Gavino ( Sistem Mafia )

Gavino ( Sistem Mafia )
Semua Rencana


__ADS_3

Tut tut tut!


Tut tut tut!


Gress tampak kesal, karena Gavino tidak ada di rumah. Pada saat dia pulang dari kampus.


Apalagi, disaat dia menghubungi Gavino. Kekasihnya itu, tidak menerima panggilan telfonnya juga.


"Dia selalu sibuk, selalu sibuk. Tidak seperti dulu!" gerutu Gress, yang menyadari perubahan sikap kekasihnya itu beberapa waktu terakhir ini.


Gavino jarang ada di rumah, jarang ada di kampus juga. Bahkan, seakan-akan Gavino sudah tidak lagi memperhatikan dirinya, sama seperti dulu. Sewaktu dia masih hidup sendiri di sebuah flat.


"Jika keadaan seperti ini terus lebih baik aku pindah ke flat lagi."


Gress akhirnya berpikir bahwa, dia lebih baik hidup di flat saja. Sama seperti dulu, atau tidak mengenal Gavino. Seperti di awal-awal dia berada di kota Roma ini.


Dan dia tidak akan memberitahu, atau membicarakan hal yang sangat penting pada Gavino.


Dia ingin pergi menjauh dari kekasihnya itu. Sebab dia merasa sudah tidak diperhatikan lagi oleh Gavino. Bahkan hanya menugaskan pengawal pribadi, yang merupakan supirnya.


Gress pingin kembali pada kehidupannya yang dulu, sebelum mengenal Tuan Muda Gavino. Yang ternyata tidak sama seperti dulu, di awal-awal perkenalan mereka berdua.


Akhirnya, Gress mulai mengemasi barang-barangnya. Kemudian menghubungi pihak flat, menanyakan tentang kamarnya yang dulu.


Sayangnya, kamar flat sederhana tersebut, sudah ditempati oleh orang lain. Dan Gress harus mencari tempat tinggal yang lain, seandainya ingin keluar dari rumah Gavino yang sangat besar ini.


Dia mencoba untuk mengecek tabungannya.


"Apa? Kenapa jumlahnya bisa sebanyak ini?" Gress sangat terkejut, melihat jumlah tabungan yang ada di rekeningnya.


Selama ini, dia jarang menggunakan uang tabungan yang ada di rekening pribadinya. Sebab, dia menggunakan rekening yang diberikan oleh pihak kampus.


Apalagi, sejak dia tinggal di rumah Gavino ini, dia tidak pernah mengeluarkan uang dalam jumlah yang banyak. Karena apa-apa sudah terpenuhi dan dipenuhi oleh Gavino juga.


"Apa yang ini dari Gavino ini juga? Jika iya, kenapa dia tidak pernah membicarakannya denganku?"


Sekarang, Gress semakin tidak mengerti dengan sikap kekasihnya itu.


"Apa dia berpikir bahwa, sejumlah uang yang sangat besar itu Aku butuhkan? atau dia merasa bersalah, sehingga memberikan uang itu dengan cara diam-diam?"


Gress jadi banyak berpikir, dengan keraguannya sendiri, dengan keadaan yang sedang dihadapinya saat ini.


"Aku coba kirim pesan pada Gavino saja. Semoga dia segera membaca pesan ku, kemudian menghubungi diriku." Akhirnya, Gress mengirim pesan kepada Gavino, dengan semua pertanyaan yang diajukan tadi.


Dia ingin mendapat penjelasan yang dia butuhkan, sehingga bisa mengambil langkah ke depannya nanti.


"Hhh..."


Gress menghela nafas panjang, setelah selesai mengirimkan pesannya kepada Gavino.


Dia ingin tahu, apakah Gavino akan segera menghubunginya setelah ini, atau justru mengabaikannya.


*****


Di tempat yang lain.

__ADS_1


Gavino sedang berada di atap sebuah gedung Mall, yang dia gunakan untuk melakukan pengintaian.


Hal ini dia lakukan, karena info dari sistem. Yang memberikan informasi bahwa bos besar yang sebenarnya tak jauh dari tempatnya berada saat ini.


( Ting )


( Selamat malam Good Father )


( Perhatikan keadaan gedung di seberang )


'Apakah gedung perkantoran itu?'


( Ting )


( Benar Good Father )


'Lalu, apa yang harus Aku lakukan? Apa hanya sekedar mengintai atau aku harus melakukan sesuatu?'


( Ting )


( Good Father akan tahu nanti )


'Hemmm... jelaskan, ciri-ciri dari orang tersebut. Apakah dia sangat berbahaya?'


( Ting )


( Mencari informasi terkait )


1%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


( Ting )


Di layar sistem, terdapat informasi mengenai data seseorang. Yang saat ini menjadi target intaian Gavino.


Dengan menyipitkan matanya, Gavino memperhatikan semua informasi yang didapatkan kali ini.


Dan dia cukup terkejut juga, dengan informasi dari sistem, mengenai Bos tersebut.


Gavino tidak pernah menyangka, jika ternyata, Bos Besar tersebut adalah, orang yang cukup dekat dengannya selama ini. Bahkan, sering membantunya melakukan banyak hal.


Orang tersebut, juga cukup berpengaruh untuk masyarakat dan negara ini.


Akhirnya, Gavino kembali memperhatikan keadaan gedung yang ada di sebelahnya. Terutama salah satu kamar atau ruangan yang saat ini sedang menyala.


Ruangan yang cukup berbeda dibandingkan dengan ruangan yang lain. Sehingga bisa dengan mudah dikenali oleh Gavino dari jarak yang cukup jauh.

__ADS_1


Dari tempatnya berada, Gavino ya menggunakan teropong khusus untuk pekerjaannya kali ini, bisa dengan jelas melihat kegiatan dua laki-laki yang ada di sana. Yang lihat tentang membahas suatu.


Sayangnya, Gavino tidak bisa mendengar pembicaraan yang mereka lakukan.


Tapi hal ini sudah cukup membuat Gavino merasa puas. Karena dia akhirnya tahu, siapa yang harus diwaspadai untuk kedepannya nanti.


Setelah beberapa saat lamanya, Gavino menyukai pengintainya. Dia kembali turun, bermaksud untuk pulang ke rumah.


Saat dia berjalan menuju ke lift, ponsel miliknya yang sedari tadi non aktif, segera dia aktifkan. Sebab, dia ingin meminta bantuan pada seseorang, terkait Bos yang sudah diketahui identitasnya ini.


Namun sayang, sebuah pesan masuk, dan langsung menyita perhatiannya.


^^^"Aku akan mencari tempat tinggal sendiri. Maaf jika selama ini aku merepotkan dan membuatmu merasa khawatir."^^^


"Gress? apa yang dia pikirkan!Hhh..." Gavino mengeram kesal, karena berpikir bahwa, gadisnya itu sedang salah paham. Dengan semua kesibukan yang dia lakukan beberapa waktu terakhir ini.


"Aku harus segera pulang, dan menghentikan niatnya itu!"


Dengan cepat, Gavino mengambil sepeda motornya di tempat parkir. Dan melajukan sepeda motornya itu dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Dia ingin segera sampai di rumah, untuk bertemu dengan gadisnya yang sedang salah paham dengannya.


*****


Di sebuah Mension, yang merupakan tempat tinggal Thomas Bryan.


Dia sedang menulis sebuah file di laptop miliknya, karena ada suatu hal yang sangat penting yang harus dia sampaikan kepada tim pengacara keluarganya selama ini.


Karena George, adiknya yang sudah menjadi pemilik perusahaan garmen milik keluarga ibunya telah tiada. Dan George tidak punya ahli waris lain, sehingga hanya Thomas Bryan saja yang berhak atas limpahan semua harta benda milik George sebelumnya.


Dan Thomas Bryan, sudah memberikan sebuah nama. Untuk dia limpahi semua hartanya. Seandainya dia udah tiada nanti.


Dia akan segera mengirim file tersebut pada pengacaranya. Supaya segera diproses.


Kehidupannya sendiri selama ini penuh dengan bahaya, meskipun ada begitu banyak anak buah yang mengikutinya dan melindungi keselamatannya.


Tapi semua hal bisa saja terjadi, tanpa bisa diketahui kapan dan di mana musuh akan mengintainya.


Itulah sebabnya, dia sengaja membuat surat wasiat terlebih dahulu. Sebelum dia kenapa-kenapa, tanpa bisa melakukan apa-apa lagi nantinya.


Dia tidak mau jika, satu-satunya keturunan darahnya tidak mendapatkan apapun yang dia miliki selama ini.


Meskipun selama hidup anak tersebut tidak pernah mengenalnya sebagai seorang ayah, Thomas Bryan ingin memberikan semua warisannya pada anak tersebut. Setelah dibagi menjadi beberapa bagian, untuk beberapa yayasan sosial yang ada di bawah naungan TB Company.


Sebuah perusahaan besar, dengan berbagai bidang usaha. Yang tersebar di seluruh dunia.


TB Company, usaha besar miliknya itulah, yang membuat Thomas Bryan terkenal menjadi pengusaha multi talent. Dengan bermacam-macam jenis perusahaan dan orang-orang yang bekerjasama dengannya.


Baik para pejabat negara, cukong-cukong yang punya banyak pengaruh. Bahkan para ketua mafia dunia yang dikenal selama ini.


Itulah sebabnya, semua usaha yang dilakukannya berjalan dengan lancar. Karena pengaruh nama besarnya sendiri di mata dunia usaha.


Jadi, Thomas Bryan sendiri, bukan hanya sekedar seorang ketua mafia besar di negara ini. Tapi juga seorang pengusaha yang sukses, dan terkenal di seluruh dunia.


Semua itu adalah berkat usaha, ketekunan dan keyakinan yang kuat dari seorang laki-laki bernama Thomas Bryan. Yang di dalam dunia mafia sendiri, lebih dikenal dengan sebutan king Black.

__ADS_1


__ADS_2