
Kecelakaan yang menimpa Gavino, ternyata terdengar sampai di telinganya king Black.
Tentu saja, dia juga tidak bisa tinggal diam. Dengan segera, dia mengerahkan anak buahnya, untuk mencari tahu kebenaran tentang kecelakaan yang menimpa Tuan mudanya itu.
Dan dengan cepat, king Black mendapatkan laporan bahwa, kecelakaan yang menimpa Gavino itu disebabkan oleh adiknya sendiri.
"George?"
Mata king Black terpejam, mencoba untuk tidak percaya dengan laporan yang baru saja dia dengar kali ini.
"Kenapa dia melakukan semua ini? Sedangkan apa yang dia minta sudah Aku berikan." King Black tidak pernah menyangka, jika adiknya tega melakukan semua ini pada Gavino. Yang notabene pernah menyelamatkan George, melindungi adiknya itu dari kejaran anak buahnya.
"Cari keberadaan George sekarang juga!"
King Black memerintahkan anak buahnya, untuk mencari keberadaan adiknya itu. Karena dia memang belum pernah bertemu dengan George secara langsung, selama seminggu ini.
Dia tidak tahu, apa yang sebenarnya diinginkan oleh adiknya. Yang sudah diberikan kekuasaan atas usaha garmen milik keluarga ibunya.
*****
Di tempat lainnya.
George tertawa senang, karena sudah berhasil mencelakai Gavino. Meskipun dia tidak tahu, bagaimana nasib Gavino sekarang.
"Kamu hanya anak kecil yang tidak tahu apa-apa Gavin. Maaf jika Aku ingin menyingkirkan mu. Karena Aku ingin menjadi yang terbaik,di takuti, di antara yang lain."
Dengan tersenyum miring, George melihat bagaimana motor Gavino yang terpental. Dan tubuh Gavino juga jatuh menimpa pembatas jalan.
Dia seakan-akan sedang melihat sebuah pertunjukan film yang sangat bagus dan membuatnya merasa puas.
Tapi itu hanya beberapa saat saja, karena tak lama kemudian, pintu ruangannya terdorong dari luar, dengan sangat keras.
Bruakkk!
"Angkat tangan!"
Anak buahnya Gavino, datang menyerbu markasnya. Di sebuah Mension yang terletak tak jauh dari rumahnya Gavino sendiri.
Ternyata selama ini, George tidak pergi jauh-jauh dari Gavino. Dan di saat dia bilang pergi ke apartemen, itu hanya sebuah alasan yang dia buat saja.
Sebab pada kenyataannya, George justru membeli sebuah rumah. Yang ada di deretan blok area perumahan Gavino juga. Agar tetap bisa memantau kegiatan Gavino dan yang lainnya.
Sedangkan apartemen yang dia beli, sudah di sita kakaknya sendiri. Karena terdeteksi dari pembayaran kuitansi apartemen, dari kartu kredit Thomas Bryan yang dia pegang.
Semua orang tentu saja tidak pernah menyangka bahwa, semua ini adalah George sendiri yang menjadi biang keroknya.
Tapi bukan George, jika dia tidak bisa lakukan perlawanan. Dia menyerang orang-orang yang ingin menangkapnya.
Dia bahkan mengeluarkan senjata apinya, untuk melukai anak buahnya Gavino.
Dugh!
__ADS_1
Dor!
Tapi perlawanan George tidaklah seberapa, karena anak buahnya Gavino juga orang-orang terlatih. Yang sudah biasa menghadapi situasi seperti ini.
Tak lama kemudian, Thomas Bryan alias king Black, datang untuk menemui adiknya itu.
Plokkk plokkk plokkk!
"Hebat adikku!"
King Black justru memberikan applause atas keberhasilan adiknya itu, dalam melakukan semua tindakan, yang tidak pernah diketahui oleh orang lain.
"Orang-orang pasti tidak akan pernah menyangka dengan wajah polos mu. Itulah sebabnya, orang juga tidak tahu bahwa Kamu justru lebih kejam daripada Aku."
"Tidak usah banyak bicara Kamu! Karena Kamu juga, Aku melakukan semua ini!"
George tidak terima, jika dibilang dia lebih kejam daripada kakaknya. Apalagi yang mengatakannya adalah kakaknya sendiri.
Akhirnya perkelahian keduanya tidak bisa dielakkan. Dengan kemampuan mereka bertaruh, keduanya sama-sama mempertahankan diri. Tanpa menggunakan senjata apapun. Jadi mereka berdua berkelahi dengan tangan kosong.
Anak buahnya Gavino dan George, sama-sama saling waspada, dengan menyaksikan keduanya saling adu kekuatan.
Dari pertarungan keduanya, akhirnya diketahui bahwa, sebenarnya George juga menginginkan posisi sebagai king mafia, yang sempat diduduki oleh Thomas Bryan beberapa saat lamanya.
Tapi kini, setelah Thomas Bryan ingin mundur, justru Gavino yang menggantikannya.
George tidak menerima keputusan tersebut, dan akhirnya ingin melakukan sabotase terhadap Gavino. Dengan alasan kecelakaan lalu lintas.
Sayangnya, orang-orang yang melindungi Gavino menemukan keberadaan dirinya. Yang menjadi dalang dari kecelakaan tersebut.
Tapi hukuman yang akan dia terima, menunggu keputusan dari Gavino sendiri.
*****
Di rumah sakit.
Gavino sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.
Sekarang dia sedang makan, dengan disuapi Gress. Yang masih setia menunggui dirinya.
"Makan yang banyak Sayang. Biar cepat sembuh," ujar Gress, dengan menyuapi kekasihnya itu lagi.
Tapi Gavino justru memegang tangan Gress. Yang sedang memegang sendok, dan berada tepat di depan mulutnya.
"Jika Aku ingin makan yang lainnya, apa boleh?" tanya Gavino nakal, dengan menaikkan satu alisnya.
"Jangan aneh-aneh Sayang. Ini ada di rumah sakit." Gress berikan peringatan.
"Kenapa? Ini rumah sakit milik Thomas Bryan, orang yang sangat Aku kenal. Jadi, tidak akan ada yang berani macam-macam, seandainya Aku juga macam-macam disini."
Dengan demikian, saat Gress yang sedang mencerna perkataan Gavino, tidak sadar saat tubuhnya sudah berada di dalam dekapan kekasihnya sendiri.
__ADS_1
Bibir Gavino langsung membungkam mulut Gress yang hampir protes.
"Mmm.... aaah..."
Mereka berdua akhirnya melakukan kegiatan bersama, karena Gress yang tidak bisa menolak pesona Gavino yang sedang menginginkan dirinya.
Setelah selesai melakukan kegiatan panas mereka, Gavino tampak lebih segar. Dan siap untuk pulang ke rumah.
Dia juga sudah mengetahui penyebab dari kecelakaan dirinya kemarin.
Dan karena keadaannya ini, akhirnya dia belum bisa masuk ke kampus, yang mulai aktif hari ini. Begitu juga dengan Gress.
*****
Dua hari kemudian.
( Ting )
( Selamat siang Good Father )
'Aku butuh bantuan untuk melakukan pekerjaan yang belum terselesaikan.'
( Ting )
( Sistem akan membantu Good Father )
'Aku ingin menemukan keberadaan bos dari markas uji coba yang kemarin belum terselesaikan.'
( Ting )
( Good Father mencari waktu yang tepat )
'Baiklah. Aku akan mengatur segala sesuatunya, termasuk semua anak buahku yang bisa ditugaskan.'
( Ting )
( Selamat bertugas Good Father )
( Sistem akan membantu yang terbaik )
( Ting )
Gavino tersenyum, setelah selesai mengaktifkan sistem yang dia miliki.
Kini, dia bisa beristirahat dengan tenang, karena tugasnya tinggal mencari keberadaan pemilik asli dari laboratorium abal-abal. Yang telah melarikan diri.
Sedangkan untuk urusannya dengan George, telah dia selesaikan bersama dengan king black juga kemarin.
Dari mulut George sendiri, sebelum mendapatkan keputusan hukuman, George akhirnya mengakui semua kesalahan yang sudah dilakukan. Baik terhadap Gavino maupun dengan kakaknya sendiri. Yaitu Thomas Bryan, alias king Black.
Kini, Gavino sudah menjadi King Mafia yang baru, dengan mempercayakan semuanya kepada king Black yang sudah berpengalaman.
__ADS_1
Karena sebenarnya, di dunia Mafia, sesuatu yang dinilai dari luar, tidaklah sama dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Tidak ada yang bisa dipercaya, seandainya Kamu tidak mengetahui sendiri.