Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Yang Tidak Bisa Dibicarakan


__ADS_3

Sejak kejadian malam itu, kini Gavino dan Gress makin dekat, sebagaimana layaknya sepasang kekasih. Yang baru bermekaran bunga-bunga cinta di hati keduanya.


Tapi Gavino tetap tidak mau membawa Gress pulang ke rumahnya. Menunjukkan di mana dia tinggal selama ini.


Jadi, identitas diri Gavino yang sebenarnya tetap tidak diketahui oleh Gress. Karena selama ini, Gress hanya tahu, jika Gavino adalah mahasiswa dengan beasiswa. Sama seperti dirinya. Dengan kota asal Gavino yang dari Monte Isola. Sebuah kota kecil di negara Italia ini.


Gress tidak tahu jika, Gavino tidak mengambil biaya yang harus dia terima sebagai seorang mahasiswi berprestasi. Sebab Gavino mampu untuk membiayai semua biaya yang harus dia keluarkan untuk biaya kuliah dan hidupnya sehari-hari.


Gress juga tidak tahu, jika mobil yang dikendarai oleh Gavino selama ini adalah mobilnya sendiri.


Gavino mengakui jika, mobilnya itu hanyalah pinjaman dari saudara sepupunya. Yang saat ini sedang berada di luar negeri, sehingga mobilnya menganggur.


Dari pada menganggur dan justru bisa rusak dengan sendirinya, Gavino diminta untuk memanfaatkannya, dengan merawatnya juga.


"Minum Gress."


Gavino menyodorkan minuman ringan berbentuk kaleng pada Gress.


"Terima kasih Gavin." Gress tak lupa mengucapkan terima kasih atas minuman untuk diberikan Gavino padanya.


"Apa rencana mu saat liburan nanti Gress?" tanya Gavino, setelah dia mendudukkan dirinya di samping gadis itu.


"Apa Kamu mau pulang ke Amerika?" sambung Gavino bertanya.


Tapi Gress tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Dia justru terdiam dan membuang nafas panjang.


Gavino juga tidak lagi mendesaknya dengan sebuah pertanyaan lagi. Dia membiarkan Gress bicara dengan sendirinya, jika dirasa mampu untuk memberikan jawaban.


Akhirnya mereka berdua saking diam, dengan minuman kaleng yang berada di tangan masing-masing.


"Aku... Aku sebenarnya ingin pulang Gavin. Ta_tapi, siapa yang Aku miliki di sana? Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, yang akan menyambut kepulangan ku di negara Paman Sam sana."


Suara Gress tampak bergetar, saat menjawab pertanyaan Gavino. Yang tadi sempat tidak ingin dia jawab.


Tapi dia berpikir bahwa, Gavino seharusnya tahu lebih banyak tentang diri dan keadaannya. Karena Gress tidak mau lagi menutup-nutupi keadaan dirinya yang sebenarnya pada Gavino.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" tanya Gavino, yang belum paham dengan perkataan Gress tadi.


Selama ini, Gavino juga belum tahu secara benar, dengan latar belakang dan identitas diri dari Gress. Yang merupakan orang Amerika Serikat, dan bukan orang Itali asli.


Akhirnya Gress menceritakan tentang dirinya, yang selama ini tidak diketahui oleh orang lain. Termasuk dengan Gavino juga, yang merupakan teman terdekatnya selama ini.


*****


Gress asli dari Amerika Serikat. Dia hidup bersama dengan keluarga besarnya, yang ternyata tidak ada hubungan darah sama sekali antar anggota keluarga.


Kedua orang tuanya, selama ini adalah orang tua asuh. Yang menjadi wali, untuk beberapa anak yang tidak beruntung.


Seperti anak yatim, tidak mempunyai saudara atau orang tua yang mampu dan mau mendidiknya secara baik. Anak-anak kurang beruntung dari gelandangan dan sebagainya.


Bisa di bilang, rumah yang ditempati Gress selama ada di Amerika Serikat sana adalah rumah yatim piatu. Yang tidak terdaftar sebagai sebuah yayasan sosial resmi. Karena pada kenyataannya, saudara-saudara Gress memang bernasib tak lebih sama seperti dirinya juga. Tapi semua biaya yang dikeluarkan oleh orang tua asuhnya, murni dari dana pribadi mereka sendiri.


Kedua orang tua asuhnya Gress, tidak pernah meminta atau menerima bantuan sosial dari pihak manapun. Sebab, usaha milik mereka memang diperuntukkan bagi kegiatan amal mereka, dengan cara mereka menampung anak-anak seperti Gress.


Beruntung Gress adalah siswi yang cerdas, sehingga sering mendapat kesempatan untuk menerima beasiswa. Baik dari pemerintah maupun yayasan sekolah, tempat dia menuntut ilmu.


Jadi, Gress tidak terlalu merepotkan kedua orang tua asuhnya itu.


Itulah sebabnya, dia juga harus bisa berhemat dan merencanakan sesuatu, agar bisa menjadi seseorang yang tidak hanya tergantung dari beasiswanya dia sini.


****


"Karena itulah Gavin, Aku berencana untuk mencari pekerjaan, saat ada liburan semester bulan depan."


"Itung-itung buat nambah tabungan, yang bisa Aku manfaatkan kedepannya bukan?" Gress mengakhiri ceritanya dengan mengatakan keinginannya juga.


Gavino terharu, mendengar cerita dari Gress.


Dia pernah merasakan hal yang sama seperti itu juga dulunya, di saat keadaannya tidak seperti sekarang ini. Sebelum dia memiliki sistem mafia, yang tiba-tiba saja datang dan menyatu dengan tubuhnya.


"Aku bangga dengan prestasi yang Kamu raih hingga ke Eropa ini Gress. Berjanjilah untuk tetap belajar, dan berhasil. Sama seperti keinginan semua orang yang mendukungmu selama ini."

__ADS_1


Gress tersenyum senang, mendengar perkataan Gavino yang memberinya sebuah semangat. Karena memang itu yang dua butuhkan sementara ini.


Dia harus bisa bertahan hidup di negara besar Italia, yang merupakan salah satu negara maju di wilayah daratan benua Eropa.


Meskipun kadang kala, dua juga merasa sangat sedih. Karena merindukan keluarga asuhnya di Amerika Serikat.


"Aku akan ke Paris liburan semester ini. Tapi sebelum pergi ke sana, Aku akan memastikan bahwa, Kamu sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus. Untuk mengisi liburanmu."


"Terima kasih Gavin. Love You."


"Ti amo Gavino Giordano Junior."


Gress memeluk kekasihnya itu, dengan mengatakan perasaannya pada Gavino.


*****


Di tempat usaha Giordano dan Mirele.


Robert dalam keadaan pusing, karena ternyata kerja sama yang dia lakukan kemarin, tanpa adanya George yang mendampinginya gagal total.


Orang yang mengajaknya untuk melakukan kerjasama, nyatanya adalah seorang penipu.


"Bagaimana caranya ini terjadi padamu Robert? Kenapa Kamu tidak cek ulang, atau setidaknya cek lapangan terlebih dahulu!" kecam George uring-uringan.


"Maaf George. Waktu itu Aku tidak berpikir panjang. Sebab penawaran yang mereka lakukan sangat mengiurkan. Sedangkan Kamu, tidak bisa Aku hubungi. Karena ada pekerjaan yang harus Kamu lakukan untuk Gavino waktu itu."


Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Robert, George hanya bisa membuang nafas.


Dia memang kesal, kecewa dan marah. Karena kerugian yang dialami oleh usahanya ini cukup besar.


"Hum... bagaimana cara melaporkan semua ini pada Gavino? Aku tidak tahu, apa yang akan dia lakukan. Jika mendengar laporan keuangan yang mendapatkan kerugian sebesar ini." Lirih suara George, membuat Robert semakin merasa bersalah.


"Maaf George. Aku yang akan mengatakannya pada Gavino secara langsung. Di sini, Aku lah yang bersalah. Jadi sepatutnya Aku yang bertanggung jawab atas segala sesuatu yang saat ini terjadi."


"Erghhh... Kamu pikir, dengan Kamu bicara dengan Gavino semua akan membaik?"

__ADS_1


"Tidak Robert. Ini harus kita selesaikan sendiri, dengan cara kita."


George tidak mengijinkan Robert untuk memberitahu Gavino, dengan permasalahan yang terjadi di dalam usaha warabala milik Giordano dan Mirele. Yang sekarang ini adalah tangung jawab mereka berdua untuk mengelolanya.


__ADS_2