini adalah sebuah jebakan? jika memang bener ini adalah jebakan, itu artinya... kami sudah dikepung!"...


Lorenzo belum selesai melakukan panggilan dengan Robert, tapi mobilnya sudah dikepung oleh 5 orang. Sedangkan Dante, yang sedang menghubungi temannya langsung menutup pintu mobil dengan cepat.


Blummm!


"Hai! Apa yang terjadi?" teriak Lorenzo, dengan ponselnya yang masih dalam keadaan on, bersambung dengan Robert.


"Aku tidak tahu! Tapi mereka tiba-tiba datang dan Aku tidak tahu mereka dari mana?" Dante menjawab pertanyaan Lorenzo, tanpa melihat ke arah temannya sebab dia memperhatikan kondisi di luar mobil.


..."Halo! Halo Lorenzo! Kamu sedang berada di mana? Paman akan mengirim bantuan ke sana, jadi cepat katakan atau kamu kirim lokasi tempatmu berada!"...


..."Iya-iya Paman. Aku kirim lokasinya sekarang ya! Cepat kirim bantuan ke sini!"...


Klik!


Lorenzo memutuskan panggilan telpon dengan Robert, sebab dia akan segera mengirimkan lokasi keberadaannya saat ini pada Robert. Agar asistennya Gavino tersebut mengirim bantuan untuknya.


"Bagaimana ini?" tanya Dante, yang sudah was-was, karena orang-orang di luar sudah mulai menggedor-gedor pintu dan badan mobil Lorenzo.


"Waoiii mobil Aku!"


Teriakan yang dilakukan oleh Lorenzo, tentu saja membuat mata Dante terbelalak tidak percaya. Sebab Lorenzo lebih memikirkan dan mengkhawatirkan keadaan mobilnya, dibandingkan dengan keadaan mereka berdua sekarang ini.


Plak!


"Yang Kamu khawatirkan itu keadaan kita, bukannya mobil!" Dante memukul lengan Lorenzo dengan kuat, mendengar teriakan temannya tadi.


"Ihsss... apaan sih!


Sekarang ganti Lorenzo yang tidak terima, dengan perlakuan Dante yang kasar padanya.


"Lihat mereka-mereka! Tidak usah mengkhawatirkan keadaan mobilmu, jika ingin selamat. Bisa jadi, mobilmu selamat tapi nyawa kita tidak!"


Lorenzo berdecak kesal, dengan perkataan Dante yang meremehkannya. Hanya karena dia mengkhawatirkan keadaan mobilnya tadi.


Brakkk brakkk brakkk!


Orang-orang yang berada di luar, masih saja menggebrak badan mobil. Meminta pada 2 orang penumpang yang ada di dalam, supaya keluar dan menghadapi mereka.


Meskipun sebenarnya Lorenzo dan Dante tidak merasakan rasa takut sama sekali, tapi keduanya tetap pura-pura takut. Supaya orang-orang yang menyerang mereka berdua puas, sehingga tidak begitu memperhatikan bagaimana keadaan mereka. Sebab mereka berdua sedang berpikir, bagaimana caranya untuk kabur dari tempat ini. Karena masih ada hal yang lebih penting untuk mereka lakukan, yaitu mencari keberadaannya Gavino. Dari pada harus meladeni orang-orang yang tidak jelas ini.


Tapi pemikiran mereka salah, karena satu dari kelima orang tersebut memecahkan pintu kaca mobil bagian depan. Mengunakan tongkat besi, yang ternyata sudah mereka persiapkan sebelumnya.


Pyarrr!!!


Breughhh!


Dante dan Lorenzo, secara refleks melindungi bagian wajah masing-masing, dengan menggunakan alat bantu yang ada di mobil.


Alat bentuk tersebut berguna untuk melindungi diri, jika ada kecelakaan atau apapun itu yang mengakibatkan pecahnya kaca mobil.


"Sial! Br3ngs3k kalian!"


Clek!


Akhirnya dengan sangat kesal karena marah, Dante dan Lorenzo bersama-sama keluar dari dalam mobil. Menghadapi kelima orang yang datang mengacau, tanpa diketahui darimana mereka datang dan taruhannya siapa.


Tak tak tak!


Orang yang memegang tongkat besi, memukul-mukul aspal dengan tongkat besi itu. Sehingga suaranya memekakkan telinga.

__ADS_1


"Darsela a gambe!"


"Hajar! Cepat kirim mereka ke neraka!"


"Devi morire!"


"Hiyattt!"


Perkelahian antara 5 orang dengan 2 orang, tidak bisa dihindari. Di pinggir jalan, dengan perumahan yang ternyata sepi karena tidak ada penghuninya.


Di dalam hati Lorenzo dan Dante, semua ini ternyata sudah direncanakan oleh pihak lawan. Untuk menghajar mereka berdua.


Pukulan demi pukulan dari jarak dekat, membuat pergerakan mereka harus cepat.


Bugh bagh bugh!


Tak tegh plak!


"Agrhhh!"


Bughhh!


Dante terkena pukulan telak di jarang dan perut, tepat di bagian ulu hati. Sehingga membuatnya terhuyung-huyung ke belakang, sedangkan di belakang sudah ada orang yang siap menangkapnya.


Lorenzo lebih parah lagi keadaannya. Sebab sudut bibirnya sudah sobek dan mengeluarkan darah sedari tadi. Begitu juga dengan pelipisnya yang bagian kiri, terdapat goresan pisau dari lawannya.


Hal ini membuat keduanya merasa geram dan marah, tapi kekuatan mereka berdua memang tidak sebanding dengan kelima orang, yang melawannya saat ini.


"Huhhh... huhhh... bagaimana ini?" tanya Dante, disaat mempunyai ke kesempatan saling bersandar pada punggung Lorenzo.


Keadaan mereka berdua saat ini, sedang dikepung oleh kelima orang yang tidak dikenal. Bahkan mereka seperti sudah terlatih, dengan perencanaan yang matang.


"Kita tidak mungkin sanggup melawan mereka berlima dalam keadaan seperti ini. Tapi kita ketemu kabur juga tidak mungkin."


Dante mendengarkan perkataan Lorenzo, dengan mata menyipit.


"Lalu sebaiknya bagaimana?" desak Dante, meminta persetujuan dengan keputusan yang dibuat oleh Lorenzo.


"Kita harus melawannya. Dobbiamo combatterlo a qualunque costo!"


"Sei pazzo! moriremo invano qui?"


"Kamu jangan gila Lorenzo! Kamu mau kita mati di sini dengan sia-sia?" teriak Dante menanggapi perkataan lorenzo tadi.


"Come Sei Dante! Ma è così che siamo il nostro stato attuale, quindi non lamentarti troppo!"


Dante terpaksa diam dan menutup mulut, agar tidak mendengar ocehan Lorenzo yang memarahinya. Dan sekarang ini, mau tidak mau dia juga harus bersiap untuk melawan, bersama dengan Lorenzo. Menyalahkan kelima orang yang mengelilingi saat ini.


*****


Di tempat Gavino berada.


Dalam keadaan tidur, Gavino seakan-akan berada di dalam ruangan yang sangat terang. Bahkan terangnya cahaya itu sampai-sampai menyilaukan matanya.


"Arghhh! Apa ini? kenapa sangat terang? Mataku jadi tidak bisa melihat dengan jelas."


Gavino mengeluhkan cahaya terang yang masuk ke matanya, yang membuatnya justru menjadi silau dan merasakan rasa sakit pada lensa matanya.


( Ting )


( Welcome back Good Father )


( Ini adalah terbaru yang sudah di-upgrade )


( Good Father bisa cek in untuk menyambungkan sistem terbaru ini )


'Aku... Aku harus memulainya lagi?'


( Ting )


( Benar Good Father )


'Baiklah. Sepertinya Aku memang masih membutuhkan sistem untuk meluruskan dan menguraikan semua permasalahan yang terjadi saat-saat terakhir ini.'


( Ting )


( Good Father siap untuk menyambungkan upgrade sistem )


'Ya. Aku the siap!'

__ADS_1


( Ting )


( Menyambung sistem terbaru dengan Good Father segera di mulai )


( Ting )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


"Arghhh... Awww... arghhh!"


Suara Gavino yang sedang merasakan kesakitan pada tubuhnya, terdengar kemana-mana. Sehingga membuat Gress kaget dan berlari ke tempatnya berada.


Gress menemukan Gavino yang sedang dalam keadaan kejang-kejang, dengan suhu tubuhnya yang sangat tinggi.


"Infermiera! Medico! Aiutami!"


"Suster, dokter, tolong Saya! Siapa saja yang mendengar suaraku, cepat ke sini!"


Gress sangat ketakutan mendapati keadaan Gavino yang seperti ini, hingga membuatnya sangat panik dan berteriak-teriak memanggil ting dokter yang berada di rumah papanya ini. Yang memang sengaja ditugaskan untuk mengawasi kondisi kesehatan Gavino.


Padahal di alam lain, Gavino bang melakukan aktivitasnya juga bersama dengan sistem.


( Ting )


( Tampilan brangkas sistem terakhir kalinya )


# Tampilan on


# Hadiah utama : 739. 000 poin


# Hadiah bonus : 0 poin


# Kemampuan : 0


# Keahlian Khusus : 0


# Sisa umur \= 2.500 hari


# Tidak ada aktivitas yang berlangsung.


( Ting )


( Good Father masih memiliki sisa umur yang cukup panjang, yaitu 2.500 hari dengan jumlah poin utama yang cukup banyak )


'Apa Aku masih bisa menggunakan poin tersebut dan apakah sisa umur itu juga hitungannya valid?'


( Ting )


( Benar Good Father )


'Lalu, apa yang Aku dapatkan dari upgrade sistem?'


( Ting )


( Good Father bisa mendapatkan kekuatan dengan sistem, sehingga bisa melawan orang-orang yang menghalangi niat dan tujuan Good Father )


( Sistem juga akan aktif dengan sendirinya, tanpa Good Father harus aktifkan terlebih dahulu dalam keadaan darurat )


'Emhhh... sepertinya itu cukuplah menarik.'


( Ting )


( Selamat atas upgrade sistem Good Father )


( Ting }

__ADS_1


"Arghhh..."


Gavino berteriak lebih keras lagi, tepat pada saat tim medis yang bertugas di rumah ini datang ke kamarnya.


__ADS_2