Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Sistem Bisa Cepat


__ADS_3

Di tempat makan, Gress hanya memesan makanan yang cepat saji untuk di bawa pulang ke flat. Dia tidak mau membuang waktu Gavino. Sebab sekarang ini sudah sore, bahkan hampir malam.


"Kenapa tidak makan di tempat?" tanya Gavino, yang merasa heran dengan kelakuan Gress kali ini.


"Tidak apa-apa Sayang. Aku hanya tidak mau membuatmu terlambat. Nanti paman George bisa marah-marah, jika Kamu tidak segera pulang dan bersiap."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh gadisnya itu, Gavino baru tersadar. Jika dia akan pergi ke Paris nanti malam.


Plok!


"Kenapa Aku bisa lupa!"


Gavino justru menepuk keningnya sendiri, karena melupakan tujuan utamanya tadi. Di saat dia datang ke flat Gress.


Padahal keinginannya adalah, ingin mengorek keterangan tentang Thomas Bryan pada gadisnya itu. Tapi dia justru keasyikan tidur dalam pelukan hangat Gress. Bahkan melupakan waktu, yang seharusnya dia pergunakan untuk bersiap-siap dengan rencana kepergiannya ke Paris bersama dengan George.


"Ini gara-gara Kamu Sayang! Aku jadi lupa segalanya," ucap Gavino pura-pura kesal, dengan mencubit pucuk hidung Gress.


"Kok Aku? Bukannya Kamu sendiri yang tadi datang padaku?" Gress menanggapi perkataan Gavino dengan serius.


"Hahaha... maksudku Aku tidak bisa mengingat dan memikirkan hal lain, jika sedang bersama denganmu." Ralat Gavino, sambil nyengir kuda.


Gress hanya mengerucutkan bibirnya, karena masih kesal dengan perkataan Gavino tadi.


Sekarang, mereka berdua sudah sampai di depan pintu kamar flat Gress lagi. Tapi Gavino sendiri tidak bermaksud untuk ikut masuk ke dalam kamar tersebut.


"Kamu masuklah Sayang. Aku mau langsung pulang. Paman sudah menungguku." Mendengar perkataan Gavino yang pamit, membuat Gress merasa sedih. Karena mereka berdua belum sempat makan makanan yang mereka beli barusan.


"Ini bagaimana?" tanya Gress, dengan mengangkat bungkus makanan yang dibawa.


"Makanlah Sayang. Aku minta maaf ya, gak bisa menemanimu. Tapi, Kamu harus janji, untuk tetap berhati-hati. Baik di rumah maupun di jalan saat berangkat dan pulang dari kios."


"Aku pasti akan segera kembali dan menemui dirimu, begitu urusanku di Paris selesai."


Gress mengangguk dengan terpaksa, karena sebenarnya dia berat untuk berpisah dengan kekasihnya itu. Apalagi, mereka berdua juga masih terbilang baru. Dalam membangun hubungan mereka berdua ini.


Tapi dia juga tidak mau egois. Sehingga membiarkan Gavino pulang sebelum makan.


"Sayang berhati-hatilah di sana. Aku akan menunggu kedatangan Sayang untuk kembali menemui ku."


"Jangan lupa untuk selalu menghubungiku Sayang!"


Mendengar perkataan dan nasehat yang diberikan oleh gadisnya, membuat Gavino segera memeluk tubuh Gress erat. Kemudian menciumi pucuk kepala dan juga kening gadisnya itu.


Cup!


Cup!


Berkali-kali Gavino mengecup kening Gress, kemudian beralih ke bibir ranumnya.


"Aku pasti merindukanmu Sayang. Jaga diri ya!" ujar Gavino, kemudian segera berlalu setelah Gress menganggukkan kepalanya.


*****


..."Gavin. Kamu di mana?"...

__ADS_1


..."Aku ada di jalan pulang. Ada apa paman George yang bawel?"...


George menelpon Gavino, karena hari sudah malam. Dan Gavino belum juga pulang ke rumah. Padahal mereka akan pergi ke Paris.


..."Di jalan mana?"...


..."Ck! Paman George kenapa jadi cerewet sekali! Mentang-mentang sudah dipanggil dengan sebutan paman!"...


..."Heh! Aku serius. Di mana Kamu sekarang berada bocah tengil?"...


..."Tiga menit sampai di rumah!"...


..."Memang ini di mana?"...


..."Jalan Suit Gundam."...


..."Itu masih jauh! Kenapa bilang cuma tiga menit sampai? Padahal Kamu masih butuh lima belas menit dengan keadaan lalu lintas yang normal dan tidak padat."...


..."Aku pakai motor, jika paman George tidak lupa dengan hal itu."...


..."Hah! Serah Kau sajalah!"...


Klik!


Saat ini Gavino memang ada di jalan Suit Gundam, yang jaraknya cukup jauh juga dari rumahnya.


Tapi Gavino punya sistem yang bisa dia aktifkan untuk meminta pertolongan.


( Ting )


( Ada yang bisa dibantu )


'Aku mau secepatnya pulang ke rumah. Bisa kan hanya dalam hitungan tiga menit saja dari sini ke rumah?'


( Ting )


( Tentu saja bisa dibantu Good Father )


'Baiklah. Aku sudah siap.'


( Ting )


( Kecepatan maksimum untuk perjalanan mengunakan sepeda motor ke rumah )


1%


10%


20%


30%


40%


50%...

__ADS_1


Sampai dengan selesai menjadi 100%.


Dan dalam hitungan detik, sepeda motor yang dikendarai oleh Gavino, melesat bak kilatan cahaya yang sangat cepat.


Bahkan tidak ada yang pernah tahu, apa yang tadi bergerak di depannya, sampingnya, bahkan melewatinya dari arah yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.


Dan tepat di hitungan tiga menit dari sistem aktif, Gavino sudah ada di depan rumah bersama dengan sepeda motornya.


Utuh tanpa ada luka atau apapun itu yang menandakan bahwa dia baru saja mengendarai sepeda motornya dalam kecepatan yang tidak bisa dihitung oleh alat pelacak jarak dan waktu, yang ada di sepeda motor manapun.


Tin tin!


Mendengar suara mesin motor dan klakson yang berbunyi, pintu rumah langsung terbuka. Ada George yang keluar dari dalam rumah, melihat kedatangan Gavino. Sesuai dengan apa yang tadi dikatakan lewat telpon.


"Kamu..."


George, yang sekarang ini punya panggilan baru dengan sebutan paman, tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Ternyata Gavino membuktikan bahwa, dia bisa sampai di rumah ini dalam jangka waktu yang hanya tiga menit saja dari yang seharusnya lima belas menit.


"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya George khawatir, dengan memutar-mutar tubuh Gavino. Untuk dia periksa.


"George. Aku baik-baik saja. Sama seperti yang Kamu lihat!"


Gavino tak menghiraukan dengan kekhawatiran yang memang ada di benak George. Dia tidak tahu, jika orang kepercayaannya itu sangat senang dia pulang ke rumah dalam keadaan baik-baik saja.


Dia bahkan melenggang pergi ke rumah, kemudian berjalan cepat menuju ke kamar.


Padahal sebenarnya tadi, George mau melarang Gavino untuk bisa tiba di rumah dalam waktu yang sangat cepat.


Dia tidak bisa membayangkan, bagaimana keadaan Gavino saat ngebut tadi.


"Anak itu benar-benar tidak bisa di duga. Kadang terlihat datar, acuh tak acuh, tapi juga menyebalkan." gerutu George sambil memperhatikan punggung Gavino yang menghilang dari pandangan matanya.


Di dalam kamarnya, Gavino segera menghubungi gadisnya. Dia ingin memberikan kabar, jika dia sudah sampai di rumah.


..."Hai Sayang."...


..."Apa Kamu sudah tiba di rumah Sayang?"...


..."Iya. Aku sudah ada di rumah. Sekarang, Aku sedang ada di dalam kamar."...


..."Tapi... Kamu belum ada lima belas menit meninggalkan flat. Apa Kamu ngebut?"...


..."Tidak Sayang. Aku tidak ngebut kok tadi. Cuma keadaan jalan yang lumayan sepi, jadi Aku bisa cepat sampai di rumah."...


..."Oh syukurlah. Aku pikir Kamu tidak menghiraukan keselamatan dirimu sendiri, hanya karena ingin cepat sampai "...


..."Aku masih Sayang sama Kamu Yang. Masa iya Aku mau mati dengan cepat. Tidak-tidak. Aku masih ingin memakanmu setiap harinya. Jadi tetaplah menungguku hingga kembali lagi ke kota Roma ini."...


..."Tentu saja Sayang. Jangan lupa untuk menolak setiap gadis yang datang padamu di Paris. Aku tidak suka!"...


..."Hahaha... cup!"...


Mereka berdua, Gavino dan Gress, justru berbincang-bincang melalui telpon. Dan lupa, jika seharusnya Gavino bersiap untuk pergi.

__ADS_1


__ADS_2