Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Dapat


__ADS_3

Sekarang mereka bertiga turun dari pohon, di mana mereka tadi bersembunyi. Di saat orang-orang mencari keberadaan mereka.


"Sebenarnya mereka siapa Gavin?" tanya Reo ingin tahu.


"Ya Gavin. Siapa mereka? Kenapa mencari-cari kita terus?"


Sekarang, Daniel juga bertanya. Meminta penjelasan pada Gavino. Siapa sebenarnya orang-orang tadi.


Gavino diam diam sejenak, sebelum akhirnya memberikan jawaban tentang pertanyaan yang ditanyakan oleh kedua temannya itu.


"Sebenarnya Aku juga tidak tahu, tapi... mungkin ini ada kaitannya dengan masalah kemarin. Saat pengenalan kampus."


"Kalian ingat kan, saat ada senior yang memaksaku ke depan dengan kata-kata kasarnya juga? Tak lama setelah itu, Aku dipanggil ke ruang ketua senat."


Baik Daniel maupun Reo, sama-sama saling pandang tanpa bersuara. Setelah mendengar penjelasan yang diberikan oleh Gavino.


"Apa ini ada kaitannya juga dengan kematian Julian Aldrin? sang ketua senat mahasiswa?" Reo bertanya dengan cepat, dengan wajahnya yang tampak tegang.


Tapi karena Gavino tidak mau mengiring opini sendiri pada ke dua temannya itu, dia hanya mengangkat kedua bahunya. Karena untuk menunjukkan bukti yang ada, dia juga tidak ada yang bisa membuat orang lain percaya.


"Ya sudahlah. Ayo kita ke kelas!"


Gavino mengajak kedua temannya itu untuk pergi ke ruangan kelas. Karena sebentar lagi jam kuliah mereka akan segera mulai.


Begitu sampai di dalam kelas, ternyata sudah ada banyak teman-teman mereka yang duduk sambil berbincang-bincang, satu sama lain. Termasuk ada Gress juga di antara mereka.


"Hai Reo!"


"Hai Daniel, Gavin!"


Gress mulanya menyapa Reo, yang masuk terlebih dahulu ke dalam kelas. Baru kemudian disusul oleh Daniel dan Gavino.


"Hai Gress!"


Ketiganya bersamaan menyahuti sapaan tersebut. Kemudian mencari tempat duduk yang masih kosong.


Tapi ternyata Gress justru mengekor mereka, yang masih mencari-cari tempat duduk.


"Aku duduk di sana!"


Gavino pamit pada yang lain, saat melihat tempat duduk yang masih kosong di tengah-tengah. Karena biasa tengah memang dihindari oleh orang-orang untuk duduk.


Kebanyakan orang, akan mencari tempat duduk itu dengan posisi yang menurut mereka nyaman.


Seperti paling depan, belakang dan pinggir.


Itulah sebabnya, justru tempat duduk tengah yang lebih sering kosong.


Daniel dan Reo, juga sudah menemukan tempat duduknya. Yang membuat Gress tidak lagi mengekornya.


Gress akhirnya kembali ke tempat duduknya sendiri. Sebab dosen hampir saja masuk.


*****


Di taman belakang kampus, yang tidak jauh dari gedung teater.

__ADS_1


"Ini bagian depan rekaman itu?"


"Hancurkan saja. Aku tidak mau sampai jatuh ke tangan orang lain, dan keselamatan kita terancam karenanya."


"Tapi ini cuma copyan, yang asli masih ada di tangan si Gavin!"


Mereka tampak berpikir sejenak, karena permasalahan mereka ini memang tidak mudah untuk diselesaikan.


Rekaman video yang mereka sebutkan tadi, memang bukti kelakuan mereka pada Daniel dan Reo siang itu di belakang gedung teater. Sehingga mereka ingin mendapatkan yang aslinya, karena ternyata yang mereka ambil hanya video copyan saja. Sedangkan yang asli, ada di handphone miliknya Gavino.


Tapi ternyata mereka tidak lagi cuma lima orang saja, karena nyatanya sekarang ini mereka ada sepuluh orang.


"Kita harus segera ambil handphone itu bocah. Kalau tidak, bocah tengil itu bisa menyebarluaskan rekaman itu lagi nanti," ucap salah satu dari mereka, dengan auranya yang tampak sangat marah.


"Bagaimana caranya? sedang kita setiap mencarinya, dia itu licin bak belut. Bisa menghilang begitu saja seperti punya ilmu ninja saja!"


"Sebaiknya kita buntuti dia sewaktu pulang. Harus ada yang memata-matai dirinya, dan kebiasaannya juga."


"Nah, ini Aku setuju!"


"Ya-ya, Aku juga setuju!"


"Ok, sepakat ya! tinggal cari siapa yang akan jadi penguntit dan memberikan informasi. Akan ada imbalan yang setimpal dengan kerja keras ini."


"Wah... beneran Bos?"


"Iya lah! Yang penting urusan kita tetap bisa jalan dengan lancar. Money juga lancar!"


"Siap-siap!"


Akhirnya mereka semua mengakhiri pembicaraan, kemudian bubar menuju kesibukan mereka masing-masing.


Karena sebenarnya, mereka bukan dari satu fakultas yang sama. Tapi gabungan dari beberapa orang yang berbeda-beda, namun punya kepentingan yang sama di kampus ini.


*****


Hari sudah malam, di saat Gavino keluar dari area kampus.


Dia menyetir mobilnya sendiri, sama seperti biasanya. Tanpa merasa curiga dengan keadaan sekitarnya.


Dia belum menyadari, bahwa ada seseorang yang mengawasi dan mengikuti dirinya. Sejak keluar dari dalam kelas bersama dengan teman-temannya yang lain.


Baru setelah mobil memasuki jalan yang menuju ke kawasan perumahan tempatnya tinggal, Gavino memperhatikan mobil tersebut. Karena dia baru melihat ke arah layar cctv, yang memperlihatkan gambar dari arah belakang mobil.


"Itu kenapa mobil ada di belakang sedari tadi ya? Aku baru perhatikan."


"Sejak kapan mobil itu membuntuti?"


Gavino mencari cara, agar bisa membuat orang yang saat ini sedang menguntitnya kehilangan jejak.


Tapi dia juga kesulitan, karena ini sudah jalan menuju ke arah rumahnya sendiri.


"Apa mungkin mereka itu..."


"Ahhh shittt!"

__ADS_1


Gavino mengumpat marah, di saat mobil yang ada di depannya sengaja mempercepat lajunya. Bermaksud untuk menabraknya.


Dengan gerakan cepat, Gavino membelok setirnya ke arah kiri, di mana ada yang kecil yang hanya muat untuk satu mobil.


Ciiittt...


Suara decitan rem mobil terdengar menyayat hati. Tapi ternyata, orang yang mengendarai mobil di belakang Gavino tidak bisa diremehkan begitu saja.


Mobil itu juga dengan mudah bisa mengejar mobil Gavino yang masuk ke dalam gang.


Dan pada saat belokan selanjutnya, Gavino sengaja menghentikan mobilnya. Kemudian turun dan melesat keluar dari dalam mobil dengan kecepatan yang tidak bisa dipercaya oleh orang lain.


"Happy!"


Kini, mobil miliknya sudah tertutup. Tapi di dalamnya tidak ada orang. Dia juga sudah mengamankan ponsel dan tas miliknya, pada saat keluar tadi.


Kini dia memperhatikan bagaimana mobil yang tadi mengejarnya berhenti di depan mobilnya yang dalam keadaan berhenti.


Blammm!


Terdengar suara pintu mobil yang ditutup dengan keras.


"Damn! Ke mana dia!"


"Cepat sekali dia menghilang. Padahal baru beberapa detik Aku tidak melihat mobilnya, karena belokan jalan ini."


Orang tersebut mengerutu sendiri dalam keadaan marah. Karena tidak menemukan keberadaan Gavino di dalam mobilnya yang terparkir di pinggir jalan.


"Di mana rumah di tengil itu?"


Pada saat orang tersebut melihat ke segala arah, memperhatikan satu persatu rumah yang ada. Tiba-tiba...


Bugh!


Teg teg teg!


Dari belakang, tanpa diketahui dari mana arah datangnya. Gavino berhasil memukul, kemudian me_notok syaraf tertentu, yang membuat orang tersebut tidak sadarkan diri.


..."Halo George!"...


..."Ya Gavin, ada apa?" ...


..."Aku butuh bantuan. Kamu atau siapa saja yang bisa ke sini dengan cepat." ...


..."Baiklah. Di mana itu?" ...


..."Ke jalan...." ...


..."Baik. Aku akan datang sendiri ke sana!" ...


klik!


Gavino memapah orang yang dia lumpuhkan, menuju ke dalam mobil milik orang tadi.


Sekarang dia menunggu kedatangan George yang akan segera datang menemui dirinya..

__ADS_1


__ADS_2