Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Mengakui


__ADS_3

Lorenzo yang sedang berada sibuk mengurus pembukaan bengkel, tidak berpikir bahwa, Dante bertanya tentang Gavino, karena ada hubungannya dengan Bianca.


Dia hanya berpikir bahwa, pertanyaan Dante itu hanya sekedar ingin bertanya. Karena Dante ingin bertemu dengan Gavino, sama seperti biasanya sebagai teman.


Itu karena Lorenz tidak tahu jika, Bianca sedang ada di kota Roma ini.


"Apa Dante sedang tidak ada kegiatan ya? makanya dia ingin bertemu dengan Gavin, sama seperti biasanya jika dia sedang free dari semua tugas kuliahnya."


"Zoo, ini mau taruh di mana?" tanya Joe, temannya yang ikut bergabung mengurus bengkel.


Zoo adalah nama panggilan untuk Lorenzo, bagi teman-temannya Lorenzo.


"Oh, taruh di sebelah sana saja Joe!"


"Bos Gavin gak pernah ke sini untuk ngecek apa-apa gitu?" tanya Joe penasaran, karena Gavin adalah penanaman modal bengkel mobil mereka ini, tapi tidak pernah sekalipun terlihat mencampuri urusan bengkel.


"Tidak. Dia menyerahkan semua kepada kita. Jadi, kita mengurus semuanya."


Joe menganggukan kepalanya, dan mulai paham dengan karakter dari Gavino. Yang masih sangat muda, tapi sudah memiliki kekayaan yang sama seperti para pengusaha.


"Kita jadinya kapan ini, mau meresmikan? Apa menunggu hingga Bos Gavin punya waktu?" tanya Rei penasaran.


"Sebaiknya iya. Dia pasti meluangkan waktu untuk pembukaan bengkel ini. Sayangnya, saat ini dia sedang berada di Amerika. Tapi dia tidak lama berada di sana."


Sekarang mereka berdua, Joe dan Rei, mengangguk-anggukkan kepalanya lagi, paham dengan kesibukan Bos muda itu.


*****


Tiga hari kemudian.


Gavino sudah berada di rumah lagi. Gress juga sudah mulai melupakan rasa sedihnya, karena dia memang harus mengutamakan kegiatannya dalam mencari ilmu di sini, daripada harus terus menerus bersedih hati.


Hari ini, rencana pembukaan bengkel juga akan dilakukannya.


Lorenzo juga sudah menghubungi Gavino dan beberapa teman-temannya, untuk ikut meramaikan pembukaan bengkel mobil yang dikelolanya, bersama dengan dua temannya.


Dia juga memberi kabar kepada Dante dan Cardi, supaya bisa ikut datang.


Dan di sinilah mereka sekarang berkumpul. Di bengkel yang akan diresmikan hari ini juga.


Tapi mereka sedikit terkejut, karena Dante tidak datang sendiri. Tapi bersama seorang gadis yang sangat mereka kenal, yaitu Bianca.


Mereka bertanya-tanya, dengan adanya Bianca yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.

__ADS_1


Jadi, selain menjadi pertanyaan, kedatangan Bianca juga sebuah kejutan bagi mereka semua. Karena mereka memang tidak pernah berjumpa, sejak kelulusan sekolah dulu.


"Hai Bi," sapa Magdalena surprise.


Mereka saling berpelukan, satu sama lainnya. Bergantian dengan temannya yang lain juga.


Di saat giliran Gavino, Bianca tidak bisa menyembunyikan perasaannya sendiri. Dia menahan tangisnya yang sudah mengembun di kelopak mata.


Untuk Gavino sendiri, yang juga harus menjaga perasaan Gress hanya bisa memeluk Bianca dengan cara biasa. Sama seperti temannya yang lain.


Sebenarnya Bianca merasa heran dengan sikap Gavino saat ini. Tapi dia segera sadar, di saat melihat gadis yang menyusul Gavino.


"Emhhh... Bi, kenalkan. Ini Gress."


"Sayang, ini Bianca. Temanku, sama seperti yang lain. Saat di sekolah dulu."


Gavino memperkenalkan mereka berdua, meskipun pada awalnya merasa canggung. Tapi akhirnya dia bisa menetralisir keadaan, sehingga bisa bersikap sewajarnya.


Baik Bianca maupun Gress, sebenarnya punya satu pertanyaan yang sama untuk mereka sendiri.


Bagaimana posisi mereka di hati Gavino yang sebenarnya?


Tapi tentu saja, mereka tidak mungkin bertanya saat ini. Sehingga menyimpan pertanyaan tersebut hanya di dalam hati.


Mungkin, suatu waktu nanti, mereka tapi tanya langsung pada Gavino. Orang yang menjadi pemeran utama dalam kisah percintaan mereka.


*****


Plokkk plokkk plokkk!


Suara tepuk tangan dan kemeriahan acara peresmian untuk pembukaan bengkel ini sukses. Dengan adanya teman-teman mereka yang datang, sehingga acara yang sederhana ini cukup berkesan.


Lorenzo selaku pengelola bengkel, juga memberikan sambutannya. Dengan mengucapkan terima kasih kepada Gavino, dan juga teman-temannya yang lain. Yang sudah memberikan dukungan terhadap dirinya, hingga bisa mewujudkan bengkel mobil ini.


Semua orang kembali bertepuk tangan, begitu tahu jika, modal usaha bengkel ini berasal dari Gavino secara pribadi.


Padahal sebenarnya, Gavino tidak mau teman-temannya tahu. Tapi Lorenzo yang tidak ingin membuat kesalahpahaman dalam kisah usahanya ini. Karena memang seperti itulah yang sebenarnya.


"Selamat ya Sayang," ucap Gress dengan mengelus pundak kekasihnya itu.


"Terima kasih Sayang. Aku hanya ingin membantu Lorenzo dan temannya. Supaya bisa kembangkan bakat dan hobi mereka."


Semua teman-temannya juga mengucapkan selamat kepada Gavino maupun Lorenzo, juga kedua teman Lorenzo. Dengan harapan agar bengkel ini bisa maju ke depannya nanti.

__ADS_1


"Dante. Itu, yang bersama dengan Gavino siapa?" tanya Bianca, yang sudah tidak bisa menahan rasa penasaran. Yang sedari tadi menjadi pertanyaan di dalam hatinya.


Dia ingin tahu, siapa teman wanita yang selalu ada di dekatnya Gavino.


"Dia Gress. Gadisnya Gavin."


Mendengar jawaban Dante, Bianca merasa terkejut. Ada perasaan aneh, sakit dan kecewa di dalam hatinya. Saat dia tahu bahwa, ternyata Gavino sudah memiliki kekasih yang juga tak kalah cantik darinya.


"Bi. Aku harap Kamu tidak merendahkan dirimu di depan Gavino, maupun yang lainnya. Kamu sudah tahu semuanya, jadi lebih baik Kamu berpikir ulang. Dan tidak ingin mendekati Gavino lagi."


Dante justru memperingatkan Bianca, supaya tidak memaksakan kehendaknya.


"Tapi..."


"Terserah Kamu Bi. Jika ternyata kedepannya nanti Kamu akan lebih kecewa dan sakit hati, Kamu jangan pernah menyesal."


Dante tidak mau melihat sepupunya itu kecewa dan sakit hati, karena harus mengejar Gavino lagi, yang sudah memiliki kekasih. Sedangkan Bianca sendiri justru meninggalkan Alano, yang telah menjadi kekasihnya selama berada di kota Paris.


*****


Tengah malam.


Gress yang sudah bersiap untuk berangkat tidur, terkejut dengan kedatangan Gavino yang masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Dia lupa, jika Gavino punya akses khusus bisa sampai di kamarnya.


"Sayang. Kamu iseng banget sih! Aku jadi kaget tahu!"


"Hehehe..."


Gavino justru terkekeh sendiri, melihat gadisnya itu mengerucutkan bibirnya. Karena kesal dengan kedatangannya yang membuatnya kaget.


Grep!


"Sayang. Maaf ya," ucap Gavino tiba-tiba.


Tentu saja Gress menyambut ucapan permintaan maaf tersebut dengan kerutan di keningnya.


"Minta maaf kenapa Sayang?" tanya Gress yang ingin mendapatkan kejelasan tentang permintaan maaf yang tadi.


"Soal Bianca," terang Gavino memberikan jawaban, tentang maksud dari permintaan maafnya barusan.


"Ada apa dengan Bianca Sayang?" tanya Gress yang justru bingung, dengan jawaban yang diberikan oleh kekasihnya itu.

__ADS_1


Gavino menangkupkan ke-dua tangannya, pada kedua pipi Gress. Kemudian membawanya untuk mendekat ke wajahnya sendiri. Hingga kening mereka berdua bersentuhan.


"Bianca adalah gadis pertama yang dulu mengisi hatiku."


__ADS_2