Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Mencari


__ADS_3

Pagi ini, mereka bertiga melaluinya dengan sarapan bersama, setelah kereta makan datang.


George menata makanan yang dia bawa di atas meja. Kemudian mengajak Gavino dan king Black untuk segera sarapan.


Sebenarnya Gavino tahu, jika ada banyak pertanyaan yang ada di dalam hatinya George untuk dirinya, meskipun George sendiri tidak bertanya kepadanya saat ini.


Beberapa menit kemudian, mereka selesai sarapan. George kembali membereskan peralatan makan dan yang lainnya, kemudian membawanya ke luar dari dalam kamar. Untuk mengembalikan kereta makan pada kedua pengawal king Black.


Di saat dia kembali ke dalam kamar, king Black baru saja selesai menandatangani berkas yang dia bawa dalam tasnya tadi.


Tapi George tidak mengetahui, apa isi dari berkas tersebut. Dia juga tidak bertanya, karena dia yakin jika Gavino pasti akan memberitahunya sendiri nanti.


Tak lama kemudian, king Black pamit untuk kembali. Dia akan segera mengurus segala sesuatu, yang sudah menjadi perjanjiannya dengan Gavino.


"Aku akan kembali ke Roma hari ini. Jika kalian masih ingin di sini silahkan. Gunakan fasilitas hotel ini. Tapi jika ingin kembali ke Roma, hubungi Aku. Orang-orang ku akan menjemputmu, dengan pesawat pribadi. Dan ada heli yang ada di atas sana, untuk membawa kalian ke bandara."


Yang dimaksud dengan menjemput adalah, Gavino dan George akan dijemput menggunakan pesawat pribadi milik Thomas Bryan, untuk pulang ke Roma. Dan mereka akan dijemput oleh helikopter, yang berada di atas gedung hotel ini.


"Tak perlu repot-repot king Black. Aku bisa pulang sendiri bersama dengan pamanku ini. Tapi jangan lupa dengan perjanjian kita!"


Meskipun George tidak tahu apa maksud dari pembicaraan mereka berdua, dan juga maksud dari penolakan Gavino, George nyatanya tetap diam. Dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun, hingga akhirnya king Black pergi dari kamar mereka.


Setelah memastikan bahwa king Black dan kedua pengawalnya pergi, George akhirnya punya kesempatan untuk bertanya pada Gavino. Karena dia tidak sabar menunggu keterangan yang akan diberikan oleh Gavino padanya.


"Heh, Gavino! Apa maksudmu dengan perjanjian tadi?" tanya George ingin tahu.


"Apa sih George. Mau tahu aja! pokoknya Kamu tahu beres nantinya!" jawab Gavino, yang membuat teka-teki di otaknya George.


"Ah sial_lan Kamu Gavino! Kenapa membuat Aku penasaran dengan membuat sebuah rahasia segala." George tidak suka dengan sikap Gavino yang ini.

__ADS_1


"Apa Kamu tidak percaya padaku?" imbuh George yang sudah tidak tenang.


"Ihsss, tentu saja Aku percaya. Kenapa Kamu punya pikiran jika Aku tidak percaya denganmu?" elak Gavino, dengan mengelengkan kepalanya.


"Apa karena Aku sedang dekat dengan king Black?" tanya Gavino cepat, sebelum George kembali bertanya lagi.


"Ah sialll Kamu. Pakai rahasia-rahasia segala!"


Sebenarnya, Gavino sedang mengaktifkan sistem miliknya, pada saat membuat perjanjian dengan king Black. Di mana perjanjian tersebut tidak akan mungkin dihindari oleh king Black suatu hari nanti.


Perjanjian tersebut akan membawa dampak besar, untuk sebuah kelompok mafia yang saat ini dipimpin oleh king Black.


Tapi tidak untuk usahanya bisnisnya, yang digunakan atau dimanfaatkan oleh orang banyak.


Namun Gavino harus tetap diam, dan tidak mengatakan apapun tentang maksud dari perjanjian tersebut. Karena itu hanyalah urusan yang tidak seharusnya dia katakan, meskipun itu kepada George. Sebab George punya dendam pribadi terhadap king Black.


Dia tidak mau jika George akan mencampuradukkan perihal dendam pribadinya dengan urusan yang sekarang sedang dilakukan oleh Gavino.


"Tapi, bagaimana dengan tujuan awal kita untuk balas dendam?" tanya George mengingatkan Gavino, supaya tidak melupakan tujuan utamanya datang ke kota Paris ini.


"Aku ingat betul George. Dan Aku sudah menyiapkan segalanya. Tenanglah dan cobalah untuk menenangkan hati dan pikiranmu," jawab Gavino, yang tidak mau terburu-buru. Sehingga dia juga meminta kepada George untuk tidak mencari tahu, apa yang sedang dilakukan saat ini.


"Kamu itu tidak bisa ditebak Gavino. Aku juga tidak pernah mengetahui secara pasti, apa yang ingin Kamu lakukan terhadap Thomas Bryan itu. Yang jelas, dulu dialah dalang dari pembunuhan Kakek mu. Kenapa Kamu tidak langsung membunuhnya sekalian? sama seperti yang diinginkan oleh kakek mu?" tanya George pada Gavino.


Tapi Gavino hanya tersenyum saja, mendengar perkataannya yang mengingatkan kembali pada tujuan awal mereka datang.


Plak!


Gavino memukul lengan George, kemudian berkata, "bagaimana George, Kamu ingin langsung pulang ke Roma atau mau bersenang-senang dulu di sini? bukankah Kamu sudah memegang kartu yang diberikan king Black semalam?" tanya Gavino mengalihkan pembicaraan mereka saat ini.

__ADS_1


"Aku sepertinya sih masih ingin jalan-jalan di sini. Tapi bagaimana pekerjaan yang di Roma? apakah Robert bisa menjalankan semuanya dengan baik?"


George akhirnya benar-benar teralihkan perhatiannya, dengan pertanyaan yang diajukan oleh Gavino. Karena itu adalah sebuah penawaran yang baik.


"Hai! kenapa Kamu meragukan Robert?" tanya Gavino, yang tidak tahu jika kemarin Robert pernah membuat kesalahan. Dengan membuat kerjasama bersama perusahaan yang tidak kompeten.


"Ah... sudahlah. Mari kita bersenang-senang di sini. Kita cari cewek-cewek cantik. Hahaha..." otak George kembali kepada kegiatan ranjangnya, sehingga sudah tidak memikirkan misi utama untuk membunuh king Black lagi.


Gavino tersenyum mendengar jawaban yang diberikan oleh George padanya.


'Oh iya, Aku juga ingin menghubungi Bianca juga. Mumpung Aku ada di Paris. Dia pasti akan merasa senang.'


George ingin mengajak Bianca bertemu dirinya, karena mereka memang sudah lama tidak bertemu.


"Bagaimana tanggapan Bianca ya, jika dia tahu aku ada di sini? Aku ingin memberinya kejutan. Tapi Aku juga takut, jika dia ternyata sudah punya kekasih dan menolak ku."


"Ahhh, bodo_lah! Aku pasti bisa mendapatkannya."


Gavino bergumam seorang diri, karena niatannya untuk bertemu dengan Bianca.


Rasa rindu yang ada, sudah membuatnya lupa dan tidak peduli. Seandainya Bianca sudah punya kekasih di kota Paris ini.


Akhirnya Gavino mencari email Bianca, karena ponsel yang dulu sudah tidak mungkin digunakan di kota paris ini. Apalagi Bianca memang sudah tidak berhubungan dengan teman-temannya yang ada di Roma.


Tapi ternyata email Bianca tidak bisa di hubungi. Sudah terblokir, sehingga dia harus menghubungi Dante terlebih dahulu. Untuk bisa mendapatkan akses, agar bisa menghubungi Bianca.


Ternyata tidak membutuhkan waktu lama, Dante akhirnya membalas email yang dia kirimkan. Untuk mengetahui email miliknya Bianca.


"Akhirnya Aku menemukanmu Bi. Tunggu Aku Bi. Aku pasti mencarimu, dimana pun Kamu berada."

__ADS_1


Gavino bertekad untuk menemui Bianca, dan seolah-olah dia lupa. Bahwa ada Gress yang ada di roma sedang menunggunya untuk kembali pulang.


Dengan semangat yang tinggi, Gavino menulis pesan untuk Bianca. Melalui pesan email yang dia kirimkan pagi ini.


__ADS_2