Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Ternyata Orang Itu


__ADS_3

Sesampainya di markas besar, kelima perampok tadi, di bawa ke ruangan eksekusi. yang semuanya sudah diurus oleh anak buahnya Gavino. Sedangkan dia tiduran di kamarnya sendiri, yang ada di markas ini.


Dia beristirahat di markas sebentar, sebelum akhirnya nanti pulang ke rumah. Sebab sebentar lagi Robert juga pulang dari rumah sakit bersama dengan dua orang yang bertugas menjaganya.


Iseng-iseng, Gavino mencoba mencari tahu siapa sebenarnya kelima orang tersebut. Sebelum anak buahnya berhasil mengintrogasi mereka berlima.


( Ting )


( Selamat malam Good Father )


'Malam. Aku ingin mencari informasi tentang kelima perampok tadi. Apakah memang ada yang memberinya tugas, atau mereka murni perampok saja?'


( Ting )


( Apakah itu hal yang penting Good Father )


'Apa tidak bisa? atau mereka memang benar hanya perampok biasa?'


( Ting )


( Bukankah anak buah Good Father sedang mencari tahu dari pengakuan mereka )


'Tapi Aku tidak sabar. Siapa sebenarnya yang ingin mencelakai Aku tadi.'


( Ting )


( Siap Good Father )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ding )


( Pencarian selesai dilakukan )


Pada layar sistem yang tampak di depannya Gavino saat ini. Ada seseorang yang sedang memberikan instruksi kepada kelima orang, yang tadi sudah mengatakan bahwa mereka ingi merampok Gavino.


Hal ini membuat Gavino semakin yakin, bahwa kelimanya bukanlah perampok biasa. Tapi ada yang memimpin, atau memberikan instruksi untuk tugas mereka.


'Berarti benar kan, ada yang memberikan mereka perintah. Bukan keinginan mereka sendiri untuk merampok ku.'


( Ting )


( Benar Good Father )

__ADS_1


'Apa ini ada kaitannya dengan Cardi?'


( Ting )


( Good Father bisa mencari tahu dari kelima orang yang saat ini ada di market bersama dengan anak buah Good Father )


'Maksudnya mereka akan mengakui siapa yang menurut mereka?'


( Ting )


( Mungkin saja Good Father )


'Baiklah. Beri Aku kekuatan dan pengaruh, agar bisa mengintimidasi mereka. Supaya mereka mau berbicara yang sebenarnya, pada saat Aku memberikan pertanyaan.'


( Ting )


( Good Father sudah memiliki kekuatan itu )


( Good Father tinggal berkonsentrasi saja )


'Oh ok. Aku akan segera ke ruang eksekusi.'


( Ting )


( Selamat malam Good Father )


Layar sistem menghilang dari pandangan mata Gavino. Setelahnya, dia bangun dari tempat duduknya. Berjalan menuju ke arah lantai bawah, menuju ke bagian belakang. Karena di sanalah ruangan eksekusi berada.


Plak!


"Arghhh!"


Bugh bagh bugh!


"Fermare! Stiamo solo facendo il nostro lavoro. Questa non è la nostra volontà!"


"Stop! Ini semua bukan kemauan kami. Kami hanya menjalankan tugas saja!"


Dari luar ruangan ekseskusi, Gavino bisa mendengar suara-suara yang ada di dalam sana. Dan itu tidak sama seperti biasanya.


"Ada apa?" tanya Gavino, itu dia masuk ke dalam ruangan.


Ternyata salah satu dari perampok tadi menggunakan bahasa Italia, dengan dialek yang tidak biasa. Berarti bisa jadi mereka bukan dari daerah kota Roma.


"Mereka tetap tidak mau mengaku Tuan Muda." Terang anak buahnya Gavino.


"Siapa yang menyuruh mu?"


"Aku tanya sekali lagi, siapa yang sudah menyuruh mu?"


Gavino sampai bertanya dua kali, dengan menekan setiap kata-katanya. Supaya kelima perampok tadi mengaku, siapa yang sudah memberikan mereka tugas untuk menghadangnya di jalan tadi.


Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Gavino, kelimanya saling pandang kemudian salah satu dari mereka mengangguk. Dan tanpa sadar, mereka memberitahu Gavino secara gamblang. Siapa yang sudah membayar mereka.


Dan pengakuan mereka itu, membuat Gavino merasa sangat terkejut. Sebab dia tidak pernah menyangka, bahwa orang itulah yang sudah merencanakan semuanya itu untuk membuatnya celaka.

__ADS_1


Akhirnya Gavino mengangkat satu tangannya, memberikan kode pada anak buahnya. Untuk menghabisi mereka semua.


Setelah itu, dia pergi keluar dari ruangan. Untuk segera pulang ke rumahnya sendiri.


Dor dor dor!


Dari dalam ruangan itu, terdengar tembakan lima kali, untuk menghabisi kelima perampok tadi. Karena sudah tidak diperlukan lagi.


Gavino mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi, supaya bisa cepat sampai di rumah terlebih dahulu. Sebelum Robert, yang pulang dari rumah sakit.


Dia tidak mau mendapatkan banyak pertanyaan, dari laki-laki paruh baya yang sudah dia anggap sebagai pamannya sendiri.


Itulah sebabnya, Gavino ingin membuat Robert nyaman berada di dekatnya. Dan tetap ada di rumahnya, membantu dirinya. Sehingga tidak membuat Robert ingin kembali pulang, ke kota asalnya. Yaitu Monte Isola. Sama seperti kota asal Gavino kecil.


Dan ternyata memang benar. Tidak lama setelah Gavino berada di rumahnya, Robert juga tiba di rumah. Bersama dengan kedua penjaga yang selalu bersama dengannya.


"Bagaimana perjalanannya Robert?" tanya Gavino, menyambut kedatangan Robert.


"Seperti yang Kamu lihat! Aku sudah berdiri dengan tegak di depanmu sekarang ini." Robert memeluk Gavino, selayaknya keponakannya sendiri. Bahkan dia sudah menganggap Tuan Muda nya itu selayaknya seorang anak.


Sebab itulah, Robert juga tidak segan-segan untuk menegur Gavino. Jika Gavino melakukan kesalahan.


"Sebaiknya Kamu beristirahat saja. Jadi, cepatlah pergi tidur!"


Mendengar perintah dari Gavino, membuat Robert tersenyum sinis. Karena merasa jika, sudah lama sekali Gavino tidak memberinya perintah yang harus segera dilakukan.


Tapi Robert juga tahu jika, semua itu bukankah perintah yang buruk untuknya. Karena ini memang untuk kebaikannya sendiri, yang baru saja pulang dari rumah sakit. Sehingga diminta untuk segera beristirahat saja.


"Baiklah, baiklah Tuan Muda. Aku akan segera pergi beristirahat di kamar."


Setelah menyanggupi perintah dari Gavino, Robert terdiri dari tempat duduknya. Kemudian melambaikan tangan, dan berjalan ke arah kamarnya sendiri.


Melihat sikap Robert, Gavino menggelengkan kepalanya beberapa kali sambil tersenyum tipis. Karena dia juga tahu jika, Robert hanya bercanda dengan semua perintahnya tadi.


Setelah itu, Gavino juga pergi ke kamarnya sendiri untuk beristirahat.


*****


Di rumah Verdi.


Prang!


"Sial_llan!"


Cardi mengamuk dan melempar apa yang ada atas meja, karena mendapatkan laporan bahwa, orang yang dia suruh untuk menghadang Gavino di jalan, gagal. Bahkan mereka juga sudah berhasil ditangkap anak buahnya Gavino. Dan tentu saja nasib mereka tidak akan ada yang selamat.


Verdi yang menyaksikan rekannya dalam keadaan emosi, hanya diam dan tidak memberikan komentar apapun.


Padahal di dalam otaknya sedang berpikir banyak hal, mengenai semua rencana yang sudah disusun. Karena dia tidak mau jika, rencananya itu gagal lagi.


"Untuk rencana yang besok, Aku tidak mau ada laporan gagal!" kata Verdi pelan, namun penuh penekanan.


Hal ini membuat Cardi menoleh dengan cepat ke rekannya itu. Karena dia belum tahu betul, apa yang akan dikerjakan oleh Verdi. Sebab dia hanya tahu sebatas garis besarnya saja.


"Memangnya apa yang Kamu rencanakan, selain yang Kamu katakan kemarin?" tanya Cardi cepat.

__ADS_1


Dia merasa penasaran, karena kenyataannya, rencananya yang kemarin tentang topeng itu gagal total. Jadi, dia tidak mau jika, rencananya besok juga sama seperti yang kemarin. Karena bisa-bisa rencana itu akan gagal lagi nantinya.


__ADS_2