
Semua hasil penyidikan dikumpulkan pihak kepolisian. Sedangkan Gavino sendiri, sudah pamit untuk pergi ke rumah sakit. Menyusul kedua orang tuanya, yang saat ini sedang dirawat.
"Sepertinya ini ada yang sengaja," kata salah satu polisi, yang melihat kejanggalan hasil penyidikan mereka.
"Aku pikir juga begitu. Tapi kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk hasil akhirnya."
"Iya. Kita tunggu hasil dari pantauan beberapa cctv jalan, yang akan kita rangkum setelah ini selesai."
Kedua anggota polisi tersebut, kembali bergabung dengan temannya yang lain. Dengan membawa barang bukti yang mereka temukan.
Lalu lintas kembali di buka, karena tadi sempat diblokir untuk beberapa waktu. Untuk jalannya penyidikan dan evakuasi korban bersama mobil yang melintang di jalan beda jalur.
Semua pengguna jalan, yang tadi sudah terlanjur tertahan di tempat tersebut, bisa bernafas dengan lega. Karena akhirnya mereka bisa lanjutkan perjalanan ke tempat tujuan, meskipun sudah terlambat beberapa saat.
Tapi untuk keamanan, polisi masih berada di tempat kejadian. Untuk mengatur lalu lintas yang belum kembali normal.
Dua polisi tetap bertahan di tempat tersebut, untuk berjaga-jaga terlebih dahulu. Sedangkan yang lain kembali ke kantor, untuk melakukan proses lanjutan dari kakus kecelakaan tersebut.
*****
Di rumah sakit.
Giordano dan Mirele, sedang ditangani oleh dokter di ruangan IGD. Kantong darah dan cairan infus, sudah terpasang di tangan keduanya. Karena mereka berdua memang banyak kehilangan darah. Akibat kecelakaan yang mereka alami.
Gavino tiba di rumah sakit, pada saat dokter baru saja selesai menanggani Mirele. Sedangkan Giordano, justru dipersiapkan untuk dibawa ke ruang operasi.
"Ada pihak keluarga korban kecelakaan di jalan MX17?"
"Saya Dok!"
Gavino yang baru saja datang, dan mendengar pertanyaan itu, menjawab dengan cepat.
"Begini..."
Dokter memberikan penjelasan kepada Gavino, jika Giordano harus segera ditanggapi di ruang operasi. Karena retak pada tulang kering kaki, dan luka di keningnya yang serius.
"Lakukan yang terbaik untuk Papa Saya Dok!" sahut Gavino cepat.
Dia tidak mau terjadi sesuatu pada papanya, yang sudah tidak sadarkan diri sejak terjadinya kecelakaan itu.
"Baik. Anda bisa menandatangani perjanjian operasi terlebih dahulu. Karena kami hanya berusaha saja. Untuk hasilnya, kita pasrahkan pada Tuhan yang di atas sana."
Gavino hanya mengangguk mengiyakan perkataan yang diucapkan oleh dokter.
Setelah menandatangani perjanjian operasi untuk papanya, Gavino bergegas pergi menuju ke tempat administrasi rumah sakit.
Tak lama kemudian, dia gegas menuju ke ruang IGD. Karena mamanya baru saja sadar dari pingsannya tadi.
Dia tidak sempat berpikir apa-apa, sehingga tidak menghubungi siapapun juga. Untuk dimintai bantuan. Agar bisa mengatasi keadaan dan situasi di rumah sakit.
Hingga tiba-tiba sistem mafia aktif dalam keadaan yang tidak bisa dia hindari.
( Ting )
( Ada masalah good father )
__ADS_1
'Hah! Apa? Kenapa Kamu tiba-tiba aktif?'
( Good father sedang ada masalah )
'Iya. Aku... Aku sedang mengurus papa dan mama yang baru saja kecelakaan.'
( Ada masalah di mobil papa good father )
( Coba cek bagian kabel pada tombol gas dan rem yang berdekatan. Ada yang sabotase sehingga keduanya berkebalikan )
'Jika seperti itu, pasti pihak polisi bisa tahu. Karena tadi sudah diselidiki.'
( Good father tahu, siapa yang ingin mencelakai papa dan mama )
'Hai! Bagaimana bisa Aku tahu. Apakah sistem bisa melacak?'
( Tentu saja good father )
'Ayo, cepat cari! Aku juga ingin tahu, siapa orang yang ingin mencelakakan ke dua orang tuaku.'
( Ting )
( Proses pencarian dilakukan )
1%
15%
30%
45%
70%
80%
90%
100%
( Ting )
( Pencarian Selesai )
Gavino bisa melihat bagaimana keadaan pada malam hari di rumahnya, terutama di bagian garasi mobil.
Ternyata ada seseorang yang sedang mengutak-atik mobil papanya. Tanpa diketahui oleh siapapun. Karena di sana memang gelap.
Dia sendiri tidak begitu jelas melihat wajah orang tersebut. Karena memang tidak ada pencahayaan.
'Biasanya lampu di bagian garasi tidak pernah mati. Dan ada cctv di pos penjagaan.'
Ternyata, Gavino melihat jika orang tersebut mengunakan topeng, dengan infra merah di bagian matanya. Ini bisa membuat orang yang memakai topeng tersebut bisa melihat keadaan sekitarnya.
Sepertinya, kecelakaan yang terjadi pada papa dan mamanya itu memang sudah direncanakan sedari awal.
__ADS_1
"Atau..."
Gavino tidak berani melanjutkan asumsinya sendiri, tentang kejadian ini.
Tapi jauh di dalam hatinya, dia mencurigai seseorang. Dan bisa jadi, orang tersebut salah target. Dengan merusak mobil papanya. bukan mobil yang seharusnya biasa dua gunakan.
"Dia orang suruhan, yang belum tahu seluk beluk tentang Aku."
Begitulah kira-kira pemikiran Gavino, setelah melihat semua informasi dan mengaitkannya dengan keadaan yang sudah terjadi.
Dia merasa yakin bahwa, target orang yang sudah merusak mobil papanya adalah dirinya sendiri. Tapi orang itu justru merusak mobil yang salah.
*****
Di sebuah tempat.
"Ah sialll!"
"Bagaimana bisa dia salah mobil? Aku sudah memberikan detail gambar mobil yang bisanya dikendarai si Gavin."
"Itu karena dia memang beeggo. Gak bisa diandalkan sebagai seorang eksekutor!"
Pembicara menjadi semakin panas, karena adanya berita tentang kecelakaan pagi ini. Di ruas jalan MX17. Karena ternyata, korban kecelakaan justru sepasang suami istri. Yang baru saja pergi dari rumah, untuk berangkat ke tempat kerja.
"Arghhhh..."
"Kita susun rencana ke dua. Biar si Gavin tidak bisa datang nanti malam!"
Mereka semua mengangguk mengiyakan, dengan usulan tersebut. Tapi sebelumnya, mereka menghubungi seseorang terlebih dahulu. Orang yang sudah mereka perintahkan untuk melakukan pekerjaan semalam.
Tapi ternyata, beberapa kali mereka melakukan panggilan telpon, tidak ada satupun yang berhasil membuat orang di seberang sana untuk menjawabnya.
Panggilan telpon tersebut tidak tersambung. Sehingga membuat sebuah orang kesal dan marah.
"Hohhh! Benar-benar sialllan dia!"
"Uanjinggg aja dia!"
"Awas aja kalau ketemu. Aku bikin dia penyet tak berbentuk."
Makian demi makian keluar dari mulut mereka semua, karena ulah dari teman yang tidak bisa melakukan pekerjaan. Yang sudah seharusnya dia selesaikan dengan baik.
Tapi karena kesalahan satu orang itu juga, mereka harus berpikir keras. Demi kelancaran rencana untuk nanti malam.
"Untuk kali ini tidak boleh gagal lagi!"
"Siap Bos!"
"Ok Bos!"
"Sipppp!"
"Ya sudah, kita harus segera bergerak cepat. Agar rencana kita ini tidak lagi ada halangan dan kegagalan lagi."
Begitulah akhirnya. Salah satu dari mereka, yang bisa jadi adalah ketua atau pemimpin yang ada di dalam geng tersebut, memberikan instruksi.
__ADS_1
Mereka tidak mau jika apa yang sudah mereka rencanakan untuk nanti malam mengalami kegagalan. Apalagi jika sampai terendus oleh pihak kepolisian.
Jika itu sampai terjadi, maka tamatlah riwayat mereka. Untuk bisa tetap eksis dan dipercayai oleh geng yang lebih besar. Karena mereka memang belum bisa lepas dari pengaruh geng yang ada, dan menjadi satu server dengan kegiatan yang mereka lakukan selama ini.