
Gavino tidak jadi pulang ke rumah.Dia juga sudah menghubungi supirnya, untuk beristirahat saja. Dan tidak perlu menjemput dirinya di flatnya Gress.
..."Kamu istirahat saja di rumah. Aku akan pulang sendiri besok.'...
..."Baik Tuan. Jika ada perlu besok, hubungi saja, Saya pasti akan datang menjemput Tuan." ...
..."Iya, Terima kasih." ...
..."Sama-sama Tuan." ...
Klik!
Gavino kembali memeluk Gress yang sudah tertidur pulas, karena kecapean. Dia juga ingin segera memejamkan matanya, karena sudah mengantuk dan juga kecapean.
Tapi ternyata, tiba-tiba di layar sistem aktif tanpa dia minta untuk aktif.
( Ting )
( Selamat malam Good Father )
'Ada apa?'
( Ting )
( Ada Misi Good Father )
'Apa tidak bisa besok?'
( Ting )
( sistem memberikan informasi sekarang )
'Apa itu?'
( Ting )
( Lawan Good Father Verdi )
'Kenapa dia?'
( Ting )
( Itu tugas Good Father )
'Emhhh... baiklah.'
( Ting )
( Ambil misi, kekuatan bertambah 10% )
'Baiklah. Aku ambil.'
( Ting )
( Selamat Bertugas Good Father )
( Ting )
Ternyata, Gavino mendapatkan misi untuk mengetahui keberadaan Verdi dan rencana apa yang disusun Verdi, yang katanya sudah keluar dari tahanan.
Gavino sendiri bingung, sebenarnya apa yang terjadi pada Verdi, sehingga sudah bebas. Padahal, seharusnya masih ada dua tahunan masa tahanannya.
Gavino jadi tidak bisa tidur memejamkan matanya, karena memikirkan misi yang harus dilaksanakan. Padahal liburan semester tinggal dua hari lagi.
"Apa yang dilakukan Verdi ya? kenapa bisa bebas dengan cepat?"
__ADS_1
Gavino bergumam sendiri, memikirkan misi yang berkaitan dengan Verdi ini. Karena informasi dari Lorenzo juga hanya sebatas Verdi sudah keluar dari penjara.
"Aku bertanya pada Lorenzo... dia juga tidak tahu. Aku bertanya pada siapa?"
Setelah berpikir sejenak, Gavino akhirnya ingat Sang Kapten, dia bisa membantunya. Karena waktu itu, urusan Verdi ditangani oleh sang Kapten sendiri.
Tapi saat ini sudah sangat malam, jadi Gavino tidak mau mengganggu sang Kapten yang tentunya sedang beristirahat.
Akhirnya Gavino memutuskan untuk menghubungi sang Kapten besok saja. Supaya bisa lebih bebas berbicara, dan tidak merasa khawatir jika Gress akan terbangun. Karena dia yang sedang menghubungi sang kapten malam ini.
Sekarang Gavino kembali berbaring dan memeluk Gress, supaya bisa segera menyusulnya tidur.
*****
Pagi hari, Gavino bangun setelah Gress membangunkan dirinya.
"Sayang ayo bangun! ini sudah aku siapkan sarapan Kamu. Jadi sarapan dulu sebelum pulang ya," ajak Gress dengan menepuk-nepuk pelan lengan kekasihnya.
"Kamu mengusirku Sayang?"
"Bukan. Bukan begitu Sayang! Tapi, Kamu juga punya kesibukan. Jadi Aku tidak mau menahan mu di sini terus. Nanti Aku bisa kena omelan paman Robert. Hahaha..."
"Baiklah. Aku akan pergi ke kamar mandi dulu." Gavino bangkit dari tempat tidur, kemudian berjalan menuju ke kamar mandi.
Tak lama kemudian, Gavino sudah keluar dari dalam kamar mandi lagi.
"Kamu baik-baik di rumah ya! Aku akan pulang nanti. Aku akan mengurusi pekerjaanku sebentar. Jika nanti ada waktu, Aku akan datang ke sini lagi. Atau Kamu bisa dijemput oleh supir."
"Tidak perlu Sayang. Kamu kerjakan saja. Aku akan beristirahat di rumah."
Gress menolak tawaran Gavino, yang akan meminta supir untuk menjemputnya nanti.
"Kamu yakin?"
Gress berusaha untuk menyakinkan Gavino, supaya pulang ke rumahnya. Dia tidak mau dituduh oleh Robert menahan Tuan mudanya.
Setelah selesai sarapan, Gavino pamit pulang.
"Jangan lupa kunci pintunya."
"Iya Sayang."
Cup!
Gavino mencium bibir Gress dengan cepat, sebelum dua keluar dari pintu.
"Jika ada apa-apa, segera telpon Aku ya!" pesan Gavino pada Gress. Dia tidak mau terjadi sesuatu pada gadisnya itu.
"Iya Sayang," sahut Gress pendek.
Gavino kembali mencium pucuk kepala Gress dengan memejamkan mata, karena ini lebih lama waktunya.
"Hati-hati," pesan Gress, setelah Gavino melepaskannya.
"Iya Sayang, terima kasih ya."
"Rasanya, Aku malah gak pengen pulang nih," ujar Gavino yang kembali memeluk tubuh kekasihnya itu.
"Hahaha..."
Gavino dan Gress sama-sama tertawa terbahak-bahak. Mentertawakan keadaan mereka, yang sebenarnya sama-sama tidak ingin berpisah dengan cepat.
"Sudahlah. Cepat pulang sana! nanti Kamu berubah pikiran," kata Gress dengan tersenyum tipis.
"Iya deh, aku pulang. Awas saja kalau Aku punya waktu ke sini lagi, Aku pasti akan datang untuk memakanmu!"
__ADS_1
"Hihihi... sudah-sudah sana!"
"Hum..."
Akhirnya mereka berpisah, dengan Gavino yang pulang. Tapi dia tidak membiarkan Gress untuk mengantarnya sampai bawah.
"Kamu masuk saja kedalam lagi, kunci pintunya. Baru Aku akan pergi."
Gavino pergi setelah Gress benar-benar mengunci pintu kamarnya.
Gavino tiba di halaman flat.
Di halaman tersebut, orang yang berjaga dan mengawasi Gress, memberikan laporan kepada seseorang.
..."Dia baru saja pulang Bos. Apakah Bos mau melihat wajah dari kekasih nona?" ...
..."Tidak perlu. Yang penting anakku baik-baik saja kan?" ...
..."Siap Bos. Nona dalam keadaan baik-baik saja. Dan sepertinya, pemuda itu memang kekasihnya. Dia memperlakukan nona dengan sangat baik." ...
..."Bagus. Awasi saja terus. Yang penting anakku tetap selamat, tidak kekurangan suatu apapun."...
..."Baik Bos."...
*****
Gavino sudah berada di dalam taksi, menuju ke rumahnya sendiri.
Tiba-tiba lorenzo menghubunginya.
..."Halo. Kamu ada di mana Gavin?" ...
..."Aku sedang berada di jalan. Kenapa?"...
..."Sebaiknya ke rumahku saja sekarang. Ada sesuatu yang ingin Aku bicarakan denganmu sekarang ini." ...
..."Baiklah. Aku akan segera ke rumahmu."...
Gavino meminta supir taksi, untuk memutar jalan menuju ke rumahnya Lorenzo. Bukan lagi menuju ke rumahnya.
Tak lama kemudian Gavino sudah sampai di rumahnya Lorenzo.
"Apa yang ingin Kamu bicarakan denganku? Apakah Kamu punya berita tentang Verdi, atau Kamu bisa membantu apa?"
"Maksudnya membantu bagaimana Gavin? Jika Aku mengetahui sesuatu, atau apapun itu tentang Verdi, Aku pasti akan memberitahumu."
"Kamu kemarin memberitahuku, bahwa Verdi sudah bebas dari tahanan. Memangnya dia mendapatkan potongan tahanan?"
"Aku juga kurang tahu. Tapi Aku punya informasi tentang markas besarnya yang sekarang ini."
"Oh ya, di mana?"
"Ini alamatnya. Kamu bisa cek, atau setidaknya mencari bantuan, untuk bisa menemukannya. Untuk informasi apa yang direncanakan Verdi setelah keluar dari tahanan, Aku belum ada."
"Sepertinya ini sesuatu yang menarik. Bagaimana jika Kamu ikut bergabung denganku, seperti dulu?"
Gavino memberikan pilihan kepada Lorenzo, untuk bergabung dengannya menyelidiki tentang Verdi.
"Aku mau Gavin. Lagipula, pekerjaanku bersama kakakku juga sudah selesai. Aku tidak punya kerjaan untuk saat ini. Tapi, bagaimana denganku?"
Gavino paham dengan maksud perkataan Lorenzo yang tidak jelas.
"Aku akan menyediakan semua akomodasi dan fasilitasnya untukmu. Bagaimana?"
Lorenzo tersenyum ketut, karena sebenarnya dia tidak mau merepotkan temannya itu. Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena keadaan ekonomi keluarganya memang tidak sebagus yang lain. Jadi dia hanya bisa mengangguk saja.
__ADS_1