
..."Tuan muda, laporan tentang bos asli, dari pemilik laboratorium kemarin itu sudah ditemukan. Dia baru saja pulang dari luar negeri. Tuan Muda bisa lihat di pesan handphone setelah ini."...
..."Baiklah. Terima kasih Tuan Besar."...
..."Sama-sama Tuan Muda."...
Klik!
Pagi baru saja menjelang, tapi king Black sudah menghubungi Gavino. Untuk membuat laporan yang dibutuhkan, terkait dengan bos pemilik asli dari laboratorium abal-abal kemarin.
Dan setelah panggilan telpon tersebut tertutup, ponselnya ganti menampilkan notifikasi pesan
Ting!
Di layar ponsel Gavino, tampak sebuah video yang memperlihatkan suasana bandara internasional Roma. Dengan sebuah pendaratan pesawat jet pribadi.
Dari pesawat jet pribadi tersebut, ada lima orang yang keluar dan turun dari anak tangga.
Terlihat sangat jelas, jika satu yang berjalan paling depan itu adalah bos besarnya, dengan empat orang bodyguard di berjalan di belakangnya.
Tapi sosoknya belum diketahui oleh Gavino secara pasti. Dia hanya menandai orang tersebut, supaya tidak melupakan wajahnya yang tertutup kacamata hitam besar. Meskipun datang pada tengah malam.
Begitu turun dari pesawat, orang tersebut mengambil ponselnya dari saku celana. Kemudian panggilan telpon, entah untuk siapa diseberang sana.
"Aku harus mencari tahu orang ini."
Akhirnya Gavino memutuskan untuk mengaktifkan sistem yang dia miliki, untuk membantunya mencari informasi tentang orang tersebut.
Tapi belum sempat dia mengaktifkan sistemnya, pesan di layar handphonenya kembali berdenting.
Ting!
Pesan tersebut menjabarkan tentang identitas diri dari bos, yang saat ini sedang dia lihat di pesan video tadi.
Jadi, orang tersebut bernama Edward Johnson. Seorang pengusaha farmasi, dan makanan sehat untuk diet dan para manula, yang sudah tidak bisa mengkonsumsi makanan biasa.
"Wahhh... bisa berbahaya, jika hasil uji coba tersebut masuk ke dalam perusahannya. Ini bisa mengakibatkan keracunan massal, dan menjadi pembunuhan berencana dalam jangka panjang."
Gavino membuat kesimpulan yang ternyata bisa sangat mengerikan.
Dari usahanya yang sebelumnya, market pasar sudah sangat disukai oleh para wanita dan keluarga yang memiliki anggota manula.
Tentu saja ini adalah peluang besar untuk memasukkan sebagian obat uji coba yang sudah dia miliki. Sangat mengkhawatirkan keadaan kedepannya nanti.
Ternyata, anak buahnya king Black itu bisa bekerja dengan cepat. Tidak sia-sia dibina king Black selama ini, supaya menjadi mafia yang handal.
__ADS_1
Rasa bangga yang baru saja dirasakan oleh Gavino, semakin bertambah. Di saat pesan baru muncul lagi.
Ting!
Pesan tersebut mengatakan bahwa, Bos yang baru saja pulang dari luar negeri itu, sudah ditangkap oleh anak buahnya king Black. Bahkan mereka juga sudah mengamankan empat bodyguard yang mengawalnya. Meskipun tadi sempat baku hantam juga.
Sekarang, posisi Bos tersebut sudah ada di markas. Tempat di mana George kemarin diberikan pelajaran juga.
Tapi adik dari king Black tersebut, sudah di lepas, setelah diberikan pelajaran oleh anak buahnya Gavino dan di ancam untuk tetap di pantau dari jauh untuk semua aktifitasnya.
"Wow... ternyata benar-benar mafia profesional."
Tapi Gavino tidak ingin mengotori tangannya sendiri. Jika hanya untuk memberikan hukuman pada Bos tersebut.
Jadi dia membiarkan king Black saja yang memberikan hukumnya.
Tut tut tut!
..."Ya halo Tuan Muda."...
..."Berikan saja hukuman yang setimpal. Akuisisi perusahaan yang memproduksi makanan tadi."...
..."Baik tuan Muda."...
Klik!
Dia berpikir bahwa, perusahaan itu hanyalah sebuah kedok, untuk pemasaran obat-obatan yang telah diproduksi.
Pada umumnya, tujuan dilakukannya merger dan akuisisi adalah mendapatkan sinergi atau nilai tambahan. Akuisisi tersebut berguna untuk meningkatkan efisiensi kinerja perusahaan. Dengan adanya efisiensi maka harga bisa diturunkan dan kualitas pelayan dapat ditingkatkan.
Tapi Akuisisi yang dilakukan oleh Gavino ini bertujuan untuk mencegah perusahaan tersebut memproduksi makanan sehat, yang ternyata mengandung obat-obatan terlarang di dalamnya.
Bos tersebut juga tidak akan lepas begitu saja, karena dia akan mendapatkan hukuman setimpal dari king Black.
Gavino bisa bernafas lega, karena bisa mencegah terjadinya kekacauan di masyarakat luas. Terkait makanan sehat tersebut. Dan dia tidak akan memberikan laporan ini kepada Sang Kapten.
Dia juga memerintahkan untuk menghentikan produksi makanan tersebut, untuk sementara waktu. Hingga mendapatkan laporan bahwa, makanan tersebut memang benar-benar makanan sehat.
Tapi jika ternyata makanan sehat yang diproduksi kemarin itu mengandung obat-obatan terlarang, barang produksi yang sudah terlanjur beredar harus segera ditarik.
"Ini benar-benar canggih. Dan kenapa bisa lolos dari ijin perintah? Apa ada kong kalikong juga?" tanya Gavino sendiri.
Tak terasa, pagi telah berganti siang. Dan dia belum keluar dari dalam kamar sedari tadi.
"Hah, jam delapan!"
__ADS_1
Akhirnya Gavino memutuskan untuk segera pergi mandi, supaya bisa ikut sarapan bersama dengan Robert dan juga Gress.
*****
Di rumah George.
Brakkk!
Dia mengebrak meja kerjanya dengan sangat keras. Di saat teringat dengan kelakuan kakaknya, yaitu king Black.
"Siall_lan kau king Black!"
"Cihhh! Sebegitu patuhnya Kamu dengan bocah ingusan itu!"
"Hhh..."
George marah-marah sendiri, saat ingat dengan kejadian kemarin, di saat dia ada di markas besar king Black. Dan mendapatkan hukuman dari kakaknya sendiri.
Dari percakapan king Black melalui telpon, George tahu, jika king Black sedang berbicara dengan Gavino.
Untungnya, Gavino memberikan ampun kepadanya. Dan meminta kepada king Black untuk melepaskan dirinya.
Tapi tetap saja, George tidak terima. Karena rencananya telah digagalkan oleh anak buah dari kakaknya dan juga Gavino.
Bahkan sekarang, rumahnya sudah diketahui oleh mereka semua.
"Hhh... Aku jadi tidak bisa melakukan apa-apa yang bisa membuat mereka menjadi hancur. Lalu, bagaimana caranya Aku bergerak?"
Sekarang, George berpikir lagi, bagaimana caranya dia bisa membuat Gavino maupun king Black berada di bawah kendalinya.
Tapi tak lama kemudian, dia tampak mengelengkan kepalanya, di saat ingat bahwa Gavino punya pengaruh besar. Bahkan bisa menaklukkan king Black, yang merupakan ketua Mafia.
Bahkan sampai sekarang, George masih merasa penasaran dengan sosok Gavino. Yang pernah dekat dengannya, tapi tetap terasa misterius baginya.
Dia mulai berpikir untuk menghimpun anak buah lagi, guna merencanakan sesuatu yang dia inginkan ke depannya nanti.
*****
Di kantor polisi.
Sang Kapten sedang mencari informasi tentang Bos, yang menjadi targetnya. Merasa gregetan sendiri, karena Intel yang dia minta untuk menyelidiki siapa Bos tersebut belum mendapatkan informasi apa-apa.
"Kenapa informasi mandek. Tidak ada keterangan yang bisa diberikan. Bagaimana bisa dia menghilang begitu saja?"
Sang Kapten merasa penasaran, karena nyatanya yang dia inginkan tidak bisa dia dapatkan dalam waktu singkat.
__ADS_1
"Hemmm... apa Aku harus menghubungi Gavino lagi, untuk memintanya mencarikan informasi?"