
Di luar hotel, pada saat Gress, Gavino dan Thomas Bryan masuk ke dalam satu mobil. Kemudian ada dua mobil lagi yang mengikuti dari belakang.
Pemandangan ini sepertinya wajar bagi orang-orang yang tidak mengetahui, padahal semua itu tidak wajar. Sebab di seberang gedung hotel, ada para pengintai yang sudah mengetahui keberadaan mereka, dan juga jejak jati diri mereka yang asli.
Mereka bertiga itu adalah pemeran pengganti semua. Dan untuk saat ini keberadaan Gress yang asli, justru belum diketahui.
Jadi bisa dipastikan bahwa, saat ini mereka bertiga hanya mengalihkan perhatian. Dari semua pandangan mata besar dan target mereka. Yaitu Gavino, dengan pancingan Gress yang bersama dengan Thomas Bryan.
Rencana Verdi ini, membuat seakan-akan Gavino sedang bersama dua orang itu. Dan tidak terjadi sesuatu pada mereka.
Itulah sebabnya, dia memanipulasi topeng wajah. Bukan hanya wajahnya Gavino saja. Tapi juga wajah orang-orang terdekatnya Gavino. Yang dianggap sangat penting bagi seorang Gavino juga.
Sayangnya, rencana Verdi ini sudah diketahui oleh Gavino dari informasi yang didapat dari sistem. Itulah sebabnya, dia bisa memberikan penjelasan dan keterangan yang pasti. Untuk semua anak buahnya, sehingga mereka tidak akan salah tempat. Atau malah sasaran.
Sedangkan Gavino sendiri pergi ke tempat lain, di mana Gress sedang disembunyikan.
Dia meminta kepada Thomas Bryan, untuk memimpin anak buahnya mengepung keberadaan orang-orang yang menyamar sebagai mereka bertiga. Dengan cara memotong jalan, dan mengalihkan arah tujuan mereka. Sehingga mereka tidak akan sampai ke tempat tujuan yaitu, ke tempat di mana sudah ada banyak jebakan. Yang udah dipersiapkan sebelumnya.
Dante dan Lorenzo, bersama dengan anak buahnya yang ada di bengkel, juga diminta untuk menyusul Gavino. Dan bersiap-siap, di tempat yang sudah diatur oleh Gavino juga.
Dan sekarang sudah waktunya untuk melakukan serangan balik, yang tentu saja tidak pernah di sangka-sangka sebelumnya oleh Verdi dan Cardi.
Gavino masuk ke tempat Gress di tahan. Sedangkan Thomas Bryan dan anak buahnya memotong jalan Gavino palsu. Bersama dengan kedua orang palsu juga.
Brakkk!
Pintu ruangan di tendang Gavino, yang saat ini kekuatannya sudah bertambah. Karena penyatuan dengan sistem yang dia miliki.
Saat ini, yang masih sendiri. Karena Dante dan Lorenzo belum tiba di tempat tersebut.
Tapi Gavino sudah memastikan, jika teman-temannya bisa datang untuk di tempatkan sesuai dengan arahan yang dia inginkan tadi.
Sedangkan di tempat lain, Thomas Bryan jadi pastikan sudah menghadang dan mengalihkan perhatian dari orang-orang yang sedang menuju ke tempat tersebut. Yaitu orang-orang yang menggunakan topeng tadi, bersama dengan anak buahnya juga.
Di ruangan sebelah, di bagian penggunaan atas, Verdi dan Cardi tercengang. Dengan kedatangan Gavino, yang datang ke tempat ini. Dan bukannya menangkap mereka yang memakai topeng wajahnya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" teriak Verdi, melihat cctv nya yang tadi menampakan Gavino, kemudian masuk dengan paksa ke ruangan Gress berada. Yaitu di ruangan bawahnya ini.
Akhirnya Verdi dan Cardi bergerak cepat, membawa senjata masing-masing. Dan segera mencari tempat yang strategis untuk bisa menyerang Gavino.
"Hubungi yang lainnya! perintahkan untuk segera ke sini!" pinta Verdi pada Cardi, yang saat ini sedang memegang ponsel.
"Hahhh! Tidak bisa, ada apa ini?"
Ternyata kenyal ponsel Cardi, sudah di sabotase oleh sistem yang diaktifkan oleh Gavino.
Dia sudah mengantisipasi, segala sesuatu yang bisa terjadi. Apalagi dengan sinyal ponsel untuk komunikasi utama mereka.
Jadi di sekitar tempat ini, satelit telekomunikasi seakan-akan tidak berfungsi. Sinyal telah di retas oleh sistem, tanpa bisa ketahui oleh siapapun kecuali Gavino.
Dan ini dilakukan Gavino, supaya Verdi dan Cardi tidak bisa mencari bantuan.
Apalagi di tempat tersebut, anak buah mereka tidaklah banyak-banyak ada beberapa saja. Karena mereka memang tidak menargetkan tempat ini sebagai sepatu utama penyerangan.
Verdi dan Cardi, justru menempatkan pada tempat lainnya. Yang sebenarnya akan dituju oleh ketiga orang, yang memakai topeng wajah palsu tadi.
Untungnya hal itu terbaca oleh sistem, sehingga Gavino bisa melakukan perencanaan untuk menggagalkan semua rencana mereka. Hal yang tidak pernah disadari dan disangka-sangka oleh Verdi sendiri. Apalagi Cardi dan yang lainnya.
Sebab semua itu juga ada kaitannya dengan sistem, yang memberinya kelebihan dan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain.
Dan kini semuanya terbukti, jika semua rencana yang dimiliki Verdi gagal total. Karena sudah diketahui oleh Gavino. Bahkan dia sendiri sudah dikepung oleh Gavino dan teman-temannya yang lain.
Gress yang dalam keadaan lemas, dibebaskan oleh Gavino sendiri. Sedangkan Verdi dan Cardi yang berencana untuk kabur, dihadang oleh Dante bersama Lorenzo dan teman-temannya. Yang sudah datang, mengapung tempat ini.
"Kamu tidak bisa lari ke mana-mana Cardi, Verdi!" bentak Dante, dengan senyum sinis.
"Kamu tidak bisa menangkapku Dante!"
Cardi berusaha untuk mempengaruhi Dante, yang pernah memiliki hubungan dekat dengannya. Jadi dia berpikir bahwa, Dante makan menuruti keinginannya.
"Sorry Cardi, Non posso aiutare con questo problema. Aku tidak bisa membantumu untuk masalah ini!"
__ADS_1
Dante secara terus terang menolak permintaan dari Cardi, sehingga karti menuturkan senjata padanya.
"Aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu! Apa Kamu pikir, Aku tidak mampu menghabisi nyawa kamu sekarang juga?" gertak Cardi pada Dante, yang tetap tersenyum. Tanpa rasa takut.
Dor!
Verdi justru langsung mengarahkan senjatanya, dan menembak tanpa aba-aba.
Sayangnya, pergerakan tangan Verdi diketahui oleh Dante. Sehingga tembakan itu meleset dan mengenai dinding.
"Sial! Kamu pengecut Verdi!"
Brakkk!
Dante mengumpat dan melayangkan sebuah kursi, yang kebetulan berada di dekatnya ke arah Verdi, sehingga kursi tersebut hancur.
Akhirnya perkelahian di antara mereka tidak terelakkan lagi. Antara Cardi dengan Dante, sedangkan Verdi melawan Lorenzo. Yang sudah siap berada tak jauh dari tempat Dante.
Untuk anak buah mereka masing-masing, justru sudah berkelahi sedari tadi. Dan mereka semua sama-sama kuat, sehingga belum diketahui siapa yang akan memenangkan perkelahian ini.
Gavino sudah berhasil mengeluarkan gadisnya, Gress, yang dalam keadaan pingsan. Bahkan pergelangan tangan dan kakinya, sudah tampak mengeluarkan darah. Mungkin saja karena dia terus berusaha untuk membukanya sendiri. Sehingga gesekan-gesekan tali tambang, mengenai kulitnya.
Puk puk puk!
"Gress, ayo sadar! Kamu sudah aman bersamaku." Gavino berusaha membangunkan gadisnya itu, dengan menepuk-nepuk pelan pipinya Gress.
"Eghhh... A, Aku di mana ini?" tanya Gress dengan terbata-bata.
Dia melihat keberadaan Gavino, dengan mata yang masih dalam pandangan kabur. Sehingga dia tidak begitu jelas mengenali kekasihnya itu.
"Si, siapa Kamu? Ga, Gavin di mana?"
Setelah bertanya seperti itu, Gress kembali jatuh pingsan. Sehingga dengan cepat, Gavino memotong tubuh gadisnya itu. Untuk segera dilarikan ke rumah sakit.
Dia meninggalkan mereka yang sedang berkelahi, tapi urung dilakukan. Karena ternyata Verdi dan Cardi cukup kuat, sehingga Dante dan Lorenzo, kewalahan juga menghadapi musuhnya itu.
__ADS_1
Akhirnya dia memutuskan untuk membawa Gress ke tempat yang lebih aman terlebih dahulu, kemudian segera kembali lagi. Untuk membantu kedua temannya itu.
Gavino tidak mungkin meninggalkan rekan-rekannya sendiri, sedangkan rekan-rekannya itu juga tadi datang untuk membantu dirinya.