Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Bukan Tandingan


__ADS_3

"Kita terus ke tempat tujuan yang restoran tadi ya Pak," kata Gavino, memberitahu supirnya, karena tadi sempat bertanya kepadanya.


"Baik Tuan muda."


Supir pun menurut. Dia melakukan semua permintaan Gavino, karena itu memang tugasnya.


Gavino tidak lagi menghiraukan pesan misterius yang tadi masuk ke dalam ponselnya. Karena pada kenyataannya, pesan tersebut hanya gertakan mereka saja.


Gavino tiba di restoran, di saat papa dan mamanya baru saja memesan makanan.


"Selamat malam Pa, Ma."


Sapaan Gavino, membuat Giordano dan Mirele menoleh ke arah anaknya.


"Malam Sayang. Ayo sini!" ajak Mirele, sambil melambaikan tangannya. Meminta pada Gavino, supaya duduk di kursi yang ada di sampingnya.


"Oh ya. Ini ada pengacara dan notaris yang kemarin Kamu hubungi, untuk membantu kita Sayang." Mirele kembali berkata, untuk memperkenalkan kedua orang yang ada di depannya saat ini.


"Selamat malam Tuan muda Gavino."


"Selamat datang Tuan Muda Gavino."


Gavino hanya mengangguk saja, pada saat pengacara dan notaris tersebut menyapanya. Dengan mengucapkan selamat malam, dan menganggukkan kepalanya juga.


Mereka berdua, menaruh hormat pada Gavino. Yang ternyata masih sangat muda. Tidak seperti yang mereka bayangkan sebelumnya.


Tak lama kemudian, pesanan yang sudah dipesan tadi datang. Beberapa pelayan restoran, mendorong kereta makan yang mereka bawa. Kemudian menatanya di meja makan besar, yang dikelilingi oleh tamunya, termasuk Gavino juga.


Mereka semua makan malam bersama, setelah perkenalan yang cukup singkat tadi.


Belum sempat menghabiskan makanannya, Gavino mendapatkan panggilan telpon dari Cardi.


"Maaf, Saya keluar sebentar."


Akhirnya Gavino pamit untuk keluar sebentar, sambil menunjukkan ponselnya. Memberitahukan pada mereka semua, jika dia mau menerima panggilan telpon tersebut terlebih dahulu.


Setelah agak jauh dari tempatnya makan tadi, Gavino menerima panggilan telpon dari Cardi.


..."Halo Cardi. Ada apa?"...


..."Halo Gavin. Kamu ada di mana?"...


..."Aku ada di restoran pusat kota, depan kios papa. Ada apa?"...


..."Huhfff... Aku baru saja dapat pesan dari nomor tidak dikenal. Jika Kamu mengalami kecelakaan. Makanya Aku menghubungi Kamu langsung."...


..."Hemmm..."...


..."Apa Kamu baik-baik saja?"...


..."Iya. Aku baik-baik saja. Mungkin ada orang iseng yang ingin mengerjai Kamu."...


..."Bisa jadi. Semoga tidak ada yang dikerjain lagi selain Aku ya."...


..."Ya. Semoga saja."...


..."Ya sudah. Maaf, Aku menganggu acara keluarga Kamu."...


..."Ok."...


Klik!


Gavino menghela nafas panjang, kemudian berjalan kembali ke tempat mereka semua makan tadi.


"Ada apa Sayang?" tanya Mirele, di saat Gavino baru saja datang.


"Tidak ada apa-apa Ma. Hanya telpon dari teman sekolah."


Mirele pun tak lagi bertanya. Dia kembali mengajak anaknya itu, untuk menghabiskan makanannya. "Ayo dilanjutkan makannya. Punya Kamu masih banyak ini."


"Iya Ma."


Setelah selesai acara makan malam, mereka berbincang-bincang sebentar. Tapi karena Gavino ada keperluan, dia pun akhirnya minta undur diri terlebih dahulu.


"Ma, Pa. Gavin balik dulu ya. Ada beberapa pekerjaan yang harus Gavin selesaikan bersama dengan teman-teman."


"Oh ya, hati-hati."

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Gavino juga berpamitan dengan notaris dan pengacara. Yang sekarang ini sudah resmi menjadi rekan kerja kedua orang tuanya juga.


Akhirnya, Gavino pergi terlebih dahulu. Bersama dengan supir yang sudah siap berada di mobil.


"Kita ke rumah Cardi."


"Siap Tuan muda."


Tak lama kemudian, tampak mobil tersebut meluncur meninggalkan area parkir restoran.


Di perjalanan menuju ke rumah Cardi.


'Sistem mafia aktif.'


( Ting )


( Sistem Mafia diaktifkan )


'Bereskan orang yang mengirim pesan pada Cardi, dan juga ke ponselku.'


( Siap good father )


( Perintah dilaksanakan )


1%


10%


20%


30%


40%


50%


60%


70%


80%


90%


100%


( Ting )


'Berikan sedikit pelajaran untuknya.'


( Siap good father )


Sekarang, Gavino ganti mengaktifkan sistem informasi. Untuk melihat hasil pekerjaan sistem mafia yang baru saja dia aktifkan.


'Sistem informasi aktif.'


( Ting )


( Sistem informasi diaktifkan )


'Aku mau cek orang yang buat ulah tadi.'


( Pencarian dilakukan )


1%


10%


20%


30%


40%


50%


55%

__ADS_1


65%


75%


80%


90%


100%


( Informasi didapatkan )


( Ting )


Gavino bisa melihat bagaimana keadaan orang yang sudah ditargetkan sistem mafia, sebagai sasarannya.


Terlihat di layar, yang tampak hanya oleh Gavino saja, jika ada dua orang remaja yang saat ini jatuh terjungkal di selokan pinggir jalan.


Tapi mereka berdua juga memaki-maki sendiri, karena kejadian itu terjadi karena kesalahan mereka sendiri. Yang tidak memperhatikan keadaan jalan dan sekitarnya.


Gavino tampak tersenyum miring, melihat keadaan mereka berdua. Yang sebenarnya tidak dia kenal.


"Sudah sampai Tuan muda."


"Oh ya. Tunggu sebentar ya pak!"


"Siap Tuan muda."


Gavino turun dari mobil, kemudian pintu kembali ditutup oleh supir. Yang tadi memang membukakan pintu untuknya.


Dengan langkah cepat, Gavino masuk ke dalam rumah Cardi. Yang kebetulan Cardi memang masih ada di luar.


"Hai Gavin!"


Cardi menyapa Gavino dengan rasa terkejut, karena dia memang tidak tahu jika, temannya itu akan datang ke rumahnya.


"Ada apa? Sepertinya ada sesuatu yang sedang Kamu pikirkan?"


"Hah! Apa Kamu tahu, aku baru saja dihubungi pihak kepolisian jalan."


Kening Gavino mengernyit heran, mendengar jawaban yang diberikan oleh Cardi barusan. Dua tidak tahu, apa yang membuat polisi jalan menghubungi temannya itu.


"Kamu tahu kan, tadi ada orang yang mengirim pesan aneh padaku. Untung saja Aku segera menelpon mu."


"Tak lama setelah Aku selesai menghubungimu, ada polisi yang menelepon. Mereka mengatakan bahwa, ada dia pemuda yang masuk selokan bersama dengan sepeda motornya."


Gavino masih diam saja, mendengarkan semua perkataan dan penjelasan yang diberikan oleh Cardi padanya.


Menurut Cardi, pihak kepolisian menghubungi dirinya karena, nomor terakhir yang dihubungi pemuda itu adalah nomornya. Meskipun hanya lewat pesan singkat.


Dan itu juga dengan berita yang bohong belaka.


"Akhirnya, Aku sekalian melaporkan semua tingkah mereka. Jika sudah memberikan kabar kebohongan. Aku juga bilang, jika Aku tidak mengenali mereka."


Sekarang, Gavino menganggukkan kepalanya paham. Setelah selesai mendengarkan semua perkataan Cardi.


"Ya sudah kalau begitu. Semua tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku pamit pulang, karena malam sudah semakin larut."


"Ok Gavin. Thanks ya, Kamu sudah repot untuk mampir ke sini dulu."


"Nessun problema. Tidak masalah Cardi."


Setelah itu, Gavino pergi dari rumah Cardi. Dia harus segera pulang. Karena hari sudah semakin larut malam.


Karena besok pagi, dia juga masih harus berangkat ke sekolah. Sama seperti Cardi juga.


"Kita langsung pulang Pak."


"Siap Tuan muda."


Mobil Gavino meluncur kembali ke jalan raya, menuju ke arah pulang.


*****


Di tempat yang lain.


Dia orang pemuda tadi, saat ini ada di kantor polisi.

__ADS_1


Meskipun mereka berdua mengalami kecelakaan ringan yang tidak disengaja, tapi laporan yang disampaikan oleh Cardi mengharuskan mereka diinterogasi.


Apalagi bukti pesan yang mereka kirim juga masih ada di ponsel mereka.


__ADS_2