Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Tidak Berkabar


__ADS_3

Tubuh Dante dan Lorenzo diangkat ke atas meja, supaya bisa berbaring dengan baik, karena Gavino masih harus menangani beberapa orang yang masih bertahan dan melakukan perlawanan padanya.


"Dovete morire tutti! per aver fatto diventare così due dei miei migliori amici."


"Kalian semua harus mati! kalian juga sudah membuat dua sahabatku itu jadi seperti ini."


Tanpa ampun lagi, Gavino menghentakkan kakinya ke lantai sekuat-kuatnya hingga lantai terasa bergerak.


Greekkk...


Clak trak begh!


Ternyata lantai yang ada disekitar kakinya retak, bahkan dinding-dinding juga seakan bergetar, tidak kuat menahan hentakan kakinya tadi.


Beberapa orang yang masih bertahan terhuyung-huyung menyesuaikan keseimbangan tubuh mereka. Tapi tetap saja ada yang jatuh, karena tidak siap dengan keadaan ini.


"Hajar! Darsela a gambe!"


"Ayok bunuh mereka bertiga!"


"Uccidi questo perdente! Lascialo arrendere e non essere arrogante!"


"Jangan biarkan mereka hidup!"


Mereka bersamaan menyerang ke arah Gavino berada, setelah tadi menghentakkan kakinya. Bersiap untuk menerima serangan dari lawan.


Bughhh bagh bugh!


Crakkk!


Clegh!


"Awww!"


"Arghhh..."


Suara orang-orang yang sedang merasa kesakitan, tak henti-hentinya terdengar, di saat Gavino memberikan pukulan maupun tendangan pada mereka, orang-orangnya king Black, yang udah menahan Dante bersama dengan Lorenzo.


Suasana ruangan bawah tanah yang gelap dan dingin, membuat suasana bertambah sunyi senyap. Hanya ada suara-suara pukulan dari sebuah perkelahian dan kesakitan yang terdengar menyayat hati, dari mereka yang mengalami luka-luka.


Gavino dengan entengnya melawan mereka, bahkan tidak merasa kesulitan, sehingga mudah untuk dikalahkan.


Bau anyir darah segar tercium sangat menyengat, sehingga mengganggu indra penciuman, karena ada banyak genangan darah yang ada di mana-mana, ngeliat dari tubuh-tubuh yang bergelimpangan, terserak tak beraturan.

__ADS_1


"Hhh..."


Gavino membuang nafas lega, setelah mengalahkan dan menaklukkan semua orang. Dan kini mereka semua tergeletak di lantai, seperti sampah yang berserakan tidak berguna.


Setelah Gavino menghubungi seseorang melalui panggilan telpon, yang ada di saku anak buahnya king Black di lantai, dia meninggalkan ruangan tersebut dengan mengotong dua orang temannya, di kedua sisi bahunya. Sama seperti orang yang sedang memanggul dua karung beras.


Untungnya kedua temannya itu sudah dalam keadaan pingsan dan tidak sadarkan diri, sehingga tidak marah dan protes dengan apa yang dilakukannya sekarang.


Dengan cepat Gavino masuk ke dalam mobil, setelah meletakan Dante dan Lorenzo di bangku penumpang belakang. Dia akan segera membawa mereka berdua ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, yang tentunya sangat diperlukan keduanya saat ini.


*****


Di rumah Dante.


Bianca sudah tidak tenang, menunggu kabar dari sepupunya, Dante, yang pergi mencari keberadaan Gavino bersama dengan Lorenzo.


"Kenapa mereka berdua justru tidak ada kabar? bahkan ponsel mereka juga tidak aktif. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua?" Bianca bertanya-tanya sendiri, dengan pikirannya yang kemana-mana.


Dia takut jika Dante dan Lorenzo tidak bisa menemukan keberadaan Gavino, atau justru telah terjadi sesuatu pada mereka berdua.


Beberapa orang yang dikenalnya, sudah dihubungi, untuk mencari berita dan kabel dari kedua orang tersebut. Hal ini dilakukan oleh Bianca, karena benar-benar merasa khawatir jika memang ada sesuatu yang terjadi dan itu diluar dugaannya, karena dia juga tahu, bagaimana cara king Black dan anak buahnya jika sudah beraksi.


Sama halnya seperti yang dulu dilakukan oleh Alano, matan kekasihnya yang kini telah tiada, orang-orang tersebut tidak akan pernah mengenal kata ampun dan memiliki rasa perikemanusiaan, karena yang penting bagi mereka adalah rasa puas dan kemenangan yang diraih saja.


Tut tut tut!


Tut tut tut!


..."Halo Bianca, apa kabar Kamu?" ...


..."Kabar Bianca baik Paman. Emhhh... bolehkah Bianca bertanya?" ...


..."Tanya apa? tentang Gavino? Paman belum menemukan keberadaannya sampai saat ini. Bahkan Dante dan Lorenzo yang mencari keberadaan Gavino juga tidak ada kabar. Entah kemana mereka mencarinya?" ...


..."Apa mereka berdua tidak ada yang menghubungi Paman sama sekali?" ...


..."Tidak ada Bianca." ...


..."Terakhir kali, kapan mereka menghubungi Paman? Apa sudah lebih sehari atau 2 hari? Atau baru hari ini?" ...


..."Emhhh... sepertinya sudah dua hari. Paman waktu itu... terakhir dihubungi saat mereka bertanya tentang peta lokasi yang diberikan oleh anak buahnya Gavino, yang bertugas mencari keberadaannya Gavino juga." ...


..."Setelah itu Paman?" ...

__ADS_1


..."Paman memberikan tua titik lokasi, yang kemungkinan besar adalah tempat yang digunakan untuk penyekapan Gavino bersama dengan Gress juga." ...


..."Apa Paman? Gress ikut disekap juga?" ...


..."Iya begitulah yang Paman dengar dari laporan-laporan yang masuk." ...


..."Emhhh... ini bukan suatu konspirasi kan Paman?" ...


..."Maksudnya konspirasi kayak bagiamana Bianca? Paman tidak tahu apa yang Kamu maksudkan ini." ...


Akhirnya Bianca memberikan penjelasan pada Robert secara singkat, tentang apa yang dimaksudkannya tadi.


Bianca curiga dengan Gress, yang bisa saja bekerja sama dengan papanya, untuk mencelakai Gavino, yang notabene kemarin memiliki sebuah rencana untuk kepindahan mereka ke Amerika.


Jadi Bianca ini curiga dengan Gress, yang pura-pura melawan papanya, padahal sebenarnya Gress mengetahui segala rencana papanya. Tapi dia hanya diam saja, karena apapun yang dilakukan oleh papanya, king Black, tentu untuk dirinya seorang.


Robert tidak bisa memberikan komentar apapun, dengan apa yang dipikirkan oleh Bianca saat ini. Tapi dia membenarkan juga, jika apa yang tadi dikatakan oleh Bianca terjadi, sebab tidak ada sesuatu hal yang tidak mungkin bagi orang-orang seperti king Black. Dan Gress tentunya lebih patuh dan memilih papanya dibandingkan dengan Gavino. Apalagi king Black adalah Thomas Bryan, yang merupakan salah satu pengusaha sukses di negara Italia ini, bahkan sampai ke mancanegara di Eropa dan Amerika sana.


..."Aku tidak pernah berpikir sejauh itu, tapi kemungkinan itu bisa saja terjadi. Kita doakan saja semoga Gress tidak seperti itu." ...


..."Semoga saja Paman. Tolong hubungi orang-orang yang bisa Paman mintai tolong, mencari keberadaan mereka-mereka." ...


..."Aku sudah menghubungi beberapa orang yang bisa membantuku Bianca. Sekarang mereka sedang bergerak ke tempat yang dicurigai sebagai markas king Black yang lainnya." ...


..."Iya Paman. Tolong kasih kabar ke Bianca, jika ada kabar apapun tentang mereka ya Paman!" ...


..."Iya pastinya Bianca. Paman juga akan menghubungi beberapa orang lagi, untuk segera bergerak ke sana. Bahkan ini Paman juga sedang menunggu supir, untuk ikut menyusul." ...


..."Paman mau ikut mencari? Bianca ikut Paman! Bianca tidak bisa tenang berada di rumah sendiri." ...


..."Menurut Paman, lebih baik Kamu berada di rumah saja Bianca! Setidaknya Kamu lebih aman jika berada di rumah daripada ada di jalan bersama dengan Paman." ...


..."Tapi Paman..."...


..."Sabar dan menurut Bianca. Gavino pasti akan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Paman. Yaitu Kamu berada di rumah saja." ...


..."Hhh... baiklah. Bianca menunggu kabar dari Paman. Jangan lupa segera hubungi Bianca jika terjadi suatu mereka ya Paman!" ...


..."Iya, pasti!" ...


Klik!


Bianca membuang nafas kasar, kemudian pergi ke tempat tidur untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2