Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Tetap Memantau


__ADS_3

Semua pemimpin dari tiap-tiap ketua mafia yang datang, perwakilan dari daerah dan negara lainnya, memberikan anggukan kepala. Sebagai tanda bahwa, mereka akan siap menerima tawaran dan kerjasama yang saling menguntungkan antara mereka. Dengan semua aturan-aturan yang dibuat oleh Gavino kedepannya nanti.


Hal ini membuat king Black semakin kagum, dengan sosok seorang Gavino. Yang saat ini, menjadi kekasih anaknya.


Meskipun bukan hanya Bianca, yang menjadi gadisnya Gavino, tapi dia tidak mempersoalkan hal itu. Sebab anaknya sendiri, tidak mempermasalahkannya.


Setelah selesai, dan semua orang sudah pamit untuk pergi, Gavino dan king Black berbincang sebentar di ruangan tersebut berdua saja.


"Apa tadi Gress tahu, jika Tuan Besar ada pertemuan dengan Saya?" Gavino bertanya tentang gadisnya, Gress. Yang merupakan anaknya king Black sendiri.


"Tidak. Dia tidak tahu."


King Black hanya menjawab pendek, dan tidak memberikan penjelasan.


"Baiklah kalau begitu. Apa boleh, nanti malam dia menginap di rumahku?" tanya Gavino lagi.


Sepertinya saat ini, Gavino sedang merindukan kekasihnya itu. Sehingga dia langsung bertanya pada papanya Gress secara langsung, supaya Gress tidak perlu khawatir. Karena harus pamit terlebih dahulu pada papanya itu, jika dia menjemputnya ke kampus, dan membawanya pulang ke rumahnya sendiri.


"Seharusnya Tuan Muda bertanya langsung pada Gress. Saya tidak bisa memberikan keputusan, tentang apa yang diinginkan oleh Gress sendiri."


Ternyata, king Black sebagai Thomas Bryan, papanya Gress, tidak mau memberikan jawaban yang pasti. Karena dia tidak mau jika Gress menganggapnya tidak menghormati keinginan dan keputusan dari putrinya itu. Karena dia sudah menganggap Gress secara dewasa, sehingga bisa membuat dan memberikan keputusannya sendiri.


"Ok. Aku hanya ingin memberitahumu saja Tuan Besar. Seandainya Tuan Besar tidak mengijinkan, Aku juga akan tetap membawa Gress pulang ke rumah. Hahaha..."


Mendengar pernyataan tersebut, king Black ikut tersenyum lebar. Karena dia baru menyadari jika, keinginan Tuan Muda-nya itu tidak mungkin bisa dia bantah.


Setelah di rasa cukup, mereka berdua kembali melakukan perbincangan yang lebih serius. Tentang segala aturan-aturan dan jenis-jenis usaha yang mereka tekuni saat ini. Karena usaha bersama, berbeda dengan usaha milik keluarga.


Jadi para anggota mafia ini, tidak hanya memiliki satu dua usaha saja. Tapi lebih dari sekedar yang dibayangkan oleh orang-orang.


Karena selain usaha yang terlihat,ada juga usaha mereka yang tidak terlihat. Dan usaha itulah yang menghasilkan lebih banyak pundi-pundi keuangan, yang tentu saja harus dilakukan secara terencana dan juga mengikuti satu komando. Karena jika ada dua atau tiga komando, semua kegiatan dan perencanaan yang sudah di susun, bisa hancur dengan sendirinya, tanpa tidak ada satu perintah yang berpusat untuk bisa dijadikan sebagai panutan, atau pegangan dalam jalankan tugas.


Jadi, meskipun ada banyak sekali ketua perwakilan dari berbagai klan atau keluarga mafia, mereka tetap dikoordinasi oleh satu orang yang telah diangkat sebagai king Mafia. Yang saat ini dipegang oleh Gavino, karena king Black sudah menyerahkan padanya.


Sekarang, Gavino harus belajar banyak pada king Black. Untuk pemimpin begitu banyaknya klan mafia di seluruh dunia ini.


Dia juga menyadari bahwa, waktunya di dunia ini sudah tidak lama lagi. Jadi dia harus bisa memanfaatkan kesempatan yang tersisa, untuk benar-benar bisa menjadi seorang King Mafia. Yang akan dikenang di seluruh dunia, di sepanjang masa.


Meskipun sebenarnya Gavino belum bisa juga sedang merasakan dilema, karena dia belum bisa mewujudkan impian dari mamanya, Mirele, yang sebenernya belum dilaksanakan. Yaitu membalas denda, ada pembunuh sang nenek. Ibu dari mamanya, Mirele. Isterinya William Henry.


Tapi Gavino juga bingung, karena pada kenyataannya, orang tersebut adalah king Black sendiri. Papanya Gress, yang tentu saja dia tidak akan bisa membunuh king Black dengan mudahnya.


Dia harus memikirkan banyak hal, terutama perasaan dari gadisnya, Gress. Yang baru saja bertemu dan hidup bersama dengan papanya, karena sedari bayi, Gress memang tidak pernah mengetahui identitas dirinya. Yang nyata adalah, anak dari seorang ketua mafia dunia.


Dari kenyataan ini, Gavino akhirnya memutuskan untuk tidak meneruskan niatan balas dendamnya. Dengan kata lain bahwa, dia tidak mau memperpanjang permasalahan dendam ini. Sebab bisa jadi, setelah dia berhasil membunuh king Black, Gress atau suruhan Gress, akan membalas dendam padanya juga.

__ADS_1


Hal ini tidak akan pernah berakhir, sebelum semua yang menjadi target hancur. Begitu juga yang menjadikannya target.


Jadi, orang yang balas dendam dan yang diberikan balas dendam. Sama-sama tidak ada untungnya.


*****


Sekarang, Gavino ada dalam perjalanan menuju ke kampus. Untuk menjemput Gress.


Dia menggunakan mobilnya sendiri, tanpa supir dan satu orangpun yang memberikan pengawalan padanya. Sebab dia memang tidak pernah mau, diperlakukan seperti tuan muda yang sebenarnya.


Setibanya di tempat parkir kampus, Gavino mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya. Dan sambil menunggu Gress selesai dengan kelasnya, Gavino mengaktifkan system. Untuk melakukan pencarian tentang kegiatan-kegiatannya Verdi, yang beberapa hari ini tidak dia pantau.


( Ting )


( Selamat siang Good Father )


( Tampilan brangkas sistem )


# Tampilan on


# Hadiah utama 740. 000 poin


# Hadiah bonus 978.500 poin


# Kemampuan 90%


# Sisa umur \= 2.570 hari


# Kecepatan sesuai dengan permintaan


( Ting )


'Aku ingin mencari informasi tentang kegiatan Verdi yang sekarang ini. Sudah sejauh mana rencana yang dia miliki?'


( Ting )


( Kegiatan Verdi dalam pantauan sistem )


'Benarkah? apa saja itu?'


( Ting )


( Good Father ingin melihatnya sendiri )


'Iya. Aku juga ingin melihatnya.'

__ADS_1


( Ting )


( Pencarian informasi terkait kegiatan Verdi )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


Sekarang, layar sistem memberikan informasi, tentang apa saja yang dilakukan oleh Verdi selama beberapa hari. Yang tidak diketahui oleh Gavino sendiri.


Ternyata di layar sistem tersebut, wayang dilakukan Verdi, bisa dilihat oleh Gavino secara gamblang.


Jadi, selama ini Gavino sudah mengetahui semua kegiatan dan rencana yang dilakukan oleh Verdi. Tapi dia memang hanya diam saja, menunggu pergerakan yang dilakukan oleh Verdi dan teman-temannya.


Ini dilakukan oleh Gavino, karena dia tidak mau kecolongan lagi. Sama seperti yang dilakukan oleh Cardi, pada saat menculik Gress beberapa hari yang lalu.


Karena itulah, Gavino berhati-hati. Agar tidak terjadi sesuatu pada Gress, untuk ketiga kalinya. Karena chris udah pernah mengalami, penculikan yang dilakukan oleh sang Kapten. Jauh sebelum Verdi Verdi bebas dari tahanan.


Dia ingin semuanya aman, sehingga rencana besarnya juga bisa terlaksana. Dan Gavino hanya mengikuti skenario yang dilakukan oleh Verdi cs, untuk ke depannya nanti.


Hal ini karena Gavino sudah mendapatkan ancaman, teror dan juga pesan-pesan misterius. Yang selalu datang ke nomor ponsel miliknya, setelah beberapa hari Gress dibebaskan dari penculikan yang dilakukan oleh Cardi.


Tapi hal itu tidak membuat Gavino merasa takut, ataupun terkecil hati.


Dia juga sudah menghubungi Bianca, untuk mengawasi sepupunya, Dante lebih dahulu. Sebelum pindah ke apartemen yang sudah mereka dapatkan. Karena Bianca hanya menginginkan sebuah apartemen yang sederhana saja. Dan dia sudah menetapkan salah satu pilihannya, yang diberikan oleh Robert kemarin.


( Ting )


( Apa Good Father butuh informasi yang lain )


'Tidak. Aku rasa ini sudah lebih dari cukup.'


( Ting )

__ADS_1


( Selamat siang Good Father )


Layar sistem menghilang, tepat di saat Gress mengetuk pintu jendela mobil Gavino.


__ADS_2